Potensi Tokenisasi dalam Pertumbuhan Pasar Keuangan Syariah Indonesia Rp3.231 Triliun
Jakarta, katakabar.com - Berbekal populasi Muslim yang masif serta pesatnya adopsi teknologi rantai blok, Indonesia menyimpan potensi besar untuk mentransformasi ekosistem keuangan digital yang berlandaskan koridor syariah.
Kebangkitan Industri Manufaktur sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Jakarta, katakabar.com - Industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ini tumbuh 5,32 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
Bali, katakabar.com - Jika hari pertama Bali Tech Week menyoroti fondasi infrastruktur digital Indonesia, hari kedua membahas bagaimana memastikan ekonomi digital tetap aman, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang
Kripto Masuki Era Pertumbuhan: Tren Tokenisasi Jadi Motor Baru Industri Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan. Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan Founder Cardano, Charles Hoskinson. Ia menilai perkembangan blockchain mulai memasuki periode pertumbuhan eksponensial, seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi.
Hilirisasi Mineral Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta, katakabar.com - Penguatan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia membutuhkan motor baru yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar dari sekadar industry ekstraktif. Dengan kepemilikan sumber daya mineral dan batu bara yang besar, Indonesia konsisten mengoptimalkan hilirisasi sebagai salah satu strategi utama pemerintah untuk mengubah kekayaan alam menjadi fondasi industrialisasi, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan kontribusi ekonomi bagi Indonesia.
Palantir dan Apple Jadi Sorotan, Saham Teknologi AS Masih Punya Katalis Pertumbuhan
Jakarta, katakabar.com - Saham teknologi Amerika Serikat kembali menjadi perhatian investor seiring munculnya sejumlah katalis baru dari perusahaan besar seperti Palantir Technologies (PLTR) dan Apple (AAPL). Di satu sisi, Palantir terus memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (AI) melalui ekspansi kerja sama dengan perusahaan besar. Di sisi lain, Apple bersiap memasuki fase baru dengan peluncuran produk terbarunya yang berpotensi menjadi kejutan bagi pasar. Kedua perusahaan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan AI, inovasi teknologi, dan ekspansi bisnis masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan saham teknologi AS. Namun, di balik prospek pertumbuhan tersebut, investor juga perlu mencermati valuasi saham yang sudah relatif tinggi. Palantir Perkuat Bisnis AI Lewat Kemitraan Enterprise Palantir kembali menunjukkan pertumbuhan yang kuat setelah membukukan salah satu kuartal terbaik dalam sejarah perusahaan. Pada kuartal kedua 2026, pendapatan Palantir mencapai US$1,935 miliar, meningkat 93% secara tahunan. Bisnis perusahaan di Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 115% menjadi US$1,573 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap platform AI dan data analytics milik Palantir, baik dari sektor pemerintah maupun perusahaan komersial. Pendapatan komersial AS bahkan tumbuh 149% secara tahunan, sementara pendapatan dari pemerintah AS meningkat 90%. Palantir juga mencatat US$2,132 miliar dalam commercial bookings di AS selama kuartal tersebut. Angka ini hampir US$800 juta lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya. Perusahaan turut membukukan adjusted free cash flow sebesar US$1,22 miliar dengan margin mencapai 63%. Kerja Sama dengan PwC Jadi Katalis Baru Momentum pertumbuhan Palantir semakin diperkuat melalui ekspansi kerja sama dengan PwC U.S. Pada 3 September 2026, kedua perusahaan mengumumkan perluasan aliansi strategis yang berfokus pada penggunaan AI untuk berbagai kebutuhan enterprise, termasuk merger dan akuisisi serta modernisasi sistem ERP. Keduanya juga memperkenalkan platform transaksi berbasis AI yang dibangun menggunakan Foundry dan Palantir AI Platform (AIP). Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan menyelesaikan proses merger, akuisisi, dan divestasi dengan lebih cepat sekaligus menekan biaya transaksi. Palantir sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan institusi besar, termasuk Nvidia serta Angkatan Darat Amerika Serikat. Serangkaian kemitraan ini memperkuat posisi Palantir dalam ekosistem AI yang semakin berkembang. Meski fundamental bisnisnya kuat, valuasi tetap menjadi perhatian. