JTT

Sorotan terbaru dari Tag # JTT

JTT Catat Kenaikan Lalin di GT Ciperna, Mobilitas Kendaraan di Tol Palimanan-Kanci Meningkat Lingkungan
Lingkungan
Senin, 23 Maret 2026 | 17:08 WIB

JTT Catat Kenaikan Lalin di GT Ciperna, Mobilitas Kendaraan di Tol Palimanan-Kanci Meningkat

Cirebon, katakabar.com - Seiring dengan meningkatnya mobilitas kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjelang periode libur Idulfitri 1447Hijriah Tahun 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Tol Palimanan–Kanci (Palikanci). Menurut data lalu lintas kendaraan yang melewati Gerbang Tol Ciperna Barat dan Gerbang Tol Ciperna Timur, tercatat adanya peningkatan volume kendaraan dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Senior Manager Representative Office 2 Ruas Jalan Tol PT Jasamarga Transjawa Tol, M. Faried Sulistamtama, mengatakan peningkatan mobilitas kendaraan mulai terlihat pada akses masuk dan keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Barat dan Gerbang Tol Ciperna Timur. “Pada Kamis(19/3) hingga Jumat (20/3) lalu, volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Barat tercatat sebanyak 11.189 kendaraan, meningkat 13,44 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 9.863 kendaraan. Sementara itu, volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Timur tercatat sebanyak 4.513 kendaraan atau meningkat 12,43 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 4.014 kendaraan,” cerita Faried. Faried menambahkan peningkatan volume kendaraan tersebut juga sejalan dengan mulai dimanfaatkannya Rest Area fungsional pada Ruas Jalan Tol Palimanan–Kanci yang berlokasi di Kantor Representative Office 2 PT JTT dan berada di sekitar akses Gerbang Tol Ciperna Barat dan Ciperna Timur. "Kehadiran rest area fungsional ini diharapkan dapat memberikan alternatif tempat istirahat bagi pengguna jalan yang melintas di wilayah Cirebon dan sekitarnya," jelasnya. Sementara, Vice President Corporate Secretary dan Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menuturkan JTT terus memastikan kesiapan layanan operasional di sepanjang Ruas Tol Palimanan–Kanci guna mengantisipasi peningkatan mobilitas kendaraan menjelang periode libur panjang. “Kami memastikan kesiapan operasional baik dari sisi layanan transaksi di gerbang tol, layanan lalu lintas, hingga fasilitas pendukung seperti rest area guna menjaga kenyamanan perjalanan pengguna jalan,” beber Ria. Kata Ria, JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Selain itu, ucapnya, pengguna jalan juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas rest area secara bijak serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Sebagai informasi, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas di jalan tol Jasa Marga Group melalui One Call Center 24 jam di nomor 133 serta melalui aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android.

Antisipasi Lalin Wisata Idul Fitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol Wisata
Wisata
Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:10 WIB

