PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu Pendidikan
Pendidikan
Senin, 27 April 2026 | 14:13 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul Pembangunan SR di Bengkulu

Bengkulu, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus perkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proyek ini bagian dari upaya pemerintah Indonesia perluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia di daerah. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait target waktu penyelesaian yang ketat serta kondisi lokasi pekerjaan yang tersebar dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Tetapi, PTPP mampu menjaga kinerja proyek secara optimal. Hingga 23 April 2026, progres pekerjaan telah mencapai 37,11%, melampaui target dengan deviasi positif sebesar 10,81%. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender, dimulai sejak 10 Desember 2025. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pelaksanaan proyek serta kapabilitas PTPP dalam perencanaan dan penerapan strategi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mutu pekerjaan, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Selain itu, proyek ini juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pembangunan. Keberhasilan progres yang melampaui target ini mencerminkan kapabilitas PTPP dalam menjaga kinerja proyek secara optimal, terutama dalam pengelolaan waktu dan koordinasi pekerjaan di lokasi yang tersebar, tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keselamatan kerja. Komitmen ini sejalan dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas sektor pendidikansebagai fondasi kemajuan bangsa. Melalui proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu, PTPP optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi terdepan yang menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan pencapaian progres proyek yang melampaui target ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. “PTPP terus mengedepankan excellence dalam setiap pelaksanaan proyek. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Harga TBS Beda di Sejumlah PKS di Bengkulu, Kok Bisa! Sawit
Sawit
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:02 WIB

Harga TBS Beda di Sejumlah PKS di Bengkulu, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Tim Satuan Tugas (Satgas) monitoring penetapan harga Provinsi Bengkulu temukan sejumlah perbedaan harga kelapa sawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Tim menemukan saat melakukan pemantauan harga di beberapa PKS yang tersebar di provinsi tersebut. Pada tahap awal, pemantauan tersebut dilakukan di tiga kabupaten, yakni kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Di mana PKS yang menjadi sasaran di kegiatan tersebut, yakni PT Agri Andalas, PT AIP, PT BSL di Air Teras, dan PT PN VII di Seluma. Lalu di Bengkulu Selatan, pemantauan dilakukan di PKS milik PT SBS di Pino Raya dan PT BSL, dan di Kabupaten Kaur, dua PKS yang disambangi adalah milik PT APLS dan PT BCS. "Kita temukan adanya ketidaksesuaian harga TBS yang diberlakukan oleh sejumlah PKS dibandingkan dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Harga yang ditetapkan hanya Rp 3.020 per kilogram berbeda dengan harga penetapan periode ini Rp 3.360 per kilogram," ujar Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jhon Simamora dilansir dari laman Elaeis Media Group (EMG), Sabtu (18/10). Menurutnya, tidak ada satu pun pabrik yang terapkan harga yang sama. Bahkan ada pabrik yang membeli dengan harga jauh di bawah ketetapan pemerintah. Ini sangat merugikan petani, belum lagi pemberlakukan pemotongan harga di tingkat pengepul, RAM. Sehingga harga yang diterima petani bisa turun hingga di bawah Rp 3.000 per kilogram. "Kondisi ini sangat merugikan petani sawit di Bengkulu, yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil panen mereka," jelasnya. Lantaran itu, Satgas monitoring mendesak Gubernur Bengkulu untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap PKS yang membeli TBS di bawah harga ketetapan. Soalnya toleransi terhadap praktik ini hanya akan semakin memperburuk ekosistem industri sawit di daerah. “Kami minta tidak ada toleransi bagi PKS yang membeli di bawah harga pemerintah. Harus ada sanksi tegas," tegasnya. Ia menambahkan penetapan harga oleh pemerintah bertujuan menciptakan keseimbangan pasar dan mencegah persaingan tidak sehat antar PKS. Jika tidak diatur, persaingan harga dapat menyebabkan penurunan kualitas buah sawit yang dikirim petani ke pabrik, sebab mutu buah seringkali diabaikan demi harga jual.

Bengkulu Cuma Jadi Penonton Kernel Diekspor Lewat Dua Pelabuhan Daerah Lain Sawit
Sawit
Rabu, 07 Agustus 2024 | 21:48 WIB

Bengkulu Cuma Jadi Penonton Kernel Diekspor Lewat Dua Pelabuhan Daerah Lain

Bengkulu, katakabar.com - Potensi kernel belum berkontribusi bagi Provinsi Bengkulu padahal bisa capai 1 juta ton per tahun. Bahkan, sejauh ini Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu tidak mencatat adanya ekspor kernel sawit dari provinsi tersebut. "Ekspor kernel kelapa sawit dari Bengkulu banyak dilakukan lewat Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat dan Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung," kata perwakilan KPPBC TMP C Bengkulu, Agus Praminto, dilansir dari laman elaeis.co, Senin (7/8).

