Ditkrimum Polda Riau Grebek Gudang CPO Ilegal, 2 Pelaku Diringkus

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah Provinsi Riau grebek gudang penadah Crude Palm Oil (CPO) di daerah Kota Dumai, Riau. Dua orang pelaku yang diduga terkait kasus penadahan minyak sawit mentah ditangkap dari lokasi.

Lokasi gudang CPO yang digrebek berada di bilangan Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Provinsi Riau, pada Kamis (18/2) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB lalu.

"Gudang tempat penampungan CPO ilegal itu milik Gultom alias Pak Reza, saat ini berstarus daftar pencarian orang (DPO) bersama 2 orang pelaku lainnya" kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau Kombes Pol Teddy yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sunarto dalam keterangan persnya di Mapolda Riau, Rabu (10/3) kemarin.

Dijelaskan Kombes Pol Teddy, dua pelaku yang ditangkap sebagai karyawan, inisial MS umur 28 tahun berperan selaku kasir yang melakukan pembayaran atas minyak CPO yang dibeli, dan ES alias Rangkuti umur 34 tahun, anak gelangan, karyawan yang bertugas mengeluarkan minyak CPI dari truk tangki dan menampungnya di tangki penampungan.

Tidak cuma dua karyawan, polisi sita 2 unit truk tangki merk Hino hijau yang disopiri Riansyah Wardana dan pelat BK 9172 EM yang disopiri Eko Saputra serta barang bukti lainnya terkait kasus ini.

Kedua truk tangki itu mengangkut minyak CPO sebanyak 29.290 kilogram dan 28.220 kilogram dari PT Sekar Bumi Alam Lestari dengan tujuan tangki timbun milik PT Kreasi Adhi Karya yang ada di Pelabuhan Dumai.

Tujuan dua sopir truk tangki PT Trans Jaya Pertama yang bergerak dalam bidang usaha pengangkutan minyak CPO itu masuk ke gudang penampungan minyak CPO ilegal milik Gultom rencananya akan menjual sebagian minyak CPO yang diangkutnya.

"Pada saat penggerebekan, sopir truk tangki atas nama Riansyah Wardana telah menjual 1 1/4 gelang atau sebanyak 87,5 kg CPO yang diangkutnya dengan harga Rp500 ribu. Sementara, sopir bernama Eko Saputra masih dalam proses transaksi jual beli dalam hal ini rantangan dan locis yang ada pada truk tangkinya sudah dibuka," cerita Teddy.

Selain kedua orang tersangka diatas lanjutnya, Polda Riau telah menetapkan 3 tersangka lainnya yang masih dalam pencarian, meliputi Riansyah Wardana dan Eko Saputra, dua sopir PT Trans Jaya Pertama yang menjual minyak CPO serta Gultom alias Pak Reza selaku pengelolah gudang penampungan minyak kelapa sawit illegal.

"Pasal yang disangkakan terhadap Gultom alias Pak Reza, Monawaty Sianturi, Edi Sugianto adalah Pasal 480 KUHP jo 55, 56 KUHP. Tersangka Riansyah Wardana dan Eko Saputra yang juga berstatus DPO adalah Pasal 374 dan atau Pasal 372 Jo 53 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 5 tahun," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait