KATAKABAR.COM-Ustadz Izzuddin Lubis mendesak Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) mengungkapkan dugaan tindakan penganiayaan hingga menyebabkan abang kandungnya meninggal dunia.
"Kurang lebih empat bulan sejak dilaporkannya RZ pada tanggal 13 Mei 2022 ke Polres Tapteng sesuai nomor pelaporan : LP/155/V/2022/SPKT/RES TAPTENG/POLDASU,"tegas Izzuddin dirumahnya di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (12/9/22).
Laporan tersebut soal dugaan tindakan penganiayaan yang menyebabkan matinya orang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (3) dari KHU Pidana yang diketahui terjadi pada hari Senin 25 April 2022 sekitar pukul 13.15 Wib.
"Hingga sampai saat ini kami keluarga tidak mendapatkan titik terang,"tanya Izzuddin. Kata Izzuddin, setelah dimintai keterangan oleh penyelidik Polres Tapteng, begitu juga dengan beberapa keterangan saksi hingga saat ini, belum mengetahui perkembangan sesuai laporan yang di laporkan di Polres Tapteng.
"Sudah empat bulan kami dari pihak keluarga tidak adapat penjelasan terkait laporan kami di Polres Tapteng, dengan segala hormat sekiranya Bapak Kapolres Tapanuli Tengah dapat mengungkapkan kasus ini secara terang benderang. Namun, jika tidak juga ditemukan titik terang berdasarkan dari kesepakatan keluarga kasus akan melanjutkan laporan ke Polda Sumatera Utara,"kesalnya.
Selain itu, Ustaz Izzuddin Lubis juga menjelaskan, kecurigaan adanya kejanggalan kematian Mustofha Lubis pada Senin 25 April 2022 lalu berawal dari beberapa keterangan orang terdekat.
Yakni, kedua anak korban, adik kandung korban, pembantu korban dan tetangga disekitar kediaman korban yang berada di Jalan DPR, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Sebelum abang saya meninggal dunia kejanggalan sudah dirasakan ketika melihat keadaan Almarhum yang semakin lama semakin kurus. kami pertanyakan kepada Rz istrinya. Abang sakit apa? istri menjawab sakit gula. ketika ingin dibawa keluarga untuk berobat ke Dokter Rz tidak mengijinkan. Dengan berbagai macam alasan,"tanya Izzudddin.
Berdasarkan pengakuan kedua anaknya, lanjutnya, ketika ayahnya merasa kesakitan yang sangat luar biasa Rz istrinya tidak mau tahu sama sekali, hingga harus dilarikan ke RSUD Pandan
"Sudah la kusuk-kusuk saja la ayah kalian itu, sembuhnya itu nanti, kata Rz. Mirisnya, ketika anaknya bermohon agar menghubungi kami adik-adiknya Rz sama sekali tidak merespon perkataan anaknya, sampai la tiba waktunya Almarhum dilarikan ke RSUD Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, oleh dokter menyarankan agar dipindahkan pasien dari Unit Gawat Darurat (UGD) ke ruang ICU untuk dilakukan perawatan yang intensif. Rz malah tidak mau menandatangani dan menghalangi biar jangan masuk ke ICU,"
terang Ustaz Izzuddin Lubis.
Hingga akhir hayat almarhum, sambungnya, mengeluarkan buih dari mulutnya yang menimbulkan kecurigaan. Melihat kondisi almarhum berbanding terbalik dengan sikap istrinya yang tidak merasa kehilangan dengan suaminya.
"Beranjak dari situlah kami sepakat bersama keluarga mencari tahu tetang Rz. Setelah kami yakin dari beberapa sumber adanya dugaan hubungan asmara dengan pria lain dibalik kematian Almarhum bersama dengan persetujuan keluarga dan dibantu warga sekitar Pada tanggal 01 Juni 2022 sepakat akan melakukan autopsi ulang dan dilakukan ekshumasi (gali kuburan) terhadap Jenazah dan disaksikan oleh pihak-pihak yang berwajib,"tuturnya
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Jimmy Christian Samma saat dikonfrimasih melaluli Kasi Humas Polres Tapteng H. Gurning, Selasa (13/09/2022) menegaskan kalau kasunya masih dalam proses penyelidikan.
"Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan, kami juga meminta kepada rekan-rekan media, masyarakat dan keluarga untuk membatu berjalannya proses penyelidikan. Jika menemukan yang diduga pelaku dan bukti-bukti lainya segera melaporkan kepada pihak yang berwajib, agar kasus ini dapat diungkapkan,"terangnya (Tammy)
Ustadz Izzuddin Lubis Desak Polres Tapteng Ungkap Kematian Abang Kandungnya
Diskusi pembaca untuk berita ini