Sirkular

Sorotan terbaru dari Tag # Sirkular

Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Inspirasi Ekonomi Sirkular di Invirotech 2026 Nasional
Nasional
18 jam yang lalu

Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Inspirasi Ekonomi Sirkular di Invirotech 2026

Jakarta, katakabar.com - Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6). Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang menaungi seluruh area booth, puluhan orang berkerumun. Sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sebagian lain mengantre untuk melihat lebih dekat setiap showcasing pengelolaan sampah terintegrasi yang ditampilkan oleh MIND ID. Bukan tanpa alasan, booth MINERALive menghadirkan sesuatu yang jarang ditemui pengunjung pameran pada umumnya, yakni pengolahan sampah organik berbasis maggot yang bisa dilihat dan dipelajari langsung, demonstrasi pengelolaan sampah plastik, hingga teknologi 3D printer yang mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai. Di tengah keramaian itu, Dwi Agus berdiri mengamati dengan saksama. Sebagai Praktisi Bank Sampah Induk di bilangan Bekasi, ia datang bukan sekadar untuk melihat-lihat. "Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini," ujar Dwi Agus. Ia mengaku, sebagian dari apa yang ditampilkan di booth ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di komunitasnya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Dia menyampaikan, untuk sampah plastik, pengelolaan di tempatnya masih sebatas pemilahan sebelum diserahkan kepada offtaker. Melihat bagaimana MIND ID mengintegrasikan seluruh proses dalam satu rangkaian, ia mulai membayangkan potensi pengembangan yang lebih besar untuk Bank Sampah yang ia kelola. "Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga," ucapnya. Tidak jauh dari sana, seorang pengunjung lain tampak antusias memperhatikan layar yang menampilkan visualisasi proses daur ulang. Bulan, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Malang, mengaku banyak hal baru yang ia pelajari hari itu. "Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan," tuturnya. Bagi Bulan, pengalaman di booth ini mengubah cara pandangnya tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana, bahkan dari rumah sendiri. "Melestarikan lingkungan bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri dengan menyortir sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah kecil kita bisa menjaga kelestarian alam," jelasnya. Suasana di booth memang dirancang untuk mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Di area pertama, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan diolah secara nyata menggunakan maggot, dan hasilnya, mulai dari volume sampah yang terurai hingga pupuk organik yang dihasilkan, ditampilkan secara terbuka melalui layar digital yang terus menampilkan angka berjalan. Di area lain, sebuah plastic crusher menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang membawa sampah plastik dapat langsung menyetorkannya ke mesin tersebut, sebuah representasi nyata dari program bank sampah yang telah berjalan di berbagai wilayah operasional Grup MIND ID. Tidak jauh dari situ, sebuah teknologi 3D printer bekerja perlahan, mengubah material daur ulang menjadi produk kerajinan yang dipajang di rak-rak sekitarnya bukti bahwa limbah anorganik bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi. Yang membuat booth ini terasa berbeda adalah instalasi besar di bagian atas gugusan awan dengan gradasi dari gelap menuju putih terang, dihiasi lampu biru yang berkedip lembut menyerupai kilatan. Instalasi bertema "awan mendung dan awan cerah" ini bukan sekadar dekorasi. Ia menjadi simbol visual dari perjalanan dekarbonisasi yang ingin ditunjukkan MIND ID. Hingga sore menjelang, antrean pengunjung di booth ini tak surut. Bagi banyak orang yang datang, apa yang mereka bawa pulang bukan hanya foto atau suvenir menarik seperti pupuk dan merchandise khas pertambangan. Lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru tentang bagaimana sesuatu yang dianggap sisa, bisa menjadi awal dari sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan.

Genjot Ekonomi Sirkuler, MIND ID Bersama Masyarakat Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 30 September 2025 | 08:08 WIB