2024, Provinsi Bengkulu Terima Jatah Biosolar Subsidi 107.213 Kiloliter Nasional
Nasional
Minggu, 07 Januari 2024 | 14:27 WIB

2024, Provinsi Bengkulu Terima Jatah Biosolar Subsidi 107.213 Kiloliter

Bengkulu, katakabar.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) sudah sampaikan surat penyampaian kuota atau jatah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dan jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (BKP) Tahun Anggaran (TA) 2024 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, di penghujung tahun 2023 lalu. Isi surat itu, kuota biosolar subsidi ke Provinsi Bengkulu pada 2024 ini sebanyak 107.213 kiloliter. Kuota ini meningkat dari 99.409 kiloliter pada 2023 lalu. Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni menjabarkan, jumlah kuota biosolar subsidi bagi Bengkulu terjadi peningkatan. "Alhamdulilah, kuota biosolar kita tahun ini mengalami peningkatan, ada penambahan hampir 8 persen dibanding 2023 lalu. Di mana untuk pendistribusian dilakukan pertamina," ujar Denni, lewat keterangan diterima MNC Portal Indonesia kemarin, dilansir dari laman IDXChannel, pada Ahad (7/1). Naiknya penyaluran BBM Subsidi, ulas Denni, mesti tepat sasaran. Secara aturan, perusahaan-perusahaan besar angkutan batu bara, tambang Galian C dan Sawit tidak berhak menggunakan BBM subsidi. "Wajib ditindaklanjuti persoalan yang menggunakan minyak subsidi, sebab banyak yang tidak berhak sebagaimana kita ketahui perusahaan-perusahaan angkutan batu bara, Galian C dan Sawit tidak boleh menggunakan BBM subsidi," terangnya. Selain kuota Biosolar, untuk kuota bahan bakar jenis Pertalite, Provinsi Bengkulu mendapatkan jatah sebanyak 267.716 kiloliter di 2024. Total ini sedikit mengalami penurunan dari tahun lalu sebesar 287.477 kiloliter. "Bila diangkut hasil pertambangan dia harus pakai non subsidi saat dia tidak ngangkut hasil tambang dan perkebunan dia memakai BBM subsidi," sebutnya.

Bibit Sawit Varietas Lonsum Digandrungi Petani di Bengkulu, Ini Keunggulannya Sawit
Sawit
Jumat, 15 Desember 2023 | 17:01 WIB

Bibit Sawit Varietas Lonsum Digandrungi Petani di Bengkulu, Ini Keunggulannya

Bengkulu, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di daerah Bengkulu kini mulai gemari bibit kelapa sawit varietas Lonsum. Boleh jadi, lantaran sejumlah keunggulan yang ditawarkan varietas lonsum. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, M Rizon mengatakan, bibit kelapa sawit varietas Lonsum jadi primadona di kalangan petani di Bengkulu. Itu disebabkan, Varietas ini mampu menghasilkan berondolan kelapa sawit yang besar. "Varietas Lonsum punya keunggulan menghasilkan berondolan kelapa sawit yang besar dibandingkan varietas lainnya," ulas Rizon, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/12). Bibit kelapa sawit varietas Lonsum, ujar Rizon, tidak hanya unggul ukuran brondolan, tapi miliki keunggulan lainnya, yakni mampu memproduksi minyak dengan kualitas tinggi, cepat berbunga, dan mencapai produksi tinggi. "Varietas ini mampu memproduksi minyak dengan kualitas tinggi, cepat berbunga, dan mencapai produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi," kata M Rizon lagi. Keunggulan-keunggulan ini, sebut Rizon, membikin para petani melirik bibit kelapa sawit varietas Lonsum sebagai pilihan utama mengoptimalkan hasil pertanian kelapa sawit. Menurutnya, dampak positif dari penanaman bibit kelapa sawit varietas Lonsum semakin terasa di sektor pertanian di daerah Provinsi Bengkulu. Di mana, petani melaporkan peningkatan hasil produksi yang signifikan, dan memberikan kontribusi positif pada ekonomi lokal. "Bibit kelapa sawit varietas Lonsum selain memberikan brondolan besar, dan bisa mendukung produksi minyak sawit yang berkualitas tinggi, menjadikan industri sawit di daerah Bengkulu semakin berkembang pesat," jelasnya. Pilihan petani untuk beralih ke bibit kelapa sawit varietas Lonsum sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan hasil pertanian. Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, bibit kelapa sawit varietas Lonsum solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sawit di daerah ini. "Beralihnya petani kelapa sawit ke bibit kelapa sawit varietas Lonsum sejalan dengan strategi pemerintah Provinsi Bengkulu guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan hasil pertanian," tegasnya. Tapu, lanjut Rizon, perlu diperhatikan aspek keberlanjutan dalam pertanian kelapa sawit. Penggunaan bibit kelapa sawit varietas Lonsum cenderung mendominasi perlu diimbangi dengan praktik pertanian yang ramah lingkungan. "Kami dan para pemangku kepentingan akan bekerja sama untuk pastikan pertanian kelapa sawit di daerah Provinsi Bengkulu tetap berkelanjutan dan tidak merugikan lingkungan," terangnya. Sejauh ini, keberhasilan bibit kelapa sawit varietas Lonsum di Provinsi Bengkulu memberikan gambaran positif tentang potensi sektor pertanian sawit di wilayah Bengkulu. Langkah-langkah lanjutan yang bijak dan berkelanjutan tetap diperlukan agar pertanian sawit tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan. "Jadi, langkah-langkah lanjutan yang bijak dan berkelanjutan tetap diperlukan agar pertanian kelapa sawit memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan sekitar, tandasnya.

