Stop Beli Pakaian Hanya "Oke" di Awal Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 27 Juli 2026 | 14:25 WIB

Stop Beli Pakaian Hanya "Oke" di Awal

Jakarta, katakabar.com - Dunia fashion lokal memang sedang ramai-ramainya. Brand baru bermunculan setiap minggu, tetapi banyak yang terjebak pada formula yang sama: mengejar tren musiman dan logo yang mencolok. Di tengah keriuhan itu, konsumen mulai sadar bahwa mereka sudah lelah dengan pakaian yang "gugur" sebelum waktunya. Ada pergeseran perilaku yang menarik di sini. Pembeli sekarang jauh lebih kritis. Mereka tidak lagi beli kaos yang cuma terlihat bagus di foto, tapi yang bisa awet setelah puluhan kali dicuci. Mereka mencari kenyamanan jangka panjang, bukan gaya instan. Commongoods melihat fenomena ini bukan sebagai pasar, melainkan sebuah tanggung jawab. Melawan Budaya Fast Fashion dengan Kualitas Tantangan utama yang dihadapi banyak orang saat ini adalah konsistensi. Seringkali, kita membeli kaos dengan harapan tinggi, tapi tiga kali masuk mesin cuci, kerahnya sudah melar atau warnanya memudar. Ini bukan masalah baju, tapi masalah harga diri pemakainya. Commongoods menolak narasi "yang penting murah dan laku". Fokus brand ini sejak awal adalah durabilitas. Ini adalah resistensi halus terhadap budaya fast fashion yang memprioritaskan kuantitas di atas kualitas. Bagi mereka, pakaian basic yang baik bukanlah yang paling mencolok, melainkan yang paling bisa diandalkan setiap hari. Minimalis Bukan Berarti Tanpa Karakter Ada kesalahpahaman umum bahwa desain minimalis itu membosankan. Padahal, justru di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Membuat pakaian dengan siluet bersih yang tetap terlihat modern dan proporsional saat dipakai, tanpa terlihat kedodoran atau kaku, memerlukan presisi yang tinggi. Koleksi kaos oversize dari Commongoods adalah contoh nyata. Potongannya dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai bentuk tubuh, memberikan kesan urban yang effortless. Ini bukan hanya tentang kaos, tapi juga instrumen kepercayaan diri. Saat jahitan tepi rapi dan pemilihan kain yang pas untuk cuaca tropis bersatu, di situlah fungsi dan estetika bertemu. Investasi pada Citra Diri Dalam ekosistem digital di mana penampilan seringkali menjadi kesan pertama, memilih pakaian basic yang berkualitas adalah investasi untuk personal branding. Kita tidak selalu butuh pakaian yang ramai untuk tampil prima. Justru, kemampuan memadupadankan busana minimalis yang berkualitas menunjukkan selera yang lebih matang. Kehadiran Commongoods di industri lokal memberikan sinyal penting: bahwa produsen lokal sudah saatnya menetapkan standar yang lebih tinggi. Bukan lagi soal siapa yang bisa menjual paling murah, tapi siapa yang bisa memberikan nilai jangka panjang bagi penggunanya. Tentang Commongoods Commongoods adalah ruang bagi mereka yang percaya pakaian tidak hanya pelapis tubuh. Dengan pendekatan yang mengutamakan fungsi, ketahanan kain, dan desain yang timeless, brand ini berkomitmen menjadi solusi busana harian bagi masyarakat urban Indonesia yang tidak ingin berkompromi dengan kualitas. Untuk melihat bagaimana mereka membingkai kembali standar pakaian basic, Anda bisa beli kaos oversize di official website Commongoods commongoods.id

Stop Percaya Mitos! Kuliah ke Luar Negeri Enggak Selalu Mahal Mitos dan Fakta
Mitos dan Fakta
Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Stop Percaya Mitos! Kuliah ke Luar Negeri Enggak Selalu Mahal

