Petakan

Sorotan terbaru dari Tag # Petakan

Sunday Routine: Susun Trading Plan dan Petakan Kalender Ekonomi Mingguan Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:08 WIB

Sunday Routine: Susun Trading Plan dan Petakan Kalender Ekonomi Mingguan

Jakarta, katakabar.com -  Beberapa jam sebelum bel pembukaan bursa keuangan internasional kembali berbunyi di awal pekan, malam hari pada hari Minggu memegang peranan yang sangat vital bagi kesiapan seorang trader. Menghadapi pekan baru tanpa perencanaan yang matang ibarat berlayar di tengah lautan tanpa petunjuk arah. Lantaran itu, para pelaku pasar profesional selalu memanfaatkan ketenangan hari Minggu untuk membuka grafik kerangka waktu besar, menandai zona-zona krusial, dan menyusun rencana perdagangan yang objektif agar tidak terkejut oleh perubahan dinamika pasar esok hari. Langkah awal yang wajib dilakukan dalam rutinitas hari Minggu adalah memetakan area batas bawah (support) dan batas atas (resistance) utama berdasarkan grafik mingguan. Prinsip dasar dalam belajar trading menekankan bahwa level-level psikologis ini berfungsi sebagai panduan utama untuk mengidentifikasi di mana titik jenuh beli atau jenuh jual kemungkinan besar akan terjadi. Dengan memahami batas-batas pergerakan harga ini sejak awal, Anda tidak akan mudah panik atau terburu-buru mengambil keputusan saat melihat lonjakan harga jangka pendek yang sering muncul pada sesi perdagangan Asia di Senin pagi. Persiapan teknis tersebut kemudian disempurnakan dengan menyelaraskan peta grafik bersama jadwal kalender ekonomi internasional untuk seminggu ke depan. Mencatat jam rilis data penting seperti pengumuman suku bunga bank sentral atau laporan ketenagakerjaan memungkinkan Anda untuk mengukur tingkat volatilitas risiko secara presisi. Di dalam ekosistem pasar berjangka, kesiapan ini memberikan keunggulan taktis untuk menetapkan pembatasan risiko secara terukur sebelum volatilitas tinggi tiba, sehingga aktivitas trading online yang Anda jalankan dapat dieksekusi dengan ketenangan mental yang penuh. Mengeksekusi rencana perdagangan mingguan yang terstruktur menuntut dukungan dari broker dengan keunggulan eksekusi sistem tingkat tinggi tanpa kendala penundaan. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang berdedikasi tinggi untuk menyediakan lingkungan transaksi terjangkau, aman, serta sepenuhnya patuh pada regulasi industri. Untuk segera memulai langkah taktis awal pekan Anda dan menguasai peluang pasar keuangan internasional secara konsisten, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Siap-siap Masuki Perdagangan Karbon, SSMS Petakan Sumber dan Serapan Emisi Tekno
Tekno
Senin, 11 Desember 2023 | 21:43 WIB

