Limbah B3

Sorotan terbaru dari Tag # Limbah B3

Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38 Persen Lingkungan
Lingkungan
10 jam yang lalu

Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38 Persen

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan peningkatan pengelolaan mineral strategis untuk pembangunan masa depan harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab. Mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Lantaran itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway, yang salah satu fokus utamanya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan. MIND ID mencatat volume limbah padat B3 yang dihasilkan turun 38% dalam 2 tahun dari 351 kiloton pada 2023 menjadi 279 kiloton pada 2024, dan kembali menurun menjadi 217 kiloton pada 2025. Dalam periode yang sama, limbah padat non-B3 turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton. "Baik limbah B3 maupun limbah non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang," kata Binahidra saat Invirotech Expo 2026, Juni 2026. Limbah Grup MIND ID dikelola secara mandiri maupun dengan menggandeng pihak ketiga berizin. Hasil pengelolaan limbah operasi tambang dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar daerah operasional. Salah satu program yang sudah berjalan secara berkelanjutan adalah dari PT Aneka Tambang melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka, yang memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block. Material slag diangkut dari area penampungan, dicampur dengan semen dan air, kemudian dicetak dan dikeringkan untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah dengan total produksi tahunan mencapai 5.000 ton per tahun. PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas pemanfaatan sekitar 1.500 kiloton per tahun. Sementara PT Vale Indonesia Tbk memanfaatkan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun. Menurut Binahidra, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban kepatuhan semata, tetapi telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan. "Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, tetapi merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat," jelasnya.

PC PMII Inhu Apresiasi Penertiban PETI, Desak Pengawasan Limbah B3 Ancam Sungai Indragiri Riau
Riau
Senin, 25 Agustus 2025 | 15:36 WIB

PC PMII Inhu Apresiasi Penertiban PETI, Desak Pengawasan Limbah B3 Ancam Sungai Indragiri

Indragiri Hulu, katakabar.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PC PMII.Kabupaten Indragiri Hulu apresiasi langkah Aparat Penegak Hukum atau APH, dan Pemerintah Daerah atau Pemda telah melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Indragiri Hulu. Tapi, Kami menegaskan, penindakan tambang ilegal tidak boleh berhenti hanya pada sebatas razia. Pemerintah Daerah atau Pemda bersama instansi terkait diminta serius mengawasi persoalan lingkungan yang jauh lebih besar dampaknya bagi masyarakat, yaitu dugaan pencemaran limbah B3 dari Pabrik Kelapa Sawit atau PKS. "Kami mendukung operasi tambang ilegal. Tapi jangan lupa, masyarakat sekarang dihadapkan pada ancaman pencemaran limbah berbahaya. Jika pemerintah hanya menindak tambang tapi menutup mata terhadap limbah B3, maka masyarakat tetap menjadi korban," tegas Ketua PC PMII Indragiri lewat Fadil Sekertaris Cabang. PMII mendesak Dinas Lingkungan Hidup atau KLHK, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan rutin melalui pengambilan sampel air di aliran anak-anak sungai yang berada dekat dengan PKS. Dugaan kuat, limbah B3 dari pabrik sawit telah mengalir ke Sungai Indragiri yang menjadi sumber air dan kehidupan masyarakat. "Air sungai bukan sekadar aliran, tapi sumber hidup. Jika tercemar limbah berbahaya, itu sama saja meracuni rakyat secara perlahan. Pemerintah tidak boleh diam, harus ada tindakan nyata dan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai," jelasnya. PC PMII kembali menegaskan, bakal terus mengawal isu lingkungan di Indragiri Hulu karena kerusakan alam dan pencemaran air adalah ancaman serius bagi generasi mendatang.

Pelatihan PPLB3 Online Energy Academy, Tuntaskan Pengelolaan Limbah B3 Secara Terkendali Politik
Politik
Rabu, 02 April 2025 | 08:00 WIB

Pelatihan PPLB3 Online Energy Academy, Tuntaskan Pengelolaan Limbah B3 Secara Terkendali

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bentuk dukungan terhadap praktik industri yang bertanggung jawab, Energy Academy kembali menghadirkan Pelatihan PPPLB3 dalam format online. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara aman, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Meski dilakukan secara daring, Training PPPLB3 tetap menghadirkan metode belajar yang interaktif. Dengan materi yang aplikatif dan simulasi berbasis studi kasus, peserta Diklat PPPLB3 mampu memahami setiap langkah dalam proses pengelolaan limbah B3, dari penyimpanan hingga pelaporan. Pelatihan PPPLB3 ini merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2019 mengenai standar kompetensi pengelolaan limbah B3. Sertifikasi dari program ini diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga Sertifikasi PPPLB3 memiliki kekuatan hukum dan kredibilitas tinggi. Peserta Training PPPLB3 dibekali berbagai materi penting, mulai dari identifikasi sumber dan kategori bahaya limbah B3, pengurusan perizinan, pemantauan dampak, hingga penyusunan rencana tanggap darurat. Semua materi disampaikan oleh tim pengajar Energy Academy yang telah tersertifikasi dan berpengalaman di bidang lingkungan. Selama Diklat PPPLB3, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Diskusi aktif, simulasi kasus nyata, serta presentasi kelompok menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.