Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Terjunkan 3.227 Personel Hukrim
Hukrim
Minggu, 05 April 2026 | 11:07 WIB

Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Terjunkan 3.227 Personel

Kupang, katakabar.com - Di tengah momen paling sakral bagi umat Kristiani, Polda NTT Penuh Kasih menghadirkan langkah besar yang tidak hanya soal pengamanan, tetapi juga tentang menjaga rasa tenang dan harapan. Lewat Operasi Semana Santa Turangga 2026, total 3.227 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Paskah berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, dengan pendekatan yang lebih humanis dan penuh kasih agar setiap umat dapat beribadah tanpa rasa khawatir. Kekuatan besar ini meliputi 1.319 personel Polri dan 1.908 personel lintas instansi mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga pemuda lintas agama. Ini bukan sekadar pengamanan biasa, tetapi gerakan bersama yang menunjukkan bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab kolektif, di mana semua pihak hadir dengan satu tujuan, melindungi, melayani, dan memastikan setiap momen ibadah berlangsung dengan nyaman sebuah wujud nyata dari semangat Polda NTT Penuh Kasih. Larantuka, Kabupaten Flores Timur, kembali menjadi pusat perhatian dunia dalam perayaan Semana Santa. Di wilayah ini, sebanyak 985 personel disiagakan penuh untuk mengawal prosesi darat dan laut yang sarat makna dan emosi spiritual. Ribuan peziarah yang datang setiap tahun menjadi bukti bahwa tradisi ini bukan hanya milik lokal, tetapi telah menjadi bagian dari warisan iman yang menginspirasi banyak orang. Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, menyampaikan operasi ini wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di momen penting keagamaan. “Kami ingin memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian bagi masyarakat, sebagaimana semangat Polda NTT Penuh Kasih yang kami bawa. Menurut Kapolda NTT, operasi ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026, dengan fokus pengamanan di 1.113 gereja serta jalur prosesi di Flores Timur dan Kota Kupang. Untuk memperkuat layanan, sebanyak 85 pos didirikan di berbagai titik strategis yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, pelayanan, hingga bantuan darurat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan pendekatan yang digunakan dalam pengamanan mengedepankan nilai kemanusiaan. “Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan penuh kasih agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran aparat sebagai pelindung dan pengayom," timpalnya. Berbagai langkah strategis dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengamanan berlapis di setiap gereja hingga pengawasan jalur prosesi. Seluruh personel juga diarahkan untuk menjalankan tugas secara profesional sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang aman dan harmonis sepanjang perayaan berlangsung. Perhatian khusus juga diberikan pada keselamatan para peziarah, terutama dalam prosesi laut yang membutuhkan pengawasan ekstra. Pengaturan arus transportasi di bandara, pelabuhan, dan terminal dilakukan secara optimal, didukung patroli bahari terpadu serta kesiapan tim medis di setiap pos pelayanan, guna memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar tanpa hambatan. Lebih dari sekadar operasi pengamanan, kehadiran Polda NTT Penuh Kasih dalam Semana Santa tahun ini menjadi simbol bahwa negara hadir dengan hati. Melalui pendekatan penuh kasih, setiap langkah pengamanan tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Di tengah doa-doa yang dipanjatkan dan prosesi yang dijalankan dengan penuh iman, ada satu hal yang terasa nyata, bahwa kedamaian bukan hanya dijaga, tetapi juga dirawat dengan ketulusan.

Ungkap Kasus Gajah hingga Narkoba, Total 161 Personel dan Warga Terima Penghargaan Polda Riau Hukrim
Hukrim
Rabu, 01 April 2026 | 11:41 WIB

