Di Karawang BPDP BLU Kemenkeu Seru Gen Z Gunakan Produk Hilirisasi Sawit Bangun Bisnis UMKM
Karawang, katakabar.com - Awal Juni 2026 lalu, Karawang, Jawa Barat jadi tempat Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit usung tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood”. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) BLU Kemenkeu dan majalah sawit, yang menggelar kegiatan selama dua hari. Hal ini selaras dengan potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda. Workshop diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang ingin kembangkan usaha berbasis produk turunan sawit. Bupati Karawang yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, mengatakan pemerintah daerah sambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM. Meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM. Ia menyebut sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya. "Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit. Tadi kami juga mendapat informasi sawit dapat dimanfaatkan untuk kriya dan fesyen. Karawang memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya," jelasnya. Dindin mengusulkan agar program beasiswa sawit yang dikelola BPDP dapat diperluas untuk menjangkau anak-anak pelaku UMKM yang memanfaatkan produk berbasis sawit. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali BPDP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan. Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM. "Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen. Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM. Di website BPDP juga terdapat katalog100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda," sebut Helmi. Helmi mencontohkan keberhasilan seorang mahasiswa yang pernah jadi peserta Inkubasi Bisnis BPDP dan Universitas Andalas yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan. "Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru dari Gen Z yang mampu mengembangkan produk UMKM sawit hingga menembus pasar ekspor," imbuhnya. Pimpinan Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, menuturkan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda. "Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," terangnya.
Dirut PTPN III Seru Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan
Bogor, katakabar.com - Transformasi sektor perkebunan nasional dinilai tidak bisa hanya bertumpu pada perusahaan dan pemerintah. Keterlibatan generasi muda melalui inovasi, teknologi, dan penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri perkebunan Indonesia di tengah tantangan pangan, energi, dan perubahan iklim. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan sektor perkebunan memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang. "Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa," kata Denaldy dalam Studium Generale bertema Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan di IPB University, Bogor, Selasa (9/6). Denaldy menjelaskan, transformasi industri perkebunan saat ini semakin berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan tuntutan keberlanjutan. Lantaran itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kebutuhan untuk mempercepat adaptasi sektor perkebunan terhadap perubahan global. "Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global," jelasnya. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan alumni IPB University. Turut hadir Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa IPB University M. Abdan Rofi, Founder Rembuk Pemuda Aidil Afdan Pananrang, serta Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana yang membuka acara secara resmi. Menurut Deni, forum yang mempertemukan dunia akademik dan industri penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan pembangunan nasional sekaligus kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. "Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya," terang Deni. Presiden BEM KM IPB, M Abdan Rofi, menilai berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi baru melalui inovasi dan pengembangan teknologi. "Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," ucapnya. Sementara, Aidil Afdan Pananrang menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi aktor utama pembangunan di masa depan. "Kerja-kerja untuk mengoptimalkan peluang bagi kemajuan bangsa bukanlah kerja satu atau dua pihak saja. Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju," bebernya. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai peluang karier di sektor perkebunan, pemanfaatan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi membangun industri yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, PTPN menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk mendukung pengembangan talenta muda dan transformasi sektor perkebunan nasional.
Pancasila Ideologi Abadi, MPC PP Rohul Seru Kader Amalkan Nilai-nilai Luhur di Tengah Masyarakat
Rokan Hulu, katakabar.com - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Rokan Hulu Peringati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6). Pada momentum bersejarah ini, organisasi Ormas terbesar di tanah air ini tidak hanya sekadar melakukan upacara, melainkan mengajak seluruh kader untuk benar-benar menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan tahun ini usung semangat Pancasila harus menjadi jiwa dan landasan utama dalam setiap gerak langkah organisasi, bukan hanya sekadar teori atau hafalan belaka. Ketua MPC PP Rokan Hulu, Syahmadi Malau, didampingi Sekretaris Carles, ST, menegaskan komitmen kuat seluruh jajaran pengurus dan anggota, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke basis desa. Mereka menekankan aktualisasi nilai Pancasila adalah kewajiban mutlak untuk menjaga keutuhan bangsa. "Pancasila bukan sekadar tulisan di atas kertas, melainkan harus menjadi napas dan pedoman dalam setiap tindakan nyata kita di tengah masyarakat," tegas Syahmadi Malau dalam keterangan resminya. Melalui peringatan ini, MPC PP Rokan Hulu berjanji akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengawal ideologi bangsa. Organisasi memastikan kehadiran para kader selalu memberikan dampak positif, manfaat, serta rasa aman bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Semangat kebersamaan dan kecintaan pada tanah air dikumandangkan dengan lantang melalui yel-yel dan semboyan "Pancasila Abadi!", sebagai bukti keteguhan hati bahwa Pemuda Pancasila akan selalu setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman dan gangguan.
