DPC PKB Rohul Bertemu Bupati Bahas Sinergi Pembangunan Politik
Politik
Kemarin

DPC PKB Rohul Bertemu Bupati Bahas Sinergi Pembangunan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di ruang kerja yang penuh suasana kekeluargaan di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Rokan Hulu, jajaran Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Rokan Hulu melangkah bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Mereka datang membawa niat tulus: menyatukan dukungan sekaligus menegaskan tanggung jawab mengawal jalannya pemerintahan demi kemaslahatan rakyat. Pertemuan berlangsung Rabu (16/9) dihadiri Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Gorneng, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Kominfo, Suharman Nst, S.Pi., M.M. Sementara dari barisan PKB hadir Ketua DPC, Ir. H. Hafith Syukri, M.M., Sekretaris, Arnold Syahputra B, S.H., M.H., Anggota DPRD, Alex Febrima, S.Pd., M.Si., beserta jajaran pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Rokan Hulu. Komunikasi terbuka antara kekuatan politik dan pemerintah bukan sekadar seremoni, itulah ruh pertemuan ini. Ketua DPC PKB Rohul, Hafith Syukri, menyampaikan bahwa kehadiran partai tidak boleh hanya terasa saat musim pemilihan. "PKB Rokan Hulu berdiri mendukung sepenuhnya program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati yang telah bergerak nyata," ujar Hafith tegas. "Kepuasan tidak boleh membuat kita lengah. Dukungan kami beriringan dengan tanggung jawab mengawal dan memastikan setiap kebijakan benar-benar membawa manfaat, dan roda pemerintahan terus berjalan ke arah yang lebih baik," terangnya Pernyataan ini menegaskan posisi PKB: tidak sekadar membenarkan segala sesuatu yang terjadi, melainkan mendampingi sekaligus mengawasi agar arah pembangunan tetap setia pada kepentingan publik. Hafith menekankan membangun Rokan Hulu bukan tugas satu pihak saja. Sinergi antar pemerintah, partai politik, lembaga legislatif, dan seluruh elemen masyarakat mutlak diperlukan agar setiap langkah yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga. Komunikasi yang terjalin terbuka, menurutnya, adalah jembatan agar persoalan yang muncul dapat dihadapi bersama, dicarikan solusi yang adil dan tepat. Bupati Rokan Hulu, Anton menyambut hangat kehadiran jajaran PKB. Baginya, keterbukaan dan kerjasama lintas elemen adalah fondasi kokoh yang menjaga jalannya pembangunan tetap stabil dan terarah. Pertukaran pandangan yang berlangsung hangat dan terbuka menjadi bukti: di Rokan Hulu, perbedaan peran bukan sekat, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama. Audiensi ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan, ia menjadi janji bersama: pemerintahan yang berjalan transparan, didukung kekuatan politik yang bertanggung jawab, dan seluruh langkah pembangunan senantiasa dikawal demi kesejahteraan rakyat Rokan Hulu.

Sinergi Ondo Finance dan FLOQ Hadirkan Akses Tokenisasi Saham dan ETF AS di Indonesia Nasional
Nasional
Sabtu, 12 September 2026 | 12:45 WIB

