PC PMII Inhu Apresiasi Penertiban PETI, Desak Pengawasan Limbah B3 Ancam Sungai Indragiri Riau
Riau
Senin, 25 Agustus 2025 | 15:36 WIB

PC PMII Inhu Apresiasi Penertiban PETI, Desak Pengawasan Limbah B3 Ancam Sungai Indragiri

Indragiri Hulu, katakabar.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PC PMII.Kabupaten Indragiri Hulu apresiasi langkah Aparat Penegak Hukum atau APH, dan Pemerintah Daerah atau Pemda telah melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Indragiri Hulu. Tapi, Kami menegaskan, penindakan tambang ilegal tidak boleh berhenti hanya pada sebatas razia. Pemerintah Daerah atau Pemda bersama instansi terkait diminta serius mengawasi persoalan lingkungan yang jauh lebih besar dampaknya bagi masyarakat, yaitu dugaan pencemaran limbah B3 dari Pabrik Kelapa Sawit atau PKS. "Kami mendukung operasi tambang ilegal. Tapi jangan lupa, masyarakat sekarang dihadapkan pada ancaman pencemaran limbah berbahaya. Jika pemerintah hanya menindak tambang tapi menutup mata terhadap limbah B3, maka masyarakat tetap menjadi korban," tegas Ketua PC PMII Indragiri lewat Fadil Sekertaris Cabang. PMII mendesak Dinas Lingkungan Hidup atau KLHK, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan rutin melalui pengambilan sampel air di aliran anak-anak sungai yang berada dekat dengan PKS. Dugaan kuat, limbah B3 dari pabrik sawit telah mengalir ke Sungai Indragiri yang menjadi sumber air dan kehidupan masyarakat. "Air sungai bukan sekadar aliran, tapi sumber hidup. Jika tercemar limbah berbahaya, itu sama saja meracuni rakyat secara perlahan. Pemerintah tidak boleh diam, harus ada tindakan nyata dan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai," jelasnya. PC PMII kembali menegaskan, bakal terus mengawal isu lingkungan di Indragiri Hulu karena kerusakan alam dan pencemaran air adalah ancaman serius bagi generasi mendatang.

Sidak, Bupati Kuansing Ancam Perusahaan Sawit Kedapatan Olah TBS dalam Hutan Lindung Sawit
Sawit
Rabu, 08 Januari 2025 | 19:29 WIB

Sidak, Bupati Kuansing Ancam Perusahaan Sawit Kedapatan Olah TBS dalam Hutan Lindung

Kuantan Singingi, katakabar.com - Bupati Kuantan Singingi atau Kuansing, Riau, Dr H. Suhardiman Amby inspeksi mendadak atau Sidak ke PT Gemilang Sawit Lestari (GSL) di Desa Lebuh Lurus, Kecamatan Inuman, Selasa (7/1) kemarin. Sidak awal tahun ini langkah awal dari pemerintah daerah untuk melakukan proses penerapan dan penegakan aturan berinvestasi, sehingga ke depan tidak ada lagi perusahaan yang melanggar hukum atau beroperasi secara ilegal. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya dugaan menerima tandan buah segar atau TBS sawit yang berasal dari kawasan hutan lindung.

Stres Ancam Kesehatan, Perbaiki Pola Hidup Lewat Pendekatan Sadar Risiko Nasional
Nasional
Kamis, 14 November 2024 | 12:09 WIB

Stres Ancam Kesehatan, Perbaiki Pola Hidup Lewat Pendekatan Sadar Risiko

Jakarta, katakabar.com - Stres menjadi isu kesehatan yang makin mendesak di era modern, khususnya bagi para pekerja, lantaran bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan menimbulkan masalah kesehatan secara jangka panjang. Sebagai respon terhadap stres, para pekerja sering kali melarikan diri dengan berbagai kebiasaan berisiko seperti merokok. Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, kantong nikotin, dan produk tembakau yang dipanaskan, dapat menjadi opsi bagi perokok untuk memperbaiki pola hidup. Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, dr. Puspita Tri Utami, M.Si, M.KKK, menjelaskan, stres pada pekerja bisa berdampak pada aspek psikologis dan fisiologis.

Workaholic, Ancam Kualitas dan Produktivitas Masyarakat Nasional
Nasional
Selasa, 24 September 2024 | 20:12 WIB

Workaholic, Ancam Kualitas dan Produktivitas Masyarakat

Jakarta, katakabar.com - Penduduk usia produktif Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan budaya workaholic. Budaya yang memprioritaskan pekerjaan secara berlebihan ini berpotensi mempengaruhi kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO), Dimas Syailendra menjelaskan, budaya workaholic telah menggeser nilai-nilai sadar risiko seperti pentingnya gaya hidup seimbang dan olahraga secara rutin.

Disbun Sulbar Lakukan Pengamatan Ancaman Hama Ulat Api Kelapa Sawit di Tinali Sawit
Sawit
Minggu, 15 September 2024 | 18:46 WIB

Disbun Sulbar Lakukan Pengamatan Ancaman Hama Ulat Api Kelapa Sawit di Tinali

Mamuju, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di Desa Tinali, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, saat ini galau disebabkan hama Ulat Api yang mengancam kelapa sawit. Menjawab kegalaun para petani kelapa sawit Tinali, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat lewat Bidang Perlindungan Tanaman Perkebunan melakukan pengamatan awal terhadap serangan hama ulat api yang mengancam komoditi kelapa sawit di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.

