KUR
Sorotan terbaru dari Tag # KUR
Pekebun Sawit Gunakan KUR Selain Bantuan BPDPKS, Ini Kata Ailangga Hartanto
Deli Serdang, katakabar.com - Pekebun kelapa sawit mesti gunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) selain bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dorong pekebun sawit gunakan KUR untuk kembangkan usaha dan peningkatan sarana dan prasarana. "Bantuan dari BPDPKS untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sejatinya terbatas lantatan besarannya Rp30 juta per kepala keluarga per hektar, dengan maksimal empat hektar," kata Menko Bidang Perekonomian, dilansir dari laman ANTARA, pada Sabtu (27/1). Tapi, ujar Airlangga, agar produksi semakin bagus, pekebun untuk mengajukan permohonan KUR ke bank, salah satunya Bank Sumut. Lelaki berusia 61 tahun itu optimis pencairan KUR dapat dilakukan dengan cepat, sebab mereka yang mendapatkan bantuan BPDPKS sudah mempunyai sertifikat lahan dan legalitas usaha. Di momen itu, Menko Bidang Perekonomian menanyakan berapa kebutuhan anggaran pekebun di luar BPDPKS. Ketua Koperasi Mitra Petani Mandiri, Feriadi menyatakan, pekebun berharap mendapatkan minimal Rp25 juta per hektar untuk perawatan sarana dan prasarana selama tiga tahun atau hingga pohon kelapa sawit menghasilkan buah. Selain itu, Airlangga menanyakan hal itu kepada Direktur Utama Bank Sumut, Babay Parid Wazdi yang hadir di lokasi. "Pak Dirut berapa lama akad kreditnya? Kalau bisa awal Februari 2024, sebab tidak perlu lagi 'due diligence'. Mereka kan, sudah mengambil dana BPDPKS. Jadi langsung saja, Pak," saran Airlangga sambil tertawa. Babay lalu memberikan jaminan pemberian KUR untuk pekebun kelap sawit penerima bantuan BPDPKS dilaksanakan dengan segera. Ditegaskannya, Bank Sumut memiliki anggaran Rp1,3 triliun untuk KUR, termasuk yang ditujukan untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). "Kami sudah punya data pekebun. Tinggal cek silang saja karena legalitas kebun sudah ada. Lalu, kami hitung lagi 'cashflow'-nya lantaran baru menghasilkan setelah tiga tahun penanaman. Kami tetap melakukan survei untuk memastikan kebunnya," sebutnya.
KUR Pegadaian Resmi Buka Tahun 2024, Ayo Cek Syarat!
Sidrap, katakabar.com - Kredit Usaha Rakyat disingkat KUR Pegadaian resmi dibuka tahun 2024 ini. Bagi anda mau pinjam uang untuk modal usaha enggak ada salahnya dicek dan dipersiapkan syaratnya. Diketahui KUR Pegadaian resmi dibuka pada 2024 ini dari Pincab Duapitue Kabupaten Sidrap, Nur Fadli dua hari lalu. Menurutnya, program KUR Pegadaian 2024 bisa dimanfaatkan untuk tambahan modal usaha mikro dengan mudah dan aman. KUR ini resmi mulai dibuka penyalurannya pada Rabu, 17 Januari 2024 dengan ketentuan, meliputi; 1. Target penyaluran KUR tahun 2024 sebesar 3,5 T dengan rincian KUR skema Super Mikro sebesar 2,3 T dan KUR skema Mikro sebesar 1,2 T 2. Outlet yang dipersyaratkan menyalurkan KUR adalah outlet dengan tingkat NPL sesuai ketentuan 3. Penyaluran KUR skema Mikro masih tetap maksimal 50 juta / NIK. Untuk graduasi dari