Jakarta, katakabar.com-- Penggemar kuliner autentik Minangkabau di ibu kota kembali dimanjakan dengan kehadiran pemain lama yang melegenda. Rumah Makan (RM) "Siang Malam" yang telah merintis perjalanan kulinernya sejak tahun 1979 di Sumatera Selatan, secara resmi membuka cabang perdana dan megah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Grand opening yang ditandai pengguntingan pita oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor ini dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan daerah asal Minang, di antaranya Anggota DPD RI sekaligus tokoh senior masyarakat Minang, Irman Gusman, serta pengacara yang juga politikus Arteria Dahlan. Turut hadir, sejumlah pejabat daerah dari Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

Perjalanan Panjang dari Jalur Lintas Sumatra ke Ibu Kota
Pengelola yang juga generasi penerus RM Siang Malam, H. Syahrial Nailis—beken disapa sebagai Haji Heri--mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian usahanya yang telah berjalan selama hampir 47 tahun. Bermula dari sebuah warung makan sederhana di jalur lintas Sumatra, Sumatera Selatan, konsistensi rasa dan kualitas pelayanan mengantarkan merek ini tumbuh subur hingga memiliki delapan cabang yang tersebar di berbagai kota seperti Indralaya, Baturaja, Kalianda, Bandar Jaya, hingga Tulang Bawang.
"Perjalanan panjang kurang lebih setengah abad ini membawa kami pada hari ini, Minggu, 26 Juli 2026, untuk membuka cabang pertama di Jakarta. Ini adalah komitmen kami untuk terus merawat dan melestarikan warisan kuliner serta budaya Minangkabau agar tetap utuh," ujar Haji Heri saat memberikan sambutannya. Dengan diresmikannya cabang Tebet, RM Siang Malam yang dirintis keluarga Asril Nailis ini kini berjumlah sembilan cabang.

Menurut Haji Heri, Jakarta dipilih sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan masakan Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memenuhi kerinduan para perantau Sumatera Barat khususnya terhadap cita rasa kampung halaman. "Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner Minang yang autentik, baik bagi masyarakat Minang yang merindukan masakan kampung halaman maupun bagi masyarakat umum yang ingin mengenal kekayaan kuliner Minangkabau," katanya.
Dalam wawancara seusai acara, Haji Heri mengungkapkan restoran lima lantai tersebut dibangun di atas lahan milik sendiri seluas hampir 600 meter persegi, dengan proses penyiapan lahan hingga pembangunan memakan waktu sekitar tiga tahun. Konsep bangunan dibuat lebih modern dan premium--menyediakan ruang privat dan fasilitas jamuan representatif—untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan keluarga maupun pelaku bisnis.

Menurutnya, ekspansi ke Jakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan bisnis secara waralaba. Ke depan, manajemen bahkan menargetkan ekspansi global dengan menjajaki peluang pengembangan sayap ke luar negeri demi memperkenalkan kelezatan kuliner Nusantara ke kancah internasional.

Ruang Diplomasi Budaya dan Ekonomi
Sementara itu, Senator RI, Irman Gusman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas ekspansi RM Siang Malam ke Jakarta. Menurutnya, kehadiran restoran Padang berkualitas tinggi bukan sekadar tempat makan, melainkan wujud dari pergerakan kebudayaan dan kekuatan ekonomi kerakyatan.
"Rumah makan Padang bukan sekadar tempat memuaskan rasa lapar. Sejak dulu, ruang-ruang makan Minang telah menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan besar dan solusi strategis kebangsaan, termasuk dalam menghadapi krisis ekonomi masa lalu," ungkap Irman Gusman di hadapan para tamu undangan.
Ia juga memuji keberanian manajemen RM Siang Malam yang membangun aset secara mandiri dengan konsep bangunan modern berkapasitas besar di kawasan strategis Tebet, yang diyakini mampu bersaing secara sehat di kancah kuliner metropolitan.-
Mengakar Hampir Setengah Abad, Rumah Makan Legendaris Siang Malam Buka Cabang Perdana di Jakarta
Diskusi pembaca untuk berita ini