Terbang
Sorotan terbaru dari Tag # Terbang
Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (uMKM) perkebunan Indonesia tembus pasar internasional. Di antaranya lewat pengembangan lidi sawit yang telah berhasil diekspor ke Tiongkok melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kisah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II usung tema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor”, yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Selasa (18/8) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan lidi sawit salah satu potensi produk turunan kelapa sawit yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. “Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” kata Helmi pada sesi diskusi. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar pelaku UMKM memahami aspek teknis yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. BPDP memfasilitasi proses tersebut melalui berbagai kegiatan workshop bersama ASPEKPIR, termasuk pembelajaran mengenai spesifikasi produk dan prosedur ekspor. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menimpali pengembangan lidi sawit berangkat dari upaya asosiasi untuk mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengembangkan produk lain yang dapat memberikan nilai tambah. Sebelum masuk ke pasar ekspor, lidi sawit yang dihasilkan petani dan pelaku UMKM masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan BPDP kemudian membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut agar memenuhi kebutuhan pasar internasional. “Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ucap Setiyono. Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pendampingan dan workshop yang dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut Setiyono, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan produsen lidi sawit sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi di tingkat petani dan UMKM. Untuk melakukan kegiatan ekspor ASPEKPIR didampingi Arra Setya Abadi (ASA) dan dengan dukungan BPDP melakukan pendampingan kepada sejumlah anggota agar mampu menghasilkan lidi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan eksportir.Hasil pendampingan tersebut telah memungkinkan pengiriman lidi sawit ke Tiongkok. Total produksi yang telah dibantu melalui kolaborasi tersebut mencapai dua kontainer berukuran 40 kaki, dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer. Pada pengiriman yang dilakukan di Langkat, satu kontainer berisi sekitar 30.000 kilogram lidi sawit dikirim ke Tiongkok. Bagi BPDP, keberhasilan tersebut menjadi contoh kolaborasi multipihak dapat menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada lidi sawit namun terus dikembangkan untuk berbagai produk turunan sawit lainnya sehingga semakin banyak UMKM perkebunan yang mampu masuk ke pasar internasional. Sementara, ASPEKPIR berkomitmen untuk terus mendorong anggotanya mengembangkan produk samping kelapa sawit. Setiyono menyebut lidi sawit menjadi langkah awal, sementara asosiasi juga tengah mempelajari pengembangan produk lain seperti biochar untuk peluang ekspor ke depan. Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II UKMK Bisa Ekspor menunjukkan pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan tidak hanya dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tetapi membuka peluang bagi UMKM untuk membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan dapat terus memperluas jumlah pelaku usaha serta wilayah yang mampu menghasilkan produk perkebunan berorientasi ekspor.
Harga Bitcoin Terbang 20 Persen Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?
Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin melonjak signifikan dalam waktu singkat, dari level di bawah US$ 64.000 pada 19 Agustus 2026 hingga menembus US$ 79.000. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat menguat lebih dari 20 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan cepat ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apa yang sebenarnya mendorong reli tersebut, dan mengapa kebijakan di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap aset kripto? Salah satu jawabannya datang dari kebijakan yang sekilas tampak jauh dari dunia kripto, yakni pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS oleh Departemen Keuangan AS. Treasury Buyback dan Sinyal Likuiditas Treasury buyback merupakan mekanisme ketika pemerintah AS membeli kembali surat utang yang telah beredar di pasar menggunakan dana tunai yang dimilikinya. Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang dari US$ 2 miliar menjadi US$ 4 miliar per operasi mulai September. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga membuka peluang agar skala buyback tersebut kembali diperbesar ke depan. Kebijakan semacam ini umumnya dilakukan untuk menjaga likuiditas dan kelancaran perdagangan di pasar obligasi, terutama pada seri lama yang semakin jarang diperdagangkan. Selain itu, pembelian kembali dapat membantu meredam lonjakan imbal hasil atau yield obligasi yang terlalu tinggi, sehingga tekanan terhadap biaya utang pemerintah dan pasar keuangan dapat berkurang. Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin? Ketika pemerintah membeli obligasi dalam jumlah besar, permintaan terhadap surat utang tersebut meningkat. Harga obligasi cenderung naik, sementara yield-nya bergerak turun. Dalam kondisi seperti ini, daya tarik instrumen aman seperti Treasury dapat berkurang dibandingkan aset dengan profil risiko lebih tinggi. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pasar juga dapat membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal bertambahnya likuiditas dalam sistem keuangan. Secara historis, kondisi likuiditas yang lebih longgar kerap menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin. "Kebijakan ini menurunkan imbal hasil obligasi yang sempat melonjak tajam, dan pasar membacanya sebagai sinyal ekspansi likuiditas, yang secara historis selalu direspons positif oleh BTC," ujar Yudho dalam pernyataan tertulis, Rabu (26/8) lalu. Optimisme pasar semakin kuat karena pada hari yang sama dengan pengumuman buyback tersebut, Presiden AS, Donald Trump, juga menjamu sejumlah eksekutif industri kripto di Gedung Putih. Kombinasi faktor likuiditas dan sinyal politik itu menambah ekspektasi positif terhadap arah kebijakan AS terhadap aset digital. Meski demikian, Yudho menekankan bahwa Treasury buyback bukan satu-satunya alasan di balik lonjakan Bitcoin hingga melampaui US$ 79.000. Reli kali ini didorong oleh beberapa faktor yang terjadi hampir bersamaan. Salah satunya adalah short squeeze di pasar derivatif. Ketika Bitcoin menembus rentang US$ 65.000-US$ 72.000, sejumlah besar posisi short atau taruhan terhadap penurunan harga mulai terlikuidasi secara paksa. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3 miliar hingga US$ 6,4 miliar dalam beberapa hari, yang disebut menjadi salah satu gelombang likuidasi terbesar sejak November 2021. Karena mayoritas posisi yang ditutup merupakan taruhan bearish, proses likuidasi justru menciptakan tekanan beli tambahan dan mempercepat kenaikan harga Bitcoin. Dorongan berikutnya datang dari investor institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk harian sebesar US$ 517 juta pada 19 Agustus 2026, tertinggi sejak awal Mei. Lonjakan inflow tersebut menunjukkan minat institusi terhadap Bitcoin kembali meningkat. Reli Kencang, Risiko Koreksi Ikut Membesar Di balik optimisme tersebut, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek. Data internal FLOQ, mencatat Bitcoin sempat kesulitan menembus area resistance di sekitar US$ 79.400-US$ 81.000. Pada saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) harian telah memasuki zona overbought, yang menunjukkan kenaikan harga berlangsung sangat cepat dan mulai rentan terhadap aksi ambil untung. "Diperkirakan koreksi wajar ke kisaran US$ 75.000-76.000 usai kenaikan secepat ini, bahkan ada yang mewaspadai potensi penurunan lebih dalam ke US$ 67.000-70.000 jika tekanan jual meningkat," jelas Yudho. Sinyal kehati-hatian juga terlihat dari pasar futures Bitcoin yang berada dalam kondisi backwardation, yakni ketika harga kontrak berjangka berada di bawah harga spot. Menurut Yudho, kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa sebagian aktivitas pembelian belakangan ini merupakan strategi basis trade, bukan sepenuhnya taruhan bullish terhadap kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang. Jackson Hole Jadi Ujian Berikutnya Setelah reli tajam dalam beberapa hari terakhir, perhatian pasar kini beralih ke kebijakan moneter AS. Investor akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada 27-29 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu agenda penting karena merupakan kehadiran perdananya dalam forum itu sebagai Ketua The Fed. Nada yang disampaikan Warsh, apakah cenderung dovish, netral, atau hawkish, berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek. Pasar juga akan menghadapi sejumlah agenda penting lain pada September, mulai dari voting RUU Clarity Act pada 15 September hingga keputusan suku bunga The Fed pada 16 September. Kenaikan Bitcoin hingga menembus US$ 79.000 tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Treasury buyback memberikan dorongan dari sisi likuiditas, tetapi reli tersebut juga diperkuat oleh short squeeze, masuknya dana institusional, serta optimisme terhadap arah kebijakan AS. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar mengapa Bitcoin naik, tetapi apakah kombinasi katalis tersebut cukup kuat untuk mempertahankan momentum di atas US$ 79.000, atau justru membuka ruang bagi koreksi setelah reli yang begitu cepat.
