Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di Cirebon, Dorong Pertumbuhan Esports Kampus dan Talenta Daerah
Cirebon, katakabar.com - Pop Mie Campus Gaming Ground kembali hadir pada 2026 dengan memperluas jangkauan ke berbagai kampus di luar Jabodetabek. Salah satu kota yang menjadi tujuan program tahun ini adalah Cirebon. Wilayah yang dinilai memiliki pertumbuhan komunitas gaming dan esports yang aktif di tingkat akar rumput (grassroots). Namun masih memiliki akses yang terbatas terhadap program pengembangan talenta esports berskala nasional. Penyelenggaraan di Cirebon diikuti oleh lebih dari 130 mahasiswa dengan partisipasi sebagai 24 tim dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tingginya keterlibatan peserta menunjukkan bahwa esports semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi salah satu ruang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan serta membangun jejaring komunitas. Esports Kampus Tidak Lagi Sekadar Ajang Kompetisi Perkembangan esports di lingkungan perguruan tinggi Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, esports kini mulai dipandang sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan hingga pemanfaatan teknologi digital. Melalui Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya mengikuti turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tetapi juga memperoleh wawasan mengenai berbagai peluang di industri esports melalui sesi diskusi bersama talenta EVOS. Mahasiswa diperkenalkan pada beragam potensi potensi di balik ekosistem esports. Mulai dari pemain profesional, content creator, manajemen tim hingga penyelenggaraan acara. Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai panitia kegiatan juga memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan event dan komunitas yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan perkembangan esports saat ini membutuhkan lebih banyak talenta dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas hanya pada mencari pemain profesional. “Banyak mahasiswa masih melihat esports hanya dari sisi kompetisinya. Padahal industri ini membutuhkan beragam profesi. Mulai dari manajemen tim, event organizer, content creator, analisis, desainer hingga berbagai posisi operasional lainya. Kampus menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan peluang tersebut sejak dini,” ujar Aufa. Membuka Jalur Karier Bagi Mahasiswa Salah satu bentuk pengembangan talenta yang dihadirkan dalam program ini adalah kesempatan bagi tim juara pertama turnamen untuk memperoleh invitation class EVOS Academy secara gratis. Program tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan lanjutan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan kompetitif mereka secara lebih serius dan memahami standar yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai pemain profesional. Selain peluang sebagai atlet esports, mahasiswa juga memperoleh pengalaman industri melalui keterlibatan sebagai panitia lokal dalam penyelenggaraan acara. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk memahami proses perencanaan, operasional acara, manajemen komunitas hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menilai bahwa kampus merupakan lingkungan yang tepat untuk memperkenalkan berbagai peluang yang lahir dari perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif. “Kami melihat banyak mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap dunia gaming dan esports. Karena itu program ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memperkenalkan berbagai peluang yang ada di dalam industri. Harapannya, mahasiswa dapat melihat bahwa minat mereka terhadap gaming juga bisa berkembang menjadi keterampilan dan peluang karier di masa depan," ungkap Pandu. Mengapa Cirebon? Pemilihan Cirebon sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tahun ini didasarkan pada tingginya aktivitas komunitas gaming dan esports lokal yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai kota penghubung di wilayah Jawa Barat bagian timur, Cirebon memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan komunitas esports di tingkat regional. Selain itu, tingginya aktivitas komunitas grassroots di kota ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari generasi muda terhadap esports. Meskipun akses terhadap program pengembangan talenta dan kegiatan industri berskala masih relatif terbatas dibandingkan di kota-kota besar. “Potensi talent esports Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Banyak komunitas yang tumbuh secara mandiri di daerah dan memiliki semangat yang luar biasa untuk berkembang. Karena itu, penting bagi kami untuk menghadirkan program yang dapat menjangkau mereka secara langsung,” tambah Aufa. Mendorong Ekosistem Esports Lebih Inklusif Menggabungkan kompetisi, edukasi dan pengembangan komunitas, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang membantu mahasiswa memahami perkembangan industri esports secara lebih komprehensif. Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kreatif digital. Sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak akses terhadap pengalaman, jaringan dan peluang yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.