Ketua MUI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Informasi Provokatif
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr Imam Ghozali M Pdi, imbau seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, Minggu (26/4). Dr Imam Ghozali, M Pdi menegaskan persatuan, dan kerukunan fondasi utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat punya tanggung jawab bersama untuk pererat tali silaturahmi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai di tengah keberagaman yang ada. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima, dan sebarluaskan informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial. Masyarakat, harap Ketua MUI Tanah Jantan nama lain dari Kepulauan Meranti, tidak mudah percaya terhadap berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menolak segala bentuk informasi yang bersifat provokatif, menyesatkan, dan berpotensi memecah belah persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. “Persatuan adalah kekuatan utama dalam menjaga kedamaian. Mari kita terus mempererat silaturahmi, saling menjaga kerukunan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” terang Dr Imam Ghozali M Pdi Melalui imbauan ini, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus menjaga persatuan, memperkokoh kebersamaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif
Stafsus Presiden Serukan Goro Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026
Jakarta, katakabar.com - Festival Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) angkat tema “Cerita Lokal, Karya Nusantara” sukses digelar tiga hari di M Bloc Space, Jakarta Selatan, menghadirkan model baru pemberdayaan UMKM berbasis solusi nyata. Selama tiga hari penuh, Melting Pop M Bloc Space, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem UMKM Indonesia. MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 usung tema "Cerita Lokal, Karya Nusantara", resmi ditutup dengan antusiasme luar biasa dari pelaku usaha, komunitas, hingga pemangku kepentingan nasional. Festival ini perkenalkan format baru yang tidak sekadar mengejar transaksi komersial melainkan berfokus pada penguatan kapasitas, literasi teknologi, dan ekosistem bisnis UMKM secara menyeluruh. Pada konteks Indonesia yang kini memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, urgensi pemberdayaan seperti ini tidak bisa ditunda. Pemerintah Serukan Gotong Royong (Goro) Digital Momen paling krusial MitMe Fest 2026 hadir pada hari penutupan: Dialog Strategis bersama Tiar N Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Digitalisasi. Sesi ini bukan seremonial belaka pameran tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan perspektif kebijakan negara dengan realitas keras yang dihadapi jutaan pelaku usaha di lapangan. Tiar membuka diskusi dengan mengurai paradoks digitalisasi Indonesia: meski penetrasi internet telah mencapai 77 persen hingga 80 persen hingga pelosok negeri, indeks literasi digital pelaku usaha secara umum masih stagnan di level menengah. Kondisi ini memunculkan risiko nyata adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi memperlebar jurang antara korporasi besar bermodal kuat dengan pengusaha mikro yang masih minim literasi, bahkan takut sekadar untuk mencoba. "Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta,” kata Tiar N Karbala. Pernyataan ini disambut dengan resonansi kuat dari audiens yang hadir para pelaku UMKM, mitra strategis, dan komunitas yang selama ini bekerja di garis terdepan pemberdayaan ekonomi lokal. Tiar menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan masalah ekosistem: butuh sinergi antara negara, platform digital, dan komunitas untuk benar-benar mengangkat UMKM naik kelas. Lebih dari Pameran: Intervensi Nyata untuk UMKM MitMe Fest 2026 dirancang sejak awal sebagai platform berbasis solusi setiap program memiliki tujuan strategis yang terukur. Sepanjang acara, UMKM difasilitasi dengan asesmen level usaha untuk memetakan posisi dan kebutuhan kompetensi bisnis mereka. Pojok konsultasi strategis tanpa biaya dibuka untuk siapa saja, termasuk sesi mendalam selama 1,5 jam bersama pelaku usaha kopi roastery yang membedah strategi adaptasi teknologi hingga penyelesaian sertifikasi halal. "Bagi kami, UMKM tidak boleh hanya dijadikan objek bisnis, melainkan harus diberdayakan agar mereka tumbuh lebih cepat dan kita bisa bersama-sama membangun cerita lokal,” ujar Adhitya Noviardi, Founder Ekosistem Mitme.id Program fasilitasi sertifikasi halal gratis turut hadir sebagai langkah konkret mendongkrak daya saing produk lokal. Workshop kreatif seperti merangkai bunga dan DIY keychain memperkuat dimensi experiential festival ini, menjadikannya inklusif bagi berbagai segmen dari keluarga hingga generasi muda yang haus pengalaman berbasis kreativitas. Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Bukti Nyata Sebagai wujud konkret dari semangat gotong-royong yang disuarakan Tiar, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor yang mengirimkan perwakilan UMKM Binaan Wondr By Bank BNI, Bank Mandiri, Jamkrindo, InJourney Airports, JNE, dan Waringin Hospitality. Sinergi ini memastikan pendampingan UMKM berjalan terintegrasi dari solusi pembiayaan hingga perluasan jaringan distribusi. Bukan Sekadar Event Sebuah Gerakan Berkelanjutan Founder MitMe menegaskan MitMe Fest bukan titik akhir, melainkan titik awal dari strategi jangka panjang yang lebih besar. "Kami melihat UMKM tidak hanya butuh panggung, tetapi juga arah dan akses. MitMe Fest dirancang untuk menjawab itu — menghubungkan kebutuhan dengan solusi secara langsung,” jelasnya. Pasca-penyelenggaraan, MitMe berkomitmen melanjutkan rangkaian program pendampingan, edukasi bisnis melalui aplikasi digital, dan pemanfaatan media sosial memastikan dampak tidak berhenti di hari penutupan, melainkan berlanjut dalam pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur bagi setiap UMKM yang terlibat.
OTDA ke XXX: Pj Sekda Rohul Seru Seluruh OPD Wujudkan Asta Cita
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Semangat kemandirian dan tanggung jawab terasa kental selimuti Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (27/4). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu secara khidmat gelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke XXX tahun 2026, usung tema besar "Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita". Bertindak selaku Inspektur Upacara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si, pimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri oleh Ketua DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Kepala OPD, seluruh Camat, serta pimpinan organisasi wanita di lingkungan Pemkab Rohul. Dalam amanatnya, Yusmar menekankan peringatan ke 30 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat langkah daerah dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat, selaras dengan delapan prioritas nasional atau Asta Cita. "Otonomi daerah memberikan ruang bagi kita untuk berinovasi dan mempercepat pembangunan. Melalui semangat Asta Cita, kita berkomitmen meningkatkan pelayanan publik dan daya saing Rokan Hulu," ujarnya penuh semangat. Yusmar menjelaskan, tema yang diangkat melambangkan kematangan daerah dalam bertanggung jawab mengelola sumber daya secara bersama-sama. "Pemerintah daerah dituntut untuk menyelaraskan langkah dengan program prioritas nasional yang mencakup delapan klaster penting, mulai dari kedaulatan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi kerakyatan," terangnya. Beberapa program strategis pun menjadi sorotan utama, seperti pengelolaan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi pasca bencana, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga reformasi birokrasi yang berbasis digital dan hasil nyata. "Kita ditantang untuk mewujudkan birokrasi yang cepat, lincah, dan responsif. Meskipun masih terdapat tantangan seperti kapasitas fiskal dan pengelolaan lingkungan, kita harus terus bergerak maju," tegasnya. Di akhir amanatnya, Pj Sekda mengingatkan kunci keberhasilan pembangunan terletak pada sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif yang mampu merespons potensi lokal dengan bijak. "Sinergi adalah kunci utama. Mari kita wujudkan pembangunan yang adil, merata, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat," imbuhnya. Acara berlangsung tertib dan penuh khidmat, menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk terus bekerja maksimal mengabdi pada negeri.
