B2: Bengkalis Bermasa(lah)?
Oleh: Agung Marsudi, Founder Duri Institute katakabar.com - Tulisan ini diawali dengan narasi pendek, gaya dramatis ala konten media sosial—tak lebih dari 514 kata, seperti angka ultah Bengkalis tahun ini. Skripnya sebagai berikut; (1) "Bengkalis. Kaya migas. Tapi rakyatnya tak jua sejahtera." (2) "Kas daerah kering. Minyaknya sudah rest." (3) "Pemerintah kabupaten ibarat kapal Roro. Ikut arus, tidak ada gebrakan." (4) "Sementara daerah lain seperti Siak, Afni bupatinya sudah teriak. Bengkalis mencari jalan aman, memilih diam." (5) "Kita butuh nahkoda baru. Bukan sekadar penumpang. Ada apa dengan Bengkalis? Negeri "bawah minyak, atas minyak". Tapi slogan "Bermasa" Bermarwah, Maju, Sejahtera, masih jauh dari realita. Puluhan tahun, Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi andalan pendapatan daerah. Kini minyaknya terlihat mulai "rest". Seperti kapal roro. Kredo pemerintahan Kasmarni-Bagus Santosa. Wira-wiri, ikut arus, ikut gelombang politik Jakarta. Tidak ada gebrakan. Saat krisis, kita butuh yang berani banting setir. Berani lobi pusat, seperti yang dilakukan bupati Siak. Soal krisis fiskal daerah penghasil migas. Berani jujur ke rakyat. "Menurut kamu gimana? Komen!" Di sisa masa jabatan pasangan KBS, menahkodai Bengkalis, perlu jurus pamungkas terkait DBH Migas. Paradoksnya jelas. Relasi kekuasaan, Proyek ada, peluang ada. Tapi uangnya tidak ada. Ini bukan soal korupsi. Dulu kita bangga punya "Bermasa". Bengkalis butuh lebih dari sekadar nahkoda Roro. Bengkalis butuh kapten yang berani lawan arus. Yang berani bilang ke Jakarta: "Kami yang menghasilkan, kami juga yang harus diselamatkan". "Kita tidak sedang baik-baik saja". Kalau tidak, kapal pembangunan kita akan terus terombang-ambing. Jangan sampai 5 tahun lagi. Kita cuma mewarisi cerita. Dulu Bengkalis "pernah kaya". Tahun ini tak terasa Bengkalis sudah genap berusia 514 tahun. Kita tak ingin "Bermasa" dikenang masyarakat menjadi slogan "Bermasa(lah)", sementara para peneraju negerinya biasa "leguh legah".
Lantik LPMK dan Ketua RT RW se Air Jamban, Ini Petuah Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, didampingi Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa, serta Kasi dan Kasubbag Kecamatan Mandau, lantik Pengurus LPMK dan Ketua RT RW Periode 2026-2031, di Ballroom Hotel Amadeo, Kecamatan Mandau, Sabtu (25/7). Lurah Air Jamban, Rifky Elyaningsih, mengucapkan terima kasih kepada Camat Mandau yang telah hadir sekaligus melantik jajaran pengurus LPMK, Ketua RT RW. "Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan mengingatkan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah serta hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat," ujarnya. Camat Mandau, Riki Rihardi, menegaskan pelantikan ini bukanlah akhir dari proses pembentukan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat "Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan pelantikan. Bapak dan Ibu yang dilantik orang-orang terbaik yang dipilih melalui musyawarah sesuai aturan yang berlaku. Kami mengingatkan setiap pengurus merupakan pemimpin di lingkungannya masing-masing dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Untuk itu, kita harus mampu hadir di tengah masyarakat, menjadi tempat menyampaikan aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memberikan pelayanan terbaik meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan," jelas Riki. Kepada Pengurus LPMK, dan Ketua RT RW se Kelurahan Air Jamban, terang Riku, untuk selalu berkoordinasi dan meningkatkan pola komunikas yang baik dengan pihak Kelurahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing demi mewujudkan Kelurahan Air Jamban yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa).
"AADB: Ada Apa Dengan Bengkalis?"
