DPW Apkasindo
Sorotan terbaru dari Tag # DPW Apkasindo
Harga TBS Sawit Pelan Tapi Pasti Mendaki Pekan ini di Sumbar
Padang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) periode ini lagi pelan tapi pasti mendaki dibandrol kini Rp2.716,39 per kilogram Para petani kelapa sawit sumringah, dengan harga mendaki. Apalagi, produksi kebun kelapa sawit di 'Ranah Minang' diprediksi meningkat periode ini. Kalau dibandingkan dengan harga periode sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar Rp120,25 per kilogram, sebab periode lalu harga TBS dibeli Rp2.596,14 per kilogram. "Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya harga lelang minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) periode ini dibandrol Rp11.654,23 per kilogram. Dilihat dari periode lalu hanya Rp11.131,57 per kilogram," kata Ketua DPW Apkasindo Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (24/1). Sedang, harga inti kelapa sawit Rp5.975,33 per kilogram, dan harga cangkang Rp14,19 per kilogram, serta indeks K sebesar 93,04 persen. Ini daftar harga kelapa sawit Provinsi Sumatera Barat sepekan mendatang, yakni umur 3 tahun Rp2.037,61 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.291,61 per kilogrm, umur 5 tahun Rp2.427,17 per kilogram, umur 6 tahun Rp2.453,89 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.471,32 per kilogram. Lalu, umur 8 tahun Rp2.677,66 per kilogram, umur 9 tahun Rp2.713,08 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.716,39 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.632,15 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.622,92 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.587,61 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp2.455,27 per kilogram.
Betman Siahaan Nakhodai DPW Apksibdo Kaltim
Samarinda, katakabar.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kalimantan Timur sudah punya nakhoda baru, namanya Betmen Siahaan. Ia dan jajaran pengurus DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Timur periode 2022-2027 dikukuhkan tiga hari lalu, pasnya pada Senin (16/10). Setelah dikukuhkan secara resmi, pengurus baru DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Timur tegaskan 3 visi dan misi penting tentang perkebunan kelapa sawit di wilayahnya. Dijabarkan Sekretaris DPW Apkasindo Kaltim, Daru Widiyatmoko, pihaknya hadir sebagai jembatan dan membantu kepentingan petani kelapa sawit dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur. Lalu, stakeholders melalui kerja sama dan bermitra untuk saling menguntungkan satu dengan lainnya. "Kita berupaya mensinergikan kekuatan petani kelapa sawit dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kebun kelapa sawit, baik itu swadaya maupun plasma," terangnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (19/10). Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ujar Daru, pihaknya bakal membangun jaringan kerja ekonomi kerakyatan yang berbasis kelapa sawit. Baik itu petani swadaya atau pun petani plasma di seluruh wilayah Kalimantan Timur. "Kita berharap dukungan semua pihak agar upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dapat terwujud," bebernya. Di gelaran tersebut, selain prosesi pengukuhan pengurus digelar workshop pemberdayaan UKMK pondok pesantren. Ini bertujuan untuk mendukung pembangunan semangat santripreneur di bidang kelapa sawit menjadi petani sawit yang mandiri, profesional dan berkelanjutan. Gelaran ini bertujuan mengembangkan UKMK pondok pesantren berbahan kelapa sawit kemandirian pondok pesantren. Terus, meningkatkan pengetahuan produk-produk kelapa sawit. "Kita ingin menumbuhkan UKMK baru di pondok pesantren. Terakhir mempromosikan kelapa sawit baik bagi kesehatan manusia," sebutnya.
