Selain faktor makroekonomi, FLOQ juga menyoroti bahwa arus dana investor institusi belum sepenuhnya mendukung reli Bitcoin. 

Pada 13 Juli, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat outflow sebesar US$424,7 juta, menjadi arus keluar terbesar sepanjang Juli. Sehari kemudian, arus dana kembali berbalik dengan inflow sekitar US$181 juta, dipimpin oleh iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebesar US$138,9 juta.

Menurut FLOQ, pergerakan yang sangat fluktuatif tersebut menunjukkan bahwa investor institusi masih menunggu kepastian arah pasar. Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan tren akumulasi Bitcoin yang berlanjut, sementara volume perdagangan di centralized exchange (CEX) meningkat sekitar 15,3%, menjadi kenaikan pertama dalam lima bulan terakhir.

FLOQ juga menilai perkembangan regulasi di Jepang menjadi salah satu katalis positif jangka panjang yang patut diperhatikan. Persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan aset kripto sebagai instrumen keuangan dinilai dapat membuka jalan bagi ETF Bitcoin spot domestik di Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian pasar. Meskipun peluang lolosnya regulasi tersebut menurut pasar prediksi turun menjadi sekitar 43%, kepastian regulasi tetap menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor institusi di industri aset digital.

Menutup analisanya, Yudho mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih berpotensi tinggi dalam beberapa minggu ke depan, seiring pasar mencermati perkembangan inflasi, kebijakan The Fed, konflik geopolitik, hingga dinamika regulasi aset digital.

"Volatilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset digital. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu headline atau satu indikator ekonomi. Memahami gambaran besar dan menerapkan manajemen risiko yang baik akan jauh lebih penting dalam menghadapi kondisi pasar seperti saat ini," ujar Yudho.

Implikasi Bagi Investor Pemula

1. Jangan menganggap kenaikan harga sebagai sinyal "waktu terbaik untuk membeli"

Bitcoin yang kembali menembus US$65.000 memang mencerminkan sentimen pasar yang lebih positif setelah data inflasi AS melandai. Namun, kenaikan tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek. Investor pemula perlu memahami bahwa harga aset digital dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan baru, seperti data ekonomi, kebijakan bank sentral, atau kondisi geopolitik.

2. Belajar membaca faktor fundamental, bukan hanya grafik harga

Banyak investor baru hanya memperhatikan apakah harga sedang naik atau turun. Padahal, memahami penyebab di balik pergerakan harga jauh lebih penting. Dalam kondisi saat ini, misalnya, inflasi AS, kebijakan suku bunga, konflik geopolitik, hingga perkembangan regulasi aset digital menjadi faktor yang sama-sama memengaruhi sentimen pasar. Dengan memahami konteks tersebut, investor dapat memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap pergerakan pasar.

3. Volatilitas adalah karakteristik pasar aset digital

Pergerakan harga yang tajam, baik naik maupun turun, merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital. Oleh karena itu, investor pemula perlu membangun kesiapan menghadapi volatilitas dan menghindari keputusan yang didorong oleh rasa takut tertinggal (fear of missing out atau FOMO) maupun kepanikan ketika harga mengalami koreksi.

4. Pentingnya memahami profil risiko pribadi

Setiap investor memiliki tujuan keuangan dan toleransi risiko yang berbeda. Sebelum mulai berinvestasi, penting bagi investor pemula untuk memahami berapa besar risiko yang sanggup mereka hadapi, sehingga keputusan investasi lebih selaras dengan kondisi finansial dan tujuan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren pasar.


5. Edukasi menjadi langkah pertama sebelum berinvestasi

Meningkatnya akses terhadap aset digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Investor pemula sebaiknya membangun pemahaman mengenai dasar-dasar aset digital, cara kerja pasar, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, investor dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Bagi investor pemula, kenaikan harga sering kali memunculkan keinginan untuk segera ikut masuk ke pasar. Padahal, yang lebih penting adalah memahami alasan di balik pergerakan tersebut. Ketika seseorang mengerti bagaimana inflasi, kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi global memengaruhi pasar, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan tidak hanya didasarkan pada momentum sesaat," tutup Yudho.

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 16 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.