Ditjenbun Kementan

Sorotan terbaru dari Tag # Ditjenbun Kementan

STDB Sawit Rakyat Masuk OPT Penyusunan RKA-KL Kementan RI 2024 Nusantara
Nusantara
Minggu, 16 Juli 2023 | 12:41 WIB

STDB Sawit Rakyat Masuk OPT Penyusunan RKA-KL Kementan RI 2024

Bogor, katakabar.com - Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) Sawit Rakyat masuk area penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Ditjen Perkebunan mengadakan Kegiatan Penyusunan RKA-KL Tahun Anggaran 2024 mendatang, untuk Satuan Kerja (Satker) daerah dan Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, persiapan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2024. “Target pengembangan komoditas perkebunan yang menjadi prioritas nasional ini telah ditetapkan dalam Trilateral Meeting antara Kementerian Pertanian-Kementerian Keuangan-Bappenas sehingga menjadi acuan dalam penyusunan RKAKL," ujar Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah saat memberikan arahan di Bogor Jawa Barat, dilansir dari laman ditjenbun.pertanian.go.id di pekan kedua Juli 2023. Kata Andi, untuk kegiatan-kegiatan non-prioritas nasional targetnya disesuaikan agar target prioritas nasional Kementerian Pertanian dapat terpenuhi. "Saya minta agar semua pihak terkait dapat terus menindaklanjuti upaya penajaman kegiatan sub sektor perkebunan, baik melalui pertemuan maupun verifikasi ke lapangan untuk memperbaiki kualitas perencanaan yang telah disusun,” serunya. Selain STDB sawit rakyat ulas Andi, kegiatan Ditjen Perkebunan difokuskan kepada pembangunan komoditas perkebunan yang menjadi prioritas nasional, yakni kawasan Kopi, Kakao, Karet, Kelapa, Sagu, Jambu Mete, Pinang, Desa Pertanian Organik berbasis Komoditas Perkebunan 50 Desa. Sementara Area Penanganan Dampak Perubahan Iklim dan Pencegahan Kebakaran Lahan dan Kebun, Area Penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan, Lada, Pala, Cengkeh, Tebu, Vanili, Penanganan Gangguan dan Konflik Usaha Perkebunan, Sarana Pascapanen, Sarana Pengolahan, Prasarana Pascapanen dan Pengolahan Tanaman Perkebunan, serta Kebun Sumber Benih Bahan Tanam Komoditas Perkebunan dan Nursery. Untuk itu, kegiatan Penyusunan RKA-KL Tahun Anggaran 2024 perlu diperhatikan beberapa hal, yakni dipetakan kondisi eksisting perkebunan di provinsi masing-masing, sehingga mempunyai benang merah dengan pencapaian target jangka menengah dan jangka panjang dengan tetap mengacu pada koridor perencanaan nasional. Kemudian kegiatan yang diusulkan harus melalui e-proposal. "Fokus kegiatan diprioritaskan di Kawasan Perkebunan dengan skala yang masif (lebih dari 500 hektar per lokasi kegiatan). Ada kontribusi APBD di setiap kegiatan APBN tahun anggaran 2024," jelasnya. Lantaran itu, perlu perhitungan dengan cermat satuan biaya untuk setiap komponen kegiatan yang disusun. Tidak hanya itu, perlu dipetakan ketersediaan dan distribusi input produksi (benih, pupuk, pestisida, alsintan, dan lainnya) sehingga dapat diperhitungan kemampuan masing-masing daerah dalam pencapaian target kegiatan yang telah ditetapkan, bebernya.

Pekebun Sawit Ikut Pelatihan Teknis ISPO di Jambi, Ini Targetnya Nasional
Nasional
Rabu, 12 Juli 2023 | 09:55 WIB

Pekebun Sawit Ikut Pelatihan Teknis ISPO di Jambi, Ini Targetnya

Jambi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun Kementan) kerja sama dengan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) gelar 'Pelatihan Teknis ISPO bagi Pekebun Kelapa Sawit Provinsi Jambi', dari 10 hingha 15 Juli 2023 nanti. "Kontribusi industri kelapa sawit sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjenbun, Hendratmojo Bagus Hudor. Data BPS menunjukkan kata Hendratmojo, ekspor produk pertanian tahun 2022 mencapai Rp640,56 triliun. Di mana 95 persen sumbangan dari sub sektor perkebunan, dan 70 persen kontribusi dari ekspor produk kelapa sawit dan turunannya. Selain penghasil devisa yang sangat besar sambungnya, sawit menyediakan jutaan lapangan kerja. Itu sebabnya, pengelolaannya terus didorong agar lestari dan berkelanjutan, produktivitasnya meningkat demi kesejahteraan pekebun ke depan, harapnya. Dijabarkan Hendratmojo lagi, tutupan lahan sawit Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Seluas 6,9 juta hektar dikelola petani. Terus sekitar 2,8 juta hektar kebun sawit rakyat itu saat ini masuk usia peremajaan, sudah tua dan produktivitasnya sangat rendah. Selain peremajaan tanaman tua, peningkatan produksi dan pembangunan tata kelola sawit lestari berkelanjutan mesti dilakukan dengan mencetak petani yang handal dan kompeten. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan pengenalan Good Agricultural Practices (GAP) kepada petani. "Produktivitas kebun sawit rakyat baru mencapai 3 hingga 4 ton Crude Palm Oil (CPO) per hektar. Padahal potensinya 6 hingga 7 ton per hektar. Lantaran itu, perlu kerja keras untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang didanai oleh BPDPKS,” tegasnya. Nah, untuk meningkatkan daya saing di pasar global, pemerintah mesti dorong sertifikasi perkebunan kelapa sawit melalui ISPO. "Sertifikasi ISPO bertujuan menangkal berbagai kritikan dan kampanye hitam yang terus didengungkan Uni Eropa. Mereka terus menghadang sawit dengan berbagai regulasi, sertifikasi ISPO solusi dan menjawab tudingan mereka,” terangnya. Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar menimpali, para pekebun yang menjadi peserta pelatihan sesuai Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Ditjenbun sebanyak 36 orang, yakni meliputi 31 pekebun dari Kabupaten Merangin dan 5 orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ulasnya. ISPO kali pertama dibuat regulasinya pada tahun 2011 tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Sertifikasi ISPO dilaksanakan lembaga independen secara transparan yang bertujuan untuk memastikan dan meningkatkan pengelolaan sawit sesuai kriteria ISPO, imbuhnya.