Produk Digunakan Nyaris 24 Jam, Daru: Masih Ada Bilang Sawit Tak Baik Salah Besar
Samarinda, katakabar.com - Produk kelapa sawit digunakan nyaris 24 jam atau sehari semalam. Bila ada yang bilang kelapa sawit tak baik, itu salah total. Waki Ketua Ketua Dewan Pimpinan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia ( DPW Apkasindo), Daru Widiyatmoko sayangkan masih ada sejumlah pihak yang mengatakan kelapa sawit tidak baik. Buktinya 24 jam atau sehari semalam hampir seluruh produk sawit digunakan untuk berbagai kebutuhan. "Kita bangun pagi sudah gunakan produk sawit, seperti pasta gigi dan sabun, minyak goreng untuk memasak makanan, belum lagi produk lain," ujar Daru dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (18/8). Dijelaskannya, itu baru sebagian kecil manfaat kelapa sawit, belum lagi dampaknya yang saat ini telah mendongkrak kesejahteraan masyarakat, terutama berbudidaya petani kelapa sawit. "Kelapa sawit sejahterakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kebun kelapa sawit. Di mana perekonomian petani berubah dan cenderung meningkat," terangnya. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat otomatis pengaruhi perkembangan daerah, seperti pembangunan tambah pesat, sistem perekonomian berjalan dan pendidikan makin bagus. Lihat, perkebunan kelapa sawit di Kalimatan Timur kali pertama dikembangkan di Kabupaten Paser pada 1983 hingga 1985 lampau. Dari sini lahir petani swadaya dan petani plasma disusul berdiri perusahaan-perusahaan kelapa sawit. "Kelapa sawit terus berkembang hingga ke setiap kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur itu," ceritanya. Menurutnya, evolusi kelapa sawit cukup pesat saat ini. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit lumayan bagus, di mana harga TBS kelapa sawit swadaya capi Rp2.400 per kilogram, dan harga TBS kelapa sawit petani plasma sebesar Rp2.143,58 per kilogram. Program-program pemerintah tentang sawit berjalan baik di Kalimantan Timur, meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang digawangi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kini lahan perkebunan kelapa sawit mencapai seluas 7.000 hektar diremajakan. Laha seluas itu, terhampar di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. PSR baru berjalan di Kabupaten Paser, lantaran sudah banyak kebun berusia tua. Itu tadi, di daerah ini kelapa sawii kali perdana ditanam. Beda dengan daerah lain umurnya belum masuk kriteria dan persyaratan, tambahnya. Diketahui, luas perkebunan di Kalimantan Timur merujuk pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur, yakni seluas 3.269.561 hektar. Rinciannya, perusahaan mengelola seluas 2.889.435 hektar dan selebihnya seluas 1.287.449 hektar setara 7,86 persen perkebunan kelapa sawit nasional.
Harga Sawit Naik Turun di Sumbar, Periode Ini Rp2.492,52 Per Kilogram
Padang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun harga dari periode lalu di Provinsi Sumatera Barat, sehingga harga periode sepekan ke depan dipatok Rp2.492,52 per kilogram. Kalau dibandingkan periode sebelumnya, penurunan tipis. Soalnya harga pekan lalu posisinya sebesar Rp2.501,92 per kilogram. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur ikut rapat penetapan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat (11/8) pagi menjelaskan, harga kelapa sawit turun di Provinsi Sumatera Barat dipicu harga Crude Palm Oil (CPO) pada tender beberapa hari belakangan ini turun. Harga CPO pekan ini sebesar Rp10.749,52 per kilogram dibanding pekan lalu sebesar Rp10.921,80 per kilogram. "Harga itu turun tipis tapi masih lumayan bagus," ujar Jufri dilansir dari lamab elaeis.co. Untuk harga inti sawit sebesar Rp5.236,20 per kilogram, Cangkang Rp24,20 per kilogram, dan indeks K 92,70 persen. Rincian harga kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat pekan ini, yakni; -Usia 3 tahun Rp1.874,73 per kilogram -Usia 4 tahun Rp2.105,65 per kilogram -Usia 5 tahun Rp2.230,19 per kilogram -Usia 6 tahun Rp2.254,46 per kilogram -Usia 7 tahun Rp2.270,33 per kilogram -Usia 8 tahun Rp2.497,36 per kilogram -Usia 9 tahun Rp2.489,58 per kilogram -Usia 10-20 tahun Rp2.492,52 per kilogram -Usia 21 tahun Rp2.416,48 per kilogram -Usia 22 tahun Rp2.408,02 per kilogram -Usia 23 tahun Rp2.375,70 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.254,18 per kilogram