Sinergi Ondo Finance dan FLOQ Hadirkan Akses Tokenisasi Saham dan ETF AS di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui teknologi blockchain. Ini seiring Ondo Finance dan platform aset digital FLOQ menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF AS bagi masyarakat di Indonesia. MoU tersebut ditandatangani dalam ajang Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 di Jakarta, setelah diskusi panel mengenai perkembangan tokenisasi saham dan ETF AS serta masa depan akses pasar global. Kesepakatan ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengevaluasi potensi integrasi produk, distribusi lokal, edukasi pengguna, serta kesiapan teknis sebelum produk tokenisasi pasar modal dapat tersedia melalui FLOQ. Ondo Finance Bawa Lebih dari 430 Saham dan ETF ke Blockchain Ondo Finance saat ini menawarkan lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF melalui Ondo Stocks. Produk tersebut memungkinkan investor yang memenuhi syarat di luar AS memperoleh eksposur ekonomi secara onchain terhadap berbagai saham dan ETF yang diperdagangkan di pasar AS. Sejumlah aset yang masuk dalam pembahasan kerja sama antara lain saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. ETF seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga termasuk aset yang sedang dipertimbangkan. Meski demikian, belum ada aset atau produk tertentu yang dikonfirmasi akan diluncurkan melalui FLOQ di Indonesia. Ondo Stocks dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi terhadap saham dan ETF yang mendasarinya. Aset pendukung tersebut disimpan melalui broker-dealer yang terdaftar di AS. Kolaborasi dengan FLOQ menjadi langkah bagi Ondo Finance untuk menjajaki bagaimana infrastruktur tokenisasi sekuritas tersebut dapat menjangkau pengguna di salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara. FLOQ dan Ondo Jajaki Akses Pasar Global Kerja sama ini berlangsung ketika ekosistem aset digital Indonesia terus berkembang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026, meningkat 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Angka tersebut turun 28,20 persen secara bulanan dari Rp28,58 triliun pada Juni 2026. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan perkembangan ekosistem aset digital Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah aset, tetapi juga bagaimana pengguna dapat memperoleh akses terhadap perkembangan pasar keuangan global. “Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” jelas Yudho. Menurut Yudho, Ondo Finance telah membangun kapabilitas dalam membawa sekuritas tradisional ke infrastruktur onchain. Sementara itu, FLOQ memiliki distribusi lokal serta pemahaman terhadap karakteristik pasar Indonesia. Senior Director for Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, menimpali Indonesia merupakan pasar penting bagi perkembangan tokenisasi sekuritas karena memiliki komunitas aset digital yang besar dan aktif. “Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain. FLOQ memberi kami mitra lokal yang kuat untuk menjajaki bagaimana aset pasar tokenisasi dapat menjangkau masyarakat di Indonesia secara bertanggung jawab,” ujar Rania. Selain menjajaki integrasi produk, FLOQ dan Ondo Finance juga akan mengevaluasi potensi program edukasi bagi komunitas. Materi tersebut dapat mencakup cara kerja tokenisasi saham dan ETF, hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, mekanisme penerbitan dan penebusan, serta risiko yang perlu dipahami pengguna. Dengan kolaborasi ini, kedua perusahaan menjajaki kemungkinan menghubungkan ekosistem aset digital Indonesia dengan pasar publik global melalui teknologi blockchain. Bagi FLOQ, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengguna Indonesia terhadap perkembangan produk keuangan global. Sementara bagi Ondo Finance, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan infrastruktur tokenisasi ke pasar Indonesia.

Pabrik Garment Akarsa dan Pabrik Sepatu Alas Kaki Tangguh: Sinergi Kapasitas Besar Kebutuhan B2B Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

Pabrik Garment Akarsa dan Pabrik Sepatu Alas Kaki Tangguh: Sinergi Kapasitas Besar Kebutuhan B2B

Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi strategis antara PT Akarsa Garment Indonesia, dan pabrik sepatu Alas Kaki Tangguh menghadirkan solusi pengadaan one-stop solution B2B skala besar. Sinergi dua manufaktur ini menggabungkan kapasitas produksi tinggi, kontrol kualitas terintegrasi, dan spesialisasi layanan untuk pemenuhan kebutuhan seragam kerja, pakaian industri, serta sepatu keselamatan (safety shoes) secara efisien. Sinergi Dua Industri: Garment dan Alas Kaki B2B Pabrik Garment Akarsa adalah manufaktur pakaian berstandar industri yang berfokus pada produksi seragam, apparel perusahaan, dan pakaian teknis skala B2B. Berpengalaman di industri tekstil sejak 2005, Akarsa Garment mengoperasikan rantai produksi terintegrasi mulai dari pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), hingga penyelesaian akhir (finishing). Alas Kaki Tangguh adalah pabrik sepatu spesialis B2B dengan kapasitas produksi volume tinggi yang memproduksi sepatu kerja, safety boots, dan alas kaki dinas lapangan. Kolaborasi kedua pabrik ini menciptakan rantai pasok (supply chain) tunggal yang mempermudah perusahaan mitra dalam pengadaan APD (Alat Pelindung Diri) dan seragam kerja lengkap. Kapasitas Produksi Besar & Kontrol Kualitas Terintegrasi Mengapa kemitraan B2B ini menjadi solusi tepat untuk pengadaan skala nasional? Kapasitas Manufaktur Skala Tinggi: Fasilitas mesin modern dan jalur produksi paralel mampu menangani pesanan puluhan ribu stel seragam dan pasang sepatu per bulan tanpa mengorbankan waktu tenggat (lead time). Pengadaan Satu Pintu (One-Stop B2B Supply): Klien industri tidak perlu mengelola banyak vendor terpisah untuk pakaian kerja dan sepatu safety. Standar Presisi & Ketahanan: Setiap lot produksi melewati proses QC (Quality Control) ketat untuk memastikan ketahanan bahan garment dan kekuatan sol sepatu pada area kerja ekstrem. Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ) Kemudahan konsolidasi vendor, efisiensi biaya logistik, harga grosir B2B langsung dari pabrik, serta jaminan kapasitas produksi besar yang tepat waktu. Apakah menerima pesanan kustomisasi spesifikasi produk? Ya, kami melayani kustomisasi bahan, desain, hingga penambahan identitas logo perusahaan baik pada pakaian maupun sepatu sesuai kebutuhan standar operasional industri Anda. Tentang Penulis & Manufaktur Artikel ini disusun berdasarkan rekam jejak operasional PT Akarsa Garment Indonesia di bidang manufaktur tekstil dan pakaian kerja B2B. Konsultasikan kebutuhan pengadaan skala besar bisnis Anda melalui tim Corporate Account Executive kami.