Antisipasi Lalin Wisata Idul Fitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Surabaya, katakabar.com - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol (Surgem) dalam mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas pada periode libur dan wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Ruas tol ini jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya dengan sejumlah destinasi wisata di wilayah Jawa Timur seperti Pasuruan, Malang, serta kawasan wisata Gunung Bromo yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Berdasarkan pantauan data lalu lintas, JTT memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri tahun ini di Gerbang Tol (GT) Kejapanan akan terjadi pada H+1 atau Minggu (22/03) dengan volume kendaraan mencapai 44.431 kendaraan. Sementara itu, pada Kamis (19/03) volume kendaraan sudah mencapai sebanyak 26.605 kendaraan telah melintas di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol melalui GT Kejapanan. Angka tersebut meningkat 24,81% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.316 kendaraan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur Idulfitri 1447H/2026. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan JTT telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan pelayanan jalan tol tetap optimal bagi para pengguna jalan. “JTT memastikan seluruh aspek operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol dalam kondisi siap melayani pengguna jalan selama periode libur Idulfitri. Berbagai kesiapan telah kami lakukan mulai dari kesiapan petugas operasional, armada layanan lalu lintas, hingga optimalisasi sarana dan prasarana jalan tol guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” ulas Ria. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, ujarnya, JTT siagakan berbagai armada layanan jalan tol di ruas Surabaya–Gempol yang terdiri dari kendaraan layanan jalan tol, ambulans, kendaraan rescue, derek, unit Patroli Jalan Raya (PJR), serta kendaraan pengamanan yang bersiaga selama 24 jam guna memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan di jalan tol. "Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara intensif melalui sistem pengawasan yang terintegrasi dengan 84 titik CCTV dan 14 titik Dynamic Message Sign (DMS) yang dikendalikan melalui Jasamarga Traffic Information Center (JMTIC) Wilayah Timur," ucapnya. Selain itu, terangnya, JTT juga memastikan kesiapan fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang berada di KM 754A dan KM 753B. Rest area tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi pengguna jalan seperti area parkir kendaraan, SPBU, SPKLU, Toilet, tempat ibadah, fasilitas ATM, minimarket, serta area komersial dan UMKM yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat selama perjalanan. Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur, JTT juga melakukan berbagai kegiatan preservasi jalan tol guna memastikan kondisi jalan tetap prima. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring kondisi cuaca dan potensi genangan, inspeksi rutin saluran drainase, serta penanganan lubang jalan secara cepat oleh tim patching apabila ditemukan kerusakan pada permukaan jalan. Tidak cuma itu, dilakukan pula pemeliharaan sarana perlengkapan jalan tol seperti rambu, marka jalan, guardrail, serta pembersihan dan pemangkasan vegetasi di sekitar jalan tol guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Guna mendukung pelayanan selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, JTT juga siapkan posko pengamanan terpadu yang berada di beberapa titik strategis seperti Rest Area KM 754A, Rest Area KM 753B, Gerbang Tol Sidoarjo 2, serta Gerbang Tol Kejapanan. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan serta informasi bagi pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus wisata Idulfitri. JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Untuk memperoleh informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy, menghubungi One Call Center Jasa Marga di nomor 133, serta memantau media sosial resmi PT Jasamarga Transjawa Tol.

Potongan Tarif Tol Berlaku di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalin Melewati GT Cikampek Utama Nasional
Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:10 WIB

Potongan Tarif Tol Berlaku di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalin Melewati GT Cikampek Utama

Cikampek, katakabar.com - Seiring dengan mulai berlakunya potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa, mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur terus menunjukkan peningkatan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 168.863 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-7 (11–14 Maret 2026). Volume tersebut meningkat 41,71 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 119.157 kendaraan. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan saat ini, jumlah gardu operasi yang melayani transaksi di GT Cikampek Utama sebanyak 30 gardu, yang terdiri dari 19 gardu menuju arah Trans Jawa dan 11 gardu menuju arah Jakarta. "Pengoperasian gardu tersebut dioptimalkan secara situasional menyesuaikan dengan volume lalu lintas yang terjadi guna menjaga kelancaran transaksi kendaraan di gerbang tol," ujarnya. Menurut Ria, hingga saat ini belum diberlakukan rekayasa lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, dan kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama masih terpantau aman dan terkendali. Jadi, ulas Ria, seiring dengan peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga Group memberlakukan program potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa untuk memberikan perjalanan yang lebih hemat bagi pengguna jalan. Salah satunya, terang Ria, melalui potongan tarif sebesar 30 persen bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung pada periode arus mudik yang sudah berlaku sejak pukul 00.00 WIB mulai 15 Maret 2026 hingga 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Khusus pada ruas Batang–Semarang yang dikelola PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), pengguna jalan juga memperoleh tambahan potongan tarif sehingga total potongan tarif tol yang diterima dapat mencapai sekitar 46 persen. Selain itu, JSB juga telah lebih dulu memberlakukan potongan tarif tol sekitar 23 persen untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang yang berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026 Sementara, untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 108.732 kendaraan, meningkat 0,83 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 107.840 kendaraan. Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah Jawa Tengah a. GT Kalikangkung Kendaraan menuju Semarang tercatat 88.964 kendaraan (naik 30,62 persen dari normal 68.111 kendaraan). Sementara kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 61.536 kendaraan (naik 4,68 persen dari normal 58.787 kendaraan). b. GT Banyumanik Arus menuju Solo tercatat 110.838 kendaraan (naik 17,10 persen dari normal 94.653 kendaraan). Sementara arah Jakarta mencapai 73.059 kendaraan (naik 3,51 persen dari normal 70.580 kendaraan). Wilayah Jawa Timur a. GT Warugunung Kendaraan menuju Surabaya tercatat 88.743 kendaraan (naik 10,31 persen dari normal 80.451 kendaraan), sementara arah Jakarta mencapai 85.662 kendaraan (naik 11,14 persen dari normal 77.074 kendaraan). b. GT Kejapanan Utama Sebanyak 91.002 kendaraan menuju Malang (turun 4,83 persen dari normal 95.617 kendaraan), dan 93.572 kendaraan menuju Surabaya (turun 4,07 persen dari normal 97.541 kendaraan). c. GT Singosari Kendaraan menuju Malang tercatat 52.554 kendaraan (turun 6,00 persen dari normal 55.909 kendaraan), sementara arah Surabaya mencapai 48.828 kendaraan (naik 1,92 persen dari normal 47.908 kendaraan). PT JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan. Untuk informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133 atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android.

