Pemprov Bengkulu

Sorotan terbaru dari Tag # Pemprov Bengkulu

RAD PKS Berkelanjutan, Pemprov Bengkulu Tekankan Manfaat Positif ke Masyarakat Nasional
Nasional
Selasa, 05 Desember 2023 | 20:50 WIB

RAD PKS Berkelanjutan, Pemprov Bengkulu Tekankan Manfaat Positif ke Masyarakat

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu gelar Penyusunan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit (RAD PKS) Berkelanjutan taahun 2023, di salah satu Bengkulu, Selasa (5/12). Sekprov Bengkulu, Isnan Fajri diwakili Asisten III Pemerintah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi dihadiri Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M. Rizon, yang buka kegiatan RAD PKS Berkelanjutan. Asisten III Pemerintah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi mengatakan, kegiatan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit (RAD PKS) Berkelanjutan ini diminta dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Dipertimbangkan betul-betul ekologi dampak terhadap masyarakat, sehingga diminta Pemprov Bengkulu menyusun rencana aksi terkait berkelanjutan perkebunan sawit ini secara matang agar nanti perkebunan (sawit) ini (benaŕ-benar) dirasakan masyarakat,” ujar Nandar. Menurut Nandar, perkebunan kelapa sawit saat ini menjadi salah satu sebagai penyumbang pendapatan daerah Provinsi Bengkulu sebesar Rp21 miliar. “Kelapa sawit ini sumbang pendapatan daerah Provinsi Bengkulu sehingga dana bagi hasil dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Provinsi Bengkulu, termasuk di sektor perkebunan. Di mana Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit kita pada 2023 ini Rp21 miliar,” bebernya. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon menimpali, fokus Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit (RAD PKS) Berkelanjùtan ini nantinya menyesuaikan dan melihat petunjuk teknis lebih dulu. “Kita sesuaikan dengan rencana kegìatan dan petunjuk teknis,” sebut M. Rizon singkat.

Siap-siap, Pelabuhan Pulau Baai Disulap Jadi Pusat Industri Sawit Nusantara
Nusantara
Senin, 04 September 2023 | 19:59 WIB

Siap-siap, Pelabuhan Pulau Baai Disulap Jadi Pusat Industri Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu bakal sulap pelabuhan Pulau Baai jadi pusat industri kelapa sawit. Hal itu, setelah melihat potensi yang dimiliki Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu. Apalagi Pemprov Bengkulu telah menjalin kerja sama dengan para petani untuk mempercepat rencana menjadikan pusat industri kelapa sawit. "Kami percaya lewat sinergi antara pemerintah dan petani, Pelabuhan Pulau Baai dapat menjadi pusat industri hilirisasi kelapa sawit menjadi kebanggaan bersama," ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (4/9). Untuk langkah awal, Pemprov bersama petani bakal evaluasi potensi lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan industri hilirisasi kelapa sawit. "Kita pertimbangkan infrastruktur pendukung, pelatihan, dan pembiayaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut," bebernya. Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit Bengkulu, Edy Mashury dukung inisiatif pemerintah daerah untuk mengembangkan industri kelapa sawit di Pelabuhan Pulau Baai. "Kami sangat senang dengan inisiatif Pak Gubernur untuk mengembangkan industri kelapa sawit di Bengkulu. Dengan bantuan pemerintah hasil tanama kelapa sawit bisa ditingkatkan dan berdampak kenapa ekonomi dan kesejahteraan petani ke depan," sebutnya.

Pemprov Bengkulu Beri Bibit Varietas Sawit Unggul Pada Petani Ikut PSR Sawit
Sawit
Rabu, 09 Agustus 2023 | 20:25 WIB