Oleh: Agung Marsudi *Founder Duri Institute* katakabar.com - Sudah lama tidak mengikuti dinamika politik Bengkalis, kabupaten yang dikenal kaya sumberdaya migas tapi kondisi masyarakatnya masih jauh dari kata "sejahtera" seperti isi slogan "Bermasa" yang diharapkan. Kabupaten yang dinahkodai pasangan Kasmarni-Bagus Santosa kini ibarat naik Roro, wira-wiri menjalani rutinitas, menyeberang lautan, mengikuti gejolak gelombang politik Prabowo. Pada posisi dan relasi kuasa tertentu. Titik, garis, bidang, ruang, (proyek dan peluang) meski telah dimonetisasi sedemikian rupa, tapi faktanya "uangnya" mulai tak ada. Berbeda dengan kondisi Indonesia dua dekade sebelumnya. Kini aliran dan level keuangan daerah termasuk Bengkalis sepertinya memprihatinkan. Negeri "bawah minyak, atas minyak" tapi minyaknya sedang "rest". Dan kondisi itu disuarakan dengan lantang di panggung politik nasional, Jakarta oleh bupati Siak, Afni. Kabupaten Bengkalis sepertinya memilih jalan aman. Sehingga kapal pembangunan daerah berjalan laksana "auto pilot". Apa kabar Bu Kasmarni? Apa kabar Bagus? Sebagai warga biasa, dulu saya mendukung dan memiliki ekspektasi tinggi pada pasangan ini? Pasangan ideal untuk memajukan kabupaten Bengkalis hingga 2029. Slogan Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa) begitu ikonik, dan menarik. Kini saya mendengar, jangankan masyarakat bisa menikmati ruang bermasa yang selesa, para anggota dewan saja mengeluh, soal gaji, perjalanan dinas, dan reses (sudah dilaksanakan tapi uang resesnya tidak cair), padahal ketiganya penting untuk menjaga kelangsungan demokrasi, sekaligus amunisi. Gaji adalah hak dasar, reses adalah hak konstitusi. Perjalanan dinas adalah hak operasional. Jika wakil rakyatnya saja mengeluh, apalagi rakyat kecil. Apa kabar Bengkalis? Bagaimana dengan political stunt 2029? Meski sudah lama tidak pulang ke Duri, saya masih sering mendengar pantun, "Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati". Apa tanda Bengkalis bermarwah, Berlainan suku hidup serumah.
BMS PHR Tumbuhkan Asa Generasi Bangsa Lewat Zakat Pekerja Zona Rokan Rp120 Juta untuk Ratusan Siswa
Bengkalis, katakabar.com - Langkah anak-anak sekolah di Duri kini terasa lebih ringan menyambut tahun ajaran baru 2026-2027. Di balik riuh dan senyum ceria generasi penerus bangsa tersebut, ada harapan baru yang tumbuh. Melalui program Bantuan Masuk Sekolah, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pengurus Badan Kesejahteraan (BK) Masjid Agung Ushuluddin (MAU) dan Masjid Raya Makarimul Akhlak (MASRA) berkolaborasi dengan Energi Kebaikan Rokan salurkan dana zakat senilai Rp120 juta untuk memastikan 181 anak dari tingkat SD hingga SMA dapat terus mengenyam mimpi di bangku sekolah. Dana bantuan yang bersumber dari zakat jamaah kedua masjid tersebut berhasil menjaring 205 pendaftar, hingga akhirnya ditetapkan 181 anak yang berhak menerima manfaat. Bantuan ini didistribusikan secara merata untuk jenjang SMA sebanyak 101 anak, jenjang SMP 70 anak, dan jenjang SD sebanyak 10 anak. Zakat tersebut disalurkan lewat LAZ Energi Kebaikan Rokan ke sekitar wilayah Operasi PHR. Manager Relations Zona Rokan PHR, Rudi Arief, menyampaikan kolaborasi ini bentuk nyata kepedulian pekerja PHR dan jamaah masjid yang mayoritas adalah Perwira PHR terhadap keberlanjutan masa depan generasi muda di sekitar wilayah operasi. "Kami percaya pendidikan adalah kunci menggapai kesuksesan. Melalui kolaborasi bersama pengurus masjid, kami ingin memastikan anak-anak kita tidak terkendala biaya saat memasuki gerbang sekolah baru. Semoga bantuan ini memicu semangat mereka untuk belajar lebih giat dan berprestasi," kata Rudi Arief. Wakil ketua BK Masjid Agung Ushuluddin, Eko Januardi, mengutarakan rasa syukurnya atas penyaluran zakat jamaah yang tepat sasaran dan produktif ini. "Alhamdulillah, amanah penyerahan zakat dari jamaah telah kami salurkan kepada anak-anak yang berhak. Kemitraan bersama PHR membuat jangkauan program ini menjadi lebih terstruktur dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk perlengkapan sekolah," timpalnya. Wakil Direktur Energi Kebaikan Rokan, Hengky Darma Satria, aminkan Januardi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi. "Kami berterima kasih kepada seluruh Jamaah MAU dan MASRA karena sudah dipercaya untuk menyalurkan zakat nya melalui Energi Kebaikan Rokan, melalui kolaborasi ini tentu nya banyak yang mendapatkan manfaat dan mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi Jamaah Masjid dan Komunitas lain nya untuk peduli dengan kondisi lingkungan sekitar," jelasnya. Acara penyerahan yang berlangsung khidmat di SMAN 4 Mandau ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan siswa di tingkat SMA. Penyerahan bantuan ini bukan sekadar akhir dari sebuah seremonial, melainkan awal dari perjalanan panjang anak-anak sekolah untuk menjemput impian mereka. Melalui tetesan Energi Kebaikan ini, terselip doa dan harapan besar agar kelak, para penerima manfaat hari ini akan tumbuh menjadi generasi penerus yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap berganti peran menjadi pemberi manfaat bagi sesama di masa depan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
