Korban Pengeroyokan yang Jadi Tersangka di Bengkalis Resmi Melapor ke Propam Mabes Polri
Laporan pengaduan itu telah diterima melalui sistem layanan pengaduan Propam Polri dengan Nomor: SPSP2/2026082900020 tertanggal 29 Agustus 2026.
Sedikit demi Sedikit Kasus Pemukulan di Mandau Bengkalis Mulai Terungkap, Pelaku Diduga Lebih 1 Orang
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bengkalis, Selasa (18/8), Rudi mengungkap dirinya diduga dipukul lebih dari satu orang.
Mabes Polri Limpahkan Tersangka 21,3 Kg Sabu ke Kejari Bengkalis, Dakwaan Mulai Disusun
Kasus sabu seberat 21,3 kilogram yang diamankan tim Mabes Polri di Kabupaten Bengkalis, Riau, memasuki babak baru.
Dapat Perlakuan Khusus, Pasutri Penyelundup Migran di Bengkalis Diperbolehkan 'Bobok Rumah'
Meski sama-sama berstatus terdakwa dan telah menjalani proses hukum, keduanya ternyata tidak berada di dalam sel tahanan seperti terdakwa pada umumnya.
Penyelundupan Pekerja Migran Masuk Babak Akhir, Pasutri di Bengkalis Dituntut 6 dan 4 Tahun Penjara
Perkara dugaan permufakatan jahat membawa sejumlah orang masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur ilegal menyeret pasangan suami istri, Jasmani dan Suzana ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.
Kepala UPT Samsat Bengkalis Datangi PWI, Sampaikan Permintaan Maaf atas Polemik Konfirmasi Wartawan
Kamis (6/8), Kepala UPT Samsat Bengkalis, Zulham Putra, mendatangi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis, Adi Putra, serta sejumlah wartawan untuk menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang disampaikannya melalui pesan WhatsApp sehari sebelumnya.
Alamak! Karyawan SPPG di Talang Muandau Dibogem Supplier Lantaran Ayam Potong Dipasok Bermasalah
Talang Muandau, katakabar.com - Seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami perbuatan tidak menyenangkan kuat dugaan dianiaya oleh supplier di kawasan nun jauh puluhan kilometer di sebelah selatan pusat perkotaan Duri, persisnya di kawasan Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Riau. Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap karyawan SPPG tersebut ditengarai soal ayam potong yang dipasok bermasalah. Lantaran tidak terima SPPG menolak ayam potong bermasah, supplier emosi dan memukul karyawan SPPG bernama HafizatHakim aliasAdam, Senin (3/8) sekitar pukul 17.56 WIB merupakan karyawan SPPG pada Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Beringin, Kecamatan Talang Muandau. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV berdurasi 53 detik yang diterima katakabar.com, Selasa (4/8) siang "Dalam Rekaman CCTV berdurasi 53 detik di lingkungan dapur terlihat dua pria dengan pakaian berwarna merah dan hitam mendatangi area SPPG Beringin. Situasi yang semula tenang, berubah tegang dalam hitungan detik. Berdasarkan rekaman CCTV, pria berbaju merah diduga lebih dulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding. Tak lama, pria berbaju hitam terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban." Setelah insiden itu, kedua pria tersebut dengan santainya meninggalkan lokasi. Kepala SPPG Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Ivan Wiliam Saragih mengatakan, dugaan penganiayaan itu dipicu persoalan pengembalian ayam yang sebelumnya dipesan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talang Muandau. Dijelaskan Ivan, satu plastik ayam yang diterima pihak SPPG ditemukan dalam kondisi berubah warna sehingga tak layak konsumsi. Demi menjaga kualitas bahan pangan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat program MBG, ayam tersebut kemudian dikembalikan kepada supplier. "Ayam yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan MBG di Kecamatan Talang Muandau, satu plastik sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Karena itu dikembalikan. Mungkin mereka tidak terima," terang Ivan, kepada wartawan Selasa (4/8). Ivan menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi. Menurutnya, apabila terdapat permasalahan, seharusnya dilakukan secara musyawarah, bukan dengan emosi dan kekerasan. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pinggir pada malam harinya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Pinggir. Sedang, rekaman CCTV yang beredar menjadi salah satu barang bukti penting yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan guna mengungkap dugaan penganiayaan terhadap karyawan SPPG.
B2: Bengkalis Bermasa(lah)?
