Dongkrak

Sorotan terbaru dari Tag # Dongkrak

Sentimen Global Dongkrak Harga Emas Siap Lanjutkan Kenaikan Internasional
Internasional
Senin, 13 April 2026 | 14:10 WIB

Sentimen Global Dongkrak Harga Emas Siap Lanjutkan Kenaikan

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada hari Kamis, 9 April 2026 diperkirakan masih memiliki peluang untuk kembali naik, meskipun sebelumnya sempat mengalami fase penurunan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, harga emas saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dan berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat. Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat mengalami koreksi atau penurunan sementara. Namun kini, pergerakan harga terlihat mulai tertahan di area penting yang berfungsi sebagai penopang. Selama harga mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali naik dinilai masih cukup besar. Saat ini, harga emas juga sedang berusaha membentuk titik terendah baru yang lebih kuat sebagai dasar untuk naik kembali. Level di sekitar 4.698 menjadi area yang cukup krusial untuk diperhatikan. Jika harga tidak turun lebih jauh dari titik ini, maka kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk ke pasar. Apabila momentum kenaikan terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi naik ke kisaran 4.799 dalam waktu dekat. Bahkan, jika dorongan beli semakin kuat, bukan tidak mungkin harga akan melanjutkan kenaikan hingga ke level berikutnya di sekitar 4.858. Level-level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat arah pergerakan emas selanjutnya. Dari sisi global, kondisi fundamental juga turut mendukung peluang kenaikan harga emas. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan mulai menurunkan suku bunga. Hal ini biasanya terjadi ketika inflasi mulai terkendali atau menunjukkan tanda-tanda penurunan. Jika suku bunga turun, maka emas akan menjadi lebih menarik bagi investor. Pasalnya, emas tidak memberikan bunga seperti instrumen keuangan lainnya. Ketika bunga rendah, investor cenderung beralih ke emas sebagai alternatif investasi yang lebih aman. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut memberikan dorongan bagi harga emas. Ketika imbal hasil turun, biaya untuk memegang emas menjadi lebih ringan, sehingga minat investor terhadap logam mulia ini meningkat. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pergerakan dolar AS. Jika dolar melemah, harga emas biasanya akan naik karena menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain. Hal ini dapat meningkatkan permintaan dan mendorong harga lebih tinggi. Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, emas tetap menjadi salah satu aset yang banyak diminati. Investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka, dan emas sering menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini. Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa peluang kenaikan harga emas masih cukup terbuka untuk saat ini. Selama harga mampu bertahan di area penting yang menjadi penopang, arah pergerakan diperkirakan masih cenderung naik. Meski begitu, pergerakan harga emas tetap bisa mengalami naik turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta level-level penting yang dapat memengaruhi arah harga emas ke depan.

Emas Diproyeksi Lanjut Menguat Berpeluang Sentuh Level $5.250 Didongkrak Sentimen Safe Haven Internasional
Internasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 16:12 WIB

Emas Diproyeksi Lanjut Menguat Berpeluang Sentuh Level $5.250 Didongkrak Sentimen Safe Haven