Sinara Fest 2026 di Semarang, Sinergi BPDP dan Kemenkeu Perluas Manfaat Pengelolaan Dana Perkebunan Nasional
Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 09:48 WIB

Sinara Fest 2026 di Semarang, Sinergi BPDP dan Kemenkeu Perluas Manfaat Pengelolaan Dana Perkebunan

Semarang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah elar Sinara Fest 2026 di Semarang pada 3 hingga 4 September 2026 lalu. Kegiatan dikemas bentuk edukasi, workshop, sosialisasi, dan mini bazar UMKM perkebunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.  Usung tema “Sinergi BPDP dan Kemenkeu Satu dalam Penguatan Kapasitas, Pemberdayaan dan Perluasan UMKM Perkebunan untuk Tumbuh, Tangguh dan Naik Kelas”, Sinara Fest menjadi wujud kolaborasi BPDP dan Kementerian Keuangan dalam memperluas manfaat pengelolaan dana perkebunan kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Direktur Manajemen Risiko dan Keuangan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, promosi, dan pemberdayaan sekaligus mendekatkan berbagai program BPDP kepada masyarakat. Melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menjadi bagian dari rantai nilai industri perkebunan nasional.  UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian masyarakat, termasuk di Jawa Tengah. Di saat yang sama, berbagai komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, dan komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, pemasaran, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.  Guna mendukung keberlanjutan sektor perkebunan, BPDP menjalankan berbagai program, antara lain insentif biodiesel, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi produk perkebunan, penguatan hilirisasi, program bagi pekebun, hingga pemberdayaan UMKM.  Khusus dalam pemberdayaan UMKM, BPDP terus mendorong pelaksanaan pelatihan, workshop, promosi, dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, berkualitas, dan berdaya saing. Pada Sinara Fest 2026, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengembangan produk turunan komoditas perkebunan, peluang pembiayaan usaha, serta strategi pengembangan usaha sesuai dengan tantangan yang dihadapi saat ini.  Pengembangan UMKM tidak terlepas dari sejumlah tantangan, mulai dari akses pasar, pemasaran digital, pengemasan produk, perizinan, pembiayaan usaha, hingga penguatan jejaring bisnis. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.  Sinara Fest 2026 pun diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak tersebut. Melalui rangkaian edukasi, workshop, sosialisasi, mini bazar, dan aktivitas lainnya, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan baru, menghadirkan inspirasi, sekaligus memperluas jejaring bagi pelaku UMKM perkebunan. Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah, perwakilan pemerintah daerah, narasumber, pelaku UMKM, mitra kerja, serta pemangku kepentingan sektor perkebunan.  BPDP berharap Sinara Fest 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor perkebunan dan pemberdayaan UMKM.

Sinergi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Perjalanan Emosi Debut Album Terbaru Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 03 September 2026 | 12:05 WIB

Sinergi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Perjalanan Emosi Debut Album Terbaru

