Kebun Kelapa Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # Kebun Kelapa Sawit

Rekomtek Sudah, Seluas 254 Hektar Kebun Sawit Direplanting di Paser Nasional
Nasional
Jumat, 15 September 2023 | 21:43 WIB

Rekomtek Sudah, Seluas 254 Hektar Kebun Sawit Direplanting di Paser

Paser, katakabar.com - Rekomendasi Teknis (Rekomtek) sudah dapat, dan seluas 254 hektar kebun kelapa sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tengah proses peremajaan. Koperasi Bhinneka Tunggal Ika, Desa Tajur, Kecamatan Long Ikis yang mengusulkan, dan sudah dapat persetujuan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). "Sudah diteken tiga pihak. Saat ini sedang proses untuk peremajaan," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD Apkasindo) Kabupaten Paser, Aliyadi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/9). Koperasi tersebut beranggotakan 100 orang petani kata Aliyadi, mereka anggota Apkasindo Kabupate Paser. Di mana lahan telah diusulkan dari 2 tahun lalu untuk direplanting. "Kita berharap kebun yang diusulkan lainnya menyusul dapat persetujuan PSR. Soalnya masih ada kebun yang diusulkan petani dari 2 tahun lalu tapi belum dapat kepastian, sebab masih ada kendala di BPN. Ada sekitar 9 kelembagaan lagi yang belum," ulasnya. Harapannya, semua pihak bisa membantu dan mempermudah kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat ini. Dari catatan Dinas Perkebunan Paser, dari tahun 2022 total kebun sawit di Kabupaten Paser yang sudah diremajakan seluas 7.689 hektar. Sektor perkebunan telah menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser hingga 8 persen. Sedang, dari industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menyumbang 5 persen PDRB. Dari sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menyumbang 11 persen.

2023, Pemprov Jambi Target 16 Ribu PSR di Delapan Kabupaten Sawit
Sawit
Rabu, 06 September 2023 | 16:09 WIB

2023, Pemprov Jambi Target 16 Ribu PSR di Delapan Kabupaten

Jambi, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus berupaya kejar target capaian Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 16 ribu hektar. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, Agus Rizal dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (6/9) menjelaskan, target program PSR terbagi dua kategori, yakni kebun kelapa sawit petani swadaya dan petani kemitraan perusahaan atau plasma. Program PSR ini fokus kebun milik petani swadaya, targetnya bisa terealisasi seluas 10.000 hektar. Sisanya, jatah petani plasma seluas 6.000 hektar. "Sepanjang tahun ini target untuk petani swadaya seluas10.000 hektar, dan jatah petani mitra perusahaan seluas 6.000 hektar," rincinya. Kata Agus, peremajaan ini dilakukan menyebar di delapan kabupaten di Provinsi Jambi, meliputi Batanghari, Muarojambi, Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. "Kita optimistis target bisa tercapai. Lantaran potensi kebun kelapa sawit yang sudah masuk waktu peremajaan mencapai 153.401 hektar," bebernya.

Tumpang Sari di Kebun PSR, Bupati Sergai: Ini Role Model 'Tanah Bertuah Negeri Beradat' Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 07 Agustus 2023 | 20:48 WIB

Tumpang Sari di Kebun PSR, Bupati Sergai: Ini Role Model 'Tanah Bertuah Negeri Beradat'

Sei Rampah, katakabar.com - Orang Nomor Satu di 'Tanah Bertuah Negeri Beradat' nama lain dari Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara sedang giat-giatnya galakkan tumpang sari di kebun peserta program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). "Penanaman sawit sistem tumpang sari bakal jadi role model untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Serdang Bedaga," ujar Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara, H Darma Wijaya dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (7/8) Kata Darma, Kabupaten Sergai salah satu lumbung padi di Provinsi Sumatera Utara tapi punya potensi di sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit. "Lahan lahan perkebunan kelapa sawit di Sergai seluas 100 ribu hektar. Rinciannya, seluas 22 ribu hektar perkebunan rakyat," ulasnya. Menurutnya, dengan sistem tumpang sari atau tanaman sela jagung di perkebunan kelapa sawit bakal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Selain itu, Bang Wiwik sapaan akrabnya menjabarkan, Kabupaten Sergai punya pertanian ubi kayu yang luasnya sekitar 20 ribu hektar. Ini sangat menjanjikan hasilnya dan dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Di Sergai, PSR sudah bergulir dari tahun 2017 lalu dan Presiden RI, Ir. Joko Widodo hadir melakukan penanaman perdana di Kecamatan Dolok Masihul. Itu artinya, perhatian pemerintah kepada PSR di Sergai sangat tinggi. Buktinya, Menteri Pertanian beserta jajaran sudah hadir menanam kelapa sawit PSR di tempat kami, di pekan pertama Agustua 2023. Apa yang kita lakukan mudah-mudahan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan perekonomian, harapnya. Sebelumnya, Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo kunjungan kerja di Desa Bah Sidua-dua, Kecamatan Serbajadi, Sergai, dan melakukan penanaman sawit PSR dengan sistem tumpang sari jagung, pada Jumat (4/8) lalu. "Sektor pertanian berkaitan dengan bahan pangan harus diprioritaskan. Sektor pertanian penyerap lapangan pekerjaan mampu memutar roda perekonomian," ucap Mentan RI saat itu. Untuk meningkatkan perekonomian dan sejahterakan masyarakat di sektor pertanian, salah satunya dengan mengembangkan pertanian kelapa sawit, pesannya. Apresiasi kepada Kabupaten Sergai fokus pelaksanaan PSR dengan menerapkan sistem tumpang sari. "Tanaman sela saat pelaksanaan replanting sangat membantu, dan dibutuhkan masyarakat hingga menunggu kelapa sawit yang direplanting berbuah dan mendapatkan hasil," sebutnya.