Jakarta, katakabar.com - Global Education Fair Surabaya & Malang 2026 merupakan acara gratis dan terbuka untuk umum yang menghadirkan perwakilan universitas internasional, konsultasi pendidikan dengan biaya Rp0, serta informasi peluang beasiswa. Acara berlangsung di Surabaya pada 25 Juli dan Malang pada 26 Juli 2026, dengan seminar gratis khusus bagi pengunjung di Malang. AECC Indonesia kembali menghadirkan Global Education Fair di Surabaya dan Malang sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi di luar negeri. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat berkonsultasi tanpa biaya dengan konsultan pendidikan AECC Indonesia, bertemu langsung dengan perwakilan universitas internasional, serta memperoleh informasi mengenai pilihan program studi, proses pendaftaran, hingga peluang beasiswa. Melanjutkan pendidikan ke luar negeri masih menjadi aspirasi banyak masyarakat Indonesia. Tetapi, tidak sedikit calon mahasiswa dan orang tua yang menghadapi tantangan dalam memperoleh informasi yang akurat mengenai pemilihan universitas, persyaratan akademik, biaya pendidikan, maupun proses aplikasi. Global Education Fair hadir untuk memberikan akses informasi yang lebih mudah melalui konsultasi langsung dengan berbagai institusi pendidikan internasional. Acara ini akan berlangsung di dua kota: Surabaya: Sabtu, Jul 25, 2026, pukul 13.00–18.00 WIB di Vasa Hotel Surabaya, Jl. Mayjen HR. Muhammad No. 31, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya. Untuk mendaftar GEF Surabaya bisa klik di sini Malang: Minggu, Jul 26, 2026, pukul 13.00–18.00 WIB di Grand Mercure Malang Mirama, Jl. Raden Panji Suroso No. 7, Purwodadi, Blimbing, Kota Malang. Untuk mendaftar GEF Malang bisa klik di sini Dalam kegiatan ini, peserta dapat berdiskusi secara langsung dengan perwakilan universitas dan institusi pendidikan internasional mengenai berbagai aspek studi di luar negeri, mulai dari pilihan program studi, persyaratan penerimaan, biaya pendidikan, hingga tahapan aplikasi. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh informasi mengenai peluang beasiswa yang ditawarkan oleh masing-masing institusi sesuai dengan program studi dan kualifikasi yang dimiliki. Konsultan AECC Indonesia turut memberikan pendampingan kepada peserta dalam memahami berbagai jalur pembiayaan pendidikan, termasuk informasi mengenai beasiswa yang disediakan oleh universitas maupun program beasiswa dari Pemerintah Indonesia. Informasi yang diberikan akan disesuaikan dengan tujuan studi, negara tujuan, serta profil masing-masing calon mahasiswa, mengingat setiap program memiliki ketentuan dan persyaratan yang berbeda. Sejumlah universitas dan institusi pendidikan internasional yang dijadwalkan berpartisipasi dalam Global Education Fair Surabaya dan Malang antara lain University of Sheffield, St George's University, Flinders University, Monash University, Adelaide University, Western Sydney University, University of Plymouth, City University of Seattle, University of Dundee, Deakin University, University of British Columbia Okanagan Campus, Australian Institute of Higher Education, LaSalle College International, Sejong University, serta berbagai institusi pendidikan internasional lainnya. Melalui penyelenggaraan Global Education Fair di Surabaya dan Malang, AECC Indonesia berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi pendidikan internasional yang kredibel. Dengan menghadirkan konsultasi tanpa biaya dan kesempatan bertemu langsung dengan perwakilan universitas, acara ini diharapkan dapat membantu calon mahasiswa dan orang tua mengambil keputusan studi yang lebih tepat berdasarkan informasi yang relevan dan komprehensif.

