Ia menyebut, sejak awal telah ada kesepakatan antara pemilik tanah dan pihak yang menempati lahan.
Dalam kesepakatan itu, penghuni bersedia mengosongkan lahan secara sukarela apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pemilik, tanpa meminta ganti rugi.
"Namun ketika waktunya tanah itu akan dipakai pemilik, mereka sulit ditemui. Ujung-ujungnya justru meminta uang pindah," ujarnya.
Achiruddin mengatakan, pertemuannya dengan Fauzi terjadi secara kebetulan di depan rumahnya. Saat itu ia memanggil Fauzi untuk mempertanyakan persoalan tanah yang ditempati orang tuanya.
Namun, menurut Achiruddin, pembicaraan tersebut berujung pertengkaran karena jawaban Fauzi dianggap memancing emosi.
"Saya sudah duduk, lalu dia terus mendatangi sambil mengucapkan kata-kata yang terkesan memprovokasi agar saya emosi dan melakukan tindakan yang diinginkannya. Tapi itu tidak terjadi," tuturnya.
Achiruddin Hasibuan Bantah Tuduhan Pemukulan terhadap Fauzi, Klaim Sudah Berdamai dan Saling Memaafkan
Diskusi pembaca untuk berita ini