Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) bangun sinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) bentuk program beasiswa PalmCo Talent Pipeline Program (PATEN).
Lewat program itu sebanyak 15 mahasiswa terpilih dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan dan Politeknik LPP Yogyakarta menerima dukungan untuk melanjutkan pendidikan, dan persiapan karier di industri kelapa sawit.
Penyerahan beasiswa berlangsung di Gedung Serbaguna ITSI Medan, Jumat (10/10) kemarin, dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, Direktur SDM & TI, Suhendri dan jajaran manajemen PalmCo, serta perwakilan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY).
Menurut Abdul Roni Angkat, pembangunan SDM perkebunan tidak hanya titikberatkan pada aspek teknis, melainkan pembentukan karakter dan integritas.
"Banyak yang bisa belajar teori, tetapi tidak semua mampu membangun karakter yang kuat. Pendidikan perkebunan harus membentuk pribadi jujur, disiplin, dan berintegritas,” ujarnya, dilansir dari laman jpnn.com, Sabtu siang.
Ia mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa PATEN dengan serius. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan juga oleh ketekunan, semangat belajar, dan sikap positif menghadapi tantangan.
“Jangan takut gagal dan jangan berhenti bermimpi. Keberhasilan datang dari upaya perbaikan diri yang terus-menerus,” ucapnya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, menjelaskan program PATEN bagian dari strategi perusahaan cetak kader unggul siap menjawab dinamika industri sawit nasional.
Dia menyebut dari 153 pendaftar, hanya 15 mahasiswa yang lolos seleksi ketat, menunjukkan ketatnya kompetisi sekaligus potensi besar generasi muda di bidang perkebunan.
“Melalui PATEN, kami ingin membangun talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga karakter kuat dan kesadaran sosial,” terangnya.
Ia menekankan nilai-nilai integritas, disiplin, dan religiusitas menjadi fondasi utama membentuk tenaga kerja perkebunan masa depan yang berdaya saing.
Kata Jatmiko, transformasi industri sawit yang berkelanjutan hanya dapat tercapai dengan SDM yang tangguh dan adaptif, yang mampu mendorong produktivitas, efisiensi, serta inovasi.
Suhendri, Direktur SDM & TI PTPN IV PalmCo, menimpali PATEN bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari program pembinaan berkelanjutan. Para penerima beasiswa mendapatkan pelatihan, bimbingan, serta kesempatan bekerja dalam ikatan dinas di lingkungan kerja perusahaan sawit terluas di dunia.
“Dunia perkebunan modern menuntut SDM dengan digital mindset, kemampuan berpikir kritis, belajar cepat, dan ketahanan mental. PATEN kami desain agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Dan begitu lulus, penerima beasiswa dapat ikatan dinas mulai dari 3 sampai 5 tahun” beber Suhendri.
PalmCo dan Kementan Sinergi Bentuk Program PATEN Cetak Kader Unggul Jawab Dinamika ISN
Diskusi pembaca untuk berita ini