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih mempertahankan kecenderungan positif pada perdagangan, Selasa (24/2), setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan kembali melampaui level penting $5.200 per troy ounce. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai kombinasi faktor global dan sinyal teknikal yang kuat menjadi pendorong utama yang menjaga momentum kenaikan logam mulia. "Pada sesi perdagangan Asia, harga emas bahkan sempat bergerak naik hingga mendekati level $5.230, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang belum stabil," ujarnya. Menurut Andy Nugraha, pelemahan mata uang Dolar AS menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat posisi emas. Tekanan terhadap dolar dipicu oleh ketidakpastian baru terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, terutama setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif perdagangan besar yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Meskipun pemerintah kemudian mengumumkan kebijakan tarif baru, langkah tersebut justru meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas perdagangan global, sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset yang dianggap lebih aman. Selain isu perdagangan, perkembangan geopolitik internasional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga emas. Rencana dialog lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir menjadi perhatian pasar. Situasi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian cenderung meningkatkan preferensi investor terhadap emas, yang secara historis dianggap sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah potensi konflik dan ketegangan global. Namun demikian, setiap sinyal positif dari proses diplomasi berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek karena dapat mengurangi kekhawatiran pasar. Faktor lain yang turut memperkuat harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta melemahnya indeks dolar. Penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis bunga. Pada kondisi seperti ini, investor cenderung meningkatkan eksposur terhadap emas karena biaya peluang untuk memegang aset non-yielding menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan tren kenaikan yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data Indeks Harga Produsen (PPI), yang dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pejabat Federal Reserve, termasuk Christopher Waller, sebelumnya menyampaikan bahwa bank sentral masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menurunkannya jika kondisi ekonomi mendukung. Sikap yang cenderung fleksibel ini memberikan sentimen positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia. Dari perspektif teknikal, Andy Nugraha, menjelaskan struktur grafik saat ini memperlihatkan tren naik yang semakin solid. Pola candlestick yang terbentuk menunjukkan dominasi tekanan beli yang konsisten, sementara indikator Moving Average mengonfirmasi bahwa harga bergerak dalam jalur bullish. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli masih kuat dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek. Dupoin Futures memproyeksikan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di kisaran $5.250 per troy ounce. Level ini menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila kondisi pasar tetap mendukung, terutama jika dolar AS masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian global belum mereda. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual atau aksi ambil untung, maka harga emas berpotensi mengalami koreksi menuju level support terdekat di sekitar $5.127 per troy ounce. Area tersebut diperkirakan akan menjadi zona penting yang dapat menahan penurunan lebih lanjut. Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, ketidakpastian perdagangan global, serta dukungan sinyal teknikal yang kuat menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan. Andy Nugraha menegaskan selama harga emas mampu bertahan di atas level support kunci, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Lantaran itu, investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai Nasional
Nasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah percepat pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai strategi utama mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek kolaborasi Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) ini diharapkan menjadi motor bagi peningkatan daya saing industri nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem rantai industri baterai secara terintegrasi, mulai dari pertambangan nikel, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), produksi precursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Dengan total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar, pemerintah terus melanjutkan pengembangan fasilitas baterai dari tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah beroperasi sejak 2023. Ke depan, kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan tambahan 20 GW guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik. “Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil usai penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium ANTAM-IBI-HYD, di penghujung Januari 2026 lalu. Bahlil menjelaskan rantai industri ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemajuan ekonomi. Bukan hanya meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menerangkan, Indonesia memiliki sumber bahan baku nikel, yang nantinya akan dipasok oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berkolaborasi dengan konsorsium. Pemerintah pun menargetkan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara, dengan porsi di atas 50%, bahkan di kisaran 60%–70%. “Ini implementasi Pasal 33. Kekayaan alam harus dikelola negara dan diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” jelasnya. Sementara, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menyatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus membangun kemandirian teknologi baterai di dalam negeri. “Sejak awal, misi utama IBC adalah menyukseskan proyek Dragon dan Titan. Kerja sama dengan Huayou ini merupakan kelanjutan dari proyek Titan, setelah sebelumnya bersama LG. Kami ingin memastikan hilirisasi ini benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia,” kata Aditya. Menurut Aditya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional. “Harapannya, partnership ini menjadi learning curve bagi Indonesia, sehingga ke depan kita tidak hanya menjual sumber daya, tetapi juga mampu memproduksi baterai dengan teknologi kita sendiri,” sebutnya.

Komoditas Sawit Dongkrak Penerimaan Bea Keluar Tembus Rp21,4 Triliun Sawit
Sawit
Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:00 WIB

