PTPN I Hadirkan 'Ruang Tenang' Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah Wisata
Wisata
7 jam yang lalu

PTPN I Hadirkan 'Ruang Tenang' Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah

Semarang, katakabar.com - Aroma daun teh di lereng yang menguapkan embun dijerang matahari, udara sejuk hingga menembus angka empat derajat, dan panorama gunung yang spektakuler menjadi rindu setiap jiwa. Di berbagai aset yang dikelola PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) keindahan lanskap tersebut hadir sebagai “ruang tenang” yang menyatu dengan aktivitas perkebunan. Di Jawa Tengah, kebun-kebun yang dikelola PTPN I (Persero) Regional 3 juga menyimpan pengalaman serupa yang kini dikembangkan sebagai bagian dari optimalisasi aset non-kebun. Bagi warga kota-kota besar, istilah “macet” dan “polusi” telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Lantaran itu, setiap jeda waktu libur menjadi kemewahan tersendiri. Bukan sekadar staycation di hotel, melainkan pengalaman tinggal di kabin kayu di tengah perkebunan yang menawarkan ketenangan alami yang sulit ditemukan di kawasan urban. Firman 30 tahun, seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menuturkan bahwa aset wisata milik PTPN I (Persero) Regional 3 menjawab kebutuhan ruang pemulihan bagi masyarakat urban. Ia mengaku terkesan saat berkunjung ke Kawasan Agrowisata Jollong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. “Bangun tidur, kalau biasanya sudah bising kendaraan, di sini kita disambut kicau burung. Udara sejuk dan suasananya memang menenteramkan hati. Keluar ke teras, serasa ada terapi deep cleaning paru-paru. Seger banget,” kata dia. Pengalaman tersebut mencerminkan upaya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) dalam mengoptimalkan aset melalui diversifikasi usaha berbasis agrowisata. Profesionalitas pengelolaan menjadi bagian dari strategi menjadikan aset perkebunan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Agrowisata Jollong Perjalanan menuju ketenangan dapat dimulai dari Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria, Desa Sitiluhur, Kabupaten Pati. Berada di ketinggian hingga 900 mdpl, kawasan ini menghadirkan ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sentra kopi bersejarah sejak era kolonial. Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung dapat menikmati kopi lokal langsung dari sumbernya, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, hingga merasakan terapi ikan di kolam alami. Air Terjun Grenjengan menjadi salah satu daya tarik yang memberikan pengalaman alam yang menenangkan. Kampoeng Karet Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I (Persero) Regional 3 juga mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kebun karet. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Lawu menghadirkan suasana teduh dari kanopi pohon karet yang rimbun. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dengan konsep camping “no ribet”, di mana fasilitas telah disiapkan oleh pengelola. Pengunjung juga dapat menikmati playground, kolam renang, hingga gazebo di tengah kawasan hijau. Agrowisata Kaligua Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi unggulan di dataran tinggi dengan ketinggian hingga 2.050 mdpl. Berada di kaki Gunung Slamet, kawasan ini menghadirkan suhu ekstrem hingga 4°C serta panorama kebun teh peninggalan Belanda tahun 1889. Dengan tiket Rp20.000, pengunjung dapat menikmati Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang sebagai wisata sejarah, serta mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kesegarannya. Banaran Sky View Sebagai penutup perjalanan, Banaran Sky View di Bawen, Semarang, menawarkan pengalaman kuliner dengan panorama Danau Rawa Pening dan tujuh gunung di sekitarnya. Lokasinya yang strategis dekat pintu tol Bawen menjadikannya destinasi singgah yang mudah dijangkau. Selain restoran dengan menu berbasis kopi, kawasan ini juga menyediakan fasilitas Banaran Coffee Camp untuk pengalaman glamping di tengah kebun kopi. Libur panjang menjadi momentum jeda dari rutinitas perkotaan. Aset-aset yang dikelola Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) Regional 3 membuktikan bahwa pengalaman rekreasi berkualitas dapat hadir dari lanskap perkebunan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Ini Simpul Transportasi Strategis dan Ikon Sejarah Perkeretaapian di Jateng Nasional
Nasional
Kamis, 26 Juni 2025 | 08:10 WIB