Ungkap Kasus Gajah hingga Narkoba, Total 161 Personel dan Warga Terima Penghargaan Polda Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau memberikan penghargaan kepada 161 kepada personel kepolisian dan masyarakat atas kontribusi pengungkapan berbagai kasus, mulai dari perburuan gajah liar hingga narkotika, dan illegal logging. Total 52 personel menerima Pin Emas dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, sedang sebanyak 33 personel lainnya dianugerahi Pin Perak. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam mengungkap kasus perburuan gajah liar di Riau. Tidak hanya itu, 76 penerima lainnya terdiri dari personel kepolisian, warga sipil, karyawan, hingga sekuriti. Seluruh penghargaan diserahkan saat upacara di halaman Mapolda Riau, Rabu (1/4). Kapolda Riau, Hery Heryawan, mengatakan penghargaan ini tindak lanjut arahan Kapolri agar apresiasi tidak hanya diberikan kepada anggota kepolisian, tetapi masyarakat yang turut membantu pengungkapan kasus. “Penerima penghargaan bukan hanya anggota Polda Riau dan jajaran, tetapi juga dari masyarakat, dokter, sekuriti, perusahaan, dan semua pihak yang mendukung pengungkapan kasus penting,” ujarnya. Ia menegaskanpenghargaan diberikan kepada mereka yang dinilai berprestasi dan memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Menurutnya, selain kasus perburuan gajah, penghargaan juga diberikan atas pengungkapan kasus narkotika dan illegal logging. Hal ini mencerminkan komitmen Polda Riau dalam memberikan perlindungan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga terhadap lingkungan dan satwa. Adapun rincian penerima penghargaan dari Kapolda Riau di antaranya 20 personel Ditresnarkoba yang berhasil mengungkap penyelundupan heroin, 4 personel Ditlantas yang menyelamatkan masyarakat dari kondisi gagal ginjal, 23 personel Polres Rokan Hilir dalam pengungkapan kasus sabu, serta 15 personel Polres Indragiri Hulu terkait kasus illegal logging. Penghargaan juga diberikan kepada tujuh atlet yang berlaga di ajang Piala Kemenpora, seorang sekuriti yang menyelamatkan mahasiswi UIN Suska, dua personel BBKSDA Riau, dua karyawan Telkomsel, serta dua orang informan. Kapolda menegaskan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Tetapi, ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga integritas. “Jika ada yang melakukan pelanggaran atau merusak marwah institusi, tentu akan kita tindak tegas,” tegasnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada media yang selama ini turut mengawasi dan menyebarkan informasi positif, serta memberikan masukan kepada Polda Riau. “Semoga kehadiran kita semua dapat memberikan manfaat bagi sesama, lingkungan, dan alam yang selama ini menjadi sumber kehidupan,” sebutnya.

Bibit Pohon Jadi Hadiah Ultah Kapolres Kepulauan Meranti Dorong Peduli lingkungan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:29 WIB

Bibit Pohon Jadi Hadiah Ultah Kapolres Kepulauan Meranti Dorong Peduli lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus hadirkan inovasi membangun kedekatan internal sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Di antaranya melalui kegiatan pemberian bibit pohon secara simbolis kepada personel yang berulang tahun. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Merbau, Polres Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (28/3) pagi. Penyerahan bibit pohon dilakukan Kanit Reskrim Polsek Merbau, Ipda Efrianto, S.H., mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. Personel yang menerima penghargaan tersebut adalah Aipda Mardoni yang tengah merayakan ulang tahun ke 44. Di momen itu, ia menerima satu batang bibit pohon mangga sebagai simbol penghargaan sekaligus ajakan untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ipda Efrianto menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar bentuk perhatian pimpinan kepada anggota, tetapi juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program penghijauan. “Pemberian bibit pohon ini memiliki makna mendalam. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang berulang tahun, juga sebagai upaya bersama menjaga alam agar tetap asri dan mengurangi polusi udara,” ujarnya. Lantas Ia mengutip filosofi Kapolda Riau tentang pentingnya pohon bagi kehidupan. Menurutnya, pohon tidak hanya memberi manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan, perlindungan, dan kehidupan. “Tunas pohon ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi bumi dan menjadi sumber kehidupan. Ketika tumbuh besar, pohon tersebut akan menjadi kuat dengan batang yang kokoh, dahan yang menopang, daun yang rindang untuk berteduh, serta akar yang kuat sebagai penopang kehidupan,” jelasnya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota di lingkungan Polres Kepulauan Meranti. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Melalui program sederhana namun penuh makna ini, Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi merawat lingkungan dan membangun nilai kebersamaan di tubuh institusi.