Komoditas Sawit Dongkrak Penerimaan Bea Keluar Tembus Rp21,4 Triliun

Jakarta, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit dongkrak penerimaan bea keluar (BK) hingga September 2025 mencatat angka fantastis, tembus Rp21,4 triliun setara 477,8 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Peran utama komoditas kelapa sawit, baik melalui kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) maupun volume ekspornya, serta dorongan ekspor konsentrat tembaga. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, realisasi total penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp221,3 triliun, setara 73,4 persen dari target APBN 2025. Angka ini meningkat 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan pertumbuhan ini ditopang oleh strategi pemanfaatan peluang ekspor di tengah kondisi pasar global yang dinamis. “Realisasi kepabeanan dan cukai hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang stabil, terutama dari bea keluar dan cukai. Ini memperkuat posisi fiskal kita,” ujar Suahasil dalam keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Kamis siang. Pemerintah saat ini menerapkan strategi fleksibel untuk hilirisasi sawit. Saat harga CPO dunia menguat, ekspor menjadi fokus utama. Tetapi ketika harga melemah, pasokan dialihkan ke program biofuel nasional, termasuk campuran biodiesel B40 yang sedang dipersiapkan menuju B50. Sementara Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pendekatan ini memungkinkan Indonesia menjaga nilai tambah sawit sekaligus menstabilkan harga bagi petani dan industri hilir. “Kita lihat kondisi harga global. Harga menguntungkan, kita ekspor. Jika turun, kita serap untuk biofuel. Strategi ini membuat kita tidak kehilangan peluang di pasar internasional maupun domestik,” jelas Amran. Hilirisasi sawit melalui biofuel dinilai menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga global sekaligus memperkuat daya tawar Indonesia di pasar internasional.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Harga Emas Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 05 Oktober 2025 | 20:01 WIB

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dongkrak Harga Emas

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAUUSD) terus mencuri perhatian pelaku pasar global seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal di Amerika Serikat. Ancaman shutdown pemerintah AS yang kian dekat memicu kekhawatiran investor terhadap keterlambatan rilis data ekonomi penting. Situasi ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai utama. Meski demikian, bila risiko shutdown bisa dihindari atau diselesaikan lebih cepat, sebagian premi risiko berpotensi menghilang, sehingga bisa memunculkan tekanan jual jangka pendek pada logam mulia ini. Menurut Andy Nugraha, analis Dupoin Futures Indonesia, lewat keterangan resmi, Sabtu kemarin, kekuatan teknikal emas masih berada di jalur positif. “Selama tekanan beli terus terjaga, peluang emas untuk menembus level psikologis $4.000 per troy ons terbuka lebar pada minggu depan,” paparnya. Tetapi, Andy mengingatkan adanya potensi koreksi. “Jika terjadi reversal dan harga turun menembus $3682, maka ruang pelemahan bisa meluas hingga $3600,” jelasnya. Faktor fundamental turut mendukung reli emas. Pasar kini semakin yakin Federal Reserve (The Fed) akan beralih ke sikap dovish. Data tenaga kerja dari ADP mencatat penurunan 32.000 pekerja pada September, menjadi sinyal perlambatan ekonomi. Kondisi ini membuat investor memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Langkah itu menekan imbal hasil obligasi AS dan memperlemah dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak menawarkan imbal hasil tetap. Reuters melaporkan pelemahan indeks dolar menjadi salah satu motor penggerak reli emas belakangan ini. Para pelaku pasar melihat kombinasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan ketidakpastian fiskal AS membuka ruang besar bagi emas untuk melanjutkan penguatan. Tetapi, risiko tetap ada. Jika data inflasi atau ketenagakerjaan berikutnya keluar lebih kuat dari perkiraan, imbal hasil obligasi berpotensi kembali naik dan menekan harga emas. Selain faktor AS, ketidakpastian geopolitik global turut menopang tren emas. Konflik internasional yang belum mereda membuat investor institusional maupun ritel semakin aktif menjadikan emas sebagai instrumen hedge untuk melindungi portofolio mereka. Secara teknikal, pergerakan emas saat ini cenderung konsolidatif di area menengah. Level $3682 dipandang sebagai titik penentu arah. Bertahan di atas area tersebut menjaga bias bullish dengan target menuju $4.000. Sebaliknya, bila level itu ditembus ke bawah, emas rawan terkoreksi lebih dalam hingga $3600. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental mulai dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, pelemahan dolar, hingga ketidakpastian fiskal dan geopolitik prospek emas dalam jangka pendek masih condong positif.

