Mereka bertemu Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan, Dede Sulaeman, Direktur Irigasi Pertanian, Liferdi Lukman, serta Ketua Kelompok Substansi Iklim dan Konservasi Air, Risda Sinaga, Kamis (5/11/2026) di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Toba menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan dan mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.
“Fokus utama diskusi kami adalah memperkuat infrastruktur irigasi di wilayah lahan tadah hujan. Tujuannya agar pasokan air untuk area pertanaman tetap terjaga saat musim kemarau, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan sekecil mungkin,” ujar Effendi Napitupulu.
Usulan yang disampaikan meliputi 40 unit irigasi perpompaan, 40 unit irigasi perpipaan, 10 paket pembangunan embung, 10 paket dam parit, serta 60 unit irigasi pertanian atau Piter. Pemkab Toba juga mengajukan optimalisasi lahan nonrawa seluas 2.000 hektare.
Selain infrastruktur pengairan, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di 50 titik.
Fasilitas ini diharapkan dapat memperbaiki akses petani menuju lahan sekaligus mempermudah pengangkutan hasil panen.
Infrastruktur Pertanian Toba 160 Paket Proyek Diusulkan Atasi Ancaman Kekeringan
Diskusi pembaca untuk berita ini