Duri, katakabar.com - Memprihatikan melihat aksi balap liar dengan para joki masih status remaja dan pemuda di jalan raya di titik tertentu di kawasan perkotaan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Mengkhawatirkan lagi, aksi balap liar tersebut kian marak dan merajalela di momen malam-malam bulan suci ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Para joki masih status remaja dan pemuda sejatinya mengisi malam-malam ramadhan dengan salat sunat tarawih berjamaah, dan tadarus Al Quran justru mengisi dengan menunggangi kuda besi di jalan raya menantang maut dan mengganggu ketertiban umum membahayakan nyawa orang lain.

Andai proyek tak mangkrak! Anak-anak muda tak lagi standing di jalan raya tetapi di arena balap kelas nasional sebagai arena untuk mereka melepas hobi dan menguji adrenalin di Duri.

Andai proyek tak mangkrak! Satuan Lantas (Satlantas) Polres Bengkalis sudah bisa memanfaatkam arena balap sebagai lokasi balap lari tidak lagi dilaksanakan di Jalan Pertanian merupakan jalan alternatif yang menghubungkan dua jalan protokol, yakni Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah Duri, Kecamatan Mandau, Sabtu (28/2) malam.

Proyek arena balap kelas nasional mangkrak tersebut berlokasi di kawasan Jalan Stadion, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis. Proyek arena balap tersebut dibangun pada masa Herlian Saleh menjabat Bupati Kabupaten Bengkalis.

Tak tanggung-tanggung, proyek arena balap mangkrak telah menyedot Rp15 miliar lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Kini kondisinya memprihatinkan lantaran sudah bertahun lamanya semak ditumbuhi ragam rerumputan setinggi dua meter lebih tak ada yang peduli.

Selain proyek arena balap mangkrak, di lokasi sama terdapat pula proyek stadion dibangun pada masa Drs. Syamsurizal MM menjabat Bupati Kabupaten Bengkalis.

Proyek mangkrak yang digadang-gadang di masa itu sebagai Gelanggang Olahraga (GOR) tempat pembinaan untuk mencari atlet atlet muda berbakat berbagai cabang olahraga di Duri telah menelan Rp6 miliar lebih dari APBD Bengkalis.

Meski telah menghabiskan uang APBD Kabupaten Bengkalis kenyataannya kedua proyek kini hanya tinggal cerita. Mimpi anak-anak muda di daerah 'emas hitam' nama lain dari Duri bak dua proyek tersebut kandas dan terkubur sebab hingga saat ini mereka belum memiliki arena balapndan gelanggang yang layak untuk tempat berlatih.

Boleh jadi lantaran tak ada arena dan gelanggang yang layak tempat berlatih, jalan raya mereka jadikan sebagai tempat melepas hobi meski harus berurusan dengan pihak berwajib atau polisi.

Polisi Layak Diberi Apresiasi

Kepoliaian Resor (Polres) Kabupaten Bengkalis, melalui timg gabungan Satlantas, Satreskrim, Polsek Mandau, serta pihak berwajib lainnya layak diberi apresiasi atau pujian. Alasannya, tim gabungan telah berupaya keras melakukan penertiban balap liar yang meresahkan masyarakat mulai dari malam pertama ramadhan 1447 hijiriah hingga malam kedua belas ramadhan 1447 hijriah.

Upaya tim gabungan menciptakan suasana aman dan kondusif lewat penertiban balap liar di titik tertentu di kawasan perkotaan Duri terbilang berhasil. Buktinya tim gabungan berhasil mengamankan puluhan sepeda motor knalpot brong yang digunakan para joki untuk melakukan aksi balap liar.

Dengan diamankannya puluhan sepeda motor knalpot brong oleh tim gabungan sementara mengurangi dan menekan aksi-aksi serupa yang meresahkan masyarakat ke depan.

Tetapi perlu diingat, sekeras apapun upaya pihak kepolisian dan pihak berwajib lainnya menertibkan aksi balap liar di jalanan boleh jadi sia-sia ke depan jika para orang tua, khusus yang anak-anaknya terlibat balap liar tidak terlibat.

Untuk itu, peran orang tua, masyarakat, dan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sangat penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak ikut terlibat aksi-aksi serupa .

Jika semua kolaborasi sesuai tupoksi masing-masing turut membina dan membimbing serta menasihati anak-anak muda maka aksi balap liar pelan dan pasti akan dapat ditertibkan.

Tak kalah penting, kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis memberikan fasilitas dengan merampungkan proyek arena balap dan stadion mangkrak salah satu solusi untuk mengatasi penyakit masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda notabene terlibat aksi balap liar agar sejalan dengan tagline Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis, yakni Bermarwah, Maju, dan Sejahtera (Bermasa).