JTT Pastikan Keberlanjutan Layanan Empat Ruas Tol Utama Trans Jawa Default
Default
Minggu, 05 Oktober 2025 | 18:06 WIB

JTT Pastikan Keberlanjutan Layanan Empat Ruas Tol Utama Trans Jawa

Bekasi, katakabar.com - Sejumlah ruas tol utama di Pulau Jawa telah hadir sejak puluhan tahun lalu, dan terus menjadi andalan dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik antarkawasan. Empat di antaranya, yakni Tol Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A, B, C, dan Surabaya–Gempol, saat ini dikelola oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang telah mengemban amanah pengelolaan sejak delapan tahun terakhir. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan keberadaan keempat ruas tol tersebut memainkan peran penting dalam menjaga konektivitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah yang dilaluinya. “Setiap ruas memiliki karakteristik dan peran strategis. Jakarta–Cikampek menjadi akses utama dari dan menuju Ibu Kota, Palimanan–Kanci menghubungkan simpul penting Jawa Barat dan Jawa Tengah, Semarang Seksi A, B, C membantu mengurai kepadatan di pusat kota, dan Surabaya–Gempol menopang pergerakan logistik dan industri di Jawa Timur,” jelas Ria. Tol Jakarta–Cikampek yang beroperasi sejak tahun 1988 lalu menjadi urat nadi logistik menuju kawasan industri terbesar di Indonesia. Ruas ini menjadi jalur vital distribusi barang dari pelabuhan dan pusat produksi menuju pasar konsumen di Jabodetabek dan Jawa Barat. Tol Palimanan–Kanci yang mulai beroperasi pada 1998, memperkuat konektivitas antara Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah. Selain memperlancar arus wisata ke wilayah seperti Cirebon dan Kuningan, kehadiran ruas ini juga memberikan akses lebih cepat bagi produk-produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara, Tol Semarang Seksi A, B, C yang telah beroperasi sejak 1983, berperan penting sebagai jalan lingkar kota yang membantu mengurai kepadatan di pusat Kota Semarang. Ruas ini menghubungkan kawasan seperti Ungaran, Tembalang, dan Kaligawe, sekaligus menunjang konektivitas menuju pelabuhan, kawasan industri, dan pusat logistik di Jawa Tengah. Tol Surabaya–Gempol yang beroperasi sejak 1986 juga memegang peran krusial pergerakan barang dan orang di Jawa Timur. Ruas ini menghubungkan kawasan industri di Sidoarjo, Porong, hingga Pasuruan ke Pelabuhan Tanjung Perak, serta mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah penyangga Surabaya. Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan dan meningkatnya aktivitas masyarakat, PT JTT terus memastikan keempat ruas tol ini berada dalam kondisi optimal melalui pemeliharaan rutin dan peningkatan layanan. Keberadaan jalan tol terbukti mampu menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.