Tanpa Terkecuali, Seluruh Personel Polda Riau dan Polres hingga Polsek Jajaran Serentak Tes Urine Hukrim
Hukrim
Senin, 23 Februari 2026 | 14:23 WIB

Tanpa Terkecuali, Seluruh Personel Polda Riau dan Polres hingga Polsek Jajaran Serentak Tes Urine

Pekanbaru, katakabar.com - Sebagai bentuk komitmen tegas mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, seluruh personel Polda Riau beserta jajaran Polres hingga Polsek melaksanakan tes urine secara serentak, di lapangan apel Mapolda Riau, Senin pagi (23/2). Kegiatan ini atensi langsung Kapolri, sebagai langkah konkret memastikan seluruh anggota Polri di wilayah hukum Polda Riau bersih dari penyalahgunaan narkotika. Tes urine dilakukan tanpa terkecuali, mulai dari Kapolda Riau, Wakapolda Riau, para Pejabat Utama (PJU), Kapolres/Ta jajaran, hingga seluruh personel di tingkat Polsek. Pelaksanaan tes urine serentak ini juga menjadi salah satu bentuk pengawasan dan pengendalian (Waskat dan Wadal) secara berjenjang terhadap anggota Polri, sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat di Lingkungan Polri. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan Polri. Sebagai aparat penegak hukum yang berada di garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, anggota Polri harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini menyasar personel dari berbagai satuan fungsi, mulai dari bintara hingga perwira menengah di lingkungan Mapolda Riau. Ia menyampaikan kegiatan ini menindaklanjuti arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus mewujudkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba. "Kami secara terus-menerus melakukan pengawasan internal melalui Inspektorat Jenderal Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) terus memantau dan pengecekan bagi seluruh anggota," ucap Irjen Herry Heryawan. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dan masyarakat untuk mencegah narkoba masuk dan merusak kehidupan generasi muda. P4GN bukan hanya tugas aparat hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan Gerakan ini, Indonesia diharapkan menjadi Indonesia Bersih Narkoba. "Tidak ada ampun bagi personel Polda Riau yang terbukti baik itu sebagai pengguna. Pengguna saja kalau terbukti akan dikenai aturan tegas sesuai aturan apalagi yang terlibat dalam transaksi narkotika," jelasnya. Kapolda Riau kembali mengingatkan agar personel tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencoreng institusi. Polda Riau tidak akan memberikan toleransi bagi personel yang terlibat. "Yang terbukti melakukan pelanggaran atau kejahatan, bergabung dengan sindikat kejahatan terutama narkoba tidak ada ampun. Karena dari awal saya sampaikan 'Melindungi Tuah Menjaga Marwah'," terangnya. Irjen Herry Heryawan menambahkan pihaknya terbuka menerima saran dan kritikan. Ia meminta masyarakat untuk melapor melalui aplikasi Yanduan Online. Polda Riau memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan mendadak sebagai bagian dari langkah preventif sekaligus represif menjaga marwah institusi serta mewujudkan Polri yang Presisi, dan bersih dari narkoba.

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat Hukrim
Hukrim
Jumat, 20 Februari 2026 | 15:35 WIB

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat

Selatpanjang, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti resmi terapkan pemakaian tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan program Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Riau, dan dilaunching serentak, Jumat (20/2). Di Polres Kepulauan Meranti, apel launching tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitonga, serta diikuti para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel. Turut hadir Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri. Prosesi launching ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan personel. Momen itu menjadi penegasan seragam kepolisian kini berpadu dengan identitas budaya Melayu. Dalam arahannya, Kapolres Kepulauan Meranti menegaskan pemakaian tanjak dan selempang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bersejarah yang sarat makna. "Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat nilai-nilai adat serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning,” ujar AKBP Aldi. Menurutnya, tanjak dan selempang bukan sekadar atribut pelengkap. Di balik kain yang tersemat di kepala dan pundak itu, tersimpan simbol jati diri, kehormatan, serta harapan masyarakat terhadap polisi yang santun dan berintegritas. "Tanjak dan selempang bukan hanya atribut. Ini adalah simbol jati diri dan lambang kehormatan. Di pundak setiap anggota tersemat harapan masyarakat tentang kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam bertugas,” tegasnya. AKBP Aldi menambahkan, budaya Melayu mengajarkan kekuatan tidak semata-mata lahir dari ketegasan, tetapi juga dari kelembutan budi, kehalusan tutur kata, serta kebijaksanaan dalam bertindak. "Polisi yang profesional adalah polisi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus dicintai masyarakat,” tambahnya. Kapolres juga menekankan pendekatan humanis tidak cukup dibangun melalui tugas operasional semata, tetapi harus ditopang dengan sentuhan budaya dan penghormatan terhadap kearifan lokal. "Dengan mengenakan tanjak dan selempang, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat Melayu, hadir di tengah-tengah mereka, menjaga serta menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi,” ucap AKBP Aldi. Kapolres menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan Disporapar atas sinergi dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Negeri Sagu. Selanjutnya, ia turut mengajak seluruh personel menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan tugas kepolisian,” tandasnya.

