Pelayanan dipusatkan di rumah Kepala Dusun VII Sitahan Barat. Tim medis Puskesmas Poriaha bekerja sama dengan dua personel Babinsa Koramil 05/Kolang untuk mendukung kelancaran kegiatan di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, mengatakan pelayanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan.

Menurut Lisnawati, keberadaan boat ambulance membantu mobilitas tenaga kesehatan dan pengangkutan kebutuhan medis menuju wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Ia menjelaskan, pemeliharaan armada tersebut didukung anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp86 juta. Anggaran itu disebut digunakan untuk mendukung kesiapan operasional armada dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat kepulauan.

Keluhan Pencernaan Mendominasi
Dari 84 warga yang mendapatkan pelayanan, tercatat 27 laki-laki dewasa, 36 perempuan dewasa, serta 21 bayi dan anak-anak.

Data pemeriksaan menunjukkan dispepsia atau gangguan pencernaan menjadi keluhan terbanyak, dengan 37 kasus. Berikutnya, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat 25 kasus, hipertensi 15 kasus, gout arthritis atau radang sendi terkait asam urat empat kasus, serta nyeri otot atau myalgia tiga kasus.