Pusat Industri RI Bergeser, Subang Jadi Arah Baru Pertumbuhan
Subang, katakabar.com - Secara nasional, kawasan industri di Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh. Kementerian Perindustrian mencatat tingkat okupansi kawasan industri hingga awal tahun ini berada pada level 58,19 persen. Tetapi, pertumbuhan yang terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Bekasi dan Karawang membuat kawasan tersebut semakin padat, sehingga mendorong pelaku industri untuk mulai mencari lokasi baru di luar koridor Bekasi - Karawang. Ketimpangan distribusi ini mulai memengaruhi arah ekspansi industri. Di satu sisi, kawasan existing menghadapi keterbatasan land bank dan meningkatnya tekanan biaya, sementara di sisi lain, kebutuhan industri terus berkembang, tidak lagi sekadar membutuhkan lahan, tetapi juga ekosistem yang mampu mendukung efisiensi rantai pasok dan konektivitas global. Laporan Colliers International menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan lahan di kawasan industri yang telah matang, seperti Bekasi dan Karawang, mendorong pergeseran ekspansi ke wilayah baru, termasuk Purwakarta hingga Subang. Pergeseran ini mencerminkan pola perkembangan kawasan industri yang mengikuti ketersediaan lahan dan dukungan infrastruktur yang lengkap; jalan tol, pelabuhan dan bandar udara. Perubahan kebutuhan ini juga sejalan dengan berkembangnya sektor industri baru seperti kendaraan listrik, elektronik, hingga pusat data, yang menuntut kesiapan infrastruktur dan integrasi kawasan sejak awal. Dalam konteks tersebut, wilayah Subang mulai muncul sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru. Didukung oleh kehadiran Pelabuhan Patimban serta akses ke jaringan Tol Trans-Jawa, kawasan ini menawarkan struktur biaya operasional yang memfasilitasi kelangsungan industri manufaktur jangka panjang. Sinergi antara konektivitas infrastruktur yang efisien, ketersediaan kawasan industri, hingga tenaga kerja yang kompetitif memberikan alternatif biaya produksi yang berdaya saing tinggi di samping koridor industri mapan seperti Bekasi dan Karawang. Kawasan ini dinilai memiliki fondasi yang lebih relevan untuk mendukung fase baru industrialisasi di Indonesia. “Kalau sebelumnya industri cukup mencari lahan, sekarang mereka mencari ekosistem yang siap pakai, mulai dari logistik, tenaga kerja, hingga konektivitas global. Kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi di kawasan yang sudah padat,” ujar Binawati Dewi, GM Sales & Tenant Relations Suryacipta. Ia menambahkan, pergeseran ini bukan sekadar ekspansi geografis, melainkan perubahan dalam cara industri menentukan lokasi investasi. “Ini bukan hanya soal perkembangan industri, tetapi tentang bagaimana industri beradaptasi dengan kebutuhan baru. Kawasan yang sejak awal dirancang untuk terintegrasi akan menjadi pilihan utama,” ucapnya. Seiring dengan tren tersebut, Subang Smartpolitan yang dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta) - anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), telah diposisikan sebagai kawasan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa kini. Kawasan ini tidak hanya dikembangkan sebagai area industri, tetapi juga mengusung konsep kota terintegrasi yang menggabungkan fungsi industri, komersial, dan hunian dalam satu ekosistem. Dengan kombinasi kebutuhan industri yang semakin kompleks, distribusi kawasan industri yang tidak merata, serta dukungan infrastruktur nasional, Subang kini mulai dipandang sebagai salah satu arah baru dalam peta pertumbuhan industri Indonesia. Jika tren ini berlanjut, pergeseran pusat pertumbuhan industri ke wilayah baru diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa tahun ke depan.
