Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Sekda, Pemko Sibolga menyampaikan keprihatinan atas bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025.

Pemerintah menyebut penyerahan rumah bukan sekadar penyediaan bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya membantu keluarga terdampak kembali memiliki tempat tinggal dan menata kehidupan setelah kehilangan rumah akibat bencana.

Warga penerima manfaat diharapkan menjaga dan merawat hunian tersebut. Pemerintah juga mengingatkan agar rumah tidak dipindahtangankan ataupun dialih fungsikan sehingga pemanfaatannya tetap sesuai peruntukan.

Dalam keterangannya, Herman menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta unsur TNI-Polri atas dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang turut berkontribusi dalam penyediaan hunian dan perabot rumah tangga bagi warga terdampak.

Meski 200 unit Huntap telah diserahterimakan, pekerjaan pemulihan kawasan Parombunan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah masih menuntaskan sejumlah prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) untuk menunjang kelayakan lingkungan permukiman.