Pemprov Bengkulu Beri Bibit Varietas Sawit Unggul Pada Petani Ikut PSR

Bengkulu, katakabar.com - Pemeritah Provinsi (Pemprov) Bengkulu motivasi petani kelapa sawit yang ikut program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dengan memberikan secara gratis Bibit sawit varietas unggul. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, dengan bibit varietas unggul kalau sudah berbuah bakal mampu meningkatkan produksi TBS kelapa sawit. "Bibit varietas unggul wajib diberikan bagi peserta program PSR," ujar Rosmala dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (9/8). Cerita Rosmala, bibit varietas unggul ini diperoleh dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Bibit-bibit ini bukan bibit biasa, melainkan bibit yang telah diuji coba dan mampu menghasilkan tanaman sawit sesuai dengan harapan petani. "Kalau bibit dari varietas unggul hasilnya bakal sesuai harapan petani, sebab buah kelapa sawit lebat dan bobotnya bagus," jelasnya. Menurutnya, ada tiga varietas unggul kelapa sawit di Indonesia, meliputi varietas unggul termasuk kelompok SP540, yakni DxP PPKS 540, DxP Simalungun, dan D x P Avros. Varietas ini dihasilkan dari tetua Psifera turunan 540 murni adanya cuma di PPKS. "Keunggulan dari kelompok SP 540 adalah quick starter dan prosentase mesokarp atau lapisan tengah buah sawit yang tebal, berserabut, banyak mengandung minyak per buah cukup tinggi. Begitu pula adaptasinya cukup luas, varietas ini bisa ditanam di berbagai tipe lahan baik wilayah datar maupun bergelombang," ulasnya. Selain itu lanjut Rosamala, ada varietas unggul kelapa sawit turunan Yangambi, yakni DxP Yangambi, DxP PPKS 239, dan P PPKS 718. Keunggulan varietas ini bobot tandan relatif besar, kandungan rendemen minyak, dan mesokarp jauh lebih tinggi dari varietas kelompok lainnya. Nah, khusus varietas DxP PPKS 239, selain tandan yang besar memiliki potensi produksi CPO dan PKO yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya dari kelompok Yangambi. "Varietas ini cocok dikembangkan untuk industri pangan maupun non pangan," katanya. Masih Rosmala, terakhir varietas Unggul Kelapa Sawit DxP Langkat kali pertama yang dirakit PPKS dari hasil rekombinasi tetua-tetua terbaik beberapa populasi psifera. Tetua psifera hasil rekombinasi antara psifera SP540, Yangambi, dan Marihat yang disilangkan dengan Dura Deli terbaik menghasilkan varietas dengan karakter unggul rachis yang relatif pendek (compact palm) dan potensi CPO hingga 8,3 ton per hektar per tahun. Varietas ini cocok ditanam di areal bergelombang dan berbukit, serta mulai berbuah umur 22 bulan setelah tanam. "Di Bengkulu varietas jenis ini paling banyak ditanam tapi rata-rata perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menanam bibit ini," tandasnya.

Pemprov Bengkulu Bangun Sentral Pupuk Organik di Enam Kabupaten Nasional
Nasional
Jumat, 04 Agustus 2023 | 19:06 WIB

Pemprov Bengkulu Bangun Sentral Pupuk Organik di Enam Kabupaten

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu lewat Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) membangun sentral pupuk organik di enam Kabupaten. Program ini bertujuan untuk membantu para petani kelapa sawit untuk mendapat pupuk dengan harg lebih terjangkau. Kabupaten bakal dibangun sentral pupuk organik, meliputi Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Kepahiang, dan Bengkulu Selatan. Plt Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi SP menuturkan, Pemerintah Daerah (Pemda) turun tangan meringankan beban petani kelapa sawit dengan mendirikan sentral pupuk organik lantaran pupuk kimia cukup mahal di pasaran. "Untuk itu, sentral pupuk organik ini hadir bisa memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani kelapa sawit di enam kabupaten," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada jumat (4/8). Menurut Rosmala, sentral pupuk organik dibangun dekat areal produksi pupuk kandang. Jadi, kami sediakan alatnya, dan petani memproduksinya. "Satu karung pupuk organik ukuran 25 kilogram dijual hanya seharga Rp18 ribu. Harga ini sangat terjangkau, dan kebutuhan pupuk petani mudah-mudahan terpenuhi dengan adanya terobosan ini," harapnya. Masih Rosmala, banyak petani tidak lagi melakukan pemupukan kebun kelapa sawit disebabkan harga pupuk kimia mencapai Rp500 ribu per karung ukuran 50 kilogram. "Sentral pupuk organik ini diharapkan jadi solusi masalah pupuk bagi para petani kelapa sawit. Soal kualitas tidak kalah dengan pupuk kimia bahkan kelapa sawit yang dipupuk dengan organik lebih lebat buahnya," jelasnya Ditekankan Rosmala lagi, bukannya meragukan pupuk kimia tapi kualitas pupuk organik memang bagus, dan terbukti membuat produksi buah sawit meningkat.