Bitcoin Pizza Day 2026: Dari Dua Loyang Pizza Simbol Pertumbuhan Aset Digital Global dan Nusantara
Jakarta, katakabar.com - Bitcoin Pizza Day di peringati setiap 22 Mei. Bertepatan dengan ini Tim FLOQ turun membagikan Bitcoin dan Pizza gratis bersama komunitas kripto di Blok M, yang diramaikan lebih dari 70 anggota komunitas. Mengapa Bitcoin Pizza Day dirayakan komunitas Web3? Bitcoin Pizza Day adalah momen bersejarah ketika 10.000 Bitcoin digunakan untuk membeli dua loyang pizza pada tahun 2010. Pada tanggal tersebut di tahun 2010, Laszlo Hanyecz membeli dua loyang pizza menggunakan 10.000 BTC, sebuah transaksi yang saat itu hanya bernilai sekitar US$41. Transaksi sederhana tersebut kini dikenang sebagai tonggak awal penggunaan Bitcoin di dunia nyata, sekaligus simbol bagaimana teknologi digital dapat berkembang menjadi bagian dari sistem keuangan global modern. Di masa itu, Bitcoin masih dianggap eksperimen internet yang hanya dikenal oleh komunitas kecil pengembang dan penggemar teknologi. Belum ada ETF Bitcoin, belum ada perusahaan besar yang menyimpan Bitcoin sebagai treasury asset, dan belum ada regulasi aset digital seperti saat ini. Tetapi, transaksi sederhana tersebut menjadi bukti awal Bitcoin dapat digunakan sebagai alat tukar di dunia nyata, bukan sekadar kode digital di internet. Seiring waktu, Bitcoin berkembang jauh melampaui ekspektasi banyak orang. Dari aset digital yang hampir tidak memiliki nilai pada 2010, Bitcoin kini telah tumbuh menjadi salah satu aset digital terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai triliunan dolar AS dan partisipasi institusi global yang terus meningkat. Pada harga Bitcoin di kisaran US$77,000 pada tahun 2026, nilai 10.000 BTC tersebut secara teoritis setara dengan lebih dari US$770 juta. Meski sering disebut sebagai “pizza termahal di dunia,” Laszlo Hanyecz sendiri beberapa kali menyatakan bahwa ia tidak menyesali transaksi tersebut. Menurutnya, transaksi itu justru membantu membuktikan bahwa Bitcoin dapat digunakan untuk membeli barang nyata dan menjadi bagian dari ekonomi digital. Bitcoin Pizza Day kini berkembang menjadi simbol perjalanan industri aset digital secara global. Setiap tahunnya, komunitas kripto di berbagai negara memperingati momen ini melalui edukasi, meetup komunitas, hingga kampanye adopsi aset digital. Di balik cerita dua loyang pizza tersebut, terdapat sejarah penting tentang bagaimana sebuah teknologi baru mulai memperoleh kepercayaan dan utilitas di dunia nyata. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,37 juta pengguna dengan nilai transaksi spot kripto mencapai Rp22,24 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai melihat Bitcoin dan aset digital bukan hanya sebagai tren teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi perilaku finansial digital jangka panjang. Mengapa Semakin Banyak Orang Indonesia Mengadopsi Bitcoin? Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan adopsi Bitcoin di Indonesia didorong oleh beberapa faktor utama: 1. Generasi Digital Semakin Familiar dengan Teknologi Finansial Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, semakin terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk pembayaran, investasi, dan aktivitas finansial sehari-hari. Hal ini membuat aset digital menjadi lebih mudah diterima dibanding satu dekade lalu. 2. Regulasi dan Pengawasan Semakin Jelas Dengan pengawasan industri di bawah OJK dan penguatan regulasi melalui UU P2SK, industri aset digital di Indonesia bergerak menuju ekosistem yang lebih matang, transparan, dan terstruktur. 3. Kesadaran Diversifikasi Aset Di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan pelemahan nilai tukar di berbagai negara, sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan diversifikasi aset melalui instrumen alternatif seperti emas, saham global, hingga Bitcoin. 4. Bitcoin Dipandang Sebagai Aset Digital dengan Kelangkaan Terbatas Bitcoin memiliki suplai maksimum 21 juta BTC, berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak oleh bank sentral. Narasi kelangkaan digital ini menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin mulai diperhatikan sebagai aset jangka panjang. 