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 12 November 2025 | 10:08 WIB

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan

AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan kepedulian akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia meminta seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Jangan ada lagi aktivitas yang bisa memicu kebakaran, sekecil apa pun. Membakar untuk membersihkan lahan hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi kita semua,” jelas Kapolres dengan nada tegas, Rabu (12/11). Imbauan itu disampaikannya bukan tanpa alasan. Beberapa hari terakhir, kebakaran kembali melanda wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Lahan yang terbakar mayoritas merupakan gambut jenis lahan yang mudah menyala dan sulit dipadamkan. Tak tinggal diam, AKBP Bobby bersama jajarannya turun langsung ke lokasi kebakaran. Dengan sepatu terendam lumpur dan wajah diselimuti asap, Kapolres ikut memimpin proses pemadaman sekaligus pendinginan area yang telah terbakar. “Lahan gambut ini sangat rawan. Setelah api padam pun, bara bisa muncul lagi dari bawah permukaan. Karena itu, pendinginan menjadi langkah penting,” jelasnya di sela kegiatan. Kapolres menambahkan, Polres Kampar bersama tim gabungan dari TNI, BPBD, dan Manggala Agni terus bersiaga untuk mencegah api meluas. Ia menegaskan, setiap pelaku pembakaran akan diproses hukum tanpa kompromi. “Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang sengaja membakar lahan. Kami akan tindak sesuai aturan,” tegas AKBP Bobby. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.

Jabat Bupati Tujuh Bulan, Ade Didesak Stop Angkutan Odol, Logika? Politik
Politik
Rabu, 24 September 2025 | 20:19 WIB

Jabat Bupati Tujuh Bulan, Ade Didesak Stop Angkutan Odol, Logika?

Indragiri Hulu, katakabar.com - Polemik angkutan Over Dimension atau Over Loading yang didominasi mobil Batubara tampaknya terus digaungkan sebagian elemen masyarakat, seakan tidak sabar menunggu perubahan dibikin pemimpin baru di Indragiri Hulu, Riau, mengenai infrakstruktur khusunya. Padahal, problem ini sedang berproses, dan diperjuangkan Ade Agus Hartanto, selaku Bupati Indragiri Hulu bersama Abdul Wahid, Gubernur Riau yakni mengkaji jalan alternatif untuk angkutan industri Batubara. “Proses ini terus kita lakukan dan diperjuangkan, jadi jangan dianggap kami diam atau tidak ada perubahan untuk mencari solusi akases yang dilintasi Odol,” tegasnya kepada katakabar.com, Rabu (24/9). Ditegaskan, lintasan badan jalan aktenatif yang akan dibuat sudah dikantongi datanya. Di mana ada dua HGU yang dilintasi belum selesai negoisasi tentang pembebasan lahan. “Panjang jalan alternatif akan dibangun sekitar 40 kilometer mulai dari Kecamatan Peranp sampai Belilas, Kecamatan Seberida,” bebernya. Ade menghargai demontrasi yang digelar masyarakat hari ini, dan berharap adanya aksi tersebut segera mendorong percepatan masalah yakni dilirik pemerintah provinsi maupun pusat. Kendati demikian perlu pemahaman secara objektif pemerintah tetap berada dipihak masyarakat ketibang cukong. “Saya baru 7 bulan menjabat Bupati, kenapa ada narasi bahwa pemerintah menjadi 'Beking'. Lihatlah, kita telah mengesekusi beberapa ruas jalan sepanjang 3,5 kilometer dan pembanunannya sedang dikerjakan, tahun 2026 akan dilanjutkan pembangunanya,” imbuhnya. Diketahui, sejumlah elemen masyarakat melakukan deklarasi meminta hentikan pengangkutan over dimension over load (Odol) yang melintas di sepanjang ruas jalan Kecamatan Peranap hingga Kecamatan Kuala Cenaku. Aksi tersebut di pusatkan simpang jalan elak Air molek, Kecamatan Pasir Penyu pada Rabu (24/9). Turun.., turun.., ke lapangan diantaranya anggota Lembaga adat Melayu (LAM ) Indragiri Hulu, anggota Badan pemberdayaan Masyarakat Seluruh Indonesia (PABPDSI) Indragiri Hulu, pengurus Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN). Di sana mereka mendeklarasikan beberapa poin diantaranya, melarang keras khususnya angkutan Odol melintasi jalan provinsi yang ada di Indragiri Hulu mulai dari Kecamatan Peranap hingga kecamatan Kuala Cenaku dan sebaliknya.