Polda Riau Tuntaskan Pelatihan 475 Personel Tim RAGA, Siap Tekan Kejahatan Jalanan Jelang Ramadhan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:46 WIB

Polda Riau Tuntaskan Pelatihan 475 Personel Tim RAGA, Siap Tekan Kejahatan Jalanan Jelang Ramadhan

Pekanbaru, katakabar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi tutup Pelatihan Tim RAGA Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan SPN Polda Riau, Sabtu (14/2). Penutupan dipimpin langsung Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Prabowo Santoso dan dihadiri KA SPN Polda Riau, Kombes Pol Indra Duaman serta para pejabat utama. Pelatihan gelombang kedua ini berlangsung sejak 9 hingga 14 Februari 2026 dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang diberikan mencakup sosialisasi KUHP, penggunaan kekuatan, teknik penangkapan, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), hingga pertempuran jarak dekat. Respons Strategis Hadapi Dinamika Kamtibmas Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Prabowo Santoso, menegaskan dinamika keamanan di Provinsi Riau menunjukkan kecenderungan meningkatnya potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan jalanan, kenakalan remaja hingga premanisme. Menurutnya, pembentukan Tim RAGA merupakan langkah strategis sebagai respons atas tantangan tersebut. “Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan sosial yang positif. Tim RAGA dibentuk sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi kehidupan sosial masyarakat secara nyata,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam penegakan hukum. Prinsip proporsionalitas, kata dia, menjadi landasan utama agar setiap tindakan personel tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat dan pencegahan kerusakan sosial, bukan sekadar pembalasan. Total 475 Personel Siap Bertugas Sementara, KA SPN Polda Riau Kombes Pol Indra Duaman menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapan personel dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Riau. Gelombang pertama diikuti 231 personel, sedangkan gelombang kedua diikuti 244 personel. Dengan demikian, total 475 personel Tim RAGA telah terlatih dan siap diterjunkan ke lapangan. “Diharapkan Tim RAGA dapat bergerak efektif dalam menekan angka street crime yang meresahkan masyarakat. Kehadiran 475 personel ini merupakan langkah nyata dan respons strategis Polda Riau dalam memberikan rasa aman kepada seluruh warga,” ujarnya. Perkuat Pengamanan Jelang Ramadhan Menjelang bulan suci Ramadhan, keberadaan Tim RAGA diharapkan semakin memperkuat upaya preventif dan responsif dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah Riau dan Kota Pekanbaru. Selain peran aparat, masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila melihat, mendengar, maupun mengalami tindak pidana atau gangguan kamtibmas, warga dapat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui call center 110. Layanan tersebut dapat diakses gratis selama 24 jam dan terintegrasi dengan jajaran Polda Riau. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas terdekat guna memastikan respons cepat dan tepat di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat melalui pelaporan dini diharapkan mampu mencegah meluasnya gangguan keamanan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya Hukrim
Hukrim
Senin, 02 Februari 2026 | 09:15 WIB

Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 dengan menerjunkan 1.126 personel. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah strategis menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, Senin (2/2), menekankan pentingnya sektor lalu lintas sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. "Lalu lintas adalah urat nadi pergerakan manusia dan barang. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada keselamatan, tetapi juga produktivitas dan kualitas lingkungan hidup," ujarnya. Ia mengingatkan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, penyelenggaraan lalu lintas bertujuan menciptakan sistem yang aman, selamat, tertib, dan efisien, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan. Di kegiatan itu, Brigjen Hengki mengungkapkan fakta faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. "Sekitar 80 hingga 90 persen kecelakaan terjadi akibat human error. Kurangnya konsentrasi, perilaku ugal-ugalan, dan rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi persoalan utama," tegasnya. Menurutnya, lalu lintas merupakan sistem kompleks yang melibatkan manusia, kondisi jalan, teknologi kendaraan, dan lingkungan. Ketika keempat elemen tersebut bertemu di ruang yang sama, risiko kecelakaan menjadi tak terelakkan jika tidak dikelola secara menyeluruh. "Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, pendekatan keselamatan harus berbasis sistem, bukan semata-mata menyalahkan individu. Inilah yang dikenal dengan konsep Vision Zero," jelasnya. Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polantas. Adapun sasaran penegakan hukum dalam operasi ini di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi pabrikan (knalpot brong), truk yang memodifikasi rangka atau spesifikasi kendaraan, kendaraan pribadi yang digunakan tidak sesuai peruntukan. Kemudian kendaraan dengan TNKB atau pelat nomor tidak sesuai ketentuan, travel ilegal menggunakan kendaraan pribadi, serta penyalahgunaan kendaraan angkutan barang "Penindakan dilakukan melalui ETLE maupun teguran simpatik. Tujuan utama bukan menghukum, melainkan menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tertib dan selamat di jalan," jelas Hengki. Data Polda Riau menunjukkan, pada Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025 tercatat tiga kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia, serta lebih dari 3.124 pelanggaran lalu lintas. "Melalui operasi tahun ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Hengki. Ia mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan saat bertugas serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat. "Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga profesionalitas, dan hindari tindakan kontraproduktif. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan nyaman," pesannya. Brigjen Hengki mengajak seluruh personel untuk berdoa agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan menjadi fondasi kuat menjelang Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.

Kementerian PU Rescep Kirim Personel dan Siagakan Alat Berat Atasi Dampak Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Nasional
Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 08:40 WIB

Kementerian PU Rescep Kirim Personel dan Siagakan Alat Berat Atasi Dampak Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan sigap mengambil langkah-langkah strategis sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penanganan keadaan darurat pascabencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Kejadian yang berlangsung Senin (5/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA tersebut berdampak pada permukiman warga di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kampung Peling Sawang, dan Kampung Paseng di Kecamatan Siau Barat. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen tinggi Kementerian PU untuk hadir memberikan dukungan optimal di setiap lokasi terdampak bencana. “Kementerian PU mengerahkan seluruh kapasitas dan sumber daya yang dimiliki untuk menangani dampak banjir bandang ini. Keselamatan jiwa dan upaya pemulihan segera bagi masyarakat merupakan prioritas utama kami,” tegas Dody. Sebagai bagian dari aksi tanggap darurat, Kementerian PU melalui balai-balai teknis terkait telah segera mendistribusikan personel khusus, dan menyiagakan dua unit alat berat di lokasi kejadian untuk mendukung proses evakuasi, pencarian, serta pembersihan material sisa banjir. Untuk memperkuat operasi, telah dipersiapkan pula tiga unit excavator dari Kota Manado yang siap dimobilisasi menuju lokasi bencana. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado, Sugeng Harianto, menyampaikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan jajaran di lapangan. “Tim kami senantiasa berkoordinasi secara erat dengan petugas di wilayah kepulauan. Setelah memperoleh akses kapal menuju Pulau Siau, rencana pengiriman tambahan alat berat akan segera dieksekusi untuk memperkuat operasi penanganan di lokasi, yang saat ini telah didukung oleh alat berat yang tersedia,” jelas Sugeng. Dengan mempertimbangkan karakteristik geografis wilayah kepulauan yang unik, Kementerian PU mengoptimalkan koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan unsur Forkopimda setempat. Sinergi ini diharapkan dapat memperlancar mobilisasi peralatan, pembukaan akses menuju titik-titik terdampak, serta mendukung proses evakuasi dan pencarian secara lebih efektif. Tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, Kementerian PU juga telah melakukan asesmen awal terhadap kerusakan infrastruktur publik, meliputi jaringan sungai, jalan, dan prasarana pendukung lainnya. Hasil identifikasi ini akan menjadi landasan perencanaan tindak lanjut yang komprehensif, guna mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Personel Naik Pangkat, Kapolres Kepulauan Meranti Tekankan Profesionalisme dan Integritas Hukrim
Hukrim
Jumat, 02 Januari 2026 | 20:00 WIB

