
Kasus Dampak Sosial Inflasi
Disisi lain, belum terjadi kasus meningkat angka putus sekolah dan pekerja anak akibat adanya tekanan ekonomi berat untuk memaksa prioritas keuangan keluarga dialihkan sepenuhnya ke makanan.
Apalagi kasus lonjakan tekanan psikologis dan stres ekonomi membuat keharmonisan rumah tangga terganggu yang berimbas tingginya angka perceraian karena faktor ekonomi sampai gangguan kesehatan mental masyarakat.
Hingga beberapa contoh kasus dampak sosial nyata juga masih belum terjadi seperti kasus massal kehidupan kelas menengah ke rentan miskin, akibat tabungan mereka tergerus hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya.
Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuti Noprida Ritonga, S.Si., Apt., M.M melalui pesan whatsapp, masih belum menjawab kasus kualitas gizi kesehatan keluarga rendah (Malnutrisi) yang hanya konsumsi mie instan berisiko stunting dan penurunan kualitas kesehatan terhadap anak-anak.
Begitu juga oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal) Polres Labuhanbatu AKP M. Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K, menutup rapi tanggapan kasus peningkatan angka kriminalitas dan kerentanan sosial kejahatan jalanan, pencurian, perampokan serta memicu konflik sosial atau unrest (Kerusuhan) ditengah - tengah masyarakat.
Seperti contoh kasus maraknya fenomena jeratan pinjaman Online (Pinjol), akibat hutang berujung gagal bayar berakar karena tidak mampu masyarakat menutup dari biaya hidup harian terimbas inflasi.
Berbeda halnya, disampaikan oleh Arifin (40) sebagai pemilik warkop AFF, Jalan Kotapinang, Kota Rantauprapat, Senin, (12/10/2026), tetap mencari keuntungan dari penjualan teh manis maupun kopi per gelasnya.
Meskipun harga bahan-bahan ada mengalami kenaikan berkisar 15 persen ketika membeli dari harga biasa tetapi masih tetap terkendali jangan sampai harga penjualan sampai melonjak kenaikan tergerus dari inflasi.
"Jadi, masyarakat seperti saya saat momentum hari jadi Labuhanbatu ke-81, atau pesta daerah tetap melawan inflasi meski kopi segelas harga jual tetap sama keseharian sampai saat ini, belum terjadi kenaikan." tandasnya.
Penuh harapan saat puncak 'Hari Jadi Labuhanbatu' warkop miliknya akan ramai pengunjung tapi tidak sebutkan," Kalimat Inflasi ' dalam mendongkrak ekonomi dapur keluarganya.
Pejabat Sekretaris Daerah Labuhanbatu (Pj Sekda-red), Abdi Jaya Pohan, S.H, M.H sebelumnya, Senin, (14/09/2026), menegaskan, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama semua pihak pemangku daerah.
Sebab, sinergi antara pemerintah kabupaten Labuhanbatu, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat terus diperkuat demi menciptakan stabilitas harga dan menjaga perekonomian daerah.
Menurutnya, pada momentum 'Hari Jadi' ini dipakai bekerja untuk menggalakkan aksi nyata Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Karena itu, pesta rakyat harus mampu untuk menjadikan situasi Hari Jadi, sebagai momentum melawan Inflasi." tegasnya.
Maka demikian, suatu keberhasilan menekan inflasi dijadikan sebagai bukti nyata kinerja positif saat ini dibawa kepemimpinan dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.KM sebagai Bupati Labuhanbatu sesuai masa jabatan 2025–2030, beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD-red).
Oleh karena itu menjadi pencapaian besar yang layak dirayakan sebagai kado hadiah untuk dipersembahkan kepada masyarakat di 'Hari Jadi ke -81' Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Melalui slogan berbunyi 'Cerdas Bersinar Labuhanbatu yang bersemboyankan, 'Membangun Desa Menata Kota'. Sesuai paradigma pembangunan yang menekankan keseimbangan antara kemajuan wilayah perdesaan dan perkotaan agar tumbuh secara berkeadilan dan berkelanjutan. (Mahra Lazuardi Harahap)
Bukan Sekadar Pesta, Ini Cara Labuhanbatu Manfaatkan Momentum Hari Jadi untuk Atasi Inflasi
Diskusi pembaca untuk berita ini