Fasilitas yang sedang dikerjakan meliputi jalan lingkungan, drainase, jaringan listrik, serta instalasi lampu penerangan jalan umum.

Kawasan tersebut juga direncanakan mendapat akses internet gratis dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Herman, seluruh fasilitas pendukung itu ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Penyelesaiannya menjadi bagian penting agar warga tidak hanya memperoleh rumah, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan didukung infrastruktur dasar.

Penyerahan tahap II ini menjadi salah satu perkembangan pemulihan pascabencana di Sibolga.

Namun, keberhasilan penyediaan hunian tetap juga perlu diikuti kepastian penyelesaian fasilitas lingkungan, kualitas bangunan, serta keberlanjutan layanan dasar bagi keluarga penerima manfaat.

Dengan demikian, kawasan Huntap Parombunan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat relokasi, tetapi berkembang menjadi permukiman yang layak dan mendukung warga membangun kembali kehidupan mereka.*