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$419 miliar, saham Palantir telah menghasilkan kenaikan yang sangat besar sejak IPO. Kondisi tersebut membuat investor perlu mempertimbangkan apakah pertumbuhan bisnis perusahaan masih cukup cepat untuk membenarkan valuasi sahamnya. Apple Bersiap Hadirkan Kejutan September Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada Apple menjelang acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Acara yang diberi nama “Surprise and Shine” tersebut diperkirakan menjadi salah satu momen penting bagi Apple, terutama karena merupakan peluncuran produk besar pertama di bawah CEO baru, John Ternus. Apple diperkirakan memperkenalkan lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Namun, salah satu rumor terbesar adalah kemungkinan hadirnya iPhone lipat pertama Apple. Perangkat tersebut berpotensi menjadi produk baru yang membawa Apple masuk lebih jauh ke pasar smartphone foldable. Saham Apple sendiri telah mencatat performa positif sepanjang 2026. Menjelang acara tersebut, saham Apple dilaporkan telah naik hampir 21% secara year-to-date dan mengungguli pasar secara keseluruhan. Jika iPhone lipat benar-benar diperkenalkan, produk tersebut dapat menjadi katalis pertumbuhan baru bagi Apple. Tetapi, investor tetap akan memperhatikan harga, penerimaan konsumen, serta seberapa besar kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan. Dua Strategi Berbeda di Era AI Palantir dan Apple menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam menghadapi perubahan industri teknologi. Palantir secara langsung memanfaatkan pertumbuhan AI dengan menyediakan platform data dan kecerdasan buatan bagi perusahaan serta pemerintah. Sementara itu, Apple lebih mengandalkan kekuatan ekosistem hardware dan software, sekaligus berupaya mempercepat inovasi AI dan menghadirkan kategori produk baru. Bagi investor, perkembangan kedua saham ini menunjukkan bahwa peluang di sektor teknologi tidak hanya datang dari perusahaan yang membangun AI, tetapi juga dari perusahaan yang mampu mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam produk dan layanan mereka. Meski demikian, performa bisnis yang kuat tidak selalu berarti harga saham akan terus naik. Investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi, kondisi pasar, prospek pertumbuhan, serta risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Pantau Saham Teknologi AS di Nanovest Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya. Nanovest aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasinya juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store. Dengan perkembangan AI yang semakin pesat dan inovasi produk yang terus bermunculan, saham seperti Palantir dan Apple masih akan menjadi perhatian investor. Namun, memahami fundamental perusahaan dan risiko tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan strategi investasi.
Philippines 2026 Soroti Peluang Pertumbuhan Industri Peternakan dan Perunggasan Filipina
Manila, katakabar.com - Industri peternakan dan perunggasan Filipina tengah membuka peluang bisnis yang semakin menarik. Pertumbuhan kebutuhan protein, modernisasi produksi ternak, serta tuntutan untuk meningkatkan produktivitas mendorong kebutuhan baru akan teknologi, keahlian, dan investasi. Peluang tersebut akan menjadi fokus utama Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus 2026 di SMX Convention Center Manila. Selama tiga hari, pameran ini mempertemukan produsen, pelaku agribisnis, pembeli, penyedia teknologi, dan profesional industri untuk mencari solusi, berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan mengembangkan bisnis. Edisi 2026 hadir dengan area pameran gross seluas 8.000 m², lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 173 perusahaan peserta telah dikonfirmasi—67 perusahaan lokal dan 106 perusahaan internasional—yang mewakili 22 negara, serta paviliun internasional dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok. Pasar Tumbuh Buka Peluang Bisnis Baru Data resmi terbaru menunjukkan momentum positif sektor perunggasan Filipina. Menurut Philippine Statistics Authority (PSA), produksi unggas mencapai 3,21 juta metrik ton pada 2025, naik 9,1% dibandingkan 2024, sementara produksi ayam tumbuh 9,8%. Tren positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, ketika produksi unggas meningkat 7,0% secara tahunan. Dari sisi nilai, produksi unggas tumbuh 7,1% dan nilai produksi peternakan meningkat 5,1% pada periode yang sama. “Filipina merupakan pasar yang patut diperhatikan