Oleh: Agung Marsudi, Founder Duri Institute katakabar.com - Tulisan ini diawali dengan narasi pendek, gaya dramatis ala konten media sosial—tak lebih dari 514 kata, seperti angka ultah Bengkalis tahun ini. Skripnya sebagai berikut; (1) "Bengkalis. Kaya migas. Tapi rakyatnya tak jua sejahtera." (2) "Kas daerah kering. Minyaknya sudah rest." (3) "Pemerintah kabupaten ibarat kapal Roro. Ikut arus, tidak ada gebrakan." (4) "Sementara daerah lain seperti Siak, Afni bupatinya sudah teriak. Bengkalis mencari jalan aman, memilih diam." (5) "Kita butuh nahkoda baru. Bukan sekadar penumpang. Ada apa dengan Bengkalis? Negeri "bawah minyak, atas minyak". Tapi slogan "Bermasa" Bermarwah, Maju, Sejahtera, masih jauh dari realita. Puluhan tahun, Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi andalan pendapatan daerah. Kini minyaknya terlihat mulai "rest". Seperti kapal roro. Kredo pemerintahan Kasmarni-Bagus Santosa. Wira-wiri, ikut arus, ikut gelombang politik Jakarta. Tidak ada gebrakan. Saat krisis, kita butuh yang berani banting setir. Berani lobi pusat, seperti yang dilakukan bupati Siak. Soal krisis fiskal daerah penghasil migas. Berani jujur ke rakyat. "Menurut kamu gimana? Komen!" Di sisa masa jabatan pasangan KBS, menahkodai Bengkalis, perlu jurus pamungkas terkait DBH Migas. Paradoksnya jelas. Relasi kekuasaan, Proyek ada, peluang ada. Tapi uangnya tidak ada. Ini bukan soal korupsi. Dulu kita bangga punya "Bermasa". Bengkalis butuh lebih dari sekadar nahkoda Roro. Bengkalis butuh kapten yang berani lawan arus. Yang berani bilang ke Jakarta: "Kami yang menghasilkan, kami juga yang harus diselamatkan". "Kita tidak sedang baik-baik saja". Kalau tidak, kapal pembangunan kita akan terus terombang-ambing. Jangan sampai 5 tahun lagi. Kita cuma mewarisi cerita. Dulu Bengkalis "pernah kaya". Tahun ini tak terasa Bengkalis sudah genap berusia 514 tahun. Kita tak ingin "Bermasa" dikenang masyarakat menjadi slogan "Bermasa(lah)", sementara para peneraju negerinya biasa "leguh legah".
Lantik LPMK dan Ketua RT RW se Air Jamban, Ini Petuah Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, didampingi Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa, serta Kasi dan Kasubbag Kecamatan Mandau, lantik Pengurus LPMK dan Ketua RT RW Periode 2026-2031, di Ballroom Hotel Amadeo, Kecamatan Mandau, Sabtu (25/7). Lurah Air Jamban, Rifky Elyaningsih, mengucapkan terima kasih kepada Camat Mandau yang telah hadir sekaligus melantik jajaran pengurus LPMK, Ketua RT RW. "Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan mengingatkan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah serta hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat," ujarnya. Camat Mandau, Riki Rihardi, menegaskan pelantikan ini bukanlah akhir dari proses pembentukan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat "Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan pelantikan. Bapak dan Ibu yang dilantik orang-orang terbaik yang dipilih melalui musyawarah sesuai aturan yang berlaku. Kami mengingatkan setiap pengurus merupakan pemimpin di lingkungannya masing-masing dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Untuk itu, kita harus mampu hadir di tengah masyarakat, menjadi tempat menyampaikan aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memberikan pelayanan terbaik meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan," jelas Riki. Kepada Pengurus LPMK, dan Ketua RT RW se Kelurahan Air Jamban, terang Riku, untuk selalu berkoordinasi dan meningkatkan pola komunikas yang baik dengan pihak Kelurahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing demi mewujudkan Kelurahan Air Jamban yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa).
"AADB: Ada Apa Dengan Bengkalis?"
Oleh: Agung Marsudi *Founder Duri Institute* katakabar.com - Sudah lama tidak mengikuti dinamika politik Bengkalis, kabupaten yang dikenal kaya sumberdaya migas tapi kondisi masyarakatnya masih jauh dari kata "sejahtera" seperti isi slogan "Bermasa" yang diharapkan. Kabupaten yang dinahkodai pasangan Kasmarni-Bagus Santosa kini ibarat naik Roro, wira-wiri menjalani rutinitas, menyeberang lautan, mengikuti gejolak gelombang politik Prabowo. Pada posisi dan relasi kuasa tertentu. Titik, garis, bidang, ruang, (proyek dan peluang) meski telah dimonetisasi sedemikian rupa, tapi faktanya "uangnya" mulai tak ada. Berbeda dengan kondisi Indonesia dua dekade sebelumnya. Kini aliran dan level keuangan daerah termasuk Bengkalis sepertinya memprihatinkan. Negeri "bawah minyak, atas minyak" tapi minyaknya sedang "rest". Dan kondisi itu disuarakan dengan lantang di panggung politik nasional, Jakarta oleh bupati Siak, Afni. Kabupaten Bengkalis sepertinya memilih jalan aman. Sehingga kapal pembangunan daerah berjalan laksana "auto pilot". Apa kabar Bu Kasmarni? Apa kabar Bagus? Sebagai warga biasa, dulu saya mendukung dan memiliki ekspektasi tinggi pada pasangan ini? Pasangan ideal untuk memajukan kabupaten Bengkalis hingga 2029. Slogan Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa) begitu ikonik, dan menarik. Kini saya mendengar, jangankan masyarakat bisa menikmati ruang bermasa yang selesa, para anggota dewan saja mengeluh, soal gaji, perjalanan dinas, dan reses (sudah dilaksanakan tapi uang resesnya tidak cair), padahal ketiganya penting untuk menjaga kelangsungan demokrasi, sekaligus amunisi. Gaji adalah hak dasar, reses adalah hak konstitusi. Perjalanan dinas adalah hak operasional. Jika wakil rakyatnya saja mengeluh, apalagi rakyat kecil. Apa kabar Bengkalis? Bagaimana dengan political stunt 2029? Meski sudah lama tidak pulang ke Duri, saya masih sering mendengar pantun, "Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati". Apa tanda Bengkalis bermarwah, Berlainan suku hidup serumah.