CPO Naik Dongkrak TBS Sawit Mitra Plasma Dihargai Rp3.695 per Kilogram Pekan Ini Sawit
Sawit
Rabu, 01 Oktober 2025 | 21:41 WIB

CPO Naik Dongkrak TBS Sawit Mitra Plasma Dihargai Rp3.695 per Kilogram Pekan Ini

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Crude Palm Oil (CPO) naik dongkrak Tandan Buah Segara (TBS) kelapa sawit mitra plasma sehingga dihargai Rp3.695 per kiligram pekan ini. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim sudah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Dari hasil penetapan harga kelapa sawit periode 1 hingga 7 Oktober 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja mengutarakan, untuk kenaikan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 16,23 per kilogram setara 0,44 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.695,92 per kilogram, dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan. “Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan ke depan dengan harga sebesar Rp17,38 per kilogram. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan, yakni 92,75 persen, harga penjualan CPO pekan ini naik sebesar Rp7,14 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp313,68 dari pekan lalu,” jelasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (1/10) malam. Kata Defris, ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periodeini Rp14.601,20 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp14.010,00. “Kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh timuntuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebihdisebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujarnya. Pada penetapan harga TBS Provinsi Riau, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Ini penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau

Sawit Masih Menguntungkan Turut Dongkrak NTP Jambi 2,16 persen Desember 2024 Sawit
Sawit
Selasa, 07 Januari 2025 | 10:34 WIB

Sawit Masih Menguntungkan Turut Dongkrak NTP Jambi 2,16 persen Desember 2024

Jambi, katakabar.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jambi pada Desember 2024 sebesar 172,17. Ini artinya terjadi kenaikan sebesar 2,16 persen dibandingkan November 2024. Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo mengatakan, kenaikan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) naik lebih besar dibandingkan indeks yang dibayar petani (Ib). “It naik sebesar 2,66 persen sedangkan Ib hanya naik 0,49 persen,” sebutnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Selasa (7/1).

Legislator Senayan Usulkan Land Amnesty Genjot Penerimaan Negera dari Perusahaan Sawit Nakal Sawit
Sawit
Minggu, 05 Januari 2025 | 21:22 WIB

Legislator Senayan Usulkan Land Amnesty Genjot Penerimaan Negera dari Perusahaan Sawit Nakal

Jakarta, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Periode 2024-2029 usulkan land amnesty untuk meningkatkan penerimaan negara dari perusahaan sawit nakal. Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda mengutarakan, di periode awal tahun 2024, Komisi II telah menerima pengaduan masyarakat, dengan total 495 pengaduan meliputi 4 klaster, yakni pengaduan masyarakat bidang kepemiluan sebanyak 201 aduan, bidang pertanahan dan tata ruang sebanyak 120 aduan, bidang ASN dan honorer sebanyak 114 aduan, serta bidang otonomi daerah sebanyak 60 aduan masyarakat. Pada tahun 2025 ini, kata Karsayuda, Komisi II fokus melakukan penyelesaian honorer menjadi ASN, pelaksanaan sistem merit bagi ASN, penataan hukum pertanahan dan tata ruang di Indonesia, hingga evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024.

Sawit dan Batubara Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim Sawit
Sawit
Selasa, 24 Desember 2024 | 18:59 WIB

Sawit dan Batubara Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim

Samarinda, katakabar.com - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni secara digital serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA 2025 dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah atau TKD tahun anggaran 2025. Penyerahan DIPA tahun anggaran 2025 di wilayah Kalimatan Timur tindak lanjut penyerahan DIPA tahun 2025 telah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada menteri, pimpinan lembaga dan para gubernur se Indonesia di istana negara di pekan kedua Desember 2024 lalu. “Penyerahan DIPA dan Alokasi TKD tahun anggaran 2025 sebagai simbol dimulainya pelaksanaan APBN 2025. APBN 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusifitas, dan keberlanjutan dengan kehati-hatian,” kata Sri melalui keterangan resmi Diskominfo Kaltim, dilansir dari laman EMG, Selasa (24/12).

Seru Petani Sawit Gunakan Pupuk Hayati Mikroba Dongkrak Produksi Sawit
Sawit
Kamis, 26 September 2024 | 20:58 WIB

Seru Petani Sawit Gunakan Pupuk Hayati Mikroba Dongkrak Produksi

Pekanbaru, katakabar.com - Peneliti mikrobiologi tanah, Dr Lukman Gunarto menyerukan para petani kelapa sawit gunakan pupuk hayati mikroba hasil pengembangan dengan teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI). Menurut peneliti di Balai Besar Litbang Pertanian itu, pupuk hayati mikroba dihasilkan dari riset yang berlangsung selama 13 tahun.