5. Edukasi dan Akses yang Semakin Mudah Platform lokal kini semakin fokus pada edukasi pengguna, mulai dari pemahaman dasar aset digital hingga strategi manajemen risiko. Pendekatan ini membantu masyarakat memahami bahwa investasi aset digital bukan sekadar mengikuti hype pasar. Perbandingan Historis Beberapa Kelas Aset Sejak Bitcoin Diperkenalkan Sejak Bitcoin pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009, berbagai kelas aset mengalami pertumbuhan dengan karakteristik yang berbeda-beda. Bitcoin dikenal sebagai aset dengan pertumbuhan historis tertinggi, namun juga memiliki volatilitas yang jauh lebih besar dibanding instrumen tradisional seperti emas maupun deposito. Berikut ilustrasi perbandingan historis beberapa kelas aset utama sejak 2009 hingga 2026: Dari Eksperimen Internet ke Aset Global Saat transaksi pizza pertama menggunakan Bitcoin terjadi pada tahun 2010, belum ada ETF Bitcoin, belum ada partisipasi institusi global, dan belum ada regulasi aset digital seperti sekarang. Saat ini, Bitcoin telah menjadi bagian dari diskusi global mengenai: · diversifikasi aset, · teknologi blockchain, · treasury perusahaan, · hingga masa depan sistem keuangan digital. Bitcoin Pizza Day bukan hanya tentang “pizza termahal di dunia”, tetapi juga tentang bagaimana teknologi baru dapat berkembang dari sesuatu yang dianggap kecil menjadi bagian dari perubahan besar dalam sistem ekonomi global. Sebagai platform aset digital yang berizin dan diawasi OJK, FLOQ percaya bahwa edukasi, transparansi, dan pemahaman risiko tetap menjadi fondasi utama dalam mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan. Bitcoin dikenal sebagai salah satu aset digital dengan pertumbuhan historis paling signifikan, meskipun tetap disertai volatilitas yang tinggi dibandingkan instrumen investasi tradisional. Langkah Berikutnya Di mana pun Anda berada dalam perjalanan investasi, langkah selanjutnya adalah memastikan Anda memiliki pemahaman dan strategi yang tepat. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perkembangan Bitcoin dan peran institusi global dalam mendorong adopsi aset digital, pengguna dapat membaca artikel berikut: Bukan Lagi Spekulasi: Bitcoin Kini Dilirik Raksasa Keuangan Wall Street Seperti dipaparkan sebelumnya, FLOQ menyediakan FLOQ Academy, sebuah platform edukasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami dasar-dasar investasi kripto secara bertahap dan terstruktur. Seluruh materi dapat diakses secara gratis, termasuk seri video edukasi melalui kanal YouTube FLOQ, sehingga pengguna dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan mereka. Sementara itu, bagi trader yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam analisis maupun kemudahan bertransaksi, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service. Dengan dukungan tim trading desk serta layanan yang lebih personal, pengguna dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan pengalaman trading yang lebih optimal. Tim kami dapat dihubungi melalui [email protected] Layanan ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi strategi, tetapi juga mendukung pengelolaan portofolio yang lebih terarah di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. Catatan Penting: Setiap instrumen investasi memiliki profil risiko, volatilitas, dan karakteristik yang berbeda. Bitcoin dan aset digital dikenal memiliki volatilitas tinggi yang dapat menyebabkan fluktuasi harga secara signifikan dalam waktu singkat. Pengguna diharapkan untuk selalu melakukan riset mandiri, memahami risiko, serta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di 7 platform media sosial, serta lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen meningkatkan literasi aset digital melalui FLOQ Academy yang dapat diakses tanpa biaya oleh seluruh pengguna dan publik.
Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Jakarta, katakabar.com - Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Cosmas, CEO dan Founder Voresi. Bangun Ekosistem Talenta dari Vocation Hingga Economic Value Berdiri pada 2024 lalu, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja temukan dan kembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi membangun karier berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja temukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruhmembangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yakni platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Traction Kuat di Indonesia Siap Replikasi ke Pasar ASEAN Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan. Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.
Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang 8,47 Persen
Jakarta, katakabar.com - Triwulan I, Januari hingga Maret 2026, Kereta Api Indonesi (KAI) Bandara catat kinerja positif dengan total volume penumpang mencapai 1,7 juta penumpang penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,6 juta penumpang atau tumbuh 8,47 persen (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong peningkatan mobilitas masyarakat serta kepercayaan pengguna terhadap layanan transportasi kereta api bandara yang semakin andal, tepat waktu, dan nyaman. Di wilayah Yogyakarta, layanan KA Bandara mencatat total 697 ribu penumpang, meningkat 12,11% dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 621 ribu penumpang. Secara rinci, layanan YIA PSO mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 20,16 persen, dari 390 ribu menjadi 469 ribu penumpang. Sementara itu, layanan YIA Xpress tercatat 227 ribu penumpang. Adapun di wilayah Sumatera Utara, total penumpang mencapai 1,1 juta penumpang, tumbuh 6,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 900 ribu penumpang. Layanan KA Srilelawangsa relasi Medan – Bandara Kualanamu mencatat kenaikan 7,75 persen menjadi 406 ribu penumpang, sedangkan relasi Medan – Binjai – Kualabingai meningkat 5,26 persen menjadi 651 ribu penumpang. Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan capaian ini hasil dari konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperluas aksesibilitas transportasi publik berbasis rel. “Kinerja positif pada Triwulan I 2026 ini menjadi bukti bahwa layanan KA Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung perjalanan yang efisien dan terintegrasi. Ke depan, KAI Bandara akan terus menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan konektivitas, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder guna mendukung mobilitas masyarakat yang berkelanjutan,” jelasnya. KAI Bandara optimistis tren pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya menjelang periode libur panjang dan momentum hari besar nasional. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H 7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di [email protected]
Hisense ASEAN 2026 PC: Perkuat Lokalisasi Dorong Pertumbuhan Bersama Mitra Regional
Kuala Lumpur, katakabar.com - Hisense, merek global terkemuka di bidang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga, sukses menggelar Hisense ASEAN Partner Conference 2026 di Kuala Lumpur pada 31 Maret hingga 1 April 2026. Mengusung tema “Innovating a Brighter Life, Win-win for Future”, konferensi ini menegaskan komitmen Hisense dalam memperdalam strategi lokalisasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan bersama mitra di kawasan ASEAN. Konferensi dibuka dengan pengalaman langsung yang kaya serta pameran produk yang beragam, menghadirkan empat zona tematik utama yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan komersial Technology Life Zone, Health Life Zone, Art Life Zone, dan Business Zone. Berbagai produk unggulan Hisense turut dipamerkan, termasuk RGB MiniLED 116 inci UX TV, Air Conditioner U8, serta kulkas RQ600. Pameran ini menegaskan keunggulan Hisense dalam inovasi teknologi mutakhir, riset dan pengembangan mandiri, serta portofolio produk premium, sekaligus menunjukkan kemampuan komprehensif perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan klien komersial ASEAN yang semakin beragam dan meningkat. Selain pameran produk, lokasi acara juga menghadirkan dua zona pengalaman interaktif Indoor Golf Interactive Experience Area dan 2026 World Cup Zone, yang memadukan semangat olahraga dengan keseruan interaksi. Mantan pesepak bola profesional Malaysia, Syed Adney, turut hadir sebagai tamu spesial. Ia bersama Hisense secara resmi meluncurkan 2026 ASEAN World Cup ESG Plan, serta berdiskusi mendalam dengan para tamu undangan mengenai topik penting seperti praktik tanggung jawab sosial di bidang olahraga regional dan tanggung jawab sosial perusahaan. Inisiatif ESG ini melanjutkan berbagai program sosial Hisense di ASEAN, termasuk pengembangan talenta sepak bola usia muda serta donasi peralatan rumah tangga untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di panti asuhan. Sejak memasuki