Karena itu, menurutnya, tradisi ini perlu dipahami melalui nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan, bukan semata-mata dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Rikardo mengatakan penyelenggara juga mengundang tokoh adat dari Forkala serta tokoh agama, termasuk pendeta dan pastor.
Keterlibatan mereka diharapkan membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang tradisi Marpangir di tengah masyarakat.
Dalam pertunjukan yang dirancang untuk kegiatan tersebut, jeruk purut atau unte pangir akan menjadi bagian utama prosesi.
Sebanyak 150-200 buah jeruk purut direncanakan dibawa dalam sebuah tarian yang menggambarkan penghormatan kepada Mula Jadi Nabolon, sebutan bagi Yang Mahakuasa dalam tradisi Batak Toba.
Marpangir dikenal sebagai tradisi pembersihan diri menggunakan ramuan berbahan alami, yaitu jeruk purut.
Namun, penjelasan mengenai makna budaya perlu dibedakan dari klaim kesehatan. Pernyataan bahwa marpangir dengan ramuan jeruk purut dapat menyembuhkan penyakit belum dapat diperlakukan sebagai fakta medis tanpa bukti ilmiah yang memadai.
Ditempat terpisah, mewakili Kadishub Toba, Kabid Lalu Lintas Evan Simanjuntak memastikan petugas akan bersiaga mengamankan arus lalu lintas demi suksesnya acara Marpangir tersebut.
Disebutkan Evan, ada tempat parkir tersedia dengan luas di lokasi Pakkodian. Bisa muat hingga 100 unit roda empat dan sepeda motor.
Kendati demikian, Evan Simanjuntak menghimbau supaya para pengendara tetap waspada dan hati-hati ketika berkendaraan.
“Para sopir ataupun pengendara tetap harus hati-hati dan tetap jaga keselamatan ketika berkendara,” katanya.
Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Pantai Pakkodian. Pengunjung disarankan membawa botol kosong untuk keperluan ramuan pangir, sarung atau mandar, serta pakaian ganti jika mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan air.
Selain kemeriahan acara, kebersihan setelah kegiatan, keamanan, keselamatan pengunjung, dan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Dengan persiapan yang baik, Marpangir diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang untuk mengenalkan budaya Batak Toba secara bertanggung jawab kepada generasi muda dan wisatawan.*
Marpangir Dengan Unte Pangir, Warisan Batak Toba Kembali Dikenalkan
Diskusi pembaca untuk berita ini