MIND ID
Sorotan terbaru dari Tag # MIND ID
Kumpulkan 51 Kilogram Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input Program Lingkungan Grup MIND ID
Jakarta, katakabar.com - Invirotech 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sukses menjadi ajang yang memberi dampak positif pada perubahan perspektif masyarakat dalam penjagaan lingkungan. Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID melalui booth angkat tema "MINERALive: Tambang yang Menghidupkan" milik MIND ID berhasil menarik 1.722 pengunjung dalam ajang tersebut. Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap berbagai program keberlanjutan khususnya pengelolaan limbah yang dijalankan Grup MIND ID. Tidak hanya memperoleh informasi, pengunjung juga terlibat langsung dalam aktivitas pengelolaan limbah yang dihadirkan MIND ID. Salah satu program yang menarik perhatian adalah pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Selama pelaksanaan Invirotech 2026, pengunjung berhasil mengumpulkan sebanyak 51 kilogram sampah organik yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Jumlah ini mencerminkan potensi pengurangan sampah dari sumbernya melalui partisipasi publik, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan pengelolaan limbah yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Program ini tidak hanya menghasilkan pupuk organik, tetapi juga menunjukkan praktik ekonomi sirkular secara langsung, di mana sampah organik diolah menjadi sumber daya bernilai. Maggot dan pupuk yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh peternak binaan UMK Grup MIND ID di Bogor, sehingga memberikan manfaat lingkungan sekaligus mendorong nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sebagai bentuk upaya mendorong partisipasi masyarakat, MIND ID juga membagikan 150 botol pupuk cair kepada pengunjung yang digunakan untuk melestarikan pohon sekitar lingkungan masyarakat. Selain itu, MIND ID juga menghadirkan aktivitas pengelolaan sampah plastik melalui mesin pencacah (plastic crusher) yang merepresentasikan penerapan konsep bank sampah di masyarakat. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana limbah plastik dapat diolah kembali menjadi material yang memiliki nilai guna. MIND ID juga memperlihatkan teknologi 3D printer yang memperlihatkan potensi limbah anorganik untuk diolah menjadi produk bernilai tambah melalui pendekatan inovatif. Salah seorang pengunjung, Nugroho, mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan MIND ID. Menurutnya, booth ini menjadi salah satu yang paling interaktif karena pengunjung dapat melihat sekaligus mencoba langsung berbagai program keberlanjutan, serta menikmati pengalaman edukatif melalui permainan interaktif. “Menurut saya booth MIND ID menjadi salah satu yang paling edukatif di Invirotech 2026. Kami bisa melihat dan mencoba langsung berbagai program pengelolaan lingkungan yang diinisiasi oleh perusahaan,” ujar Nugroho. Adapun, partisipasi MIND ID dalam Invirotech 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dipandang sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan. "Bagi MIND ID Sustainability Pathway merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat," terangnya.
Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38 Persen
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan peningkatan pengelolaan mineral strategis untuk pembangunan masa depan harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab. Mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Lantaran itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway, yang salah satu fokus utamanya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan. MIND ID mencatat volume limbah padat B3 yang dihasilkan turun 38% dalam 2 tahun dari 351 kiloton pada 2023 menjadi 279 kiloton pada 2024, dan kembali menurun menjadi 217 kiloton pada 2025. Dalam periode yang sama, limbah padat non-B3 turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton. "Baik limbah B3 maupun limbah non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang," kata Binahidra saat Invirotech Expo 2026, Juni 2026. Limbah Grup MIND ID dikelola secara mandiri maupun dengan menggandeng pihak ketiga berizin. Hasil pengelolaan limbah operasi tambang dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar daerah operasional. Salah satu program yang sudah berjalan secara berkelanjutan adalah dari PT Aneka Tambang melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka, yang memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block. Material slag diangkut dari area penampungan, dicampur dengan semen dan air, kemudian dicetak dan dikeringkan untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah dengan total produksi tahunan mencapai 5.000 ton per tahun. PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas pemanfaatan sekitar 1.500 kiloton per tahun. Sementara PT Vale Indonesia Tbk memanfaatkan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun. Menurut Binahidra, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban kepatuhan semata, tetapi telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan. "Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, tetapi merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat," jelasnya.
Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Inspirasi Ekonomi Sirkular di Invirotech 2026
Jakarta, katakabar.com - Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6). Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang menaungi seluruh area booth, puluhan orang berkerumun. Sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sebagian lain mengantre untuk melihat lebih dekat setiap showcasing pengelolaan sampah terintegrasi yang ditampilkan oleh MIND ID. Bukan tanpa alasan, booth MINERALive menghadirkan sesuatu yang jarang ditemui pengunjung pameran pada umumnya, yakni pengolahan sampah organik berbasis maggot yang bisa dilihat dan dipelajari langsung, demonstrasi pengelolaan sampah plastik, hingga teknologi 3D printer yang mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai. Di tengah keramaian itu, Dwi Agus berdiri mengamati dengan saksama. Sebagai Praktisi Bank Sampah Induk di bilangan Bekasi, ia datang bukan sekadar untuk melihat-lihat. "Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini," ujar Dwi Agus. Ia mengaku, sebagian dari apa yang ditampilkan di booth ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di komunitasnya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Dia menyampaikan, untuk sampah plastik, pengelolaan di tempatnya masih sebatas pemilahan sebelum diserahkan kepada offtaker. Melihat bagaimana MIND ID mengintegrasikan seluruh proses dalam satu rangkaian, ia mulai membayangkan potensi pengembangan yang lebih besar untuk Bank Sampah yang ia kelola. "Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga," ucapnya. Tidak jauh dari sana, seorang pengunjung lain tampak antusias memperhatikan layar yang menampilkan visualisasi proses daur ulang. Bulan, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Malang, mengaku banyak hal baru yang ia pelajari hari itu. "Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan," tuturnya. Bagi Bulan, pengalaman di booth ini mengubah cara pandangnya tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana, bahkan dari rumah sendiri. "Melestarikan lingkungan bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri dengan menyortir sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah kecil kita bisa menjaga kelestarian alam," jelasnya. Suasana di booth memang dirancang untuk mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Di area pertama, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan diolah secara nyata menggunakan maggot, dan hasilnya, mulai dari volume sampah yang terurai hingga pupuk organik yang dihasilkan, ditampilkan secara terbuka melalui layar digital yang terus menampilkan angka berjalan. Di area lain, sebuah plastic crusher menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang membawa sampah plastik dapat langsung menyetorkannya ke mesin tersebut, sebuah representasi nyata dari program bank sampah yang telah berjalan di berbagai wilayah operasional Grup MIND ID. Tidak jauh dari situ, sebuah teknologi 3D printer bekerja perlahan, mengubah material daur ulang menjadi produk kerajinan yang dipajang di rak-rak sekitarnya bukti bahwa limbah anorganik bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi. Yang membuat booth ini terasa berbeda adalah instalasi besar di bagian atas gugusan awan dengan gradasi dari gelap menuju putih terang, dihiasi lampu biru yang berkedip lembut menyerupai kilatan. Instalasi bertema "awan mendung dan awan cerah" ini bukan sekadar dekorasi. Ia menjadi simbol visual dari perjalanan dekarbonisasi yang ingin ditunjukkan MIND ID. Hingga sore menjelang, antrean pengunjung di booth ini tak surut. Bagi banyak orang yang datang, apa yang mereka bawa pulang bukan hanya foto atau suvenir menarik seperti pupuk dan merchandise khas pertambangan. Lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru tentang bagaimana sesuatu yang dianggap sisa, bisa menjadi awal dari sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan.
Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Untuk Negara
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional guna menciptakan nilai tambah yang berlipat ganda bagi ekonomi Indonesia. Perseroan terus mempertahankan kinerja bisnis positif sehingga mampu memberikan kontribusi serta manfaat yang berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan perseroan konsisten menjalankan peran sebagai integrator yang mensinergikan rantai pasok hilirisasi mineral dan batu bara di Indonesia. Hal ini tercermin dari sinergi ANTAM dan Freeport Indonesia dalam rantai pasok hilirisasi emas Nasional, sinergi INALUM, ANTAM, dan PT Bukit Asam dalam rantai pasok hilirisasi bauksit-alumina-aluminium, serta berbagai program penguatan rantai pasok hilirisasi mineral strategis seperti nikel, tembaga, timah, hingga pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik Nasional. Dengan konsistensi tersebut, MIND ID mencatatkan pendapatan perusahaan Rp159,46 triliun, tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp145,21 triliun, dan laba bersih Rp29,89 triliun, atau 16% di atas target perusahaan. Capaian ini disertai kontribusi yang didistribusikan kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan, meliputi pajak dan PNBP, royalti, serta dividen yang mencapai Rp22,6 triliun. "Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen manajemen MIND ID dalam menjamin pengelolaan perusahaan negara yang mampu memberi kontribusi optimal bagi Indonesia," ujarnya, selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025? Kamis (11/6) lalu. Pria menjelaskan, pencapaian kinerja tahun buku 2025 merupakan cerminan dari kemampuan perseroan dalam menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang adaptif dan terintegrasi di seluruh anggota Grup MIND ID. Hal ini mampu dijalankan di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, yang ikut memengaruhi sektor industri pertambangan di Indonesia. Perseroan tetap konsisten dalam menjalankan mandat sebagai penggerak hilirisasi, guna meningkatkan penciptaan nilai tambah ekonomi yang juga memperkuat keberlanjutan operasional bisnis Grup MIND ID di masa depan. Pria menekankan kontribusi terhadap penerimaan negara mencerminkan komitmen perseroan dalam menjalankan peran strategis sebagai perusahaan milik Negara yang terus memperkuat kinerja ekonomi nasional berlandaskan Asta Cita Presiden. "MIND ID konsisten menjalankan mandatnya sebagai penggerak hilirisasi mineral strategis memberi manfaat optimal bagi Indonesia, sekaligus mewujudkan visi MIND ID for Indonesia and the World," jelas Pria. Menurut Pria, perseroan menjalankan mandatnya dengan menjunjung tinggi good corporate governance (GCG). Laporan keuangan MIND ID memperoleh opini "Wajar Dalam Semua Hal yang Material" dari auditor independen Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja (Anggota Ernst & Young Global Limited), dan opini ini mencerminkan komitmen manajemen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang sehat. "MIND ID akan terus melanjutkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan, karena di balik setiap ton mineral yang kami kelola, ada kewajiban untuk memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.
Hadirkan Booth 'MINERALive' di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menghadirkan booth bertajuk 'MINERALive': Tambang yang Menghidupkan' di ajang Invirotech 2026 yang dihelat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup. “Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” kata Jumhur dalam pembukaan Invirotech 2026, Kamis (11/6). Menurut Jumhur, teknologi dan inovasi perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus membantu industri menjalankan tanggung jawabnya. “INDO ENVIROTECH merupakan ruang yang mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, inovasi dengan kebijakan, serta komitmen dengan implementasi,” jelasnya. Ia menambahkan teknologi harus memberikan manfaat yang konkret bagi sektor industri maupun masyarakat. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” jelas Jumhur. Booth ini turut dikunjungi Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, yang meninjau langsung berbagai program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular yang ditampilkan oleh MIND ID bersama anggota grupnya. Kehadiran Grup MIND ID melalui booth ini bagian dari upaya untuk menunjukkan praktik nyata pengelolaan limbah yang berorientasi pada pengelolaan dampak lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. MIND ID memperlihatkan limbah yang dikelola dengan tepat dapat menjadi sumber daya yang memberi manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pada booth tersebut, MIND ID menampilkan tiga area utama yang merepresentasikan pendekatan pengelolaan limbah terintegrasi. Di area pertama, ditampilkan program pengolahan sampah organik berbasis maggot yang telah dijalankan di berbagai wilayah operasional. Selama penyelenggaraan Invirotech 2026, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung diolah secara langsung menggunakan maggot, dengan hasil pengolahan seperti volume sampah terurai dan pupuk organik yang dihasilkan disampaikan secara terbuka. Dari aktifasi ini, pengunjung mendapat pupuk yang merupakan ajakan untuk bersama memulihkan kelestarian alam sekitar. Di area kedua, MIND ID menghadirkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik melalui alat plastic press dan plastic crusher yang merepresentasikan implementasi program bank sampah di masyarakat. Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menyetorkan sampah plastik yang kemudian diolah dan ditampilkan sebagai bagian dari proses daur ulang. Ditampilkan pula teknologi 3D printer yang menjadi representasi bahwa sampah anorganik di Grup MIND ID mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai tambah ekonomi. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan inovasi yang tepat maka limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Di bagian atas booth, MIND ID menghadirkan instalasi bertema “awan mendung dan awan cerah” sebagai simbol komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Instalasi ini merepresentasikan tujuan jangka panjang dari berbagai program pengelolaan limbah yang dijalankan, yakni menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. MIND ID meyakini pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak pula dukungan publik terhadap penguatan praktik pengelolaan lingkungan berbasis inovasi dan teknologi. Bagi MIND ID, pertambangan tidak hanya tentang menghasilkan mineral, tetapi juga memastikan bahwa setiap prosesnya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Selaras dengan hal tersebut, Jumhur menegaskan pembangunan dan perlindungan lingkungan tidak perlu dipertentangkan. “Membangun Indonesia bukan berarti mengabaikan lingkungan. Memelihara lingkungan juga bukan berarti melupakan pembangunan. Jangan mempertentangkan pembangunan dengan lingkungan,” tegasnya.
Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha
Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kedai kopi skala kecil di berbagai daerah terus berkembang. Tidak hanya di kota besar, usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini semakin mudah ditemui dan mampu menjangkau pasar di tingkat lokal. Tren ini tidak hanya didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi, tetapi juga karena terbukanya peluang usaha di sektor ini. Dengan keterampilan dasar yang memadai, usaha kopi dapat dimulai dalam skala kecil dan berkembang secara bertahap. Melihat potensi tersebut, MIND ID menginisiasi pelatihan kopi bagi jurnalis serta pegiat homeless media sebagai upaya memperkenalkan keterampilan dasar yang juga sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha di bidang ini. Kegiatan ini menghadirkan Coffee Expert dari Kieta Roastery. Para peserta belajar secara interaktif, tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penyeduhan kopi. Bertempat di Kopi Praja, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakter rasa kopi, teknik penyeduhan sederhana yang dapat diterapkan di rumah, hingga demonstrasi pembuatan espresso. Di samping itu, peserta juga diperkenalkan pada gambaran dasar pengembangan usaha kopi dalam skala kecil. Manajer Kopi Praja, Eni, menyampaikan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap kopi. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan memiliki beragam biji kopi berkualitas. “Kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal pengetahuan dan peluang. Kami ingin masyarakat, termasuk jurnalis, bisa melihat kopi dari perspektif yang lebih luas,” ujar Eni. Menurutnya, jurnalis memiliki kedekatan tersendiri dengan budaya kopi. Di tengah aktivitas peliputan, kopi kerap menjadi bagian dari keseharian, baik sebagai teman bekerja maupun ruang untuk berdiskusi. “Antusiasme teman-teman jurnalis cukup tinggi. Mereka bukan hanya penikmat, tetapi juga tertarik memahami prosesnya. Dari situ, muncul potensi untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi sesuatu yang lebih,” tambahnya. Salah satu peserta, Endy, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru, khususnya dalam teknik penyeduhan kopi yang lebih tepat. “Dulu hanya menyeduh secara sederhana menggunakan mesin. Sekarang jadi lebih paham tekniknya. Ke depan, ini juga bisa menjadi peluang usaha,” jelasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MIND ID dalam mendorong pengembangan kapasitas dan keterampilan masyarakat melalui pendekatan yang aplikatif.
Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian
Jakarta, katakabar.com - Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik. Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau. Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000, dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut. Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul. Tetapi, cerita Ulul, setelah memahami program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi. Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran. Ulul menegaskan pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan. Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. “Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” jelasnya. Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka. Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya. “Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” tuturnya. Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin. “Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” terangnya. Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah. Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.
MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten terapkan prinsip keberlanjutan di setiap daerah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai cara perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan praktik pertambangan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja lingkungan sekaligus sosial di seluruh operasional Grup MIND ID. Menurutnya, keberlanjutan harus hadir sejak tahap perencanaan, operasional, hingga pemulihan. “Kalau berusaha harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan aturan yang ada, dan bahkan kita mencoba lebih dari aturan yang ada. Apa pun yang kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita,” ujar Tedy. Kata Tedy, Anggota Grup MIND ID tidak hanya menjalankan program agar patuh terhadap aturan, tetapi juga berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar area penambangan maupun pengolahan. Upaya ini dilakukan melalui inovasi yang melibatkan masyarakat yang dampaknya terukur dan dapat dibuktikan kinerjanya. Salah satu inovasi dijalankan PT Timah (Persero) Tbk (TIMAH) Pengolahan dan Pemurnian Muntok, melalui penerapan program Menjaga Nusantara: Muntok Berjaya dan Bahagia Melalui Inklusifitas Berkelanjutan dan Sejahtera. Program ini memanfaatkan Lahan Bekas Eks Tambang Ilegal untuk dijadikan tempat pembinaan usaha masyarakat yang mendukung ketahanan pangan daerah. TIMAH juga menjalankan program Bank Sampah sekaligus pembinaan usaha Pemanfaatan Limbah Kulit Udang menjadi Simbiotik. Untuk memperkuat sisi ekonominya, program Menjaga Nusantara juga diintegrasikan dengan pemberdayaan Kelompok Usaha Batik Ciprat, Batik Ecoprint dan UMKM Snack, serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik, serta pembinaan kelompok usaha pempek udang yang anggotanya berasal dari mantan penambang ilegal. Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memiliki program inovasi sosial di Desa Kuta Tanjung. Program menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda. Dampak dari program terintegrasi ini, INALUM mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja lokal, pengelolaan puluhan ton sampah secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Program INALUM ini telah menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah. Selanjutnya, kontribusi pada penurunan Global Warming Potential (GWP) mencapai 11.494 ton CO₂ ekuivalen. Adapun kedua program inovasi sosial dari TIMAH dan INALUM tersebut memperoleh apresiasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tedy menambahkan aktivitas pertambangan pada dasarnya akan mengubah bentang alam, namun dampaknya dapat dikendalikan dan dipulihkan apabila perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara komprehensif dan terintegrasi. “Kami berupaya memastikan bagaimana kegiatan tambang diikuti dengan berbagai upaya pengendalian dan pemulihan yang sesuai kaidah, dan bahkan lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan inovasi sosial yang tepat,” jelasnya.
MIND ID Perkokoh Keunggulan Kompetitif Industri, Lewat Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Karawang, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional. Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri. Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, yang dapat diolah menjadi bahan baku utama baterai. Lewat fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Grup MIND ID memperkuat penguasaan teknologi, integrasi rantai pasok pengolahan sumber daya alam mineral, dan kualitas SDM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adapun, fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Indonesia Battery Corporation (IBC/Anggota Grup MIND ID) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, Lygend (CBL) bernama CBL International Development Pte Ltd (Singapore-CBL). Fasilitas ini berfokus pada produksi sel baterai dan battery pack untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh per tahun yang akan ditingkatkan hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya. Ekosistem ini upaya MIND ID memperkuat rantai pasok baterai, mempercepat transisi energi, dan membuka peluang nilai tambah industri demi membangun peradaban masa depan Indonesia. Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan terhadap proyek ini untuk memastikan kesiapan industri baterai nasional sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif industri yang khususnya akan mendukung transisi energi nasional. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan transformasi industri yang mendukung energi bersih dan ekonomi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. “Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi dari sektor hulu pertambangan hingga hilir industri manufaktur baterai. Hal ini menjadikan keterkaitan antara sektor energi, minerba, dan industri semakin erat dan strategis,” jelas Putri. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif, menimpali fasilitas produksi baterai di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal tiga tahun ini. "IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden," ulasnya. Kata Aditya fasilitas produksi baterai ini memproduksi baterai ion lithium dengan komposisi kimia NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate), yang mana kedua tipe ini dibutuhkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional. "Saat ini, pasar baterai LFP di dunia dan Indonesia sudah terbentuk namun untuk pasar baterai NMC masih dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, IBC konsisten mendukung pemerintah untuk terus menstimulasi pengembangan pasar baterai nikel," ucapnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh IBC, mobil listrik yang menggunakan baterai jenis NMC di dunia telah mencapai 40 persen, tetapi di Indonesia pasar baterai NMC baru berkisar 4.persen. Hal itu juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang baru-baru ini dirilis. Tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit. “Kami mendukung pemerintah dan legislatif untuk membuat kebijakan bagi penguatan pasar domestik bagi kendaraan baterai berbasis nikel, guna memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global, sehingga pada akhirnya akan semakin memperkuat keunggulan kompetitif nasional," tandasnya.
Penting Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Jakarta, katakabar.com - Industri pertambangan tak cuma berkutat kegiatan ekstraktif, melainkan melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas. Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis. Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan. Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional. Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel. Tetapi, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75 persen kapasitas peleburan. Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas. Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional. Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO). Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi. Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik. "Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu," jelas Yayan. Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik. Yayan juga menyoroti pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional. Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.