Polda NTT

Sorotan terbaru dari Tag # Polda NTT

Ungkap Jaringan Rokok Ilegal Internasional, Polda NTT: Kerugian Negara Diselamatkan Rp12,3 Miliar Hukrim
Hukrim
10 jam yang lalu

Ungkap Jaringan Rokok Ilegal Internasional, Polda NTT: Kerugian Negara Diselamatkan Rp12,3 Miliar

Kupang, katakabar.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) tunjukkan langkah strategis ungkap jaringan penyelundupan rokok ilegal internasional yang beroperasi di wilayah perbatasan Indonesia, Timor Leste. Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, memimpin langsung konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini sebagai bentuk transparansi sekaligus komitmen kuat dalam penegakan hukum. "Pengungkapan ini menjadi bukti nyata bahwa jalur perbatasan yang selama ini rawan kini tidak lagi menjadi ruang aman bagi praktik ilegal berskala besar," ujarnya. Pada operasi tersebut, Polda NTT bersama Bea Cukai Atambua berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp12,3 miliar. Sementara itu, total nilai barang bukti yang diamankan mencapai Rp23,1 miliar. "Angka ini menegaskan Polda NTT tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan strategis dalam melindungi keuangan negara dari kebocoran besar," jelasnya. Ia menekankan pengungkapan kasus ini menunjukkan efektivitas koordinasi antar instansi dalam menghadapi kejahatan lintas negara. “Kasus ini membuktikan bahwa koordinasi yang terbangun mampu mengungkap jaringan penyelundupan hingga ke level operasionalnya. Penanganannya pun kami pastikan berjalan sesuai prosedur hukum secara profesional dan terbuka," ucapnya. Kapolda NTT menjelaskan operasi ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari empat personel Polres Belu dan sembilan petugas Bea Cukai Atambua. Bahkan, Polda NTT telah memberikan penghargaan kepada para personel yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mengungkap jaringan lintas negara tersebut. Dari hasil pengungkapan, Polda NTT berhasil mengamankan tiga warga negara asing asal China yang diduga menjadi aktor utama dalam jaringan ini. Ketiganya berinisial LSR sebagai pengelola utama, LJW sebagai penanggung jawab distribusi, dan HRO sebagai pelaksana teknis penimbunan barang ilegal. Barang bukti yang diamankan Polda NTT tidak sedikit. Total 11 juta batang rokok jenis sigaret putih mesin (SPM) dengan pita cukai palsu berhasil disita. Nilai totalnya mencapai Rp23,1 miliar, mencerminkan besarnya skala operasi ilegal yang berhasil dihentikan oleh Polda NTT. Kapolda NTT menegaskan peredaran rokok ilegal membawa dampak luas, tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga merusak iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Lantaran itu, penindakan tegas dan berkelanjutan akan terus dilakukan, terutama di wilayah perbatasan yang rawan terhadap aktivitas ilegal lintas negara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menimpali jaringan ini diduga berasal dari China, dikirim melalui Dili, dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut di perairan Atapupu. Polda NTT memastikan pengawasan di jalur-jalur rawan akan semakin diperketat. Pengungkapan ini menjadi penegasan Polda NTT tidak hanya bertindak setelah kejadian, tetapi aktif memburu dan memutus jaringan ilegal hingga ke akarnya. Di perbatasan yang menjadi wajah terdepan Indonesia, Polda NTT hadir sebagai benteng kuat yang memastikan satu hal, praktik ilegal boleh mencoba masuk, tetapi tidak akan pernah dibiarkan bertahan.

Putus Rantai Mafia BBM: Polda NTT Ungkap 27 Kasus, Hak Rakyat Diselamatkan Hukrim
Hukrim
11 jam yang lalu