Limbah Plastik Ancam Lingkungan, Masindo Dorong Penguatan Edukasi Sadar Risiko Lingkungan
Lingkungan
Senin, 05 Agustus 2024 | 10:31 WIB

Limbah Plastik Ancam Lingkungan, Masindo Dorong Penguatan Edukasi Sadar Risiko

Jakarta, katakabar.com - Limbah plastik memiliki dampak negatif signifikan pada keberlangsungan lingkungan di Indonesia. Untuk meminimalkan dampak yang besar bagi lingkungan, Masyarakat Sadar Risiko Indonesia atau Masindo mendorong penguatan edukasi sadar risiko di masyarakat sedari dini guna mengurangi pemakaian barang-barang berbahan plastik. Anggota Masindo sekaligus pengamat kebijakan publik dari Center of Youth and Population Research (CYPR), Boedi Rheza, menjelaskan, plastik selama ini sering dianggap sebagai barang praktis yang digunakan untuk mendukung aktivitas harian. Nyatanya, jika tidak dikelola dengan baik, limbah plastik berpotensi besar merugikan lingkungan.

Peredaran Bibit 'Aspal Ancam Petani di Provinsi Kalimantan Barat Sawit
Sawit
Senin, 22 Januari 2024 | 22:56 WIB

Peredaran Bibit 'Aspal Ancam Petani di Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak, katakabar.com - Peredaran bibit palsu atau tidak berkualitas masih marak terjadi ancam para petani di Provinsi Kalimantan Barat. Soalnya, belakangan ini para petani masih ada yang tertipu dengan penawaran benih dengan harga sangat terjangkau. Modus penjualan benih ini beragam, seperti yang terjadi ada petani ditawarkan dengan benih yang masih berbentuk biji dengan harga murah. Parahnya benih ini dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS. "Peredaran benih abal-abal sangat meresahkan di Provinsi Kalimantan Barat. Di mana kita jumpai petani yang membeli sebungkus bibit berbentuk biji seharga Rp800 ribu jumlah 250 butir. Cukup mengherankan lagi, bibit dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS," tutur Sekretaris DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Barat, Agus Kuswara dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (22/1). Selain itu, kata Agus, harga yang ditawarkan bervariasi. Ada yang perbungkus dengan isi 250 butir dibandrol Rp1,5 juta. Merasa curiga dengan harga benih tersebut, Agus langsung melakukan pengecekan sertifikat. Benar saja, benar biji varietas Simalungun dan Marihat yang ditawarkan palsu. "Jadi, modus penjual mendatangi petani dan menawarkan benih. Petani melakukan penangkaran sendiri kemudian ditanam di kebunnya sendiri. Malah tidak sedikit mereka jual jika ada yang membutuhkan," ujarnya. Menjamurnya penangkaran tanpa izin menjadi salah satu penyebab beredarnya bibit palsu. Padahal, kata Agus, dampaknya ke depan sangat merugikan petani. "Untuk itu, kita saat ini gencar melakukan edukasi kepada petani agar wawasan petani meningkat dan tidak mudah termakan bujuk rayuan," jelasnya. Menurut Agus, bagi petani yang membutuhkan benih unggul berkualitas lebih baik datang ke PPKS Parindo yang beroperasi di Kabupaten Sanggau. "Bibit tidak berkualitas mempengaruhi produksi kebun petani, bahkan target sawit berkelanjutan tidak akan tercapai. Malah bisa saja petani gagal berbudi daya kelapa sawit lantaran kesalahan memilih bibit," tegasnya. Kita berharap petani lebih teliti dalam memilih benih. Kalau bisa, pembelian dilakukan langsung ke PPKS atau penangkar berizin lengkap," tambahnya.

Ancam PT SIR, Gubri: Jangan Main-main Dengan Saya Riau
Riau
Rabu, 27 Desember 2023 | 22:02 WIB

Ancam PT SIR, Gubri: Jangan Main-main Dengan Saya

Pekanbaru, katakabar.com - Gubernur Riau, Edy Natar Nasution kecewa ketidakhadiran manajemen PT SIR di pertemuan di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Rabu (27/12). Pertemuan itu kelanjutan dari dialog antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, guna membahas perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit itu bakal berakhir pada Desember 2024. Ketidakhadiran manajemen PT SIR, kata Edy Natar, tindakan yang main-main. Pihak perusahaan seolah-olah pihak tidak menganggap serius masalah yang tengah dihadapi, terutama konflik antara masyarakat Okura dan perusahaan. Pertemuan ini mestinya jadi forum penyelesaian berlangsung timpang, lantaran absennya perwakilan dari PT SIR, dan hanya berlangsung sekitar setengah jam. "Saya hadir, semua pihak terlibat hadir, tapi dari PT SIR tidak ada yang datang. Saya tegaskan, jangan main-main," ujarnya kecewa. Menurutnya, ketidakhadiran manajemen PT SIR dianggap sebagai langkah yang merugikan dan tidak menghargai upaya penyelesaian, apalagi pertemuan itu dia langsung yang pimpin. Gubri perintahkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli, untuk mempertimbangkan kembali perpanjangan izin HGU PT SIR. "Saya siap mempertaruhkan jabatannya untuk menyelesaikan persoalan ini, tegasnya. Tak mungkin bisa selesai, jelas Edy, jika satu pihak tidak menghadiri pertemuan. Kalau Gubernur memimpin tapi PT SIR tidak ada yang datang, itu tidak dapat diterima," ucapnya. "Saya hadapi siapapun di belakangnya. Saya bersedia mempertaruhkan jabatan demi menyelesaikan masalah ini. Jangan meremehkan komitmen saya," tandasnya.