pasar ASEAN, Hisense mencatat pertumbuhan stabil dan berkualitas tinggi berkat dukungan kuat dari mitra. Dalam tiga tahun terakhir, Hisense mencatat tingkat pertumbuhan rata-rata (CAGR) sebesar 18,7%, dengan bisnis merek tumbuh pada CAGR 27,4%. Segmen peralatan rumah tangga Hisense mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 19,4%, sementara kanal e-commerce melonjak hingga 46%. Sejumlah produk premium seperti TV layar besar dan mesin cuci wash & dry secara konsisten menempati tiga besar di berbagai negara ASEAN. Bisnis B2B Hisense juga menunjukkan terobosan signifikan melalui implementasi proyek-proyek utama, termasuk proyek commercial display di Indonesia dan proyek Kelin Electrical. Seiring dengan pengembangan bisnisnya, Hisense juga mendorong 29 perusahaan untuk membangun basis di Thailand melalui pengembangan Kawasan Industri Thailand, sehingga memperkuat pertumbuhan industri regional dan mewujudkan visi “berakar dan tumbuh menjadi hutan” (“taking root and growing into a forest”) di ASEAN. Clara Chang, Presiden Hisense ASEAN, menegaskan keberhasilan Hisense di ASEAN didukung oleh dua faktor utama: inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal dan fokus pada pengalaman pengguna. “Menghadapi dinamika global dan pasar yang terus berkembang, Hisense akan semakin mengedepankan pendekatan yang berpusat pada pelanggan, serta memperkuat pengembangan di berbagai aspek, mulai dari merek, produk, layanan hingga digitalisasi,” ujar Clara. “Kedepannya, Hisense akan terus mengimplementasikan strategi “Local for Local” dengan menghadirkan solusi berbasis tiga pilar utama teknologi, kesehatan, dan seni serta meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi,” imbuhnya. Melalui penguatan lokalisasi dan komitmen terhadap keberlanjutan, Hisense optimistis dapat menghadirkan pengalaman hidup yang lebih cerdas, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat ASEAN, sekaligus tumbuh bersama mitra menuju masa depan yang lebih sejahtera.
2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Catat Pertumbuhan Angkutan dan Perluas Manfaat Sosial
Tanjungkarang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang catatkan kinerja positif sepanjang Januari hingga Desember 2025 lalu. Peningkatan terjadi pada sektor angkutan penumpang, angkutan barang, serta realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), seiring komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan andal. Manajer Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan pada 2025 lalu jumlah penumpang yang dilayani mencapai 1.168.670 pelanggan, meningkat 6,77 persen dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.094.578 pelanggan. “Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Zaki. Di sektor angkutan barang, Divre IV Tanjungkarang berhasil mengangkut 28.389.349 ton barang sepanjang tahun 2025, meningkat 1,39 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebanyak 28.000.174 ton. Kinerja positif tersebut didukung oleh optimalisasi operasional, peningkatan keandalan sarana dan prasarana, serta komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran distribusi logistik, khususnya angkutan batu bara sebagai komoditas utama. “KAI Divre IV Tanjungkarang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui perawatan sarana dan prasarana secara konsisten guna mendukung keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api,” ujar Zaki. Selain kinerja operasional, ulas Zaki, Divre IV Tanjungkarang juga meningkatkan kontribusi sosial melalui program TJSL. Sepanjang 2025 lalu, KAI Divre IV Tanjungkarang telah menyalurkan dana sebesar Rp1.251.775.800, meningkat 53,66 persen dibandingkan 2024 silam sebesar Rp814.625.481. Sedang Dana TJSL tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program, sambung Zaki, seperti pengembangan sarana pendidikan, dukungan tempat ibadah, peningkatan kesehatan masyarakat, bantuan korban bencana alam, serta pengembangan fasilitas umum dan lingkungan. Program ini, ucapnya, bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah operasional. “Kami berharap program TJSL ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mempererat hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tandasnya.
Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lewat Hilirisasi Mineral dan Pengembangan Ekosistem Baterai
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah percepat pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai strategi utama mendorong hilirisasi mineral dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek kolaborasi Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) ini diharapkan menjadi motor bagi peningkatan daya saing industri nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem rantai industri baterai secara terintegrasi, mulai dari pertambangan nikel, smelter, high pressure acid leaching (HPAL), produksi precursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Dengan total nilai investasi proyek diperkirakan mencapai US$ 7 miliar hingga US$ 8 miliar, pemerintah terus melanjutkan pengembangan fasilitas baterai dari tahap awal berkapasitas 10 gigawatt (GW) yang telah beroperasi sejak 2023. Ke depan, kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan tambahan 20 GW guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri baterai dan kendaraan listrik. “Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil usai penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium ANTAM-IBI-HYD, di penghujung Januari 2026 lalu. Bahlil menjelaskan rantai industri ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemajuan ekonomi. Bukan hanya meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menerangkan, Indonesia memiliki sumber bahan baku nikel, yang nantinya akan dipasok oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang berkolaborasi dengan konsorsium. Pemerintah pun menargetkan kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara, dengan porsi di atas 50%, bahkan di kisaran 60%–70%. “Ini implementasi Pasal 33. Kekayaan alam harus dikelola negara dan diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” jelasnya. Sementara, Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menyatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sekaligus membangun kemandirian teknologi baterai di dalam negeri. “Sejak awal, misi utama IBC adalah menyukseskan proyek Dragon dan Titan. Kerja sama dengan Huayou ini merupakan kelanjutan dari proyek Titan, setelah sebelumnya bersama LG. Kami ingin memastikan hilirisasi ini benar-benar memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia,” kata Aditya. Menurut Aditya, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional. “Harapannya, partnership ini menjadi learning curve bagi Indonesia, sehingga ke depan kita tidak hanya menjual sumber daya, tetapi juga mampu memproduksi baterai dengan teknologi kita sendiri,” sebutnya.
Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto, pedagang aset kripto Nomor 1 di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid dan berkelanjutan sepanjang 2025. Kinerja positif ini ditandai dengan peningkatan jumlah pengguna, ekspansi produk, serta penguatan ekosistem industri kripto nasional. Capaian tersebut diperkuat dengan suksesnya pergelaran Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang didukung penuh oleh Xendit sebagai mitra strategis. Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (YoY) mencapai 75 persen. Jadi sepanjang 2025, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40 persen, mencerminkan kuatnya kepercayaan serta tingginya aktivitas perdagangan pengguna. Dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menempatkannya sebagai salah satu exchange kripto di Indonesia dengan pilihan IDR pair terbanyak. Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan brand strategis serta secara aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui 168+ inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di 50+ kota, termasuk menjadi exchange pertama yang menggelar kegiatan literasi kripto secara offline di Papua. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan strategi perusahaan yang fokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pasar. “Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi. Saat ini, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit startup dan exchange kripto resmi di Indonesia yang memiliki pondasi keuangan yang solid dan berkelanjutan,” kata Calvin. Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit dan Futures atau Derivatif yang akan segera hadir di tahun ini. Seluruh inovasi ini dibangun di atas standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat untuk melindungi pengguna. Momentum pertumbuhan Tokocrypto juga tercermin dalam keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, sebuah forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto. Acara ini didukung oleh Xendit yang juga memaparkan “Journey, Milestone dan Industry Revolution” Salah satu sorotan utama ICO 2026 adalah pemaparan Dataxet Sonar tentang “2025 Social Media Crypto Insight”, yang menunjukkan percakapan media sosial terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Data tersebut juga mencatat volume percakapan kripto meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya minat dan diskursus publik terhadap aset digital. Selain itu, Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi memaparkan laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” yang mengungkap fakta penting terkait profil investor kripto nasional. Salah satu temuan paling mencolok adalah dominasi Generasi Z sebagai tulang punggung investor kripto Indonesia, khususnya pada rentang usia 18 hingga 34 tahun. Bagi generasi ini, kripto telah menjadi bagian dari percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, komunitas, dan jejaring sosial. ICO 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Subani, Direktur Utama Bursa CFX, Robby, Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia, Sandiaga Uno, Co-Founder Saratoga sekaligus Indonesia Strategic Investor, Rifai Taberi, Direktur Government Relations Xendit, Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, serta Niki Sekar Dewayani, Head of Community Coinvestasi. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri, regulator, investor, dan komunitas dalam membangun ekosistem kripto Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Tokocrypto turut mempertegas komitmennya terhadap kontribusi sosial berkelanjutan dengan menyerahkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara, yayasan yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan yayasan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi komunitas. Di kegiatan sama, Sandiaga, menyampaikan apresiasi atas perhatian Tokocrypto terhadap program-program yayasan, serta menilai penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook 2026 sebagai ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk membaca arah industri, memperluas literasi publik, dan memperkuat ekosistem industri kripto di Indonesia. “Terima kasih atas dukungan Tokocrypto untuk program-program Yayasan Indonesia Setara. Kolaborasi seperti ini penting agar dampak sosial bisa lebih luas, sekaligus memperkuat literasi publik dan sinergi lintas pemangku kepentingan melalui Indonesia Crypto Outlook 2026 demi mendorong ekosistem industri kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” tutur Sandiaga. Dengan kinerja bisnis yang solid dan peran aktif dalam pengembangan ekosistem, Tokocrypto menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam mendorong pertumbuhan industri kripto Indonesia menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.
