Turun Tipis

Sorotan terbaru dari Tag # Turun Tipis

Harga Emas Turun Tipis di Tengah Spekulasi Kebijakan Hawkish The Fed Internasional
Internasional
Selasa, 09 Desember 2025 | 11:13 WIB

Harga Emas Turun Tipis di Tengah Spekulasi Kebijakan Hawkish The Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah di perdagangan Selasa (9/12) seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar jelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data pasar, XAU/USD diperdagangkan di kisaran $4.195, turun 0,27% setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.219. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang defensif jelang pertemuan kebijakan moneter The Fed, yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut menjelang tahun 2026. Menurut analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, prospek emas saat ini masih berada pada jalur trend bullish yang menguat, mengacu pada kombinasi pola candlestick, serta indikator teknikal Moving Average yang menunjukkan momentum kenaikan masih mendominasi. Tetapi, tekanan jangka pendek tetap bergantung pada retorika kebijakan The Fed dan arah ekonomi AS ke depan. Secara teknikal, Andy memproyeksikan pergerakan emas hari ini berada pada dua skenario utama. Jika tekanan bullish berlanjut dan sentimen pasar mendukung aset safe-haven, harga emas berpotensi menguji kembali resistance terdekat di $4.218. "Level ini menjadi titik psikologis penting, yang jika berhasil dilewati, dapat membuka ruang penguatan lanjutan menuju zona resistance berikutnya," jelasnya. Apabila emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan pasar kembali merespons penguatan dolar, potensi koreksi jangka pendek mengarah ke area $4.180. Level ini menjadi support terdekat sekaligus area keputusan bagi pelaku pasar dalam menentukan arah berikutnya. Pelaku pasar global kini menunggu keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu AS. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 90%, naik signifikan dari 66% pada November lalu. Meski demikian, pasar khawatir The Fed akan menyampaikan nada hawkish dalam konferensi pers, termasuk melalui rilis dot-plot yang akan memberi petunjuk arah suku bunga sepanjang 2026. “Pasar sedang menunggu keputusan Fed dan arahan lebih lanjut mengenai kebijakan,” timpal Peter Grant, Wakil Presiden dan Strategis Senior Logam di Zaner Metals. Sentimen pasar juga dipengaruhi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan, ADP Employment, serta data JOLTS Job Openings. Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, peluang penurunan suku bunga lanjutan meningkat, sehingga mendukung kenaikan harga emas sebagai aset non-imbal hasil. Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut memberi dukungan tambahan terhadap permintaan emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali meningkat, memperkuat permintaan terhadap aset lindung nilai. Penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi Treasury AS dengan yield tenor 10 tahun naik menjadi 4,168% menjadi hambatan jangka pendek bagi reli emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures Indonesia menilai bahwa meski emas terkoreksi, bias bullish masih dominan. Market kini menunggu katalis besar dari pernyataan The Fed untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Disbun Jambi Tetapkan Harga: TBS Sawit Turun Rp14,49 per Kg Periode 5 Hingga 11 September 2025 Sawit
Sawit
Jumat, 05 September 2025 | 17:02 WIB

Disbun Jambi Tetapkan Harga: TBS Sawit Turun Rp14,49 per Kg Periode 5 Hingga 11 September 2025

Jambi, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi tetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 5 hingga11 September 2025. Dari penetapan harga itu, TBS kelapa sawit turun tipis dibandingkan harga periode sebelumnya. Untuk tanaman kelapa sawit umur 10–20 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.624,93 per kilogram, turun Rp14,49 dari periode 29 Agustus hingga 4 September 2025 tadinya harga sentuh Rp3.639,42 per kilogram. Penurunan harga dipengaruhi melemahnya harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel. Di periode terbaru, harga CPO tercatat Rp14.282,29 per kilogram, sementara kernel berada di level Rp13.338,04 per kilogram. Padahal pekan sebelumnya, harga CPO mencapai Rp14.324,23 per kilogram dan kernel Rp13.453,33 per kilogram, dan Indeks K untuk kedua periode sama, yakni 94,67 persen. Menurut data resmi, dilansir dari laman sawit indonesia, Jumat (5/9) rincian harga TBS periode 5 hingga 11 September 2025 di Jambi, yakni umur 3 tahun Rp2.816,49 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.020,82 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.158,75 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.289,91 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.372,76 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.445,70 per kilogram, umur 9 tahun Rp3.512,77 per kilogram, umur 10–20 tahun Rp3.624,93 per kilogram, umur 21–24 tahun Rp3.518,56 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.362,07 per kilogram.