Terbang ke Cibubur, Bupati Rohul Bawa Semangat Pramukadi Panggung Jambore Nasional XII
Jakarta, katakabar.com - Di bawah langit Jakarta yang cerah, semangat ribuan pramuka dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Pertengahan Agustus 2026, tiga hari jelang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI menjadi hari bersejarah saat Jambore Nasional (Jamnas) XII sekaligus Peringatan Hari Pramuka ke 65 resmi dibuka di Lapangan Utama Buperta. Dan di tengah kerumunan itu, nama Rokan Hulu turut hadir membawa harapan besar, lewat sosok Bupati Anton, ST., MM. Bukan sekadar pejabat daerah, Bupati Anton hadir selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Rokan Hulu. Ia tak datang sendirian; didampingi Ketua Kwarcab Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak., Sekretaris Kwarcab, Budimin, S.Sos., serta jajaran pengurus dan andalan lainnya. Kehadiran mereka adalah bukti nyata: pembinaan generasi muda bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab besar yang dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Pembukaan agung ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus unsur Mabinas Gerakan Pramuka, Kak Erick Thohir. Di hadapan ribuan peserta, ia membacakan amanat tertulis Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh hati: di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perubahan zaman, peran Gerakan Pramuka justru semakin dibutuhkan oleh bangsa ini. “Saya percaya Indonesia membutuhkan Pramuka lebih dari sebelumnya. Pramuka yang kuat, aktif, menjadi tempat anak-anak tumbuh, belajar bekerjasama, dan berbuat nyata bagi sesama,” bunyi pesan Presiden RI bergema di lapangan luas itu. Lebih dalam lagi, Kepala Negara mengingatkan Pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan di sekolah. Ia adalah ladang pembentukan karakter—tempat disiplin, gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air ditempa lewat pengalaman nyata, bukan sekadar teori di dalam ruangan tertutup. “Karakter tidak lahir dalam semalam. Ia butuh latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung,” tegasnya, seraya mengajak semua elemen bersinergi mempersiapkan jalan menuju Indonesia Emas 2045. “Seratus tahun Indonesia nanti adalah milik kalian. Kalianlah yang akan membangunnya," jelasnya. Momen sakral ditutup dengan bunyi sirine yang berkumandang, ditandai bersama oleh Kak Erick Thohir, Ketua Kwartir Nasional Kak Budi Waseso, serta Sekretaris Gerakan Kepanduan Dunia (WOSM) Mr. David Berg. Satu bunyi, satu semangat, satu tekad untuk masa depan. Bagi Rokan Hulu, kehadiran Bupati Anton dan rombongan bukan sekadar ikut meramaikan pesta nasional. Ini adalah pernyataan sikap: Rohul berkomitmen menjadikan Pramuka sebagai benteng generasi muda yang tangguh, mandiri, dan menjunjung tinggi persatuan. Meski zaman terus berubah, nilai luhur kepramukaan tetap menjadi kompas yang tak akan pernah digoyahkan. Dari Cibubur, semangat itu akan dibawa pulang ke Negeri Seribu Suluk—untuk terus menyalakan api karakter di dada setiap pemuda Rokan Hulu, demi negeri yang lebih baik.