India Stack: Infrastruktur Publik Digital India Pertumbuhan Inklusif dan Transformasi Global
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India menegaskan komitmen India mendorong transformasi digital yang inklusif melalui pengembangan dan penerapan India Stack, sebuah ekosistem Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah menjadi pondasi utama bagi kemajuan layanan publik dan ekonomi digital India. India Stack merupakan kumpulan Application Programming Interface (API) terbuka dan Digital Public Goods yang memungkinkan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi secara digital. Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip tanpa uang tunai, tanpa kertas, dan tanpa kehadiran fisik, guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Komponen utama India Stack meliputi Aadhaar sebagai identitas digital nasional, Unified Payments Interface (UPI) untuk sistem pembayaran instan, DigiLocker untuk penyimpanan dokumen digital, e-Sign, e-KYC, Direct Benefit Transfer (DBT), serta berbagai platform layanan publik lainnya, termasuk sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial. Dikonseptualisasikan sejak awal tahun 2000-an dan mulai diimplementasikan pada 2009 melalui program Aadhaar, India Stack dikembangkan sebagai sistem yang aman, interoperable, dan dapat diskalakan. Meskipun berangkat dari pengalaman India, kerangka kerja ini tidak terbatas pada satu negara dan dapat diadaptasi oleh negara maju maupun negara berkembang. India Stack mencerminkan pendekatan India dalam membangun infrastruktur digital yang berorientasi pada kepentingan publik serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Lima Lapisan Utama India Stack India Stack beroperasi melalui lima lapisan utama. Lapisan cashless mendukung transaksi keuangan digital secara real-time melalui UPI dan sistem pembayaran interoperable lainnya. Lapisan paperless memungkinkan penyimpanan dan pertukaran dokumen resmi secara elektronik. Lapisan presence-less menyediakan verifikasi identitas digital tanpa kehadiran fisik melalui Aadhaar. Lapisan consent memastikan perlindungan data pribadi melalui mekanisme persetujuan yang transparan dan berbatas tujuan. Sementara, lapisan commerce yang didukung oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital yang terbuka, kompetitif, dan inklusif, khususnya bagi UMKM. Penerapan India Stack telah memberikan manfaat langsung bagi ratusan juta warga India. Infrastruktur ini memainkan peran penting dalam memperluas inklusi keuangan, meningkatkan akses layanan publik, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi digital. Melalui mekanisme DBT, penyaluran subsidi dan bantuan pemerintah kini dilakukan secara langsung ke rekening penerima, sehingga mengurangi kebocoran dan praktik korupsi. Keberhasilan India Stack telah menjadikannya model global bagi pembangunan infrastruktur publik digital. India secara aktif berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan negara-negara sahabat dalam membangun DPI sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun tantangan terkait perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan inklusivitas digital masih terus dihadapi, India Stack telah membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat tata kelola layanan publik. Komitmen Kerja Sama Internasional Kedutaan Besar India menegaskan kesiapan India untuk terus memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia, dalam pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur publik digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi digital, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat global. Artikel ini ditulis oleh Debnath Shaw, mantan Komisioner Tinggi untuk Tanzania dan Duta Besar untuk Azerbaijan. Pernah bertugas di Misi India di Hong Kong, Beijing (dua kali), Bonn, dan Dhaka, serta di Kantor Pusat dalam berbagai posisi. Pernah ditempatkan di Kementerian Pertahanan sebagai JS (PIC) 2005-07. Visiting Fellow di CSIS, Washington DC 2004-05.