PT SGN

Sorotan terbaru dari Tag # PT SGN

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025 Nasional
Nasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:01 WIB

Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III Raih Silver Rank di ASRRAT 2025

Bali, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penguatan kualitas pelaporan keberlanjutan di seluruh entitas usaha. Komitmen tersebut kembali memperoleh pengakuan pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Memasuki tahun ke 21 penyelenggaraan, ASSRRAT 2025 diikuti oleh 82 perusahaan dan organisasi, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia, termasuk tiga entitas sektor publik, serta empat entitas dari Bangladesh dan Filipina. Penganugerahan penghargaan dilaksanakan pada Jumat (28/11) di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menekankan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Ia menyoroti perkembangan berbagai kerangka dan regulasi internasional, seperti IFRS S1–S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy, yang mendorong perusahaan untuk menyajikan laporan keberlanjutan yang semakin terukur, dapat diperbandingkan, dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Sejalan dengan arah kebijakan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat tata kelola dan transparansi ESG, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), sebagai subholding dari Holding Perkebunan Nusantara berhasil meraih Silver Rank untuk Laporan Keberlanjutan Tahun Buku 2024. Capaian ini mencerminkan konsistensi holding dalam mendorong standardisasi pelaporan keberlanjutan yang mengacu pada praktik terbaik dan standar global. Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menyampaikan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan perusahaan dalam mengimplementasikan agenda keberlanjutan yang selaras dengan kebijakan holding. “Alhamdulillah, pada ASSRRAT tahun buku 2024 PT Sinergi Gula Nusantara meraih Silver Rank. Penghargaan ini menjadi bukti Sustainability Report kami telah disusun sesuai standar GRI dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Capaian ini adalah hasil kerja seluruh insan SGN dalam memperkuat implementasi ESG, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan emisi, hingga pemberdayaan petani tebu. Kami bersyukur atas pencapaian ini, dan semoga tahun depan peringkat tersebut dapat kami tingkatkan melalui peningkatan kualitas data dan penguatan program keberlanjutan perusahaan,” imbuhnya. ASSRRAT 2025 juga menjadi ruang strategis bagi perusahaan-perusahaan di Asia untuk meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan melalui mekanisme penilaian komprehensif dan pemberian umpan balik dalam bentuk scorecard. Melalui ajang ini, NCCR dan ICSP mendorong praktik pelaporan keberlanjutan yang semakin transparan, kredibel, dan selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Bagi Holding Perkebunan Nusantara, capaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, memperkuat transparansi, serta memastikan bahwa agenda keberlanjutan terintegrasi dalam strategi bisnis jangka panjang di seluruh lini usaha.

Kementan Gandeng Holding PTPN Lewat PT SGN Percepat Hilirisasi Komoditas Tebu Nasional
Nasional
Sabtu, 04 Oktober 2025 | 11:00 WIB

Kementan Gandeng Holding PTPN Lewat PT SGN Percepat Hilirisasi Komoditas Tebu

Surabaya, katakabar.com - Kementerian Pertanian RI bersama Holding Perkebunan Nusantara lewat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), menegaskan langkah strategis percepat program hilirisasi perkebunan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian RI bersama Direktur Utama PT SGN di sesi wawancara saat Rapat Kerja Program Hilirisasi Perkebunan yang digelar di Representative Office PT SGN, Surabaya. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan agenda hilirisasi tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah (adding value) sektor pertanian. “Sesuai gagasan besar Bapak Presiden, kita ingin hilirisasi pertanian agar tercipta nilai tambah. Dalam program ini, kita lakukan replanting dengan tanaman baru. Anggaran sebesar Rp9,95 triliun sudah disiapkan khusus untuk penyediaan bibit, yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan 1,6 juta lapangan kerja,” kata Andi Amran Sulaiman. Pada pelaksanaannya, timpal Mahmudi, Direktur Utama PT SGN PTPN Group melalui PT SGN dipercaya sebagai motor penggerak pendampingan di lapangan. Direktur Utama PT SGN menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan mandat tersebut. “Hilirisasi bukan sekadar program, melainkan amanah negara yang harus kami kawal. Untuk itu, PT SGN menempatkan komoditas tebu sebagai prioritas strategis demi tercapainya swasembada gula nasional,” tegas Mahmudi. Menurutnya, PT SGN menyiapkan langkah nyata untuk memastikan keberhasilan program, terutama dalam mendampingi petani. “Kami sudah menurunkan tim pendampingan ke berbagai daerah, membantu petani dalam percepatan bongkar ratoon maupun replanting. SGN hadir tidak hanya sebagai offtaker, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendukung petani di lapangan,” ucapnya. Soal anggaran khusus untuk tebu, Menteri Pertanian RI memaparkan pemerintah telah menyiapkan Rp1,6 triliun dari total anggaran. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung program replanting tebu, termasuk pembongkaran ratoon yang kini mendapat perhatian serius pemerintah. “Biasanya bongkar ratoon maksimal hanya 5 ribu hektare per tahun, sekarang sudah mencapai 17 ribu hektare, naik 200 persen. Itu hasil dari kebijakan Presiden ditambah dukungan bongkar ratoon gratis. Begitu besar perhatian pemerintah kepada petani,” ulas Mentan RI. Ia menekankan, dana Rp1,6 triliun tidak berhenti pada tahun ini saja, melainkan akan kembali tersedia pada tahun-tahun berikutnya. “Kami ingin sampaikan ke petani, ayo segera bongkar ratoon, pemerintah sudah mencairkan dana. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan cepat,” tegasnya. Adapun, cakupan wilayah yang mendapat alokasi dana mencapai 100 ribu hektare secara nasional, 70 ribu hektare berada di Jawa Timur, meliputi 26 kabupaten. Target percepatan program diharapkan dapat selesai dalam kurun RI waktu tiga bulan ke depan di seluruh Indonesia.