Insiden Berdarah PT SBP yang Dikaitkan dengan Kepentingan
 
Isu ini juga tak lepas dari insiden penyerangan dan pengeroyokan yang terjadi pada 1 Juni 2026 di lokasi yang sama. Enam karyawan PT SBP menjadi korban.

Mereka yakni: Ediyanto mengalami luka pada tulang paha, Zulkifli luka tembak di area paru dan jantung hingga kritis, Pessy terkena lutut, serta Leo Saputra tertembak dua peluru di punggung. Dua lainnya, Rudi Afriadi dan Samsul, menderita luka bacokan parang panjang.
 
Senjata yang digunakan adalah senapan angin biasa dipakai berburu. Karena fasilitas kesehatan di Inhu belum memadai, seluruh korban harus dirujuk dan dioperasi di Pekanbaru. 

Gara-gara kasus ini, ratusan massa menggelegar aksi di depan Polres Inhu. Forum 3 Desa dan 1 Kelurahan Inhu meyakini insiden itu bukan kebetulan, melainkan terkait langsung dengan persaingan dan kepentingan penguasaan lahan. Bahkan muncul dugaan keterlibatan pihak yang memiliki akses kekuasaan di Inhu.