Jakarta, katakabar.com - Amagra hadir dengan karakter musikal yang dibangun melalui proses kreatif yang mengutamakan kualitas, cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, dan keberanian untuk memiliki warna sendiri. Amagra, penyanyi remaja asal Indonesia, memperkenalkan Butterflies, sebuah album yang menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya bersama Ninenote Music. Di tengah lanskap musik yang bergerak cepat dan tren yang silih berganti, khususnya di kalangan Gen Z, Amagra memilih untuk tidak sekadar mengikuti arus, melainkan membangun musik berdasarkan karakter vokal, cerita, dan emosi yang ingin ia sampaikan. Pilihan tersebut sejalan dengan komitmen Ninenote Music dalam menghadirkan karya melalui proses produksi yang melibatkan musisi, pencipta lagu, penyanyi, serta para profesional dengan pengalaman di bidangnya. Ninenote Music dikembangkan sebagai label rekaman boutique asal Indonesia dengan orientasi untuk membangun karya dan talenta yang memiliki kualitas serta daya jangkau internasional. Dalam proses tersebut, Amagra kembali bekerja bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, dua sosok yang telah terlibat sejak awal perjalanan musikalnya. Dari proses kreatif yang mereka bangun bersama, lahirlah Butterflies sebagai sebuah album yang membawa Amagra ke tahap berikutnya, dengan pendekatan musik yang tetap mempertahankan karakter vokalnya sekaligus memberi ruang bagi perkembangan musikalnya. Salah satu kekuatan album ini terletak pada kedekatan tema lagu dengan dunia Amagra sebagai seorang penyanyi remaja. Lagu-lagu yang dihadirkan berbicara mengenai cinta dan berbagai perasaan yang bersifat universal; tentang rasa suka, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga proses menerima keadaan. Meski berangkat dari pengalaman personal Amagra, cerita dan emosi yang hadir dalam Butterflies tidak terbatas pada usia atau generasi tertentu. Tema-temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tetap relevan dengan pengalaman banyak orang di masa kini, sehingga setiap pendengar dapat menemukan cerita dan perasaan yang relate dengan dirinya. Amagra Butterflies Butterflies: Kecil, Indah, Namun Memiliki Kekuatan Konsep Butterflies tidak berhenti pada judul album, tetapi menjadi benang merah yang menghubungkan musik, cerita, dan identitas visualnya. Gagasannya berangkat dari gambaran seekor kupu-kupu kecil yang, melalui kepakan sayapnya, dapat menjadi simbol dari dampak yang jauh lebih besar. Bagi Amagra, gambaran tersebut merepresentasikan sesuatu yang mungkin terlihat kecil dan lembut, tetapi memiliki kekuatan untuk menghasilkan pengaruh yang luar biasa. Gagasan tersebut berjalan beriringan dengan konsep "Badai Perasaan" yang menjadi dasar emosional album. Butterflies menjadi ruang bagi Amagra untuk menuangkan berbagai perasaan yang pernah ia lalui ke dalam karya; mulai dari kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, hingga tahap ketika ia mulai menerima dan berdamai dengan setiap musim yang dirasakan. "Badai" dalam konsep ini menggambarkan gejolak dan perubahan emosi yang datang silih berganti dalam perjalanan seseorang. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian visual album. Nuansa yang lebih gelap merepresentasikan fase ketika perasaan berada dalam badai, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan, gerak, dan kekuatan yang tidak hilang di tengah gejolak. Setelah melewati fase tersebut, perjalanan visual Butterflies bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer. Pemilihan kata Butterflies juga terasa dekat dengan karakter Amagra sendiri. Satu kata yang sederhana dan indah, tetapi menyimpan kekuatan di baliknya. Seperti sosok Amagra yang tampak lembut namun memiliki keberanian untuk menentukan warna musiknya sendiri, Butterflies membawa pesan bahwa sesuatu yang indah tidak selalu berarti rapuh. Di Balik Keindahan ada Kekuatan Tidak Bisa Dianggap Remeh Proses Kreatif dan Kolaborasi Konsistensi Ninenote Music dalam melahirkan karya berkualitas kembali terlihat melalui proses produksi Butterflies. Amagra, yang sejak awal dibentuk dan dikembangkan melalui tangan dingin Aminoto Kosin dan Irvnat, kembali menjalani proses kreatif bersama keduanya untuk menghasilkan album yang sesuai dengan karakter dan perkembangan musikalnya. Aminoto melihat salah satu tantangan utama dalam proses penggarapan album adalah menemukan komposisi musik dan lirik yang tepat untuk karakter Amagra. Tantangannya bukan hanya menciptakan lagu yang terdengar baik, tetapi juga memastikan cerita, pilihan kata, melodi, dan aransemen dapat terasa natural ketika dibawakan oleh seorang penyanyi remaja. Selain tim yang telah mendampingi Amagra sejak awal, The Kennel turut tertarik untuk berkontribusi setelah melihat dua karya Amagra yang telah dirilis sebelumnya. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya-karya yang tidak hanya relevan saat dirilis, tetapi juga memiliki karakter yang dapat bertahan dan dinikmati dalam jangka panjang. Kehadiran musisi internasional dalam proses penggarapan Butterflies turut memberikan warna dan perspektif baru bagi album ini. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif Amagra dalam mengeksplorasi musik yang lebih luas, sekaligus memperkuat karakter vokal dan identitas musikal yang ingin ia bangun. Butterflies memuat tujuh lagu utama, yaitu Butterflies, Masih Rindu, Big Girls Don't Cry, Bilang Saja, Jalan Buntu, Ribbons in the Sky, dan Sing. Rangkaian lagu tersebut memperlihatkan spektrum emosi yang beragam sekaligus memperkuat pendekatan Amagra dalam menjadikan musik sebagai medium yang personal, dekat, dan tetap memiliki karakter tersendiri. Rekam Jejak Terus Bertumbuh Perjalanan Amagra terus menunjukkan perkembangan sejak debut profesionalnya. Karyanya kini telah menghasilkan lebih dari 800 ribu streams di Spotify dengan total 226 juta views dalam 20 ribu postingan yang menggunakan sound lagu Amagra di social media. Perjalanan tersebut juga mencakup pengalaman kolaborasi internasional dan proyek bersama orkestra. Melalui Butterflies, Amagra melanjutkan perjalanan tersebut dengan karya yang semakin merepresentasikan dirinya. Album ini menjadi kesempatan bagi publik untuk mengenal Amagra lebih jauh, bukan hanya melalui karakter vokalnya, tetapi juga melalui keterlibatannya dalam proses kreatif dan keberaniannya membangun identitas musikal sendiri. Ke depan, Ninenote Music dan Amagra ingin terus mengembangkan karya yang mengutamakan kualitas, karakter, dan cerita yang dapat bertahan melampaui tren sesaat. Butterflies menjadi salah satu langkah dalam perjalanan tersebut sebuah karya yang lahir dari proses, kolaborasi, dan keinginan untuk menghadirkan musik yang tetap abadi.

