Perhotelan
Sorotan terbaru dari Tag # Perhotelan
Mimin Hadirkan Komunikasi Tamu Berbasis AI di Industri Perhotelan APAC
Jakarta, katakabar.com - Mimin, platform AI percakapan asal Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk menghadirkan otomatisasi komunikasi tamu berbasis AI di sektor perhotelan Asia-Pasifik. Integrasi dengan ekosistem Rainbow Hospitality milik ALE memungkinkan hotel merespons pertanyaan tamu 24/7 dalam 20+ bahasa, mengurangi volume panggilan tak terjawab, dan memastikan setiap interaksi tamu tercatat dan terhubung di semua saluran, tanpa menambah jumlah staf. Mimin, platform percakapan AI yang membantu bisnis menciptakan customer journey yang mulus, hari ini mengumumkan kemitraan strategis dengan Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk mengintegrasikan AI percakapan multibahasa dan otomatisasi suara ke sektor perhotelan di seluruh Asia-Pasifik. Melalui integrasi dengan ekosistem Rainbow Hospitality milik ALE, kolaborasi ini memungkinkan hotel beralih dari komunikasi yang terfragmentasi dan reaktif menuju pengalaman tamu yang terorchestrasi, di mana setiap interaksi terasa terhubung, konsisten, dan diingat. Menjawab Kesenjangan Operasional Nyata Hotel-hotel di APAC menghadapi dua tantangan yang terus berulang. Pertama, volume 10 hingga 30 persen panggilan masuk tidak terjawab di jam sibuk, bukan karena kurang perhatian, melainkan karena sistem yang belum dirancang untuk ekspektasi tamu masa kini. Kedua, konteks tamu yang pesan lewat Instagram DM lalu harus menjawab pertanyaan yang sama saat check-in merasakan sesuatu yang kecil namun berdampak besar: perasaan tidak dikenali. Solusi Ditawarkan Melalui Rainbow Hospitality, hotel kini dapat menawarkan: - Dukungan Suara Multibahasa 24/7 Agen suara AI menangani pertanyaan tamu dalam 20+ bahasa dan dialek, krusial untuk hub pariwisata internasional di Singapura, Thailand, dan Australia.Otomatisasi Chatbot - Percakapan Alur kerja AI menangani permintaan rutin seperti jam sarapan, lokasi fasilitas, dan layanan kamar.Konteks Tamu yang Terhubung - Setiap interaksi tamu di berbagai saluran (suara, chat, pesan) terorchestrasi melalui Rainbow Hospitality, dengan konteks penuh tersedia bagi staf sebelum merespons.Efisiensi Operasional - Implementasi awal mencatat pengurangan hingga 75 persen volume panggilan langsung, meningkatkan produktivitas staf secara signifikan.Kedaulatan Data - Rainbow Hospitality beroperasi di arsitektur cloud berdaulat ALE dengan residensi data di Singapura dan Australia, memastikan kepatuhan regulasi lokal.
Jaga Standar Global Perhotelan, Sucofindo Serahkan Sertifikat Hotel Bintang Lima Berbasis Risiko di Bali
Denpasar, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus perkuat kontribusi dukung peningkatan standar industri pariwisata nasional. Melalui layanan sertifikasi, PT Sucofindo (Persero) Cabang Denpasar serahkan Sertifikat Usaha Pariwisata Berbasis Risiko sekaligus menetapkan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 kepada PT Sarana Arga Mandiri/The Kuta Beach Heritage Hotel Bali. Sertifikasi tersebut hasil proses audit Renewal & Surveillance oleh Sucofindo International Certification Services (ICS) dalam skema Sertifikasi Usaha Pariwisata kategori Hotel Bintang 5. Sertifikat secara simbolis diserahkan Kepala PT Sucofindo (Persero) Cabang Denpasar, Rusdi Palureng kepada General Manager The Kuta Beach Heritage Hotel, Pascal Bellon, bersama jajaran manajemen hotel. Rusdi Palureng menyampaikan penerapan sertifikasi berbasis risiko menjadi pendekatan penting dalam memastikan keberlanjutan kualitas layanan serta kepatuhan terhadap standar usaha industri perhotelan. “Pendekatan berbasis risiko memungkinkan setiap potensi risiko operasional diidentifikasi sehingga sistem manajemen hotel dapat berjalan secara konsisten serta mampu menjaga mutu layanan,” tutur Rusdi Palureng. Rusdi Palureng menambahkan audit dilakukan secara komprehensif untuk memastikan kesesuaian terhadap standar dan regulasi, termasuk Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI PM.53/HM.001/MPEK/2013 serta Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 4 Tahun 2014. Audit tersebut mencakup evaluasi kebijakan dan sasaran organisasi, penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan pangan, mutu produk, serta keamanan informasi. “Tim auditor melakukan peninjauan terhadap manual sistem, prosedur operasional, dokumen pendukung, serta rekaman (records) sebagai bukti objektif efektivitas implementasi sistem manajemen. Pendekatan Renewal & Surveillance memastikan keberlanjutan penerapan standar, bukan hanya pada saat sertifikasi awal, tetapi juga dalam praktik operasional sehari-hari,” beber Rusdi. Di kegiatan sama, Pascal Bellon, menuturkan keberhasilan mempertahankan predikat hotel Bintang 5 menjadi motivasi bagi manajemen dan seluruh tim hotel untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan terbaik serta memastikan operasional hotel berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan manajemen risiko,” kata Pascal Bellon. Penetapan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 berbasis risiko ini memperkuat posisi The Kuta Beach Heritage Hotel Bali sebagai hotel yang konsisten dalam menjaga kualitas layanan, tata kelola operasional, serta kepatuhan terhadap standar nasional. Sertifikasi ini juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan wisatawan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan terhadap mutu industri perhotelan di Bali. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT Sucofindo (Persero) berkomitmen mendukung peningkatan standar dan daya saing industri nasional melalui layanan penjaminan mutu yang independent, professional, dan terpercaya, termasuk melalui layanan Sertifikasi Usaha Pariwisata, Sertifikasi Halal, Pengujian Kualitas Air dan Lingkungan, Sertifikasi Sistem Manajemen (ISO), hingga Sertifikasi Usaha Pariwisata Berkelanjutan berbasis Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang menilai aspek pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Awali Tahun Dengan Ancaman, Industri Perhotelan Optimis di Semester 2 Tahun 2025
berkembang dengan perubahan perilaku konsumen, dominasi saluran digital, dan kemajuan teknologi distribusi, menjadikan forum ini ruang penting dalam menyatukan pemahaman dan meningkatkan kesiapan tim untuk merespons tantangan yang nyata di lapangan.