DPW Apkasindo Bengkulu Minta Dana PSR Ditambah, Ini Penyebabnya
Bengkulu, katakabar.com - Dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar Rp30 juta per hektar dinilai belum cukup mengingat harga-harga komoditas mengalami kenaikan, seperti pupuk dan bahan bakar minyak (BBM) saat ini Lantaran itu, Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apaksindo) Provinsi Bengkulu meminta pusat menambah dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sekretaris APKASINDO Provinsi Bengkulu, John Simamora menjelaskan, dana sebesar Rp30 juta per hektar masih kurang bila digunakan membiayai program PSR. "Idealnya dana PSR mestnya Rp60 juta per hektar biar cukup beli bibit, penebangan dan pembersihan pohon kelapa sawit tidak produktif, penanaman, dan perawatan kelapa sawit hingga panen. "Jika dana PSR cuma sebesar Rp30 juta per hektar mampu bertahan hingga selesai penanaman pohon kelapa sawit baru. Sisanya seperti biaya perawatan hingga panen petani harus punya modal sendiri. Itu tadi, idealnya Rp60 juta," jelasnya dilansir dari lama elaeis.co, pada Sabtu 5/8). Kata Jhon, bila petani kelapa sawit dapat Dana PSR sebesar Rp60 juta, petani lebih mandiri. Para petani peserta PSR tidak lagi berutang dengan perbankan untuk mengatasi kekurangan dana PSR. "Jika dana PSR masih Rp30 juta, petani bakal mencari kekurangannya sebesar Rp30 juta lagi. Dana segitu belum cukup hingga panen. Otomatis mereka akan meminjam kepada bank. Mereka pun mesti putar otak memikirkan angsuran atau cicilan selesai kebun diremajakan," ulasnya lagi. Kepada pemerintah hendaknya sediakan dana bagi petani sebesar Rp60 juta untuk PSR. Hal itu agar petani bebas dari pinjaman bank dan lainnya. Begitu kebun kelapa sawit panen, para petani tdak pusing lagi membayar angsuran di bank. "Kalau dana PSR besar petani tidak perlu pinjam bank. Ini diberi dana PSR Rp30 juta per hektar, tapi apa-apa sudah naik tidak bisa dikatakan sudah cukup," bebernya.
DPW Apkasindo Babel: Sarpas Bisa Bikin Petani Kelapa Sawit Sejahtera
Babel, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dapat alokasi program Sarana Prasarana (Sarpras). "Bantuan Sarpras diberikan bentuk paket, seperti intensifikasi seluas 100 hektar, pembangunan jalan produksi seluas 100 hektar, dan satu sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)," kata Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (22/7). Perihal ini disampaikan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, di mana pihaknya Saat ini ujar Rahman, Pemkab Bangka Tengah yang dinakhodainya tengah menggenjot lahan kebun kelapa sawit dan pemeliharaan tanaman kelapa sawit. "Dari alokasi ini, kita dapat bantuan pula alat pasca panen dan unit pengolahan hasil," jelasnya. Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikomandoi Sahurudin dukung Pemkab Bateng. Menurutnya, Sarpras ini sangat bagus bagi petani kelapa sawit. Itu sebabnya, kita dukung alokasi Sarpras ini. Soalnya dapat menjamin petani lebih sejahtera. "Kalau berjalan sukses, kebun kelapa sawit di Bateng semakin terawat, dan produksinya bisa meningkat. Begitu pun infrastruktur yang bagus mendukung pengangkutan hasil panen kebun kelapa sawit petani," jelasnya. Ditambahkannya, makin baik infrastruktur semakin kecil pula biaya yang dikeluarkan petani kelapa sawit. Akhurnya, hasil panen kebun semakin dapat dinikmati para petani kelapa sawit.