ETLE Mobile Diterapkan, AKP Shandra A Seru Masyarakat Disiplin dan Patuhi Aturan Lalin
Bengkalis, katakabar com - Implementasi (penerapan) sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile menggunakan perangkat handheld atau telepon genggam, rupanya sudah diberlakukan di Bengkalis, Riau beberapa hari belakangan ini. Lantaran itu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis seru masyarakat agar lebih disiplin patuhi aturan berlalu lintas saat berkendara di jalan raya. Selain itu, pengendara diminta pastikan seluruh perlengkapan keselamatan digunakan dengan baik dan benar untuk menghindari penindakan ETLE Mobile. "Penerapan ETLE Mobile menggunakan perangkat handheld atau telepon genggam sebenarnya sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir," jelas Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, dilansir dari laman rri.co.id, Selasa siang. Menurut AKP Shandra A, penilangan dengan ETLE Mobile ini, petugas tidak langsung berinteraksi dengan pelanggar. Hanya dilakukan dengan kamera handphone, dan foto yang tersimpan menjadi bukti pelanggaran yang masuk dalam sistem. "Data pelanggar akan diproses secara otomatis, kemudian pemilik kendaraan akan dihubungi melalui nomor telepon yang terdaftar serta dikirimkan surat ke alamat rumah," terangnya, Senin kemarin. Database pelanggar, terangnya, bakal dihubungi sesuai nomor telepon yang terdaftar dan disurati langsung ke rumah pemilik kendaraan. Ditegaskannya, pelanggar yang tidak menyelesaikan denda tilang dikenakan sanksi administratif berupa pemblokiran saat pembayaran pajak kendaraan. “Kalau tidak melakukan pembayaran denda tilang, saat pembayaran pajak akan terblokir. Pemilik kendaraan harus selesaikan lebih dulu denda tilang sebelum melakukan pembayaran pajak,” bebernya. Masyarakat, ucap AKP Shandra A, masih banyak belum menyadari penerapan ETLE Mobile ini. Kebanyakan baru mengetahui adanya pelanggaran saat mau membayar pajak kendaraan. “Penggunaan ETLE Mobile ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi rata-rata pengendara masih belum banyak menyadari. Biasanya baru diketahui saat akan membayar pajak,” ulasnya. Sistem ETLE Mobile, imbuhnya, cukup efektif dalam memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas karena setiap pelanggaran terekam secara jelas. “Kalau sudah di ETLE, pasal dan pelanggarannya jelas. Pelanggaran yang terdeteksi berupa pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, sabuk pengaman, serta cara berkendara yang membahayakan,” bebernya. Harapannya, sebutnya, dengan adanya sistem ini kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas kian meningkat untuk keselamatan bersama saat berkendara di jalan raya.
