GAPKI Prediksi Harga Minyak Kelapa Sawit Naik Tahun 2024
Jakarta, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksi harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dunia bakal naik tahun depan. Ketua Umum Gapki, Eddy Martorno menuturkan, prediksi kenaikan tersebut terjadi disebabkan beberapa faktor, salah satunya adanya penurunan produksi yang lantaran El-Nino tahun ini. Sisi lain, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir karena lambatnya kemajuan dalam melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Jadi, bakal terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan akan minyak sawit mentah dunia. "Kami perkirakan harga akan bullish pada tahun 2024," ujar Edy di Indonesia Palm Oil Conference 2023 di Nusa Dua, kemarin, dilansir dari laman kontan.co.id, pada Sabtu (4/11). Meski demikian, Eddy melihat di tahun depan industri sawit bakal mengalami hambatan yang cukup berat terlebih setelah diterapkannya Peraturan Defrestasi Uni Eropa (EUDR). Peraturan ini bisa jadi berdampak signifikan pada biaya produksi tidak hanya bagi produsen kelapa sawit, kayu, kedelai, daging sapi, kulit, dan produk pertanian lainnya. Begitu pun bagi perusahaan makanan dan minuman, sebab mereka harus mematuhi peraturan baru mengenai penggunaan sumber bahan, kemasan plastik, barang sekali pakai, dan pengurangan limbah makanan. "Segala biaya yang timbul, akhirnya akan ditanggung konsumen akhir," bebernya. Dngan adanya peraturan EUDR ini, lanjut Eddy, dapat dipastikan petani kecil termasuk petani sawit bakal tersingkir dari rantai pasok. Nah menyikapi hal itu, harapannya pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia dengan memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan dan tidak mengeluarkan peraturan yang kontraproduktif. "Sebagian besar dari kita optimis menyambut peluang di tahun 2024. Kami yakin dengan kebijakan pemerintah yang tepat, industri kelapa sawit dapat tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar dan perekonomian," tandas Eddy.