Dewan Tuding Pemprov Tak Peduli Petani Sawit, Ini Penyebabnya Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 09 Juli 2023 | 19:22 WIB

Dewan Tuding Pemprov Tak Peduli Petani Sawit, Ini Penyebabnya

Bengkulu, katakabar.com - Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi rada kecewa kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dinilai tidak peduli nasib petani kelapa sawit. Soalnya realisasi belanja modal terutama bidang infrastruktur, seperti jalan, jembatan, irigasi, dan jaringan, tahun lalu belum maksimal. Data Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemprov Bengkulu tahun 2022, menunjukkan realisasi belanja modal untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan jaringan baru mencapai 90,87 persen. Saya prihatin besarnya SILPA itu. Ingat, pembangunan infrastruktur kebutuhan vital bagi masyarakat khususnya petani sawit. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini. Apalagi, pembangunan infrastruktur sarat dengan kepentingan, dan salah satu kebutuhan vital bagi petani sawit. Kita harap ini dapat menjadi catatan eksekutif, tegasnya pada Sabtu (8/9). Tak dapat dipungkiri, fakta menunjukkan penurunan realisasi belanja modal di APBD tahun anggaran 2022 lalu, hanya sebesar Rp81,19 miliar setara 90,87 persen dari total anggaran yang dianggarkan yang berhasil terealisasi. Sehingga masih ada sisa sebesar Rp8,15 miliar dari alokasi APBD tahun lalu. "Jumlah tersebut bukan hal yang sepele. Kalau digunakan dengan bijak, sisa belanja modal dapat digunakan untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak," kecamnya. Dijelaskannya, sudah berapa banyak titik kerusakan yang bisa diperbaiki dengan sisa belanja modal. Saya pikir itu bisa membantu petani sawit permudah mobilitas mengirimkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Untuk itu, kegagalan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Di mana tahun ini mesrti menghabiskan alokasi APBD untuk perbaikan jalan provinsi yang masih memprihatinkan. "Kami berharap penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dilakukan demi kesejahteraan petani kelapa sawit dan masyarakat Bengkulu umumnya," seru Jonaidi.

Kadin Bengkulu Dorong Ekspor CPO Dari Pelabuhan Pulau Baai Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 05 Juli 2023 | 19:45 WIB

Kadin Bengkulu Dorong Ekspor CPO Dari Pelabuhan Pulau Baai

Bengkulu, katakabar.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bengkulu, Ahmad Irfansyah berharap kepada pemerintah pusat memberikan dukungan lebih lanjut untuk mewujudkan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Mesti ada perhatian khusus di bidang pembenahan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kebijakan yang mendukung ekspor komoditas pertanian. Itu sebabnya, kita butuh dukungan pemerintah pusat. Soalnya tanpa dukungan mustahil bisa terealisasi dengan baik," ujar Achmad di Bengkulu, pada Selasa (4/7) kemarin dilansir dari laman elaeis.co. Kata Achmad, pihaknya mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mewujudkan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari Pelabuhan Pulau Baai. Langkah ini dapat memberikan dorongan positif terhadap perekonomian daerah serta meningkatkan potensi ekspor komoditas unggulan Bengkulu. "Kita harus manfaatkan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sebagai pintu gerbang ekspor CPO. Lantaran dengan ekspor dari pelabuhan ini, kita dapat mempercepat proses pengiriman produk dan mengurangi biaya logistik yang terkadang menjadi hambatan bagi pelaku usaha," jelasnya. Sebagai upaya mewujudkan ekspor CPO dari Pelabuhan Pulau Baai tuturnya, Kadin Bengkulu dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berencana untuk melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas kepada para pelaku usaha. "Kita bakal gelar seminar dan pelatihan mengenai persyaratan dan prosedur ekspor, serta memberikan pendampingan pemenuhan standar kualitas produk yang dibutuhkan pasar internasional. "Kami kerja sama dengan Pemda untuk melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas kepada para pelaku usaha agar kegiatan ekspor CPO bisa dilaksanakan," bebernya. Bak gayung bersambut, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah komit mendukung dan fasilitasi upaya ekspor CPO dari Pelabuhan Pulau Baai. "Potensi ekspor CPO Bengkulu sangat besar. Kami melakukan berbagai langkah strategis untuk mempercepat proses ekspor dan memperkuat sektor perkebunan di provinsi ini," katanya. Para pelaku usaha di sektor perkebunan memberikan tanggapan positif. Salah seorang pengusaha kelapa sawit di Bengkulu, Muhammad Hanif sambut baik langkah Kadin dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). "Ekspor CPO dari Pulau Baai keputusan yang tepat. Ini mempermudah pengiriman dan mengurangi biaya logistik," sebut Hanif. Harapannya, mudah-mudahan ini langkah awal untuk meningkatkan daya saing produk kelapa sawit Bengkulu di pasar internasional, tambahnya.