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku Hukrim
Hukrim
Rabu, 28 Mei 2025 | 14:30 WIB

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan seru masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam membuka lahan agar tidak dengan cara membakar. "Musim kemarau sudah tiba! Untuk itu, Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam praktik membuka lahan agar tidak dengan cara membakar," imbaunya kepada wartawan, Rabu (28/5) siang. Ditegaskan mantan Kapolres Indragiri Hilir ini, stop membakar lahan dan hutan! Pidana menantimu! Selain itu, terang AKBP Budi, hindari membakar di area lahan dan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera lapor petugas jika melihat kebakaran lahan dan hutan ke Nomor Kontak: 0821 7198 0943. Menurut Kapolres Bengkalis, bagi pelaku pembakar hutan dan lahan bisa dipenjara 10 tahun, dan denda Rp10 miliar. "Ancaman pidana bagi pelaku pembakar hutan dan lahan tersebut ancaman pidana kurangan tidak main-main. Jadi, Bak pepatah lama 'lebih baik mencegah daripada mengobati' hindari membakar di area lahan dan hutan," jelasnya. Diketahui, BMKG prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia diprediksikan mulai sama hingga lebih lambat dari normalnya, mencakup 409 ZOM (59 persen) yang tersebar di Indonesia. Akumulasi curah hujan musim kemarau di sebagian besar ZOM diprediksikan pada kategori Normal atau sama dengan biasanya (tidak lebih basah atau tidak lebih kering).

Warga Sekolaq Darat Stop Truk CPO dan Tanam Sawit di Jalan Rusak Picu Perusahaan Cuek Sawit
Sawit
Kamis, 23 Januari 2025 | 20:02 WIB

Warga Sekolaq Darat Stop Truk CPO dan Tanam Sawit di Jalan Rusak Picu Perusahaan Cuek

Sendawar, katakabar.com - Jalan Trans Kalimantan di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, rusak parah disebabkan lalu lalang truk pengangkut minyak sawit mentah (CPO). Truk CPO lalu lalang dari dan ke terminal bongkar muat di Kampung Karangrejo, melebihi tonase daya dukung jalan kapasitas kelas III sehingga tidak sanggup menahan beban truk CPO bermuatan dua puluh ribu meter kubik lebih. Warga setempat menuntut segera diperbaiki agar tidak menelan korban, tapi perusahaan di daerah itu tidak menanggapi bahkan dinilai cuek dengan kondisi ruas jalan yang rusak parah sepanjang 1 kilometer yang tersebar di Kampung Sekolaq Joleq, Sekolaq Darat, Srimulyo, Sekolaq Muliaq, hingga ke Bundaran Kecamatan Melak. Camat Sekolaq Darat, Suwila Ervina, sudah melayangkan surat kepada 3 pimpinan perusahaan dari 8 Januari lalu, tapi tak kunjung mendapat respon. Di mana tiga perusahaan sawit yang menggunakan jalan tersebut, yakni PT Fangiono Grup, PT Kruing Lestari Jaya, dan PT Ketapang Agro Lestari.

