Paber berharap sosialisasi menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara Perumda Tirtanadi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelanggan, termasuk untuk menjelaskan alasan penyesuaian tarif serta rencana peningkatan pelayanan.
Pemkab Toba, lanjutnya, telah menganggarkan tiga item kegiatan untuk mendukung pelayanan air minum bagi masyarakat.
Namun, rincian kegiatan, besaran anggaran, dan target hasilnya belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.
Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi, Ikrimah Hamidi, mengakui adanya keluhan pelanggan mengenai debit air yang kecil, kualitas air yang keruh, dan tagihan yang dinilai mahal.
Ia menjelaskan, keterbatasan investasi untuk peremajaan instalasi dan pembangunan jaringan perpipaan menjadi salah satu tantangan peningkatan pelayanan.
Kondisi sumber air yang dipengaruhi kerusakan lingkungan dan pencemaran juga dapat memengaruhi proses pengolahan air.
“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air menjadi keruh sehingga harus melalui tahapan pengolahan sebelum disalurkan kepada pelanggan,” jelas Ikrimah.
Menurut Ikrimah, perbaikan membutuhkan investasi tambahan, termasuk pengembangan sumber air baru untuk meningkatkan debit bagi masyarakat Kabupaten Toba dan sekitarnya.
“Jaringan perpipaan juga terkadang mengalami penyumbatan akibat endapan yang menghambat aliran air,” ujarnya.
Perumda Tirtanadi juga telah mengkaji persoalan pelayanan untuk dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Mengenai penyesuaian tarif, Ikrimah mengatakan pihaknya berkewajiban menyosialisasikan kebijakan yang telah ditetapkan Gubernur Sumatera Utara.
Ia juga memahami kemungkinan keberatan pelanggan, terutama ketika sebagian keluhan pelayanan belum sepenuhnya teratasi.
Ia menyebut tarif baru mulai berlaku pada November 2026. Sementara itu, pelanggan yang memiliki tunggakan disebut tidak dikenai penyesuaian tarif terhadap tagihan lama, yang tetap mengacu pada tarif sebelumnya.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Darwin Sianipar, Augus Sitorus dan Sahat Manullang, Asisten II Joni Lubis, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, serta elemen masyarakat. Hadir pula sejumlah pejabat Perumda Tirtanadi dan Kepala Cabang Tirtanadi Toba, Solahuddin Siregar.
Bagi pelanggan, tantangan berikutnya adalah memastikan penyesuaian tarif berjalan seiring dengan peningkatan kualitas air, kontinuitas distribusi, dan kepastian informasi ketika terjadi gangguan.
Penjelasan mengenai besaran kenaikan serta target perbaikan yang terukur juga penting agar masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut secara utuh.*
Penyesuaian Tarif Air Tirtanadi Pemkab Toba Soroti Masalah Air Keruh dan Distribusi
Diskusi pembaca untuk berita ini