PHR Bangkitkan Gairah Petani Jaga Ketapang di Lahan Holtikultura Bengkalis
Bengkalis, katakabar.com - Matahari belum sepenuhnya meninggi kala aktivitas di lahan hortikultura mulai berlangsung. Di antara hamparan kangkung, bayam, dan berbagai jenis sayuran lainnya, anggota Kelompok Maju Jaya Lestari, Kelompok Tani Jaya Sepakat, Kelompok Tani Harapan, dan Kelompok Tani Setia Maju memulai rutinitas yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun. Bagi mereka, bertani bukan sekadar mata pencaharian, tetapi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dalam menjalankan usaha taninya, para petani masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian besar proses pengolahan lahan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat proses persiapan tanam menjadi lebih panjang dan menyita waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lainnya. "Pengolahan lahan menjadi pekerjaan yang cukup berat karena sebagian besar masih dilakukan secara manual. Kalau prosesnya bisa lebih cepat dan efisien, kami bisa lebih fokus pada pemeliharaan tanaman sehingga pekerjaan di kebun menjadi lebih optimal," ujar Ketua Kelompok Tani Setia Maju Desa Semunai, Jonter Sitio. Untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara lebih efektif, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program AKAR RIMBA (Aksi Kolaborasi Rehabilitasi Biodiversitas) membantu petani menghadapi meningkatnya biaya produksi melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penyuluhan budidaya, serta penguatan kapasitas kelompok tani. Program ini dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok sebagai fondasi pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan. Dukungan tersebut mulai dirasakan dalam aktivitas sehari-hari para petani. Ketersediaan sarana pertanian membantu mempercepat proses pengolahan lahan sehingga waktu kerja dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lainnya, seperti pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, penyiraman, hingga persiapan musim tanam berikutnya. "Kami sekarang bisa mengatur pekerjaan di lahan dengan lebih baik. Waktu yang sebelumnya banyak digunakan untuk pengolahan lahan kini dapat dimanfaatkan untuk merawat tanaman dan mempersiapkan musim tanam berikutnya," cerita Jonter. Selain dukungan sarana dan prasarana, proses penyuluhan juga menjadi ruang belajar bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya hortikultura. Anggota kelompok semakin aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya yang baik, pemanfaatan sarana pertanian secara optimal, hingga pengelolaan kelompok agar semakin mandiri. Melalui proses tersebut, semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam mengembangkan usaha tani bersama. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bekal penting bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan dan memperkuat kelembagaan kelompok. Dengan kemampuan yang semakin baik dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, kelompok tani memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Manager Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan proses membangun kapasitas agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri. "Program AKAR RIMBA dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok tani melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penyuluhan, serta penguatan kelembagaan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan petani dapat mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan kapasitas kelompok, dan membangun fondasi usaha pertanian yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat," jelas Iwan. Bagi para petani di Bengkalis, hasil panen bukan hanya menjadi tujuan setiap musim tanam, tetapi juga cerminan dari kerja keras dan semangat untuk terus menjaga produktivitas lahan. Melalui kolaborasi antara masyarakat dan PHR, para petani semakin optimistis dapat mengembangkan usaha pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan serta menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Bengkalis. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Target 300 Hektar 2026: Disbun Bengkalis Gandeng BPN dan Samade Sosialisasi PSR
Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis lewat Dinas Perkebunan (Disbun) gandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis serta Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Bengkalis, taja sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) tingkat kabupaten tahun 2026 di Kantor Camat Mandau, Rabu (6/5) kemarin. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Kecamatan Mandau, Pinggir dan Bathin Solapan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit rakyat. Narasumber kegiatan selain dari Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, juga dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis, serta Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Bengkalis. Kehadiran para narasumber memberikan pemahaman komprehensif kepada para pekebun terkait program peremajaan kelapa sawit rakyat. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Sufandi, melalui Kepala Bidang Produksi, Adi Zulhami, mengatakan sektor perkebunan memiliki peran yang sangat strategis pembangunan daerah, khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. “Perkebunan kelapa sawit komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Tetapi, masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas akibat penggunaan benih tidak unggul, tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan pekebun terkait praktik budidaya yang baik,” tegasnya. Data sementara tahun 2025 menunjukkan, kata Adi, luas perkebunan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 375 ribu hektar, dengan mayoritas perkebunan kelapa sawit rakyat. Dari jumlah tersebut, sekitar 87,75 persen dikelola secara swadaya oleh masyarakat. "Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis targetkan peremajaan seluas 300 hektar pada 2026 ini, yang tersebar di beberapa kecamatan," jelasnya. Program ini, sebut Adi, didukung kebijakan pemerintah pusat melalui regulasi Kementerian Pertanian, serta pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelembagaan petani, serta pihak swasta dalam menyukseskan program tersebut. “Kerja sama kemitraan menjadi kunci, baik penyediaan bibit berkualitas, pendampingan teknis, hingga akses pasar. Lantaran itu, seluruh stakeholder diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program ini,” imbuhnya. Untuk itu, ajak Adi Zulhami, para pekebun untuk memanfaatkan program PSR sebagai peluang dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan daerah. "Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman para pekebun terhadap program peremajaan sawit semakin meningkat, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis," sebutnya. Di sosialisasi ini hadir Sekretaris Camat Mandau,.Rio Sentosa, Asosiasi Perkebunan, Penyuluh Pertanian, sejumlah Kepala Desa, serta para pekebun dari sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis.
Terima Mandat dari DPD, DPC GRANAT Bengkalis: Kami Siap Bersinergi dengan Forkopimda Bengkalis
Duri, katakabar.com - Terima Surat Mandat (SM) Nomor 006/SM/DPD-GRANAT/IV/2026 dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Riau, yang ditandatangani Ketua DPD GRANAT dan Sekretaris DPD GRANAT Provinsi Riau, Dr. Freddy Simanjuntak, S.H., M.H - Feri H.A Panggabean, S.T, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRANAT Kabupaten Bengkalis, yang dinakhodai Derhana Irawati Nasution, yang disapa akrab Ira Scuto, siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bengkalis, dalam upaya memberantas Narkotika dan Obat-obatan (Nakoba) di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Demikian disampaikan Ketua DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis, penerima SM, Derhana Irawati Nasution (Ira Scuto) kepad sejumlah wartawan, di Duri, Kecamatan Mandau, Jumat (1/5) siang. Menurut Ira Scuto, dengan telah diterimanya Surat Mandat (SM) dari DPD GRANAT Provinsi Riau, ini menegaskan DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis hadir bukan sekadar sebagai struktur organisasi, tetapi sebagai garda terdepan dalam memerangi melawan narkoba di daerah. "Mandat ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab moral untuk segera melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat basis gerakan, dan memastikan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) berjalan