PSR dan Sarpras Stop Dulu! Petani Sawit Keberatan BPDPKS Diganti Jadi BPDP Sawit
Sawit
Jumat, 17 Januari 2025 | 22:33 WIB

PSR dan Sarpras Stop Dulu! Petani Sawit Keberatan BPDPKS Diganti Jadi BPDP

Jambi, katakabar.com – Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) umumkan penghentian sementara pencairan dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dan dana Sarana dan Prasarana (Sarpras) Perkebunan Kelapa Sawit hingga waktu yang tidak ditentukan, di pekan kedua Januari 2025 lalu. Memang, di surat itu dijelaskan kebijakan tersebut hanya sementara dan terkait dengan perubahan nomenklatur BPDPKS menjadi Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP). Tapi, pengumuman ini sontak picu kebingungan di kalangan petani kelapa sawit. Soalnya, banyak yang tengah berharap segera mendapatkan dana bantuan tersebut untuk meremajakan dan meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit.

Andai Penerapan B50 Lancar Indonesia Bisa Stop Impor Solar 2026 Sawit
Sawit
Sabtu, 04 Januari 2025 | 21:45 WIB

Andai Penerapan B50 Lancar Indonesia Bisa Stop Impor Solar 2026

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah sudab tetapkan penerapan bahan bakar minyak atau BBM jenis solar dengan campuran bahan bakar nabati atau BBN biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen atau B40 dimulai 1 Januari 2025. Ketetapan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/1). "Kementerian ESDM baru selesai melakukan rapat internal bahas secara detail terkait urusan biodiesel. Kami telah memutuskan peningkatan biodiesel dari B35 ke B40 sudah berlaku mulai 1 Januari 2025," ujarnya melalui siaran pers, dilansir dari laman EMG, Sabtu (4/1). Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto terkait ketahanan dan swasembada energi, serta target pemerintah mencapai net zero emission di tahun 2060. Pemerintah bahkan menyiapkan rencana peningkatan lebih lanjut ke B50 pada 2026. "Kalau B40 ini berjalan baik, atas arahan Presiden RI, kita dorong implementasi B50 pada 2026. Kalau ini kita lakukan, maka impor kita terhadap solar, Insya Allah dipastikan sudah tidak ada lagi di tahun 2026. Jadi program (mandatori biodiesel) ini bagian dari pada perintah presiden tentang ketahanan energi dan mengurangi impor," terangnya. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi mengutarakan, program mandatori B40 dapat mengurangi impor BBM sehingga menghemat devisa sebesar Rp147,5 triliun. Sedangkan untuk B35 dapat menghemat Rp122,98 triliun. “Dengan demikian terjadi penghematan devisa sekitar Rp 25 triliun dengan tidak mengimpor BBM jenis minyak solar dari peningkatan B35 ke B40,” ucapnya.

Pemkab Meranti Gelar Komitmen Bersama Stop Stunting 2024 Riau
Riau
Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:00 WIB

Pemkab Meranti Gelar Komitmen Bersama Stop Stunting 2024

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Bappedalitbang mgelar komitmen bersama mengenai Strategi Optimalisasi Penuruan (Stop) Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2024. Kegiatan itu dibuka Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H.l Asmar, di Kantor Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi, Rabu (28/8). Percepatan penurunan stunting, kata H Asmar, salah satu program prioritas nasional, sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Harapan Pupus, Pabrik Minyak Makan Merah Stop Operasi di Long Ikis Gegara Kajian Kurang Matang Sawit
Sawit
Minggu, 18 Agustus 2024 | 19:26 WIB

Harapan Pupus, Pabrik Minyak Makan Merah Stop Operasi di Long Ikis Gegara Kajian Kurang Matang

Paser, katakabar.com - Pabrik Minyak Makan Merah milik Badan usaha Milik Desa (Bumdes) Bukit Seloka di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, terpaksa stop operasional. Pabrik itu baru berdiri pada 2023 lalu sedang tahap uji coba. Pabrik berhenti disebabkan kajian kurang matang. Di mana peralatan yang digunakan belum maksimal untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Harapan pabrik mampu meningkatkan harga hasil kebun kelapa sawit petani pupus.