Perusahaan Sawit di Duri Dinilai 'Cuai' Dengan Self Reporting Lewat SIPERIBUN Riau
Riau
Senin, 07 Agustus 2023 | 15:09 WIB

Perusahaan Sawit di Duri Dinilai 'Cuai' Dengan Self Reporting Lewat SIPERIBUN

Duri, katakabar.com - Perusahaan dan pengusaha, dan para petani kebun kelapa sawit di daerah Duri, meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Mandau, Bathin Salapan, Pinggir, dan Talang Muandau diduga 'cuai' untuk melakukan self reporting lewat Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (SIPERIBUN) saat ini tengah berjalan hingga November 2023 nanti. Bila hal ini benar, bisa picu berbagai spekulasi di ranah publik, seperti keberadaan kebun sawit milik perusahaan, pengusaha dan para petani di dalam kawasan. Salah satu Praktisi Hukum di Duri, Suibri SH kepada katabar.com, pada Senin (7/8) mengatakan, saya menilai dan menduga perusahaan, pengusaha, dan para petani di Daerah Duri, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau 'cuai' melakukan self reporting lewat SIPERIBUN. "Para perusahaan, pengusaha dan para petani 'cuai' boleh jadi terkait keberadaan kebun kelapa sawit di dalam kawasan hutan," ujarnya. Selain itu kata Suibri, sosialisasi self reporting lewat SIPERIBUN kepada perusahaan, pengusaha dan para peteni kebun kelapa sawit dinilai masih sangat minim sehingga pemahaman tentang self reporting minim pula. "Padahal, pelaporan secara self reporting lewat SIPERIBUN penting demi keberlanjutan kelapa sawit ke depan," jelasnya. DPD Apkasindo lewat Arianto menimpali, perusahaan, pengusaha, dan para petani kelapa sawit enggan melaporkan takut risiko yang timbul apabila melaporkan kebun kelapa sawitnya secara self reporting lewat SIPERIBUN, sebab kebun kelapa sawit yang dikelola mereka berada di dalam kawasan hutan. Untuk itu, perlu pemahaman lebih kepada perusahaan, pengusaha dan para petani kelapa sawit posisi kebun kalapa sawitnya di dalam kawasatan hutan, sebutnya. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Mohammas Azmir saat dikonfirmasi katakabar.com lewat pesan singkat WhtsApp, pada Senin (7/8) mengakui perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkalis semunya sudah melaporkan ke SIPERIBUN. "Kalau perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkalis semuanya sudah melapor ke SIPERIBUN, sebab kita memang dari awal mengingatkan perusahaan-perusahaan segera input data tersebut," beber Azmir. Perusahaan-perusahaan yang di Duri sudah melaporkan! Iya Duri masuk Kabupaten Bengkalis, tegasnya. Menurut Azmir, perusahaan-perusahaan yang melapor ke SIPERIBUN hanya untuk perusahaan yang berijin. Tapi, kalau perusahaan-perusahaan yang belum berijin apalagi kebun kelapa sawit berada di kawasan hutan melaporkannya ke KLHK sesuai amanat Perpu pengganti Undang Undang Cipta Kerja.

2023, Seluas 700 Hektar Kebun Sawit Diusulkan Replanting di Bengsel Nasional
Nasional
Kamis, 20 Juli 2023 | 13:26 WIB

2023, Seluas 700 Hektar Kebun Sawit Diusulkan Replanting di Bengsel

Bengkulu, katakabar.com - Seluas 700 hektar kebun kelapa sawit diusulkan agar bisa ikut program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu tahun 2023 ini. "Daerah yang mengusulkan replanting itu, punya potensi pertanian kelapa sawit cukup besar. Masalahnya, produksi sebagian besar kebun kelapa sawit kondisi tidak optimal lantaran sudah umur tanam di atas 20 tahun," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Ahmad Sukirman, dilansir dari laman elaeis.co pada Kamis (20/7). Karena itu ujar Ahmad, melalui program PSR yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) diharapkan kebun-kebun kelapa sawit sudah tua dapat diperbaharui agar menghasilkan buah sawit yang lebih banyak dan berkualitas. "Kami berencana usulkan seluas 700 hektar kebun kelapa sawit milik petani di Kabupaten Bengkulu Selatan, agar bisa ikut program PSR. Kebun-kebun kelapa sawit ini sebagian besar posisinya di Kecamatan Kedurang Ilir, ada pula di Kecamatan Pino dan Kecamatan Manna," jelasnya. Diceritakannya, Program PSR inisiatif dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dan keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit secara keseluruhan. Program ini menyasar kebun kelapa sawit yang sudah tua atau kurang produktif dan menggantinya dengan bibit unggul. "Petani peserta program ini bakal dapat bantuan Rp30 juta per hektar untuk meremajakan kebun kelapa sawitnya," ulasnya. Seorang petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Syafii berharap bisa ikut program PSR agar kebunnya diganti dengan bibit kelapa sawit varietas unggul. "Kami sangat harapkan bantuan dana dari BPDPKS untuk meremajakan kebun. Kalau peremajaan dilakukan secara mandiri, biayanya sangat besar," ucapnya. Dinas Pertanian setempat hendaknya membantu petani melengkapi persyaratan pengusulanan PSR, biar tidak ada kendala dan diterima BPDPKS. "Kami optimis dengan peremajaan produksi kelapa sawit maupun kesejahteraan petani dapat meningkat ke depan," harapnya.