"Soal TPP belum cair Sekdakab Bengkalis, Ersan Saputra dan Kepala BPKAD Bengkalis, Aready Kompak Bungkam"

Bengkalis, katakabar.com - Gara-gara Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) belum cair Aparatur Sipil Negara (ASN) terkena pengakit 'Kanker' (Kantong Kering).

Tidak hanya itu, Honorer dan wakil rakyat kondisi keuangannya cenderung lebih parah, gegera tunda bayar melanda 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis.
Parahnya, saat katakabar.com konfirmasi soal TPP belum cair kepada Sekdakab Bengkalis, Ersan Saputra dan Kepala BPKAD Bengkalis, Ariadi kompak 'tutup mulut alias bungkam'.

Bak menelan pil pahit saat ini telah memasuki pekan keempat Januari 2025, tapi belum tampak ada tanda-tanda tunda bayar direalisasikan oleh para pemangku di Kabupaten Bengkalis.

Tak pelak,  ASN, Honorer, Dewan hingga rekanan proyek Pemda Kabupaten Bengkalis meradang terkena dampak lantaran belum menerima hak yang biasa mereka terima setiap bulannya. Jurus gali lobang tutup lobang santer terdengar untuk menutupi biaya kehidupan sehari-hari semakin mahal.

"Bak air sudah naik ke leher, entah kapan TPP disalurkan. Biaya anak dan sehari-hari tetap berjalan. Kami pun mau bertanya tak berani ke pimpinan, yang hingga  saat ini sudah berjalan hampir dua bulan," ujar salah seorang ASN tak mau ditulis namanya.

Salah seorang pasukan kuning pembersih limbah rumah tangga berstatus honorer aminkan ASN tadi. Menurutnya, honor yang biasa diterima, sejak bulan Desember 2024 belum terima berdampak kepada ekonomi keluarga.

"Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari gali dan tutup lobang suka tak suka mesti dijalani agar dapur tetap berasap.

Seorang dewan daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Mandau mengeluh, gaji yang biasanya masuk setiap awal bulan, sejak akhir tahun 2024 hingga kini belum direalisasikan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab.

"Jangankan untuk pencairan pikir kami, gaji pun sampai sekarang belum masuk, biasanya setiap awal bulan. Sudah sering saya tanyakan ke Sekda dan BPKAD, jawabannya selalu belum ditransfer pusat. Tak enak jadinya terus bertanya, muak dan segan kami," ceritanya mewanti wanti agar tidak ditulis namanya.

Tunda Bayar Bikin Puyeng Rekanan Lokal

Rekanan lokal puyeng alias pusing tujuh keliling memikirkan tunda bayar yang terjadi di Pemda Kabupaten Bengkalis. Soalnya, gegara tunda bayar pembayaran kegiatan yang mereka laksanakan tak kunjung cair.

Tapi mereka terpaksa harus tetap bertahan dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR Bank Konvensional yang ada di Duri untuk membayarkan hak-hak pekerja.

"Sudah jalan tiga bulan kami mengangsur uang di Bank. Kabarnya sebelum puasa dibayarkan, itupun belum pasti. Jika dibayarkan setelah lebaran, semakin lengkaplah penderitaan kami. Harapan kami, mohonlah kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis agar mencari solusinya," kata seorang rekanan lagi-lagi tak mau ditulis namanya, Rabu (22/1) sore.

Terkait itu Sekdakab Bengkalis, dr Ersan Saputra saat dikonfirmasi katakabar.com Rabu (22/1) melalui pesan singkat WhatsApp tak kunjung dbalas dan dijawab.

Setali tiga uang, Kepala BPKAD Bengkalis, Aready saat dikonfirmasi kompak tak menjawab.