oleh perusahaan peternakan internasional. Produksi unggas terus tumbuh, sementara produsen juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya, memperkuat kesehatan hewan dan biosekuriti, serta memodernisasi operasional. Kondisi ini menciptakan peluang nyata bagi perusahaan yang mampu menghadirkan teknologi dan solusi praktis yang tepat,” ujar Kevin Zhao, Senior Project Manager, VNU Asia Pacific. “Dengan 173 perusahaan peserta dari 22 negara, termasuk partisipasi internasional yang kuat dan paviliun dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok, Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 dirancang untuk mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan nyata pasar Filipina. Bagi perusahaan internasional, pameran ini bukan hanya tempat memperkenalkan produk, tetapi juga kesempatan untuk memahami pasar, bertemu calon distributor dan mitra bisnis, serta membangun hubungan jangka panjang di Filipina,” ucapnya. Tantangan Industri Jadi Peluang bagi Teknologi dan Investasi Industri masih menghadapi kenaikan biaya pakan dan produksi, risiko penyakit hewan, tekanan perubahan iklim, persaingan produk impor, fluktuasi harga di tingkat peternak, serta perubahan kebutuhan konsumen. Kondisi ini mempercepat permintaan terhadap solusi yang mampu meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan hewan, biosekuriti, otomatisasi, manajemen peternakan, dan kinerja pengolahan. Bagi pemasok internasional, peluang tersedia di seluruh rantai nilai: bahan baku dan aditif pakan; kesehatan hewan dan solusi veteriner; genetika, breeding dan hatchery; sistem kandang, pemberian pakan dan minum, serta kontrol iklim; otomatisasi dan produksi berbasis data; hingga teknologi pengolahan, penanganan, dan pengemasan telur serta unggas. Pasar ini juga membuka ruang untuk membangun jaringan distribusi, representasi lokal, kemitraan teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan produsen serta perusahaan agribisnis Filipina. Teknologi Global Bertemu Agribisnis Filipina Berdasarkan profil peserta saat ini, tiga segmen terbesar adalah Feed Ingredients & Additives (38,3%), Farm Production (29,8%), dan Animal Health (27,2%). Di sektor kesehatan hewan, pakan, dan nutrisi, peserta mencakup DSM-Firmenich, Kemin, ADM, PhilNutri Corporation, Philchema Inc., Pure Bioscience, Elanco, Angel Yeast, Arm & Hammer Animal Nutrition, dan Zinpro Animal Nutrition. Untuk breeding dan hatchery terdapat Aviagen, Hubbard, Emka Hatchery, dan Tetra Poultry Genetics, sementara sektor teknologi pakan menghadirkan antara lain New Hope, Alltech, BMEG, CPF Philippines, UNAHCO, Vitarich Corporation, dan Kasetphand Phils. Corp. Pemilik peternakan dan integrator juga dapat mengeksplorasi teknologi produksi dari Big Dutchman, SKOV, LUBING, Salmet-Fienhage, dan Qingdao Retech Farming Technology. Untuk solusi processing dan handling, perusahaan yang hadir antara lain MOBA, Nabel, Sanovo, dan Ovotherm Asia Pacific. Teknologi + Pengetahuan + Koneksi Bisnis Selain sourcing produk dan teknologi, edisi 2026 menghadirkan Poultry Forum untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan industri, dilengkapi kegiatan networking. Hosted Buyer Programme akan membantu mempertemukan qualified buyers dengan perusahaan peserta, membuka peluang untuk menemukan pemasok, pelanggan, distributor, dan mitra potensial. Pameran ini relevan bagi pemilik dan operator peternakan unggas, usaha broiler, layer dan breeder, integrator komersial, produsen ternak independen, peternak babi, sapi dan dairy, operator akuakultur, pemilik feed mill, produsen pakan, importir bahan baku pakan, nutritionist, formulator, dan grain trader. Bagi peserta pameran, platform ini membuka peluang untuk meluncurkan produk, meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan membangun kemitraan. Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan untuk mencari dan membandingkan solusi, belajar, berinvestasi, memperluas jaringan, dan mengembangkan bisnis. Gerbang Menuju Pasar Filipina Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines diposisikan sebagai platform pengembangan bisnis yang menghubungkan kebutuhan pasar Filipina dengan inovasi dan keahlian internasional. Bagi produsen Filipina, acara ini memberikan akses langsung ke teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Bagi perusahaan internasional, acara ini menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pembeli, menemukan mitra lokal, dan menjajaki ekspansi jangka panjang di Filipina.
Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas
Tiongkok, katakabar.com - Hisense sebagai merek global elektronik dan peralatan rumah tangga, perkenalkan strategi pertumbuhan berbasis AI. Bersama strategi ini, Hisense siap memasuki babak baru pengembangan global untuk terus mendorong inovasi, menghadirkan kehidupan yang cerdas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen. Pada Final FIFA World Cup 2026™ di New York, Hisense menggelar Hisense Global Partner Conference 2026. Momen ini menjadi wadah bagi Hisense untuk merangkul para konsumen dan mitra global dalam memperkenalkan visi masa depan di era AI. “AI telah mengubah segalanya, dan kita semua adalah bagian dari perubahan ini,” ujar Fisher Yu, CEO Hisense Group. “Di era AI, kita harus menyambut gelombang besar ini. Kami memperkuat strategi perusahaan melalui lima pilar utama: memperluas rekam jejak di seluruh rantai nilai AI; mentransformasi perangkat pintar menjadi pendamping rumah cerdas melalui inovasi skenario berbasis AI; mempertahankan pemasaran olahraga jangka panjang untuk memperkuat merek global; mengutamakan pendekatan berbasis layanan demi meningkatkan pengalaman pengguna; serta memperdalam glokalisasi guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan mitra kami,” imbuhnya. Di dalam pusat strategi, Hisense adalah wujud komitmen jangka panjang dalam perkembangan AI. Hisense tengah membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai. “Ketika kami memetakan Hisense ke dalam arsitektur ini, visi kami jelas membangun kembali seluruh bisnis kami berbasis AI,” jelas Yu. Di saat yang sama, Hisense memacu pertumbuhan di berbagai sektor seperti AI Hub, semikonduktor, energi cerdas, teknologi laser, hingga elektronik otomotif, sembari terus memperkuat lini bisnis perangkat pintarnya. Bagi konsumen, inovasi ini melahirkan era baru tempat perangkat rumah tangga bertransformasi menjadi pendamping cerdas. Bukan lagi sekadar alat, perangkat ini mampu membaca situasi, memahami preferensi personal, berinteraksi secara alami, dan bertindak secara proaktif. “Perangkat biasa sekadar menerima instruksi. Sebaliknya, seorang pendamping hadir untuk memahami Anda, membaca kebutuhan Anda, dan menciptakan kehangatan di rumah. Inilah masa depan yang sedang kami bentuk,” pungkas Yu. Visi ini telah hadir di seluruh ekosistem Hisense. Didukung V AI OS, TV Hisense dapat membaca keinginan pengguna dan menghadirkan tontonan favorit di saat yang paling pas. Tak hanya untuk hiburan, ekosistem ConnectLife menyatukan berbagai peralatan rumah tangga agar bertindak pintar dalam urusan dapur, perawatan pakaian, kenyamanan udara, hingga penghematan energi. Perpaduan fungsi AI ini menghadirkan kehangatan dan kemudahan baru di tengah keluarga. Berupaya memperkuat merk globalnya, Hisense menyatukan konsumen di seluruh dunia denegan kemitraan olahraga jangka panjang, melalui bahasa universal yang dipahami semua orang. “Sangat menyenangkan melihat mitra kami terus melangkah ke depan, menawarkan teknologi canggih seperti LED mutakhir, serta mendukung operasional VAR di setiap level pertandingan,” ungkap Romy Gai, Chief Business Officer FIFA. “Harvey Norman sangat mengapresiasi kemitraan dengan Hisense, terutama atas investasi global perusahaan yang berkelanjutan dalam teknologi mutakhir, inovasi, dan penguatan merek,” ucap Haydon Myers, Executive General Manager Electrical, Harvey Norman Australia. "Komitmen Hisense terhadap standar premium global terbukti lewat kemitraannya di tiga Piala Dunia FIFA berturut-turut. Komitmen jangka panjang inilah yang terus memperkuat merek Hisense sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi konsumen, mitra ritel, dan industri secara luas,” imbuhnya. Investasi jangka panjang Hisense di dunia olahraga global tumbuh berdampingan dengan perjalanannya di ranah internasional. Memasuki era baru, di mana AI meredefinisikan berbagai industri, Hisense akan terus menyinergikan teknologi mutakhir, kemitraan global, serta inovasi yang mengedepankan kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman hidup cerdas yang lebih bermakna.