tepat waktu, demokratis, dan berintegritas," ujar Ira. Kami berkomitmen, tegas Ira, bahwa seluruh proses menuju Muscab tidak akan menjadi sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk: - Melahirkan kepemimpinan yang bersih, berani, dan berkomitmen penuh terhadap gerakan anti narkoba - Memperkuat sinergi dengan Forkopimda, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat - Menghadirkan program kerja yang nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat Bengkalis. "Hal ini sesuai arahan dari Pak Hendry Yosoninggrat, Ketua Umum DPP GRANAT," jelasnya. Silaturahmi Bersama Kapolsek Mandau Pasca menerima Surat Mandat (SM) dari DPD GRANAT Provinsi Riau, DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis melakukan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan Kapolsek Mandau, Kompol Primadona C, Rabu (29/4) lalu. "Kapolsek Mandau, Kompol Primadona langsung menyambut DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis dengan ramah. Suasana pertemuan dan silaturahmi antara DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis dengan Kapolsek Mandau berlangsung di ruang kerja dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan," ucap Ira Scuto. Kegiatan DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis dengan Polsek Mandau ini baru permulaan. Ke depan DPC GRANAT Kabupaten Bengkalis akan lebih memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam memerangi dan memberantas bahaya latin narkoba saat ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan di tengah masyarakat 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten
Tentang PHR, Puluhan Anak Yatim, Banjir dan Jalan Rusak di South Bekasap Duri
Bengkalis, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran reaktivasi kanal pencegah banjir sepanjang 1,3 kilometer, serta perawatan jalan operasi, Rabu (22/4) lalu. Santunan ini simbol rasa syukur perusahaan yang ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional di wilayah kerja Rokan selalu membawa berkah bagi warga di sekitar operasi. Langkah ini komitmen PHR memastikan infrastruktur operasional tidak hanya mendukung target energi nasional, tetapi memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan keamanan warga sekitar. Reaktivasi kanal yang dilakukan solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman banjir. Sejalan dengan itu, perawatan jalan sepanjang 16 kilometer yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah ini menjadi urat nadi penting yang memperlancar akses transportasi masyarakat sehari-hari. Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan warga setempat. Dengan kedepankan dialog dan kepedulian, PHR berharap sinergi yang terjalin dapat menciptakan harmoni, di mana kemajuan industri migas berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup serta kenyamanan infrastruktur masyarakat. “Kegiatan syukuran dan santunan ini adalah ungkapan rasa syukur kami. Kami ingin kehadiran PHR tidak hanya membawa kemajuan bagi industri migas, tetapi membawa keberkahan dan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Manager Maintenance SL North, Agus Santoso. Saat ini, cerita Agus, PHR tengah melakukan proyek reaktivasi kanal sepanjang 1,3 kilometer di area South Bekasap. Bukan sekadar saluran pembuangan air untuk operasional perusahaan, kanal ini direvitalisasi secara strategis sebagai langkah pencegahan banjir yang kerap mengintai pemukiman warga saat musim penghujan tiba. "Proyek ini diharapkan mampu mengalirkan debit air dengan lebih efektif sehingga risiko luapan ke area warga dapat diminimalisir," jelasnya. Komitmen PHR terhadap infrastruktur publik terlihat dari konsistensi perawatan jalan di wilayah operasional. Sepanjang periode 2025 hingga April 2026, PHR tercatat telah melakukan perawatan jalan sepanjang 16 Kilometer mulai dari area Jalan tegar, jalan Sakti, Sobek dan Pematang Bow. Jalan-jalan tersebut memiliki fungsi ganda; selain sebagai urat nadi kendaraan operasional perusahaan, jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Pematang Pudu dan sekitarnya untuk beraktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari. Dengan kondisi jalan yang mantap, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman. "Reaktivasi kanal dan perawatan jalan ini adalah bentuk kontribusi PHR dalam memberikan dampak positif yang nyata. Kami ingin fasilitas operasional ini berfungsi ganda, tidak hanya untuk keandalan produksi migas, tetapi juga menjadi solusi infrastruktur yang menjaga keamanan pemukiman warga dari banjir dan memperlancar akses mobilitas harian masyarakat," ucap Agus. Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Camat Mandau, Riki Rihardi S.STP M.Si mengapresiasi PHR. “Kami memberikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan atas kepedulian yang terus diberikan kepada masyarakat kami di Kelurahan Pematang Pudu. Langkah PHR melakukan reaktivasi kanal sepanjang 1,3 KM dan perawatan jalan di area South Bekasap adalah jawaban nyata atas aspirasi warga terkait mitigasi banjir dan kelancaran mobilitas,” tuturnya. Ia menambahkan sinergi seperti inilah yang kita butuhkan; di mana infrastruktur operasional perusahaan juga memberikan manfaat publik yang luas. Selain membantu mobilitas ekonomi melalui jalan yang mantap, bantuan santunan bagi warga dhuafa ini semakin mempererat silaturahmi. “Kami berharap PHR terus tumbuh dan sukses dalam menjaga ketahanan energi, karena keberhasilan PHR tentu akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis,” imbuhnya. Rangkaian kegiatan ini menegaskan keberlanjutan operasi migas harus tumbuh bersama dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan masyarakat. Sinergi antara operasional PHR yang andal dan kepedulian sosial yang tulus menjadi kunci utama dalam mendukung ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Gema Takbir Keliling di Bawah Langit Kelurahan Talang Mandi
Mandau, katakabar.com - Pemerintah Republik Indonesia resmi tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Tahun ini jatuh Sabtu, 21 Maret 2026. Terkait itu, masyarakat Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, gelar Gema Takbir Keliling, pada malam ini, Jum'at (20/3) malam. Gema Takbir Keliling ini, melibatkan 5 RW dan 4 Mesjid di lingkungan Jalan Wonosobo, yakni RW 02, RW 03, RW 10, RW 11, dan RW 12, serta Mesjid Istiqlal, Mesjid Istiqomah, Mesjid Nur Hikah, dan Mesjid Ar-Rahmah Kelurahan Talang Mandi. Lurah Talang Mandi, Ridho Yudha Pratama, S.STP., M.Si., di momen tersebut perkenalkan diri kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan Gema Takbir Keliling, sebagai Lurah yang baru dilantik dan juga berharap mendapat masukan dari RT, RW dan LPMK, serta Tokoh Masyarakat yang berada di Kelurahan Talang Mandi. "Di tengah kondisi efisiensi pada hari ini, berakibat dengan tidak diadakannya Pawai Takbir yang selalu kita laksanakan setiap tahunnya. Namun pada malam ini, dengan adanya kegiatan Gema Takbir Keliling kita masih bisa bersama-sama berkumpul di Kelurahan Talang Mandi, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh suka cita. "Di kegiatan ini kami selaku Pemerintah Kecamatan Mandau, secara pribadi maupun instansi, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam ucapan, pergaulan, maupun pada kegiatan yang kita laksanakan sebelumnya, terdapat khilaf maupun silap yang menyakiti perasaan Bapak atau Ibu, sekali lagi kami memohon maaf," sebut Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., dengan lugas
Camat Mandau Hadir di Silaturahmi dan Penyerahan Bantuan DPD TMP Riau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., jelang berbuka puasa, menghadiri undangan silaturahmi, dan penyerahan bantuan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Taruna Merah Putih (DPD TMP) Provinsi Riau, Minggu (15/3) sore, di Gedung Bathin Betuah, Kantor Camat Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jalan Jenderal Sudirman Duri. Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ketua DPD Taruna Merah Putih Provinsi Riau, sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, SE., M.IP. "Perekonomian saat ini sangat kurang baik, DPD Taruna Merah Putih berkomitmen membantu masyarakat di Kecamatan Mandau di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi," ujar Camat Mandau. Di kegiatan tersebut Ketua DPD Taruna Merah Putih Provinsi Riau, sekaligis Ketua DPRD Bengkalis, Septian Nugraha, SE., M.IP, didampingi Sekretaris, Syafroni Untung, SH., MH. Ia menyampaikan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, serta memperkuat tali persaudaraan di antara keluarga besar Taruna Merah Putih dan masyarakat. "Kami menegaskan Taruna Merah Putih wadah generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, kita berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara," kata Septian Nugraha. Di penghujung sambutan, Ketua DPRD Bengkalis ini sampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. "Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan di bulan penuh berkah ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT," harapnya.