KUR super mikro ke KUR Mikro (kol.lancar) diatur dengan ketentuan, meliputi; - Pinjaman Arrum Express Loan KUR dengan jangka waktu 12 (dua belas) bulan telah berjalan minimal 6 (enam) bulan - Pinjaman Arrum Express Loan KUR dengan jangka waktu 18 (delapan belas) bulan telah berjalan minimal 6 (enam) bulan. - Pinjaman Arrum Express Loan KUR dengan pinjaman 24 (dua puluh empat) bulan telah berjalan 8 (delapan) bulan. - Pinjaman Arrum Express Loan KUR demngan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan telah berjalan minimal 12 (dua belas) bulan. Pinjaman KUR Pegadaian 2024 bisa mencapai Rp10 juta dengan prinsip syariah untuk pinjaman awal atau nasabah baru. KUR Pegadaian 2024 bisa menjadi salah satu pertimbangan para pemilik usaha atau UMKM lantaran banyak kemudahan, yakni proses pengajuan mudah, tanpa agunan, bisa untuk pengembangan berbagai jenis usaha, memberdayakan UMKM, dan dilayani di seluruh outlet pegadaian di Indonesia. Persyaratan KUR Pegadaian sangat mudah, yakni dengan membawa Kartu Tanda Penduduk atau KTP, membawa berkas kelengkapan yang sesuai dengan ketentuan, dan izin usaha sesuai dengan ketentuan. Ini Ketentuan Pengajuan KUR Pegadaian, yakni; • Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun pada saat jatuh tempo akad. • Memiliki usaha yang sah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. • Calon nasabah tidak sedang mendapatkan fasilitas pembiayaan program pemerintah atau pembiayaan produktif dari lembaga keuangan lain. • Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan. • Tempat tinggal berjarak kurang dari 5 kilometer dari outlet pegadaian. • Angsuran tetap setiap bulan. • Biaya imbal jasa kafalah atau asuransi ditanggung oleh Pegadaian. • Biaya administrasi gratis Ini Cara Pengajuan KUR Pegadaian 2024, yakni; • Nasabah mengisi form pengajuan. • Menyerahkan dokumen persyaratan. • Survei oleh petugas dari Pegadaian. • Melakukan tanda tangan akad. • Nasabah menerima pencairan KUR. • Nasabah mengangsur tiap bulan sesuai tanggal jatuh tempo. Berikut ini tabel simulasi KUR Pegadaian 2024 dengan perhitungan cicilan selama 12 bulan: Pinjaman Rp1.000.000 cicilan Rp84.800. Pinjaman Rp2.000.000 cicilan Rp169.500. Pinjaman Rp3.000.000 cicilan Rp254.200. Pinjaman Rp4.000.000 cicilan Rp339.000. Pinjaman Rp5.000.000 cicilan Rp423.700. Pinjaman Rp6.000.000 cicilan Rp508.400. Pinjaman Rp7.000.000 cicilan Rp593.200. Pinjaman Rp8.000.000 cicilan Rp677.900. Pinjaman Rp9.000.000 cicilan Rp762.600. Pinjaman Rp10.000.000 cicilan Rp847.400. Simulasi perhitungan KUR dengan biaya pemeliharaan atau Mu'nah dengan 0,14 persen per bulan: Contoh perhitungannya, nasabah meminjam Rp5.000.000 dengan cicilan selama 12 bulan. Maka perhitungannya Rp5.000.000 x 0,14 persen x 12 = Rp84.000. Jadi, dalam 1 tahun untuk skema pinjaman Rp5.000.000, nasabah hanya perlu membayar dengan total cicilan Rp5.084.000. Itu ulasan KUR Pegadaian 2024, tertarik untuk ikut programnya? Informasi selengkapnya bisa langsung ke Kantor atau ke Agen Pegadaian terdekat.
