Alat Berat AMI Group Beraktifitas di Lahan HGU PT SBP

Zaudi mengatakan alat berat yang diduga milik AMI Group terus beraktivitas di lahan HGU PT SBP. Mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, hingga penanaman sawit. Akses jalan menuju lokasi pun sudah diperbaiki.

Zaudi dapat memastikan perusahaan konstruksi dan perkebunan itu (AMI Group,red) milik Ketua DPRD Inhu, Sabtu Pradansyah Sinurat. 
 
"Fakta ini berbanding terbalik dengan klaim mereka yang mengaku petani Sungai Raya sudah menggarap lahan puluhan tahun di HGU PT SBP. Melihat usia tanaman, bangunan, dan jalan, semuanya jelas tidak lebih dari 5 tahun. Walau mengaku warga Sungai Raya, kami pastikan mereka bukanlah warga asli yang berdomisili di wilayah kami," tegas Zaudi.

Salah satu pengurus Forum 3 Desa dan 1 Kelurahan, Sahrianto menambahkan, dugaan penyerobotan lahan HGU ini sangat merugikan perusahaan dan warga setempat. Sebab, menurutnya hal itu berpengaruh bagi perekrutan tenaga kerja lokal di PT SBP. 

"Dari total 2.000 hektar lahan yang sudah dicaplok oleh sejumlah oknum, jika dikalkulasikan sekitar 1.500 hektar sudah diperjualbelikan oleh para mafia tanah," katanya.

Terpisah, Humas PT SBP, Rahman Manurung juga membenarkan seluruh aktivitas AMI Group berada tepat di dalam batas wilayah lahan HGU perusahaan. 

Rahman mengatakan, luas total lahan HGU perusahaan 5.800 hektar dan telah dikukuhkan oleh Kementerian ATR/BPN. Artinya tidak ada perubahan batas dan koordinat lahan HGU sejak tahun 2007.

Namun, hingga kini baru 2.769 hektar yang dikelola oleh perusahaan, serta 1.091 hektar sedang dalam proses pematangan yang dijaga ketat oleh masyarakat setempat. 

Penyerobotan lahan ini tidak hanya merugikan investasi di Kabupaten Inhu, tapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara yang sangat besar karena hilangnya pendapatan pajak, aset strategis, serta terhambatnya penyerapan tenaga kerja lokal.
 
Sayangnya, saat dikonfirmasi Sabtu Pradansyah Sinurat tidak menjawab pesan dari katakabar.com. Begitu juga dengan Kapolres Inhu, dan Kasat Reskrim juga belum menjawab pesan WhatsApp terkait permasalahan ini hingga berita ini diterbitkan.