Lewat APKASI Expo 2026, BPDP Perkuat Sinergi Pemkab Percepat Program Perkebunan Rakyat Nasional
Nasional
Rabu, 02 September 2026 | 08:17 WIB

Lewat APKASI Expo 2026, BPDP Perkuat Sinergi Pemkab Percepat Program Perkebunan Rakyat

Tangerang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) guna percepat pelaksanaan berbagai program perkebunan rakyat dari hulu hingga hilir melalui keikutsertaannya pergelaran APKASI Expo 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Dalam agenda tahunan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tersebut, BPDP membuka booth informasi dan menggelar talkshow yang menghadirkan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah Syahruddin, serta Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Mohammad Alfansyah. Kehadiran BPDP menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai program BPDP kepada para kepala daerah sekaligus mendorong peran aktif pemerintah kabupaten dalam mempercepat pelaksanaan program di daerah. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan pemerintah kabupaten memiliki posisi strategis dalam pembangunan perkebunan karena berada paling dekat dengan pekebun dan memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat di daerah. Menurut Zaid, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi semakin penting karena pembangunan perkebunan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas di sektor hulu hingga penciptaan nilai tambah di sektor hilir. “BPDP memiliki instrumen pendanaan dan program, sementara pemerintah daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuat pelaksanaan program menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar,” jelasnya. Percepat Program di Sektor Hulu Di sektor hulu, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin, menekankan pentingnya dukungan pemerintah kabupaten dalam mempercepat pelaksanaan Peremajaan Perkebunan dan program sarana dan prasarana perkebunan. “Pemerintah kabupaten merupakan mitra penting karena paling dekat dengan pekebun. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat proses pengusulan dan verifikasi calon penerima dan lahan, penyelesaian legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, serta memastikan ketersediaan benih unggul yang memenuhi persyaratan,” ucap Normansyah. Hingga 19 Agustus 2026, program PSR telah menjangkau 187.782 pekebun dengan luas lahan 428.745 hektare, dengan dukungan dana sebesar Rp12,86 triliun. “Kalau ada proses yang bisa dipercepat di daerah, tentu kami berharap dapat dibantu untuk dipercepat. Semakin baik koordinasi antara pemerintah daerah dengan BPDP, semakin cepat pula manfaat program dirasakan oleh pekebun,” bebernya. Perkuat SDM dan Riset Perkebunan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP,  Mohammad Alfansyah menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan riset sebagai bagian dari upaya membangun industri perkebunan yang lebih maju dan berdaya saing. “Pengembangan SDM dan riset merupakan investasi jangka panjang bagi perkebunan Indonesia. Kita ingin masyarakat di daerah memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang relevan, sementara hasil riset yang dikembangkan juga dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” tutur Alfansyah. Menurutnya, pemerintah kabupaten dapat berperan dalam memperluas informasi dan akses masyarakat terhadap berbagai program pengembangan SDM BPDP, sekaligus membantu mengidentifikasi kebutuhan dan potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui riset. Dari 2016, program pendidikan dan pelatihan BPDP telah memberikan manfaat kepada 13.265 penerima beasiswa dan 32.152 penerima pelatihan. Pada 2026, kuota penerima beasiswa ditingkatkan menjadi 5.000 orang untuk jenjang D1 hingga S1. Melalui partisipasinya dalam APKASI Expo 2026, BPDP berharap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dapat semakin kuat sehingga berbagai program dapat terlaksana lebih cepat dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. “Pada akhirnya, pembangunan perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau angka produksi. Ini tentang bagaimana kita menghadirkan kesejahteraan bagi pekebun, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan menyiapkan masa depan sektor perkebunan. Untuk itu, mari kita kuatkan sinergi antara BPDP, pemerintah daerah, dan para pekebun,” seru Zaid.