Biar Semua Adopsi Teknologi Digital, Pemda Mesti Giatkan Pelatihan Petani Sawit Milenial Nasional
Nasional
Kamis, 14 Desember 2023 | 20:12 WIB

Biar Semua Adopsi Teknologi Digital, Pemda Mesti Giatkan Pelatihan Petani Sawit Milenial

Bengkulu, katakabar.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu rilis data penggunaan teknologi digital di kalangan petani kelapa sawit milenial. Dari total 96.639 petani kelap sawit milenial berumur 19 hingga 39 tahun di Bengkulu, baru 45.578 orang yang telah adopsi teknologi digital, sisanya sebanyak 51.061 orang lainnya masih belum terbiasa menggunakan teknologi digital. Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal menjelaskan, masih cukup banyak petani kelapa sawit milenial yang belum menggunakan teknologi digital di Bengkulu. Itu mencerminkan tantangan dalam menggerakkan sektor pertanian menuju era digital. "Petani milenial yang sudah menggunakan teknologi digital baru mencapai 45.578 orang, sisanya sebanyak 51.061 orang masih tertinggal," kata Win, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co. pada Kamis (14/12). Kata Win, petani kelapa sawit milenial yang adaptif teknologi digital melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian modern (alsintan), pemanfaatan internet, telepon pintar, teknologi informasi, hingga penggunaan drone dan kecerdasan buatan. Tapi, sepertinya masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi di kalangan petani muda Bengkulu. "Masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi di kalangan petani sawit muda Bengkulu," tutue Win. Sebagai upaya meningkatkan literasi teknologi di kalangan petani sawit milenial, harap Win, pemerintah daerah setempat bersama dengan lembaga terkait harus meluncurkan program pelatihan. Dengan begitu, ucap Win, dapat membantu petani milenial memahami manfaat teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. "Pemda harus meluncurkan program pelatihan ke petani milenial agar mereka bisa menggunakan teknologi digital," harap Win. Masyarakat Bengkulu pun diharapkan turut serta dalam mendukung pemahaman teknologi di kalangan petani milenial. Untuk itu, pesan Win, perlu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi di sektor pertanian. "Kami rasa perlu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi di sektor pertanian, tanpa itu mustahil adopsi teknologi berjalan dengan baik di Bengkulu," ulasnya. Salah satu petani kelapa sawit milenial di Kota Bengkulu, Zainal Arif 34 tahun menimpali, saya sukses setelah mengadopsi teknologi digital. Bahkan dengan teknologi mampu meningkatkan hasil panen dan efesiensi waktu. "Dengan teknologi, saya bisa meningkatkan hasil panen dan efisiensi waktu. Ini membuat pertanian lebih menarik dan berpotensi memberikan kontribusi lebih besar pada perekonomian daerah," terang Arif. Seluruh petani sawit milenial di Bengkulu, harap Arif, mudah-mudahan bisa mengadopsi teknologi digital. Karena dengan teknologi ini mereka akan semakin mudah meraih kesuksesan. "Harapannya, apa yang saya lakukan dapat menginspirasi rekan-rekan sesama petani milenial untuk lebih terbuka terhadap teknologi digital," sebutnya.