Putra Asal 'Tanah Jantan' Sukses di 'Ranah Minang', drg. Azmil Hadi Seru Generasi Muda Bangun Daerah
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kiprah membanggakan ditorehkan putra asli Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti (Tanah Jantan), Riau. Adalah drg. Azmil Hadi, Sp.Ort, berhasil meniti karier sebagai dokter gigi spesialis ortodonti di Kota Padang, Sumatera Barat (Ranah Minang). Kesuksesan tersebut tak membuatnya lupa akan kampung halaman, bahkan ia mengajak generasi muda untuk berperan aktif membangun daerah. Azmil Hadi, yang akrab disapa Aad, saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Keuangan, Administrasi, dan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Baiturrahmah, Padang. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Perjalanan pendidikan Azmil dimulai dari daerah asalnya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 104 Selatpanjang, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Selatpanjang, hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Selatpanjang. “Sebagai anak asli Selatpanjang, perjalanan karier saya tidak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga. Saya berpesan kepada generasi muda Kepulauan Meranti untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat meraih cita-cita,” ujar Azmil saat ditemui di Selatpanjang, Selasa (24/3) malam. Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen terhadap pendidikan. Meski telah berkarier di luar daerah, Azmil mengaku memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan kampung halaman. Ia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dan berbagi ilmu, khususnya di bidang kesehatan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Meranti. “Saya melihat perkembangan Kepulauan Meranti, khususnya Selatpanjang, sudah semakin maju. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Saya siap mengabdikan diri dan berbagi ilmu untuk kemajuan daerah,” jelasnya. Ia juga mengajak para perantau asal Meranti yang telah sukses di berbagai daerah untuk tidak melupakan asal-usulnya dan ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Kami berharap putra-putri daerah yang telah berhasil di luar bisa kembali memberikan kontribusi nyata, baik di bidang kesehatan, teknologi, maupun pembangunan sumber daya manusia, agar Meranti semakin maju dan sejahtera,” sebutnya.
KAI Daop 2 Bandung Seru Masyarakat Gunakan Diskon 30 Persen KA Ekonomi Komersial AL 2026
Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial pada momen Angkutan Lebaran 2026. Program ini merupakan program pemerintah yang diberikan kepada pengguna KA Ekonomi Komersial agar dapat menggunakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau terutama bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program diskon cukup positif. “Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial ini karena kuota yang tersedia terbatas. Dengan perencanaan perjalanan lebih awal, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang hemat, aman, dan nyaman bersama kereta api,” ujar Kuswardojo. Berdasarkan update data per Rabu, 25 Februari 2026, total kapasitas tempat duduk (TD) dengan diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial yang disediakan di wilayah Daop 2 Bandung sebanyak 85.632 tempat duduk. Kuota ini dialokasikan untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada periode Angkutan Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 40.615 pelanggan dari Daop 2 Bandung telah memanfaatkan program tiket diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial. Angka ini menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi untuk menggunakan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan Lebaran 2026. Sedang, tingkat okupansi atau keterisian tiket diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial hingga saat ini mencapai 47,4 persen. Artinya, masih tersedia lebih dari separuh kuota diskon yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. KAI Daop 2 Bandung mengingatkan bahwa penjualan tiket akan terus berjalan dan berpotensi meningkat mendekati puncak arus mudik. Program diskon ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengatur anggaran perjalanan Lebaran, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang andal karena bebas macet, tepat waktu, serta didukung dengan berbagai peningkatan layanan demi kenyamanan pelanggan. KAI Daop 2 Bandung juga memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan perjalanan. Seluruh petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik selama masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung. Kuswardojo juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembelian tiket. “Manfaatkan kesempatan tarif diskon 30 persen KA Ekonomi Komersial ini sebelum kuota habis. Rencanakan perjalanan dengan baik dan lakukan pemesanan melalui kanal resmi agar perjalanan mudik Lebaran menjadi lebih tenang dan menyenangkan bersama KAI,” sebutnya.
PSMTI Kepulauan Meranti Seru Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kamtibmas
Kepulauan Meranti, katakabar.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya unsur Forkopimda, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat telah mendukung sehingga rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketua PSMTI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wanandi Salim (Lim Sun An), mengatakan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Imlek tahun ini merupakan wujud nyata dari kebersamaan dan sinergitas seluruh masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sehubungan dengan masih berlangsungnya rangkaian perayaan Imlek, serta datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, PSMTI mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, serta saling menghormati antarumat beragama. Momentum ini dinilai sebagai cerminan keunikan dan kekayaan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. PSMTI juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas. Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, diharapkan perayaan Imlek 2577 Kongzili/Tahun 2026 dan pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H dapat berjalan dengan aman, damai, dan penuh keberkahan. Melalui momentum ini, tambah Wanandi Salim, PSMTI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.