RI dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia
dunia yang memiliki potensi sebesar ini. Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi seharusnya tidak hanya dikenang sebagai sebuah kunjungan kenegaraan. Kunjungan tersebut semestinya menjadi titik awal ketika dua peradaban besar memutuskan untuk membangun masa depan bersama, yang tidak hanya bertumpu pada sejarah, tetapi juga pada inovasi, kemitraan, dan kesejahteraan bersama.
Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di Cirebon, Dorong Pertumbuhan Esports Kampus dan Talenta Daerah
Cirebon, katakabar.com - Pop Mie Campus Gaming Ground kembali hadir pada 2026 dengan memperluas jangkauan ke berbagai kampus di luar Jabodetabek. Salah satu kota yang menjadi tujuan program tahun ini adalah Cirebon. Wilayah yang dinilai memiliki pertumbuhan komunitas gaming dan esports yang aktif di tingkat akar rumput (grassroots). Namun masih memiliki akses yang terbatas terhadap program pengembangan talenta esports berskala nasional. Penyelenggaraan di Cirebon diikuti oleh lebih dari 130 mahasiswa dengan partisipasi sebagai 24 tim dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tingginya keterlibatan peserta menunjukkan bahwa esports semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi salah satu ruang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan serta membangun jejaring komunitas. Esports Kampus Tidak Lagi Sekadar Ajang Kompetisi Perkembangan esports di lingkungan perguruan tinggi Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, esports kini mulai dipandang sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan hingga pemanfaatan teknologi digital. Melalui Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya mengikuti turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tetapi juga memperoleh wawasan mengenai berbagai peluang di industri esports melalui sesi diskusi bersama talenta EVOS. Mahasiswa diperkenalkan pada beragam potensi potensi di balik ekosistem esports. Mulai dari pemain profesional, content creator, manajemen tim hingga penyelenggaraan acara. Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai panitia kegiatan juga memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan event dan komunitas yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan perkembangan esports saat ini membutuhkan lebih banyak talenta dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas hanya pada mencari pemain profesional. “Banyak mahasiswa masih melihat esports hanya dari sisi kompetisinya. Padahal industri ini membutuhkan beragam profesi. Mulai dari manajemen tim, event organizer, content creator, analisis, desainer hingga berbagai posisi operasional lainya. Kampus menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan peluang tersebut sejak dini,” ujar Aufa. Membuka Jalur Karier Bagi Mahasiswa Salah satu bentuk pengembangan talenta yang dihadirkan dalam program ini adalah kesempatan bagi tim juara pertama turnamen untuk memperoleh invitation class EVOS Academy secara gratis. Program tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan lanjutan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan kompetitif mereka secara lebih serius dan memahami standar yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai pemain profesional. Selain peluang sebagai atlet esports, mahasiswa juga memperoleh pengalaman industri melalui keterlibatan sebagai panitia lokal dalam penyelenggaraan acara. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk memahami proses perencanaan, operasional acara, manajemen komunitas hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menilai bahwa kampus merupakan lingkungan yang tepat untuk memperkenalkan berbagai peluang yang lahir dari perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif. “Kami melihat banyak mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap dunia gaming dan esports. Karena itu program ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memperkenalkan berbagai peluang yang ada di dalam industri. Harapannya, mahasiswa dapat melihat bahwa minat mereka terhadap gaming juga bisa berkembang menjadi keterampilan dan peluang karier di masa depan," ungkap Pandu. Mengapa Cirebon? Pemilihan Cirebon sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tahun ini didasarkan pada tingginya aktivitas komunitas gaming dan esports lokal yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai kota penghubung di wilayah Jawa Barat bagian timur, Cirebon memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan komunitas esports di tingkat regional. Selain itu, tingginya aktivitas komunitas grassroots di kota ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari generasi muda terhadap esports. Meskipun akses terhadap program pengembangan talenta dan kegiatan industri berskala masih relatif terbatas dibandingkan di kota-kota besar. “Potensi talent esports Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Banyak komunitas yang tumbuh secara mandiri di daerah dan memiliki semangat yang luar biasa untuk berkembang. Karena itu, penting bagi kami untuk menghadirkan program yang dapat menjangkau mereka secara langsung,” tambah Aufa. Mendorong Ekosistem Esports Lebih Inklusif Menggabungkan kompetisi, edukasi dan pengembangan komunitas, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang membantu mahasiswa memahami perkembangan industri esports secara lebih komprehensif. Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kreatif digital. Sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak akses terhadap pengalaman, jaringan dan peluang yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.