Petani Sawit Hindari Rentenir, OJK: Skema Pinjaman 'Jebakan Batman' Nasional
Nasional
Selasa, 12 Desember 2023 | 19:00 WIB

Petani Sawit Hindari Rentenir, OJK: Skema Pinjaman 'Jebakan Batman'

Bengkulu, katakabar.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro ingatkan para petani kelapa sawit di wilayah teritorinya berhati-hati kepada tawaran pinjaman dengan bunga rendah dari lembaga keuangan tak resmi. Kata Tito, jelang akhir tahun 2023 ini terjadi lonjakan tawaran pinjaman dengan bunga rendah yang kebanyakan berasal dari rentenir. Apalagi, rentenir diketahui sengaja memberikan tawaran bunga rendah untuk menarik petani kelapa sawit sebagai korban. "Kami imbau agar petani sawit tidak tergiur dengan tawaran pinjaman bunga rendah, terutama dari lembaga keuangan yang tidak resmi. Banyak rentenir yang memberikan penawaran ini dengan tujuan agar petani terjebak dalam jerat hutang yang sulit untuk diselesaikan," ujarnya, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (12/12). Dijelaskan Tito, rentenir cenderung menerapkan skema yang tidak transparan. Di mana skema pinjaman yang ditawarkan cenderung menjebak. "Setelah agunan diserahkan, banyak petani kelapa sawit yang mengalami kesulitan melunasi utang, meski sudah mencicil. Ini menjadi peringatan serius untuk selalu melakukan transaksi keuangan melalui lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh OJK," tegasnya. Untuk langkah preventif, tuturnya, OJK Bengkulu berjanji meningkatkan sosialisasi dan edukasi keuangan di kalangan petani kelapa sawit. Menurutnya, penting pemahaman tentang risiko keuangan dan perlindungan konsumen agar petani dapat mengambil keputusan yang bijaksana dalam mengelola aspek keuangan mereka. "Kami bakal meningkatkan sosialisasi dan edukasi keuangan di kalangan petani sawit," ucapnya. Ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia Provinsi Bengkulu, Jakfar angkat bicara terkait peringatan dari Kepala OJK. Dirinya mengajak semua anggota untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan memilih lembaga keuangan yang dapat dipercaya. "Kami dukung imbauan dari OJK. Semua petani harus lebih selektif dalam menerima tawaran pinjaman agar tidak terjebak dalam masalah keuangan yang sulit diatasi," terang Jakfar. Peringatan ini, ulasnya, menjadi sorotan serius terhadap praktik rentenir yang merugikan petani kelapa sawit. Saya berkomitmen untuk terus mengawasi dan melindungi kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. "Kami mengawasi dan melindungi masyarakat khususnya petani sawit di Bengkulu," tandasnya.

Miris Petani Sawit di Bengkulu, Pupuk Subsidi Dicabut, Non Subsidi Langka Sawit
Sawit
Minggu, 19 November 2023 | 18:39 WIB

Miris Petani Sawit di Bengkulu, Pupuk Subsidi Dicabut, Non Subsidi Langka

Bengkulu, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu resah dan gelisah lantaran pupuk non subsidi mulai kosong di kios-kios. Kondisi ini pun mulai dinilai mengancam keberlangsungan sektor kelapa sawit di daerah tersebut. "Kita sangat membutuhkan kepastian dari pemerintah mengenai ketersediaan pupuk non subsidi di Bengkulu. Soalnya, kalau tanaman kelapa sawit tidak di pupuk berdampak pada produktivitas tanaman," tegas Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashury, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (19/11). Kekosongan pupuk non subsidi ini mendapat perhatian dari pengamat pertanian di Bengkulu, Prof Zainal Muktamar. Menurutnya, penting dukungan pemerintah untuk pastikan kelangsungan sektor kelapa sawit di Bengkulu. "Pemerintah harus segera menanggapi permintaan petani kelapa sawit dan mencari solusinya. Lantaran ini menjadi salah satu kunci mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah," kata Zainal. Kondisi pupuk non subsidi ini langka dianggap memperburuk sektor kelapa sawit di daerah tersebut. Belum lagi harga mahal yang membuat sebagian petani ogah menggunakan pupuk non subsidi. "Walau gampang dapatnya, saya tak mungkin beli pupuk non subsidi lantaran harganya mahal. Mahalnya harga pupuk menambah biaya operasional," ujar Budi Santoso, petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, M Rizon pastikan pasokan pupuk non subsidi di Bengkulu masih aman. "Pupuk non subsidi bukan kosong. Masih banyak. Yang kosong itu, jenis pupuk non subsidi yang harganya murah. Tapi kalau jenis pupuk yang harganya mahal, masih banyak," sebutnya singkat.