Ini Simpul Transportasi Strategis dan Ikon Sejarah Perkeretaapian di Jateng

Semarang, katakabar.com - Kota Semarang sudah lama pegang peran penting sejarah perkeretaapian Indonesia. Sejak diresmikannya perjalanan kereta api pertama di tanah air pada rute Semarang-Tanggung pada 10 Agustus 1867 lampau, Semarang menjadi tonggak awal kemajuan transportasi modern nasional. Dua stasiun di kota ini, yakni Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol, bukan hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah tersebut, tapi kini bertransformasi menjadi simpul utama transportasi kereta api di Provinsi Jawa Tengah. Kedua stasiun tersebut memegang peranan strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, menghubungkan Semarang dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Madiun, hingga Banyuwangi. Tidak hanya melayani perjalanan antarkota, layanan KA lokal dari stasiun ini menjangkau daerah-daerah sekitar seperti Tegal, Pekalongan, Kendal, Grobogan, hingga Solo. “Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol simpul vital jaringan perkeretaapian Jawa Tengah yang tak hanya melayani kebutuhan transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Semarang,.serta sekitarnya,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo. Sebagai bagian dari transformasi layanan, kata Wibowo, kedua stasiun ini telah dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti boarding gate otomatis, ruang tunggu nyaman, layanan tiket digital, hingga akses ramah disabilitas. Guna mempermudah aksesibilitas penumpang, stasiun ini juga telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lanjutan seperti Bus Rapid Transit atau BRT Trans Semarang, Trans Jateng, angkutan kota, layanan travel antarkota, hingga ojek daring. Hal ini menjadikan Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol sebagai hub transportasi multimoda yang efisien dan terjangkau. “Integrasi layanan antarmoda ini diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa kereta api, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat secara lebih nyaman dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kadin ITH Exporter Meet Up Jawa Tengah Hadirkan Peluang Ekspansi Pasar Global Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 22 Mei 2025 | 13:56 WIB

Kadin ITH Exporter Meet Up Jawa Tengah Hadirkan Peluang Ekspansi Pasar Global

Jakarta, katakabar.com - Kabar gembira bagi para pelaku ekspor, Kadin Indonesia Trading House hadir dengan workshop interaktif, yakni Exporter Meet Up 2025 Global Market Expansion. Kegiatan kali ini hadir di Semarang, sebuah forum eksklusif yang dirancang untuk membuka wawasan dan peluang ekspansi pasar global bagi para eksportir. Acara ini digelar pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 09.00-13.00 WIB di Novotel Semarang, Jawa Tengah Acara akan dibuka Dr. Miftah Farid, S.Tp., M.Si., Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kementerian Perdagangan RI. Beliau akan memberikan pandangan strategis mengenai arah kebijakan ekspor Indonesia dan potensi pasar global. Esther K. Cesie Mandagi, Direktur KADIN ITH bakal menyampaikan pentingnya penguatan ekosistem ekspor nasional untuk menghadapi tantangan persaingan global, termasuk kolaborasi yang erat antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta untuk memperluas jangkauan perdagangan ke pasar internasional. Acara akan diisi beberapa pemateri yang telah pakar dibidangnya seperti, D. Bambang Wijaya, Owner PT Dekor Asia Jayakarya seorang eksportir sukses dengan pengalaman 12 tahun menggunakan Alibaba.com, beliau akan berbagi kiat-kiat praktis dalam menembus pasar daring global. Terus Steven Wangsa Wirahardja, Business Development Manager & Channel Manager Alibaba.com Indonesia, Irman Adi Purwanto Moefthi, Analis Perdagangan Ahli Madya, Direktorat Ekspor Produk Primer, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, yang akan memberikan informasi terkini terkait regulasi dan peluang ekspor, serta Linda Widiastuti Ariningrum, S.Sos., M.Si selaku Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Sesi akan dipandu oleh Mutia Safitri, Head of Trade Credit Insurance (TCI) PT Asuransi ASEI. Agenda meliputi seminar yang informatif, talkshow interaktif yang memicu diskusi, serta sesi pelatihan praktis yang berfokus pada pengembangan pasar ekspor.