BRI Siap Bantu Petani Sawit, KUR Suku Bunga Ringan
Bengkulu, katakabar.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, siap melayani petani kelapa sawit yang mau akses pinjaman modal dengan suku bunga ringan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI disebut jadi solusi terbaik bagi pelaku usaha ultra mikro dan pelaku usaha kecil di Mukomuko. Dengan tingkat suku bunga yang terjangkau, petani kelapa sawit bakal lebih mudah atasi tekanan inflasi yang sedang melanda masyarakat. Manajer Bisnis BRI KC Mukomuko, Srikazman menuturkan, pentingnya penawaran KUR kepada petani kelapa sawit. Apalagi, mereka pelaku usaha produktif terbanyak di wilayah ini. Kami menggencarkan KUR ini bertujuan untuk membantu petani sawit mendapatkan modal usaha," ujar Srikazman, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (28/10). Sebagai upaya membantu petani kelapa sawit, Bank BRI menawarkan tiga tipe pinjaman KUR, yakni pertama, KUR Kecil BRI, disediakan untuk pelaku usaha yang telah menjalankan usaha produktif dan layak, minimal selama 6 bulan secara aktif. Mereka yang memenuhi syarat dapat meminjam antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. "Ada tiga tipe pinjaman KUR yang bisa dimanfaatkan para petani kaelapa sawit, pertama itu KUR kecil," katanya. Kedua, terdapat KUR TKI Bank BRI diperuntukkan bagi petani kelapa sawit yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan akan berangkat bekerja ke luar negeri. Pinjaman ini dibuktikan dengan berkas perjanjian kerja pengguna jasa dan perjanjian penempatan negara tujuan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp25 juta. "Jad, petani sawit yang mau bekerja di luar negeri seperti Malaysia bisa mengajukan pinjaman KUR TKI ini," imbuhnya. Ketiga, ada KUR Mikro BRI yang ditujukan untuk petani sawit yang telah memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin lainnya. Maksimum pinjaman dalam kategori ini Rp50 juta. Jenis pinjaman yang ditawarkan mencakup Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman tiga tahun dan Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman lima tahun. "Dengan penawaran ini, kami berupaya menjadi mitra terpercaya bagi petani sawit dan pelaku usaha di Kabupaten Mukomuko. Dukungan keuangan yang mudah diakses dan bunga ringan diharapkan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan kemudahan kepada mereka yang memerlukan modal usaha," sebutnya.
Petani Mau Kebun Sawit Direplanting, Bisa Kok Gunakan KUR
Bengkulu, katakabar.com - Para petani kebun kelapa sawit umur sudah tua, dan bibit yang ditanam tidak unggul mau direplanting tidak perlu pusing mengenai biaya, bisa kok gunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah mengingatkan para petani kelapa sawit untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna menutupi kekurangan biaya untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi menuturkan, dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Rp30 per hektar dari BPDPKS tidak bakal cukup dari awal replanting hingga tanaman sawit hingga produksi. "Untuk itu KUR pertanian bisa dimanfaatkan. Soal persyaratan tetap mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku," ujar Rosmala, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (6/8). Dijelaskannya, bagi petani yang mengikuti program PSR dari BPDPKS dapat mengikuti skema KUR khusus. Ini diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 tahun 2022, bagi petani yang dapat dana dari BPDPKS boleh dibiayai dengan KUR khusus. "Plafon pinjaman KUR khusus maksimal Rp500 juta dengan bunga 6 persen per tahun. Soal jangka waktu KUR khusus ini paling lama 4 tahun untuk kredit pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan investasi, grace periode paling lama 5 tahun. "Para petani kurang dana dari BPDPKS, petani bisa memanfaatkan KUR khusus," terangnya. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Provinsi Bengkulu, A Jakfar menimpali, KUR sangat dinantikan petani sawit yang mengikuti PSR. Terus terang cerita Jakfar, selama ini petani rada kelimpungan menutupi kekurangan pembiayaan PSR. Meski dana hibah PSR dialokasikan sebesar Rp30 juta per hektar. "Adanya KUR untuk PSR berharap replanting bisa terlaksana dengan baik," ulasnya. Selain itu sambungnya, pemberian dana KUR kepada petani dapat dipermudah jangan ada lagi syarat dinilai mengada-ngada. "Petani Sawit di Bengkulu harus ditolong, sebab tanpa pertolongan pemerintah dalam bentuk KUR.petani yang ikut PSR hanya sebagai pelengkap penderita," bebernya. Para petani sawit mesti bersyukur dan terima kasih lantaran pemerintah sudah membuat berbagai aturan yang mempermudah akses KUR untuk PSR. Ini mudah-mudahan bisa membantu petani kelapa sawit di daerah, tambahnya.