Genjot Ekonomi Sirkuler, MIND ID Bersama Masyarakat Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID berkomitmen hadir bersama masyarakat menciptakan ekonomi sirkuler yang mengintegrasikan peningkatan nilai tambah bisnis dengan keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya MIND ID bersama seluruh Anggota Grup dalam memperkuat fondasi masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menjelaskan bahwa masyarakat di daerah memiliki semangat besar untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler. MIND ID pun konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang terintegrasi dengan rantai pasok operasional Grup, sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Ekonomi sirkuler adalah ekosistem peradaban masa depan. Kami akan konsisten mengajak semua kalangan untuk ikut mendukung program ini, sehingga dampak yang ditargetkan dapat tercapai,” ujar Pria Utama, melalui siaran pers diterima katakabar.com, Minggu siang. Salah satu program yang terus dioptimalkan adalah Bank Sampah milik PT ANTAM Tbk, yang berhasil menggerakkan ribuan warga untuk memilah sampah dari rumah dan mengumpulkannya di titik pengumpulan terpusat. Selama 2024, program ini telah menghasilkan 1.750 kilogram kompos yang berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem lokal di sekitar area operasi perusahaan. Sementara, PT Freeport Indonesia menginisiasi program Rumah Kompos di tiga desa, yakni Desa Manyar Sidorukun, Desa Manyarejo, dan Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Program ini menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Ratusan warga kini semakin sadar akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan penghijauan lingkungan sekitar. Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) turut melibatkan masyarakat dalam pengolahan eceng gondok dari Bendungan PLTA Asahan menjadi pupuk dan kompos, serta memanfaatkan limbah kertas bekas menjadi produk bernilai tambah. Melalui rangkaian workshop, pendampingan, dan dukungan dari Inalum, puluhan masyarakat sekitar PLTA Asahan kini memiliki keterampilan baru dalam mengolah limbah, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi yang tengah digencarkan Pemerintah. Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID memastikan upaya pemberdayaan masyarakat tidak sekadar berbasis output, tetapi benar-benar mampu menghadirkan dampak yang besar bagi masyarakat dan penguatan fondasi bagi peradaban masa depan.

Lidi Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Sirkular di Tangan Dingin Warga Tebo Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 30 Januari 2024 | 09:00 WIB

Lidi Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Sirkular di Tangan Dingin Warga Tebo

Tebo, katakabar.com - Lidi atau tulang daun kelapa sawit belum dimanfaakan dengan baik, bahkan para petani menilai lidi kelapa sawit limbah di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Kabupaten Tebo padahal dikenal salah satu penghasil komoditas kelapa sawit, sehingga bahan baku lidi kelapa sawit melimpah dan bila dimanfaatkan serta diolah sedemikian rupa bisa bernilai ekonomi sirkular. Sejalan dengan itu, di tangan dingin warga Jalan 14, Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Giran lidi kelapa sawit bisa diolah menjadi produk atau kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Lelaki kelahiran tahun 1965 lampau ini olah lidi kelapa sawit jadi piring, tempat buah-buahan dan ragam produk kerajinan lainnya berbagai bentuk dan ukuran. "Sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini olah lidi kelapa sawit jadi kerajinan atau prodak bernilai ekonomis," akui Giran 58 tahun, dilansir dari laman PortalTebo.id, pada Selasa (30/1). Belajar olah atau manfaatkan lidi kelapa sawit, cerita Giran, menjadi produk bernilai ekonomis secara otodidak. Awalnya, ulas Giran, dirinya membeli produk yang sama dengan bahan yang sama di Pulau Jawa. Produk yang dibeli tadi, Ia dipelajari dan akhirnya bisa membuat berbagai produk dengan bahan baku lidi kelapa sawit. Tapi, usaha yang dilakoni Giran memanfaatkan limbah kelapa sawit alami kendala. Saat ini, Giran kesulitan memasarkan produk berbahan lidi kelap sawit tersebut. “Stok di rumah banyak. Ada satu ruangan. Begitu pula dengan bahan melimpah. Sekarang ini, bingung mau dijual kemana," jelasnya. Selama ini, sebut Giran, produk olahannya hanya dibeli warga sekitar. Kalau pembeli dari luar belum ada. Saya berharap produk yang diolah dari lidi kelapa sawit ini bisa mendapatkan pasar baik di Tebo maupun diluar Tebo. ”Ya, ingin sekali bang, kerajinan saya ini bisa masuk dipasaran,” harap dia. Diketahui, lidi kelap sawit atau tulang daun kelapa sawit serat panjang yang terdapat di bagian tengah daun, dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan. Pengolahan lidi kelapa sawit mencakup proses pembersihan, perendaman, dan pengeringan untuk memastikan kekuatan dan ketahanan serat. Setelah itu, lidi kepala sawit dapat dijadikan bahan baku untuk membuat kerajinan berupa piring, tempat buah-buahan dan berbagai produk kerajinan lainnya. Inisiatif pengolahan lidi kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis sangat positif terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini tidak hanya menciptakan peluang penghasilan tambahan bagi keluarga, tapi m mendukung upaya pelestarian lingkungan, sebab pengolahan lidi kelapa sawit bisa membantu mengurangi limbah dan mendukung konsep daur ulang.