Inhu, katakabar.com - PT AMI Group kembali disorot. Perusahaan konstruksi dan perkebunan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, ini disorot lantaran berbulan-bulan diduga belum membayar hak pekerja.
Gaji yang belum dibayar mulai dari mandor, operator alat berat hingga sopir truk. Setidaknya sudah tiga bulan gaji mereka belum dibayar oleh manajemen perusahaan.
Berita Terkait: Mengulik Kebenaran Posisi Ketua DPRD Inhu di PT AMI, Kantor Perusahaan Tepat Sebelah Rumah Megahnya
Yang lebih mirisnya, uang makan pekerja juga hingga kini belum dibayarkan. Ibarat kata, perusahaan hanya memeras keringat pekerja sementara hak dan kewajiban tidak ditunaikan.
Salah satu pekerja yang enggan dituliskan namanya saat berbincang dengan katakabar.com, Sabtu (18/7), sempat meneteskan air mata ketika bercerita tentang penderitaannya bekerja di AMI Group.
Bahkan, karena kewajiban perusahaan tak kunjung ditunaikan, pria ini harus menggadaikan tanahnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kita wajib memberi makan anak dan istri, sementara gaji tak kunjung dibayar. Uang makan juga begitu," kata pria tersebut.
Ia mengaku beban ekonominya semakin berat karena putri sulungnya sedang menempuh pendidikan di Kota Pekanbaru. Belum lagi putri bungsunya baru saja masuk SMP.
"Tentu keduanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mau tidak mau harus gadaikan tanah," jelasnya.
Ia mengaku sudah beberapa kali menagih haknya kepada manajemen PT AMI. Namun yang didapat hanya janji manis dari bendahara perusahaan.
"Sabar ya pak, saat ini kas lagi kosong. Begitu terus kata bendahara perusahaan," ujar pria ini menirukan perkataan bendahara PT AMI.
Hak yang diterima pria ini sebetulnya tidak besar, yakni hanya sekitar Rp10 juta. Namun, dia mengaku uang segitu sangat berarti baginya demi memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.
"Karena tak ada kepastian, saya dan beberapa pekerja lainnya memilih untuk berhenti bekerja sementara waktu atau mogok kerja. Jadi, sekarang saya terpaksa mengambil pekerjaan serabutan agar bisa menghidupi keluarga," ujarnya.
AMI Group Kejam, Perusahaan Diduga Milik Ketua DPRD Inhu Tak Bayar Hak Karyawan Berbulan-bulan
Diskusi pembaca untuk berita ini