Rokan Hulu, katakabar.com - Para petani di wilayah Lubuk Bendahara Siliwangi, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, kini merasa gelisah. Pasalnya, pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit makin marak terjadi, bahkan buah yang belum matang pun ikut diambil.
Warga menyebut pelaku pencurian ini dengan sebutan "Ninja Sawit". Mereka kerap mengambil buah sebelum tiba masa panen, sehingga merugikan petani secara langsung.
Pardi, salah seorang petani, mengaku aksi ini sudah berulang kali terjadi. Tidak hanya buah yang dicuri, pelepah sawit pun digundul hingga berserakan.
"Minggu ini saya tidak panen, karena buah di kebun sudah habis diambil orang," kata Pardi, Minggu (27/9).
Keluhan serupa datang dari Dorlan. Ia juga tidak melakukan panen karena buah di lahannya telah hilang. "Pelepah berserakan, buahnya sudah habis dicuri," ujarnya.
Hal yang sama dialami F. Mangungsong, Kali Sutan, dan Halim Siregar. Warga menegaskan, pencurian tidak hanya terjadi saat buah sudah siap panen — TBS yang masih mengkal pun sudah habis diambil.
"Belum sampai masak, masih mengkal saja sudah disapu bersih," timpal salah seorang warga.
Minta Polisi Lebih Proaktif
Warga meminta Polres Rokan Hulu, Polsek Rokan IV Koto, serta Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Bendahara untuk lebih aktif melakukan patroli dan pengawasan di kawasan perkebunan. Sebab, kebun sawit adalah sumber penghasilan utama bagi masyarakat setempat.
Kali Sutan, petani di wilayah Siliwangi, bahkan pernah menemukan benda yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika di lokasi kejadian. Tetapi keterkaitannya dengan pelaku pencurian belum dapat dipastikan dan perlu diselidiki lebih lanjut.
Selain itu, warga mempertanyakan keberadaan sejumlah peron atau tempat penampungan pembelian TBS di sekitar perkebunan. "Kami tidak tahu apakah peron-peron itu memiliki izin resmi atau tidak," tutur Kali Sutan.
Aparat Diminta Turun
Halim Siregar, yang juga Pembina DPW LSM Komunitas Ekonomi Kecil (Korek) Riau sekaligus pemilik lahan di sana, menyatakan persoalan ini sudah berlangsung berulang kali.
"Lahan saya sendiri juga terus-menerus dicuri. Kami akan mendesak Polsek Rokan IV Koto agar segera turun dan menindaklanjuti keluhan ini," tegas Halim.
Ia sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Rokan IV Koto terkait maraknya aksi "Ninja Sawit". Warga berharap polisi tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan langkah pencegahan berupa patroli rutin dan pengawasan ketat, terutama di peron-peron penampungan TBS yang mencurigakan.
Petani Lubuk Bendahara Gelisah TBS Sawit Dininja Sebelum Waktu Panen
Diskusi pembaca untuk berita ini