Kegiatan ini tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi. Di balik perlombaan tersebut, ada upaya memperkenalkan aksara Batak kepada generasi muda agar warisan budaya itu tetap dikenal, dipelajari, dan digunakan di tengah perubahan zaman.
Ketua panitia, Batara Tambunan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencarian pemenang.
Lomba ini juga diarahkan untuk mendukung pelestarian seni dan budaya Batak Toba, pembinaan sanggar seni, grup vokal, serta para pelaku seni.
“Termasuk mengembangkan minat dan bakat kemampuan para pelaku seni dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Batak,” kata Batara.
Dalam lomba tersebut, peserta diminta menyalin sebuah cerpen berbahasa Batak yang ditulis menggunakan huruf Latin ke dalam aksara Batak.
Mereka diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikan tugas tersebut, yang kemudian dinilai oleh dewan juri.
“Jadi kita buat cerpen berbahasa Batak tetapi kita tulis dengan huruf Latin. Inilah yang kemudian disadur ulang oleh peserta ke dalam aksara Batak dan akan dinilai oleh para juri yang berkompeten,” ujar Batara kepada awak media.
51 Pelajar Toba Ikuti Lomba Menulis Aksara Batak, Merawat Warisan Leluhur
Diskusi pembaca untuk berita ini