Medan, katakabar.com - Tewasnya seorang operator crane Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan, Ginda Maratua Tambunan, karena tersengat listrik saat bertugas membersihkan drainase di Jalan Mandala By Pass, Medan Denai, Jumat (2/5/2025) pukul 14.30 WIB.
Korban yang merupakan warga Jalan Bukit Barisan I, Gang Bunga, Kecamatan Medan Timur itu tewas saat mengangkat cover slab untuk mengangkat sampah dari parit. Menurut Plt Kadis SDABMBK, Gibson Panjaitan, crane yang digunakan menyentuh kabel listrik secara tidak sengaja.
Namun informasi dari sumber internal menyebutkan, crane sempat mengalami gangguan teknis sebelum menyentuh kabel listrik. Diduga, alat berat tersebut sudah lama tidak menjalani perawatan meski anggarannya tersedia.
Kondisi ini memicu reaksi dari Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKASI). Direktur Eksekutif BARAPAKASI, Otti Batubara, menyoroti potensi penyimpangan anggaran terkait perawatan dan uji kelayakan alat berat di Dinas SDABMBK.
"Kami meragukan apakah alat berat itu memiliki izin layak operasi dan apakah operatornya kompeten. Jika pekerjaan diawasi dengan benar, kecelakaan ini seharusnya bisa dicegah," kata Otti kepada media, Selasa (6/5/2025).
Ia juga mempertanyakan peran UPT I Disnaker Sumut yang seharusnya mengeluarkan surat kelaikan alat berat di wilayah Medan.
Kepala UPT I Disnaker Sumut, Selvine R Butet Tambunan, dikonfirmasi mengaku sudah menurunkan tim dan soal kelayakan akan di cek.
"Untuk info, Kemerin senin sudah saya tegaskan tim pengawas / tim sudah turun," katanya.
Sementara itu, Gibson Panjaitan belum memberikan tanggapan lanjutan terkait dugaan bahwa alat berat yang digunakan tidak layak operasi.
Operator Crane Tewas Kesetrum di Medan, Sorotan Tajam ke Kelayakan Alat Berat Dinas SDABMBK
Diskusi pembaca untuk berita ini