Personel Naik Pangkat, Kapolres Kepulauan Meranti Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Kepulauan Meranti, katakabar.com – Total 29 personel Polres Kepulauan Meranti resmi terima kenaikan pangkat dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Periode 1 Januari 2026, yang digelar, Jumat (2/1) sekitar pukul 11.00 WIB di halaman Mapolres Kepulauan Meranti. Upacara tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H, sekaligus jadi Inspektur Upacara berlangsung khidmat, aman, serta kondusif. Kenaikan pangkat tersebut, meliputi Bripda ke Briptu: 2 personel, Briptu ke Brigpol: 15 personel, Brigpol ke Bripka: 3 personel, Bripka ke Aipda: 2 personel, Aipda ke Aiptu 1 personel, Ipda ke Iptu 5 personel, dan Iptu ke AKP 1 personel. Total keseluruhan personel yang naik pangkat berjumlah 29 orang. Selain Kapolres, kegiatan ini turut dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., para Pejabat Utama (PJU), perwira, seluruh personel Polres Kepulauan Meranti, serta Bhayangkari. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan kenaikan pangkat bukanlah hak yang otomatis diterima, melainkan bentuk penghargaan dan kepercayaan institusi Polri atas dedikasi, loyalitas, disiplin, serta kinerja personel dalam menjalankan tugas. “Kenaikan pangkat membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar. Untuk itu, kepada personel yang naik pangkat harus meningkatkan profesionalisme, etos kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya Ia mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata, dan Catur Prasetya, serta menghindari pelanggaran disiplin maupun kode etik yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri. Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, sehingga seluruh personel dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat. “Kepada seluruh personel yang naik pangkat, saya ucapkan selamat. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan lebih humanis dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat,” jelasnya. Rangkaian kegiatan upacara ditutup dengan doa, pemberian ucapan selamat oleh pimpinan kepada personel yang naik pangkat, serta foto bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan kondusif. Upacara kenaikan pangkat ini merupakan agenda rutin kedinasan Polri yang memiliki nilai strategis sebagai pembinaan personel, peningkatan motivasi kerja, serta penguatan komitmen, dan loyalitas anggota terhadap institusi.

Kerahkan 1.771 Personel, Forkopimda Riau Kawal Malam Tahun Baru 2026 Riau
Riau
Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57 WIB

Kerahkan 1.771 Personel, Forkopimda Riau Kawal Malam Tahun Baru 2026

Pekanbaru, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar apel kesiapan pengamanan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (31/12). Apel dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Riau dan dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, Kasdam, Danrem, perwakilan DPRD Riau, serta sejumlah instansi terkait. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa apel ini menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi malam pergantian tahun, baik dari sisi pengamanan maupun sinergi antarinstansi. “Ini menandakan kita siap menyongsong Tahun Baru 2026. Siap dalam pengamanan, baik pengamanan objek vital, lokasi perayaan tahun baru, maupun tempat ibadah, khususnya gereja,” ujarnya. Kapolda menjelaskan, total 1.771 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan unsur Forkopimda lainnya. “Personel ini kita kerahkan untuk menguatkan dan merapatkan barisan dalam rangka mengamankan malam Tahun Baru agar berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” jelasnya. Untuk mendukung pengamanan, Polda Riau juga menyiapkan puluhan pos yang tersebar di berbagai titik. Terdiri dari 31 pos pengamanan, 16 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu. Kapolda turut mengimbau masyarakat Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, agar merayakan pergantian tahun dengan tertib serta mengutamakan keselamatan. “Mengingat beberapa daerah masih mengalami bencana, kami mengimbau agar perayaan dilakukan secara sederhana. Pesta kembang api atau kerumunan yang tidak penting sebaiknya dikurangi dan diganti dengan doa bersama demi keselamatan kita semua,” pungkasnya. Apel pengamanan ditutup dengan doa bersama lintas agama sebagai bentuk kebersamaan dan harapan agar Tahun Baru 2026 membawa kedamaian serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Riau.