Siap-siap Masuki Perdagangan Karbon, SSMS Petakan Sumber dan Serapan Emisi

Jakarta, katakabar.com - Nationally Determined Contribution (NDC) 2016 atau Enhanced NDC 2022 dan pengendalian emisi Gas Rumah Kaca (GRK), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) komitmen melakukan percepatan implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk mendukung upaya pemerintah agar capai target. Chief Sustainability Officer SSMS, Henky Satrio W. menjelaskan, perkebunan kelapa sawit potensial berpartisipasi dalam perdagangan karbon melalui tiga skema, meliputi konservasi stok karbon, peningkatan karbon stok, dan penurunan emisi dalam produksi. "Perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan dan ramah lingkungan memiliki potensi menyimpan karbon dalam jumlah yang cukup besar yang dapat menyumbang pada penurunan emisi," ujarnya lewat pernyataan resmi SSMS, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (11/12). Guna mewujudkan komitmen itu, SSMS mulai memetakan sumber emisi GRK dan menghitung potensi serapan karbon yang terjadi di lingkup operasional. SSMS kerja sama dengan konsultan eksternal PT Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) melakukan perhitungan karbon di salah satu perkebunan kelapa Sawit SSMS Group, PT Mitra Mendawai Sejati. Metodologi penghitungan yang digunakan sesuai dengan ketentuan dari KLHK, yakni melalui pembuatan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) dan mendaftarkan dalam paltform Sistem Registrasi Nasional (SRN) sebelum masuk dalam tahapan Validasi dan Verifikasi. Dijabarkan Henky, SSMS telah melakukan beberapa upaya meminimalkan emisi karbon diantaranya dari sektor energi dan limbah pabrik kelapa sawit. "Yakni pengoperasian Methane Capture dan Bio-CNG Plant dengan cara memanfaatkan limbah cair pabrik sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi tenaga listrik dan bahan bakar operasional," ulasnya. Dari sektor pertanian, sebutnya, pengurangan emisi melalui substitusi penggunaan pupuk anorganik menjadi pupuk organik. Semua limbah hasil pengolahan kelapa sawit 100 persen digunakan kembali seperti pemanfaatan limbah cair (POME) dan jangkos untuk meminimalisir penggunaan pupuk kimia (anorganik). Di sektor kehutanan dan tata guna lahan, kegiatan penghitungan karbon sebagai bagian dari Program Blue Carbon Initiative, solusi berbasis alam yang mengacu pada pengelolaan dan penggunaan alam yang berkelanjutan diantaranya perlindungan areal Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan pengelolaan areal konservasi orangutan di Pulau Salat. Di momen sama, Henky menerangkan hasil perhitungan serapan karbon dari lima sektor, PT Mitra Mendawai Sejati diperkiraan dapat menurunkan emisi sebesar 345 ribu ton CO2e per tahun. Saat ini, proses implementasi NEK sudah pada tahap validasi Dokumen Rancangan Aksi Mitigasi (DRAM). SSMS menargetkan pertengahan tahun depan dapat mengantongi Sertifikat Pengurangan Emisi GRK (SPE-GRK) untuk masuk dalam perdagangan karbon di Indonesia. “SSMS melihat peluang untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui perdagangan kabon," bebernya. Untuk itu, sambunya, SSMS siap dukung pemerintah mewujudkan perdagangan karbon di Indonesia. Apalagi ini sejalan dengan komitmen pengendalian emisi GRK menuju net zero emmision (NZE) serta ikut berkontribusi pada komitmen nasional terhadap NDC,” tandasnya.

Satlantas Polres Bersama Dishub Petakan Rawan Laka Dan Macet di Pelalawan Hukrim
Hukrim
Senin, 21 Agustus 2023 | 21:45 WIB

Satlantas Polres Bersama Dishub Petakan Rawan Laka Dan Macet di Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - Satuan lalu lintas Polres Pelalawan bersinergi dengan Dinas Perhubungan tinjau titik lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dan macet di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Senin (21/8). Kegiatan Satlantas Polres Pelalawan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan sekaligus cek rambu-rambu lalu lintas di sejumlah lokasi berpotensi sering terjadi pelanggaran lalu lintas hingga jadi pemicu terjadi kecelakaan lalu lintas. "Ada beberapa titik rawan kecelakaan di Jalan Raya Lintas Timur, nantinya bakal ditindaklanjuti, dan segera dipasang rambu-rambu larangan parkir, larangan mendahului. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto diteruskan Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Akira Ceria. Mantan Kasat lantas Polres Dumai ini menjelaskan, Unit Kamsel Satlantas Polres Pelalawan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan telah cek rambu lalu lintas di sejumlah lokasi, meliputi Jalan Lintas Timur kilometer 62 simpang Perak hingga Jalan Lintas Timur kilometer 69 simpang Langgam. "Kita sudah koordinasi bersama Dinas Perhubungan untuk pengaturan waktu di Traffic Light Jalan Lintas Timur ataupun simpang Langgam. Tujuannya, untuk mengurangi kemacetan di jam-jam tertentu. "Seluruh langkah dan antisipasi ini guna menciptakan situasi Kamseltibcar Lantas yang aman dan kondusif," tegasnya.