Produk UMKM Terbang ke Malaysia: Koperasi PRJ Riau Teken MoU Ekspor Dengan Koperasi PB Selangor
Pekanbaru, katakabar.com - Yuneli tak mampu sembunyikan rasa haru dan senang di raut wajahnya. Ia begitu percaya diri saat membubuhkan tekanan di atas lembar Nota Kesepahaman (MoU). Bagi perempuan yang akrab disapa Nunik ini, bukan sekadar seremoni formal, Jumat (8/5) kemarin. Selaku Ketua Koperasi Pucuk Rebung Jaya, tanda tangan itu langkah awal bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bawah naungan Koperasi Pucuk Rebung Jaya melintasi Selat Malaka, merambah pasar Malaysia melalui kemitraan strategis dengan Koperasi Petaling Berhad, Shah Alam, Selangor. “Ini pencapaian yang luar biasa. Tidak pernah bermimpi sebelumnya produk kami bisa tembus pasar internasional,” kata Nunik, sembari mengenang perjalanan panjang kelompoknya dari usaha kecil hingga kini berdiri sejajar di panggung ekspor. Kemitraan ini bukan sekadar soal angka atau transaksi dagang. Lebih dari itu, kerja sama ini adalah jembatan budaya. Tuan Haji Adli bin Dato’ Aj’ad Ghazi, Wakil Ketua Koperasi Pembangunan Daerah Petaling Berhad Malaysia, bilang momen ini sebagai langkah awal persahabatan dua komunitas serumpun. "Kami sangat berbesar hati. Semoga kemitraan ini membuahkan hasil kesejahteraan bersama," ujarnya. Bagi para pelaku usaha di bawah naungan Pucuk Rebung Jaya, dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan SKK Migas menjadi napas utama. Melalui pendampingan yang intens mulai dari perbaikan kualitas rasa, standar kemasan yang estetik, hingga strategi branding produk-produk lokal Riau yang tadinya hanya beredar di pasar lokal, kini "naik kelas," dengan percaya diri. Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, mengatakan pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras dan keikhlasan para ibu-ibu penggerak UMKM. "Hari ini adalah momen bersejarah, momen di mana produk-produk yang lahir dari tangan-tangan terampil ibu-ibu kelompok UMKM binaan PHR Zona Rokan, SKK Migas, dan Pemerintah Riau, kini resmi melangkah menuju panggung internasional. Dari bumi Riau, menuju Malaysia, dan insya Allah, suatu hari nanti ke seluruh penjuru dunia," sebut Rudi Arief. Ketua Dekranasda Pekanbaru, Sulastri Agung Nugroho aminkan Rudi Arief. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan PHR-SKK Migas terhadap UMKM di Pekanbaru. Menurutnya, keberhasilan Koperasi Pucuk Rebung Jaya harus menjadi pemantik semangat bagi UMKM lain untuk terus maju dan berkembang sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat. “Ini adalah langkah strategis bagaimana memperluas pemasaran produk UMKM hingga ke luar negeri. Semoga memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi masyarkat. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku UMKM untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas produk, menjaga kepercayaan konsumen, serta terus beradaptasi dengan teknologi dan kondisi pasar yang berdaya saing,” jelasnya. Kemitraan Koperasi Pucuk Rebung Jaya dengan Koperasi Petaling Berhad Malaysia ini merupakan suatu keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh KKKS PHR. Program ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dari skala lokal menuju panggung internasional. “Hal ini menegaskan komitmen industri hulu migas untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Industri hulu migas tidak hanya fokus pada ketahanan energi, tetapi juga pada kemandirian ekonomi rakyat,” tutur Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison. Kolaborasi strategis antara Koperasi Pucuk Rebung Jaya dan Koperasi Petaling Berhad Malaysia ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Riau. Di kegiatan ini juga dilakukan diskusi terkait peluang kolaborasi dan penguatan UMKM antara Indonesia dan Malaysia. Turut hadir juga eksportir Jepang dengan harapan pemasaran produk UMKM Riau semakin luas di tingkat global. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.