Selasa, 01 September 2026 | 16:05 WIB

CLEAR dan Shin Tae-yong Sinergi Kembangkan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia

Jakarta, katakabar.com - CLEAR menegaskan komitmennya mendukung pengembangan sepak bola Indonesia di dalam CLEAR Men Ultra Squad Series. Berkolaborasi langsung dengan Shin Tae-yong (STY), serial dokumenter ini merangkum komitmen CLEAR dan STY untuk mewujudkan mimpi talenta muda Indonesia menjadi pemain sepak bola profesional dalam program Clear Men Ultra Squad Bootcamp. Program ini diawali dari kompetisi digital sejak Mei 2026 yang berhasil menjaring lebih dari 300 pendaftar dari seluruh Nusantara. Dari proses tersebut, 50 peserta terpilih berhak mengikuti CLEAR Men Ultra Squad Bootcamp intensif di Urban Dome, Jakarta. Selama tiga hari, mereka dilatih langsung oleh Shin Tae-yong dan tim STY Academy melalui evaluasi teknik, ketahanan mental, hingga kedisiplinan. Hasilnya, terpilih 11 talenta muda terbaik yang berhak menerima CLEAR x STY Academy Scholarship sebuah program pembinaan intensif selama tiga bulan mencakup coaching, mentoring, hingga pengembangan performa untuk menyiapkan mereka ke level sepak bola profesional. Ari Astuti, Beauty & Wellbeing Indonesia Marketing Demand Creation Hair Care, Unilever Indonesia, mengatakan.CLEAR dan Shin Tae-yong memiliki visi yang sama untuk mendukung perkembangan sepak bola Indonesia melalui pembinaan talenta muda. Program ini lahir dari keyakinan bahwa bakat saja tidak cukup tanpa wadah pembinaan yang tepat. “Banyak talenta muda Indonesia memiliki potensi besar, namun terbatas pada akses dan kesempatan pembinaan yang terstruktur. Lewat CLEAR Men Ultra Squad Bootcamp, kami tidak hanya memberikan ruang belajar langsung dari sosok legendaris seperti Shin Tae-yong, tetapi juga ingin menyampaikan pesan bahwa untuk memberikan performa terbaik, dibutuhkan fokus, disiplin, dan kepercayaan diri tanpa kompromi,” ujar Ari. Shin Tae-yong menambahkan penilaian tidak hanya didasarkan pada olah bola di lapangan, melainkan mentalitas dan komitmen para atlet muda. "Untuk menjadi pemain hebat, bakat saja tidak cukup. Kedisiplinan, kerja keras, mental yang kuat, serta kemauan untuk terus belajar adalah kunci utama. Selama bootcamp, saya melihat semangat luar biasa dari para peserta untuk terus berkembang dan beradaptasi," jelas Shin Tae-yong. CLEAR Men Ultra Squad Series mengangkat cerita tentang mimpi, ketekunan, dan kesempatan. Banyak talenta muda memiliki kemampuan, tetapi belum tentu memiliki akses, pembinaan, atau wadah yang tepat untuk berkembang. CLEAR melalui program ini hadir untuk membantu menjembatani hal tersebut. “CLEAR ingin menyampaikan setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menciptakan momen pentingnya sendiri. Untuk memberikan performa terbaik, dibutuhkan fokus, disiplin, kerja keras, dan kepercayaan diri,” jelas Ari. Dukungan Performa Maksimal Tanpa Gangguan Kulit Kepala Dalam dunia olahraga yang intensif, fokus penuh di lapangan seringkali terganggu oleh masalah fisik minor yang kerap diabaikan, seperti rasa gatal, lepek, dan ketombe akibat keringat berlebih saat latihan berat. Menjawab tantangan tersebut, CLEAR turut mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan kulit kepala agar para pemain muda dapat tampil percaya diri dan menjaga fokus 100% pada permainan. Bersamaan dengan rangkaian program ini, CLEAR menghadirkan CLEAR Men Ultra Menthol Fresh Active yang diperkaya dengan 3X Cooling Factor (Menthol & Peppermint) untuk melawan ketombe sekaligus memberikan sensasi segar dingin hingga 48 jam. “Sepak bola adalah olahraga yang menguras fisik, konsentrasi dan juga emosi sehingga pemain dituntut untuk bisa menjaga stamina dan fokus sampai peluit berakhir. Adanya gangguan karena ketombe atau kulit kepala gatal bisa membuat pemain kehilangan fokus yang berdampak pada performanya di lapangan. Formula CLEAR Men Ultra Menthol Fresh Active terbukti mampu melindungi kulit kepala tetap sehat dan bebas ketombe sehingga pemain bisa fokus untuk menampilkan performa terbaik,” terangnya. Tonton CLEAR Men Ultra Squad Series di Kanal Digital Clear CLEAR Men Ultra Squad Series terdiri atas 10 episode, mulai dari proses seleksi, pelatihan, tantangan, hingga perkembangan para peserta selama mengikuti program. Episode  pertama tayang pada 25 Juli 2026 dan episode baru hadir setiap Sabtu. Serial ini bisa disaksikan di kanal digital resmi CLEAR Indonesia, termasuk Tik Tok, Instagram, dan YouTube Shorts. "CLEAR Men Ultra Squad Docuseries memperlihatkan proses emosional dan perjuangan nyata para peserta. Kami ingin menginspirasi seluruh anak muda Indonesia untuk terus mengejar mimpinya dan tampil percaya diri memberikan performa terbaik tanpa terdistraksi oleh masalah kulit kepala dan ketombe," sebutnya.

Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan Sawit
Sawit
Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan

Jakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (uMKM) perkebunan Indonesia tembus pasar internasional. Di antaranya lewat pengembangan lidi sawit yang telah berhasil diekspor ke Tiongkok melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan  Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kisah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II usung tema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor”, yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Selasa (18/8) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan lidi sawit salah satu potensi produk turunan kelapa sawit yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. “Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit  yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” kata Helmi pada sesi diskusi. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar pelaku UMKM memahami aspek teknis yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. BPDP memfasilitasi proses tersebut melalui berbagai kegiatan workshop bersama ASPEKPIR, termasuk pembelajaran mengenai spesifikasi produk dan prosedur ekspor. Ketua Umum  ASPEKPIR, Setiyono, menimpali pengembangan lidi sawit berangkat dari upaya asosiasi untuk mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengembangkan produk lain yang dapat memberikan nilai tambah. Sebelum masuk ke pasar ekspor, lidi sawit yang dihasilkan petani dan pelaku UMKM masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan BPDP  kemudian membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut agar memenuhi kebutuhan pasar internasional. “Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ucap Setiyono. Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pendampingan dan workshop yang dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut Setiyono, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan produsen lidi sawit sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi di tingkat petani dan UMKM. Untuk melakukan kegiatan ekspor ASPEKPIR didampingi Arra Setya Abadi (ASA) dan dengan dukungan BPDP melakukan pendampingan kepada sejumlah anggota agar mampu menghasilkan lidi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan eksportir.Hasil pendampingan tersebut telah memungkinkan pengiriman lidi sawit ke Tiongkok. Total produksi yang telah dibantu melalui kolaborasi tersebut mencapai dua kontainer berukuran 40 kaki, dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer. Pada pengiriman yang dilakukan di Langkat, satu kontainer berisi sekitar 30.000 kilogram lidi sawit dikirim ke Tiongkok. Bagi BPDP, keberhasilan tersebut menjadi contoh kolaborasi multipihak dapat menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada lidi sawit namun terus dikembangkan untuk berbagai produk turunan sawit lainnya sehingga semakin banyak UMKM perkebunan yang mampu masuk ke pasar internasional. Sementara, ASPEKPIR berkomitmen untuk terus mendorong anggotanya mengembangkan produk samping kelapa sawit. Setiyono menyebut lidi sawit menjadi langkah awal, sementara asosiasi juga tengah mempelajari pengembangan produk lain seperti biochar untuk peluang ekspor ke depan. Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II UKMK Bisa Ekspor menunjukkan pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan tidak hanya dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tetapi membuka peluang bagi UMKM untuk membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan dapat terus memperluas jumlah pelaku usaha serta wilayah yang mampu menghasilkan produk perkebunan berorientasi ekspor.

BSKDN Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Kemudahan Akses MBR Nasional
Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:04 WIB