Danrem 041 Gamas Ajak Peternak Ikan Manfaatkan Bungkil Sawit Buat Pakan Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 12 November 2023 | 20:28 WIB

Danrem 041 Gamas Ajak Peternak Ikan Manfaatkan Bungkil Sawit Buat Pakan

Bengkulu, katakabar.com - Komandan Korem 041 Garuda Emas (Gamas), Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen mengajak peternak ikan di Provinsi Bengkulu untuk membuat pakan ikan alternatif dengan memanfaatkan bungkil sawit. Dengan memanfaatkan bungkil sawit, kata Brigjen TNI Rachmad, peternak ikan dapat mengurangi beban biaya produksi untuk pembelian pakan. Apalagi, saat ini harga pakan ikan mencapai Rp17 ribu per kilogram. Sedang, pakan alternatif berbahan bungkil bisa menekan harga pakan hingga separuh harga. "Pemanfaatan bungkil sawit solusi atas keluhan soal harga pakan ikan yang terus melambung di pasaran," ujarnya kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (12/11). Menurutnya, masih banyak peternak belum memahami cara pembuatan pakan dari bungkil sawit. "Penting sekali disosialisasikan cara pembuatan pakan ikan mandiri dengan menggunakan bungkil sawit kepada masyarakat secara luas," jelasnya. Kami bantu sosialisasi, sebutnya, cara pembuatan pakan ikan alternatif berbahan limbah ramah lingkungan untuk meningkatkan keuntungan peternak. Pendampingan pembuatan pakan ikan alternatif diharapkan membantu petani atau peternak dalam meningkatkan produksi pangan khususnya di bidang perikanan. "Pemanfaatan bungkil sawit sebagai pakan ikan tidak hanya mengurangi beban anggaran petani atau peternak, tapi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah ini," bebernya. Dengan mengurangi ketergantungan pada pakan ikan konvensional harganya tinggi, harapnya, peternak dapat menciptakan lingkungan usaha yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.

Potensi Ekspor CPO Besar Tapi Belum Digarap Optimal di Bengkulu Nasional
Nasional
Senin, 23 Oktober 2023 | 18:32 WIB

Potensi Ekspor CPO Besar Tapi Belum Digarap Optimal di Bengkulu

Bengkulu, katakabar.com - Potensi ekspor Crude Palm Oil (CPO) besar, tapi belum digarap dan dimanfaatkan secara optimal di Provinsi Bengkulu. Lihat, hingga saat ini belum ada eksportir CPO yang beroperasi di daerah itu. Kepala Karantina Pertanian Bengkulu, drh Bukhari mengamini hal itu. Faktanya, ujar Bukhari, belum ada pabrik yang mengekspor CPO ke luar negeri dari Bengkulu. Potensi ekspor CPO dari Bengkulu besar, tapi belum ada yang ekspor komoditas ini dari Bengkulu," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (21/10). Pengusaha di Bengkulu, harap Bukhari, dapat menjadi eksportir CPO dan menjadi pemain utama dalam bisnis ini. "Kita harap pengusaha di Bengkulu bisa berdagang lintas negara, tidak hanya lokal, biar untungnya lebih besar," katanya. Menurut hitung-hitungan Bukhari, menjadi eksportir CPO tidak rugi. Jika harga tender di KPBN Rp10.000 per kilogram, untuk membeli CPO sebanyak 1 ton, eksportir hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp10 juta. Lalu, CPO dapat dijual ke India dengan harga sekitar US$1.100 per ton atau setara dengan Rp16,5 juta (kurs US$1=Rp15.000), termasuk biaya, asuransi, dan pengangkutan untuk pengiriman. "Itu berarti eksportir dapat menghasilkan untung sekitar Rp6,5 juta," bebernya. Itu jadi bukti, tutur Bukhari, menjadi eksportir CPO lintas negara tidak rugi, terutama kalau pengusaha memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri dapat untung yang lebih besar. Tap itu tadi, meski untung besar, banyak PKS di Bengkulu lebih memilih menjual CPO kepada eksportir dalam negeri. Alasnya, tidak ingin repot dalam pengurusan dokumen ekspor. "Memang, rata-rata memilih menjual kepada eksportir dalam negeri, seperti di Pelabuhan Telur Bayur Sumatera Barat, mereka nilai lebih sederhana lantaran tidak perlu mengurus izin dan dokumen ekspor," imbuhnya.