Inti Sawit
Sorotan terbaru dari Tag # Inti Sawit
Ribuan Ton Cangkang Inti Sawit Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang
Aceh Utara, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, kembali mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh melalui Branch Lhokseumawe atau biasa disebut Pelabuhan Krueng Geukueh. Total 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit bersertifikat Green Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang, Rabu (22/7), untuk bahan baku biomassa untuk energi terbarukan. Pengiriman yang dilakukan PT Kharisma Inti Mitra Indonesia tersebut menjadi pengapalan ketiga komoditas biomassa melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pelabuhan ini telah melayani ekspor PKS ke Jepang dengan total volume mencapai 29.775 metrik ton, yang menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Krueng Geukueh dalam mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar global. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di kawasan barat Indonesia. "Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional, fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional," kata Aulia. Ia menambahkan Pelindo akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya. Palm Kernel Shell di antara produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit energi ramah lingkungan. Seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi di berbagai negara, permintaan terhadap biomassa berkelanjutan terus meningkat, termasuk dari Jepang sebagai salah satu pasar utamanya. Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menyampaikan setiap aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Krueng Geukueh selalu dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. "KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta instansi terkait memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi CIQP. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus logistik dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap pelayanan pelabuhan," jelasnya. Sedang, Site Manager PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, Anthony Kumala, menimpali tingginya minat pasar internasional terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas komoditas yang dihasilkan serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif. "Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan, proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor," ucapnya. Melalui kolaborasi yang erat antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah Aceh. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung konektivitas logistik dan peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.
CPO Naik Ungkit Harga TBS Sawit dan Inti Sawit di Jambi Hingga Awal Februari 2024
Jambi, katakabar.com - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) naik di periode 26 Januari hingga 1 Februari 2024. Dengan naiknya harga CPO itu dongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan inti sawit di Provinsi Jambi. Harga komoditas andalan nasional ini diketahui naik dari penetapan harga oleh tim perumus harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi pada periode ke depan ini. Di mana hasil penetapan harga, CPO naik signifikan Rp201 per kilogram dari Rp11.411 menjadi Rp11.612 per kilogram. “Selain CPO, tim sepakati harga TBS kelapa sawit umur 10 hingga 20 tahun naik Rp38 per kilogram dari Rp2.542 menjadi Rp2.590 per kilogram. Sedang inti sawit naik Rp147 per kilogram dari Rp5.491 jadi Rp5.638,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal di Jambi, kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (28/1). Harga TBS kelapa sawit ini harga untuk petani yang telah jadi mitra dari perusahaan pengolahan sawit di mana Pemerintah Provinsi Jambi membentuk perpanjangan tangan lewat Satuan Tugas (Satgasl harga TBS kelapa sawit yang ada di daerah. Harga TBS kelapa sawit di Jambi untuk TBS umur tanam tiga tahun ditetapkan untuk periode ini Rp2.043 per kilogram, umur tanam empat tahun Rp2.161 per kilogram, umur tanam lima tahun Rp2.262 per kilogram, umur tanam enam tahun Rp2.357 per kilogram dan usia tanam tujuh tahun Rp2.417 per kilogram. Lalu, untuk umur tanam delapan tahun senilai Rp2.467 per kilogram, umur tanam 9 tahun Rp2.516 per kilogram, umur tanam 10 hingga 20 tahun Rp2.590 per kilogram, umur 21 hingga 24 tahun Rp2.509 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp2.388 per kilogram. Di penetapan harga TBS dan CPO itu hasil rapat penetapan harga CPO, TBS, dan inti sawit kesepakatan tim perumus saat rapat yang dihadiri para pengusaha, koperasi dan kelompok tani sawit yang berdasarkan peraturan menteri dan peraturan gubernur. Untuk harga TBS bervariasi tergantung dengan umur masa tanam yang beragam. Terus harga ini berlaku untuk petani sawit yang telah bermitra dengan pabrik sawit. Guna menjaga kestabilan harga TBS di Provinsi Jambi, pihak pemerintah telah menyarankan kepada seluruh kabupaten agar membuat tim pemantau harga TBS kepala sawit di daerahnya masing-masing.