BSKDN Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Kemudahan Akses MBR

Jakarta, katakabar.com - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri taja Forum Diskusi Aktual bertajuk "Strategi Implementasi Program 3 Juta Rumah di Daerah",, Kamis (20/8) lalu di salah satu hotel, di Jakarta. Forum yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring melalui Zoom Meeting serta YouTube Live) ini merumuskan langkah-langkah terobosan untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN, Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si., menyampaikan penyediaan perumahan merupakan agenda nasional yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. "Penyediaan perumahan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, pengembang, perbankan, hingga ekosistem diseminasi media. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai permasalahan perumahan di daerah dapat ditangani secara jauh lebih efektif," tegas Fahsul Falah. Dalam forum ini, BSKDN merumuskan lima poin kesimpulan strategis yang menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam mengeksekusi Program 3 Juta Rumah: 1. Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor: Penanganan masalah perumahan di daerah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan integrasi peran antara pusat, daerah, perbankan, pengembang, dan sektor swasta. 2. Penguatan Pembiayaan Inklusif: Program perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aksesibilitas kepemilikan dan keberlanjutan. Diperlukan kemudahan pembiayaan, bantuan renovasi, serta skema kredit yang ramah bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap (sektor informal). 3. Peran Strategis Regulasi Pemda: Pemerintah daerah memegang peranan kunci dalam memberikan kemudahan bagi MBR, di antaranya melalui percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyesuaian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta harmonisasi regulasi lokal. 4. Penguatan Data & Diseminasi Informasi Terintegrasi: Akurasi data kebutuhan rumah dari daerah ke pusat harus ditingkatkan. Selain itu, pemanfaatan sistem informasi dan platform publikasi digital diperlukan agar kebijakan dan kemudahan dari pusat dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat tanpa asimetri informasi. 5. Komitmen Langkah Konkret di Daerah: Seluruh poin pembahasan diharapkan segera ditindaklanjuti secara nyata melalui penyusunan regulasi, alokasi program, dan aksi lapangan di masing-masing daerah. Forum Diskusi Aktual ini menghadirkan ragam narasumber dan pimpinan lintas kementerian/lembaga, akademisi, serta praktisi, antara lain: - Brigjend. Pol. (Purn.) Prof. Dr. Hoidruddin Hasibuan, S.H., M.Hum. (Rektor Universitas Harapan Medan) - Raden An’An Andri Hikmat SR, Ap, MM (Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan, Kemen PKP) - Alen Ermanita, S.Sos., M.Sc (Direktur Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Strategis I, Bappenas) - Sastrodirjo (Analis Keuangan Pusat dan Daerah, DJPK Kementerian Keuangan) - Luthfi Firdaus, S.T., M.Si. (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bandung) - Ferry Bayu Nirwono (CEO VRITIMES) - Gatot Tri Laksono (Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia) Keterlibatan Vritimes dalam forum ini memberikan perspektif mengenai pentingnya infrastruktur teknologi diseminasi informasi digital, sehingga kebijakan perumahan rakyat serta berbagai bentuk insentif pemda dapat tersosialisasikan secara transparan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat tapak. Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh lebih dari 200 partisipan luring maupun daring dari unsur BAPPERIDA, BRIDA, dan Dinas Perumahan Pemda se-Indonesia ini diharapkan menjadi pijakan utama Pemda dalam mempercepat perwujudan permukiman yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Sinergi Sucofindo-Sukawa Edupark: Wujudkan Pusat Peternakan Berkelanjutan Hulu hingga Hilir Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Sinergi Sucofindo-Sukawa Edupark: Wujudkan Pusat Peternakan Berkelanjutan Hulu hingga Hilir

Magelang, katakabar.com -  PT Sucofindo (Persero) terus perkuat komitmen dorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Sukawa Edupark dalam membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah terintegrasi yang mengedepankan standar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Sukawa Edupark, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, di pekan kedua Agustus 2026 lalu. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, kualitas pengelolaan peternakan, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian lokal. Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo (Persero), Budi Utomo, Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC), turut berperan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi yang selaras dengan kompetensi dan core business perusahaan. “Sucofindo memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program TJSL, kami berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Budi Utomo. Budi Utomo melanjutkan dalam kolaborasi tersebut, PT Sucofindo (Persero) turut berkontribusi dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeliharaan ternak dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola peternakan yang lebih etis, higienis, terstandar sekaligus mendukung produktivitas peternakan. “Prinsip animal welfare menjadi bagian penting karena kondisi ternak yang sehat dan terpelihara dengan baik turut mendukung kualitas hasil produksi, termasuk susu kambing yang dihasilkan,” jelas Budi Utomo. PT Sucofindo (Persero) juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa sebagai bagian dari penguatan rantai nilai di tingkat hilir. “Dukungan fasilitas pengolahan ini memastikan seluruh proses, mulai dari pemerahan hingga pengolahan produk, berjalan secara sistematis dan higienis sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk olahan susu etawa lokal,” tutur Budi Utomo. Pada kegiatan sama Kepala Unit TJSL PT Sucofindo (Persero), Nuri Hidayat, menyampaikan pengembangan pusat pelatihan dan edukasi tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga sebagai wadah peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat. “Melalui edukasi peternakan yang beretika, para peternak dan pengelola lokal dibekali pemahaman bahwa kesejahteraan hewan merupakan pilar utama dalam menjaga produktivitas usaha dan keberlanjutan ekosistem eduwisata. Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat menjadi ruang belajar dan praktik yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” kata Nuri Hidayat. Menurut Nuri Hidayat, program ini juga selaras dengan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. “Secara komprehensif, kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, antara lain melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik, dan peningkatan kesadaran animal welfare, serta tersedianya fasilitas praktik berkualitas bagi berbagai elemen Masyarakat, termasuk peternak. Seluruh Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pusat pelatihan nasional bagi peternakan berkelanjutan,” beber Nuri Hidayat. Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala PT Sucofindo (Persero) Cabang Semarang, Habib Krisna Wijaya, mengatakan bahwa melalui kolaborasi ini, Sukawa Edupark berpotensi menjadi kawasan eduwisata percontohan di wilayah Jawa Tengah yang memadukan etika pemeliharaan hewan, edukasi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. “Sinergi berkelanjutan melalui program TJSL Sucofindo ini diharapkan menciptakan dampak berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan standar pengelolaan kawasan dan mutu produk olahan hingga terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” sebut Habib Krisna Wijaya.