Jaksa Tegas Tolak Eksepsi Ade Plantation

Pelalawan, katakabar.com - Sidang lanjutan perkara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan terdakwa PT Adei Plantation and Industry yang diwakili oleh Goh Keng EE selaku direktur kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas ll Pelalawan pada Rabu, (29/07/2020) kemarin.

Agenda sidang lanjutan itu adalah penyampaian mendengarkan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi atau nota keberatan terdakwa.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Bambang Setyawan dan dari JPU  yakni Rahmat Hidayat, dan Ray Leonardo dari kejari Pelalawan.

Dalam repliknya, JPU menolak eksepsi yang diajukan oleh PH terdakwa dengan alasan bahwa isi eksepsi terdakwa telah masuk pada materi pokok perkara.

"Pada umumnya, eksepsi selalu menyoal mengenai kewenangan absolut dan relatif pengadilan yang memeriksa perkara serta menyoal dakwaan kabur," tegas JPU Rahmat.

"Sementara eksepsi terdakwa, menurut kami isinya mengenai sarana dan prasarana. Karena dalam dakwaan kami dengan jelas bahwa ada kebakaran lahan, adanya prasana tidak lengkap, juga sistem peringatan penanganan dini Karhutla. Jadi menurut kami apa yang jadi keberatan terdakwa pemulihan pokok perkara yang dimiliki terdakwa," lanjut dia.

Pada intinya, dia mengatakan eksepsi terdakwa ditolak sebagai dasar pemeriksaan selanjutnya

"Tapi itu kewenangan hakim, kita lihat saja sidang minggu depan dengan agenda sidang pembacaan putusan sela," imbuhnya.

Untuk diketahui, PT Adei Plantation and Industry didakwa dengan dua dakwaan, yakni dakwaan kesatu dengan Perbuatan terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 98 ayat (1) Jo Pasal 116 ayat (I) huruf a UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta dakwaan kedua dengan Perbuatan terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 99 ayat (I) Jo Pasal 116 ayat (I) huruf a UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Editor : Anggi

Berita Terkait