Putus Rantai Mafia BBM: Polda NTT Ungkap 27 Kasus, Hak Rakyat Diselamatkan

Kupang, katakabar.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengambil langkah tegas tindak praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang selama ini merugikan masyarakat. Polda NTT menunjukkan komitmen kuat menjaga distribusi energi agar tepat sasaran dan berkeadilan. Rentang Februari hingga Mei 2026, Polda NTT berhasil tangani 27 kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Penanganan ini mengindikasikan adanya jaringan ilegal yang beroperasi secara terorganisir dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir melalui Polda NTT untuk memastikan praktik yang merugikan masyarakat tidak terus berlanjut. Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, tegaskan pengungkapan ini langkah nyata Polda NTT dalam memutus rantai mafia energi yang menjadi penyebab kelangkaan BBM. "Polda NTT telah memetakan sekitar 40 orang yang berpotensi menjadi tersangka. Sebagian telah ditetapkan dan proses hukum masih berjalan. Penyidik Polda NTT terus melakukan pendalaman dengan dukungan ahli agar penanganan perkara ini komprehensif," kata Irjen Pol Dr. Rudi. Dari hasil penanganan kasus oleh Polda NTT, ujar Kapolda NTT, praktik penyalahgunaan ini diduga telah berlangsung sekitar tiga tahun. Total BBM subsidi yang disalahgunakan mencapai hampir 2.900 ton. Temuan ini menunjukkan pola penyalahgunaan dilakukan secara sistematis dan dalam skala yang cukup besar. Polda NTT juga menegaskan penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap internal. Dua anggota Polri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 24 April 2026, yakni Iptu HPD, Danki 4 Batalion B Pelopor Satbrimob Polda NTT, serta Aipda DGL, Kanit Paminal Polres Manggarai Timur. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga integritas institusi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menimpali Polda NTT tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran, termasuk oleh aparat. "Sanksi tegas akan diberikan, mulai dari kode etik hingga pidana. Dua personel yang telah ditetapkan sebagai tersangka saat ini menjalani proses sidang kode etik sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan publik," jelasnya. Penanganan oleh Polda NTT juga mengidentifikasi berbagai modus yang digunakan pelaku, mulai dari penyalahgunaan surat rekomendasi wilayah terpencil, kerja sama dengan operator SPBU, hingga praktik pengisian berulang menggunakan kendaraan berbeda. BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru dialihkan ke sektor industri dan kapal dengan harga lebih tinggi. Wilayah perbatasan seperti Malaka, Belu, dan TTU menjadi titik rawan karena adanya perbedaan harga BBM dengan negara tetangga. Kondisi ini kerap dimanfaatkan untuk memperluas distribusi ilegal. Namun melalui langkah penegakan hukum yang konsisten, Polda NTT terus mempersempit ruang gerak praktik tersebut. Langkah ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola distribusi BBM subsidi. Dengan semakin terkendalinya praktik penyalahgunaan, diharapkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin meningkat

Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Terjunkan 3.227 Personel Hukrim
Hukrim
Minggu, 05 April 2026 | 11:07 WIB

Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Terjunkan 3.227 Personel

Kupang, katakabar.com - Di tengah momen paling sakral bagi umat Kristiani, Polda NTT Penuh Kasih menghadirkan langkah besar yang tidak hanya soal pengamanan, tetapi juga tentang menjaga rasa tenang dan harapan. Lewat Operasi Semana Santa Turangga 2026, total 3.227 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Paskah berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, dengan pendekatan yang lebih humanis dan penuh kasih agar setiap umat dapat beribadah tanpa rasa khawatir. Kekuatan besar ini meliputi 1.319 personel Polri dan 1.908 personel lintas instansi mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga pemuda lintas agama. Ini bukan sekadar pengamanan biasa, tetapi gerakan bersama yang menunjukkan bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab kolektif, di mana semua pihak hadir dengan satu tujuan, melindungi, melayani, dan memastikan setiap momen ibadah berlangsung dengan nyaman sebuah wujud nyata dari semangat Polda NTT Penuh Kasih. Larantuka, Kabupaten Flores Timur, kembali menjadi pusat perhatian dunia dalam perayaan Semana Santa. Di wilayah ini, sebanyak 985 personel disiagakan penuh untuk mengawal prosesi darat dan laut yang sarat makna dan emosi spiritual. Ribuan peziarah yang datang setiap tahun menjadi bukti bahwa tradisi ini bukan hanya milik lokal, tetapi telah menjadi bagian dari warisan iman yang menginspirasi banyak orang. Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, menyampaikan operasi ini wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di momen penting keagamaan. “Kami ingin memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian bagi masyarakat, sebagaimana semangat Polda NTT Penuh Kasih yang kami bawa. Menurut Kapolda NTT, operasi ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026, dengan fokus pengamanan di 1.113 gereja serta jalur prosesi di Flores Timur dan Kota Kupang. Untuk memperkuat layanan, sebanyak 85 pos didirikan di berbagai titik strategis yang berfungsi sebagai pusat pengamanan, pelayanan, hingga bantuan darurat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan pendekatan yang digunakan dalam pengamanan mengedepankan nilai kemanusiaan. “Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan penuh kasih agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran aparat sebagai pelindung dan pengayom," timpalnya. Berbagai langkah strategis dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengamanan berlapis di setiap gereja hingga pengawasan jalur prosesi. Seluruh personel juga diarahkan untuk menjalankan tugas secara profesional sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang aman dan harmonis sepanjang perayaan berlangsung. Perhatian khusus juga diberikan pada keselamatan para peziarah, terutama dalam prosesi laut yang membutuhkan pengawasan ekstra. Pengaturan arus transportasi di bandara, pelabuhan, dan terminal dilakukan secara optimal, didukung patroli bahari terpadu serta kesiapan tim medis di setiap pos pelayanan, guna memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar tanpa hambatan. Lebih dari sekadar operasi pengamanan, kehadiran Polda NTT Penuh Kasih dalam Semana Santa tahun ini menjadi simbol bahwa negara hadir dengan hati. Melalui pendekatan penuh kasih, setiap langkah pengamanan tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Di tengah doa-doa yang dipanjatkan dan prosesi yang dijalankan dengan penuh iman, ada satu hal yang terasa nyata, bahwa kedamaian bukan hanya dijaga, tetapi juga dirawat dengan ketulusan.