Harga Kelapa Sawit Turun Rp18,95 Per Kilogram di Sumbar Pekan ini
Padang, katakabar.com - Dinas Perkebunan Sumatera Barat melakukan penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode ini turun tipis jadi Rp2.443,90 per kikogram Kalau dibandingkan periode sebelumnya, harga TBS kelapa sawit turun sebesar Rp18,95 per kilogram lantaran harga pekan lalu Sebab sebesar Rp2.443,90 per kilogram. "Harga TBS kelapa sawit turun disebabkan harga Crude Palm Oil (CPO) turun. Harga CPO periode ini Rp10.740,43 per kilogram," kata Ketua DPW Apkasindo Sumatera Barat, Jufri Nur dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (18/7). Di periode lalu ujar Jufri, harga CPO Rp10.790,20 per kilogram. Sedang, harga kernel periode ini Rp4.721,63 per kilogram, dan Lalu indeks K 91,97 persen. Ini harga TBS kelapa sawit Sumatera Barat periode ke depan, yakni; Usia 3 tahun Rp1.842.58 per kilogram Usia 4 tahun Rp2.066,89 per kilogram Usia 5 tahun Rp2.190,25 per kilogram Usia 6 tahun Rp2.213,79 per kilogram Usia 7 tahun Rp2.229,24 per kilogram Usia 8 tahun Rp2.409,85 per kilogram Usia 9 tahun Rp2.441,18 per kilogram Usia 10-20 tahun Rp2.443,90 per kilogram Usia 21 tahun Rp2.371,06 per kilogram Usia 22 tahun Rp2.362,73 per kilogram Usia 23 tahun Rp2.330,92 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.210,65 per kilogram Harga periode lalu, yakni; Usia 3 tahun Rp1.855,68 per kilogram Usia 4 tahun Rp2.082,30 per kilogram Usia 5 tahun Rp2.206,26 per kilogram Usia 6 tahun Rp2.230,05 per kilogram Usia 7 tahun Rp2.215,65 per kilogram Usia 8 tahun Rp2.428,42 per kilogram Usia 9 tahun Rp2.460,06 per kilogram Usia 10-20 tahun Rp2.462,85 per kilogram Usia 21 tahun Rp2.388,97 per kilogram Usia 22 tahun Rp2.380,58 per kilogram Usia 23 tahun Rp2.348,57 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.227,69 per kilogram
Harga TBS Sawit Naik Lagi di Sumbar, Ketua Apkasindo Bilang Lumayan
Padang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik lagi pekan ini di Provinsi Sumatera Barat. Di mana pekan lalu harga tersebut alami kenaikan. Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat tetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di level Rp2.462,85 per kilogram Jika dibandingkan pekan lalu, terjadi kenaikan sebesar Rp138,12 per kilogram. Harga TBS kelapa sawit pekan lalu Rp2.324,73 per kilogram. "Harga naik lumayan besar. Ini akibat harga CPO yang juga meningkat di pasar internasional," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur mengatakan, harga TBS kelapa sawit naik lumayan besar. Ini dipicu faktor harga Crude Palm Oil (CPO) naik di pasar Internasional. "Harga CPO naik level menjadi Rp10.790,20 per kilogram pekan ini. Sedang, pekan lalu angka Rp10.398,22 per kilogram. Harga kernel Rp4.884,50 per kilogram dan indeks K 91,98 persen," jelasnya dilansir dari elaeis.co, pada Selasa (11/7). Ini harga TBS kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat pada pekan ke depan, yakni; Usia 3 tahun Rp1.855,68 per kilogram Usia 4 tahun Rp2.082,30 per kilogram Usia 5 tahun Rp2.206,26 per kilogram Usia 6 tahun Rp2.230,05 per kilogram Usia 7 tahun Rp2.215,65 per kilogram Usia 8 tahun Rp2.428,42 per kilogram Usia 9 tahun Rp2.460,06 per kilogram Usia 10-20 tahun Rp2.462,85 per kilogram Usia 21 tahun Rp2.388,97 per kilogram Usia 22 tahun Rp2.380,58 per kilogram Usia 23 tahun Rp2.348,57 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.227,69 per kilogram