Call For Proposal

Sorotan terbaru dari Tag # Call For Proposal

BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026: Kelapa Sawit, Kakao dan Kelapa Menuju Hilirisasi Komersial Nusantara
Nusantara
6 jam yang lalu

BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026: Kelapa Sawit, Kakao dan Kelapa Menuju Hilirisasi Komersial

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kementerian Keuangan telah menggelar Webinar sebagai panduan pendaftaran proposal pendanaan penelitian melalui program Grant Riset BPDP 2026 Transformasi lembaga saat ini meliputi pengelolaan dana untuk komoditas Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa ini menjadi tonggak baru memperkuat kedaulatan sektor perkebunan nasional melalui inovasi dan teknologi. Program ini dirancang untuk memastikan riset tidak hanya berhenti di meja laboratorium, tetapi mampu memberikan solusi aplikatif bagi tantangan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Indonesia. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan perluasan mandat lembaga tahun ini membawa semangat inklusivitas yang lebih besar. Menurutnya, BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi di tiga komoditas utama tanpa ada pembatasan jumlah riset yang kaku di tiap kategorinya. "Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik. Paling penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi," jelasnya. Ia menambahkan keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana hasil riset dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para pemangku kepentingan guna meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global. Sejalan dengan visi tersebut, salah satu Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menekankan pentingnya kualitas luaran (output) dari setiap proposal yang diajukan. Tony merinci standar ketat yang menjadi acuan penilaian agar dana yang disalurkan dapat tepat sasaran pada riset yang memiliki daya guna tinggi. "Output yang diharapkan adalah replicable sehingga siapa saja dapat menggunakan dan masyarakat dapat mengaplikasikannya. Tolong perhatikan daftar periksa agar tidak ada yang terlewatkan, seperti apakah riset sudah jelas, memiliki relevansi yang kuat, inovatif, berdampak, dan apakah nilai komersialisasinya bernilai tinggi?" tegas Dr. Tony Liwang. Riset yang replikabel dinilai menjadi kunci utama agar inovasi yang dihasilkan dapat segera diserap oleh industri kecil maupun menengah (UKM) perkebunan di berbagai wilayah. Motivasi Untuk Peneliti Nasional Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, memberikan pesan penyemangat bagi para akademisi dan praktisi riset di seluruh Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa proses seleksi ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk menajamkan kualitas keilmuan nasional. "Kami berharap Bapak dan Ibu tidak berkecil hati jika nantinya belum berhasil lolos. Tetapi, kami harapkan hasil ini menjadi momentum untuk semakin mempertajam fokus penelitiannya ke depan," ujar Rahmat Widiana. Rahmat juga menekankan BPDP berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses seleksi guna melahirkan inovasi unggulan yang dapat membanggakan Indonesia. Diketahui Pendaftaran proposal dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal resmi https://program-riset.bpdp.or.id/. Untuk batas akhir penyampaian usulan penelitian ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2026 mendatang. Para peneliti diwajibkan menyusun proposal inti secara ringkas dan sistematis dengan batas maksimal 20 halaman, mengacu pada peta jalan (roadmap) penelitian yang telah ditetapkan. Melalui sinergi antara akademisi dan dukungan pendanaan dari BPDP, sektor perkebunan diharapkan mampu menjadi pilar utama ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

Penting Dukungan Riset Untuk Keberlanjutan Industri Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 10 Februari 2024 | 09:18 WIB

Penting Dukungan Riset Untuk Keberlanjutan Industri Sawit

Jakarta, katakabar.com - Plt. Direktur Penyaluran Dana, Zaid Burhan Ibrahim menekankan, betapa penting dukungan riset untuk keberlanjutan industri Sawit. "Penelitian dan Pengembangan mesti mampu memberikan solusi kepada berbagai persoalan yang dihadapi industri kelapa sawit saat ini, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, dan mendorong penemuan atau inovasi produk atau pasar baru," ujar Burhan saat membuka webinar usung tema, “Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024” yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di pengujung Januari 2024 lalu. Diketahui, webinar tersebut dilaksanakan sebagai sarana sosialisasi program Grant Riset Sawit (GRS) salah satu program layanan yang berasal dari dana sawit. Kegiatan Webinar: “Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024” bertujuan sebagai sarana penyebaran informasi bahwa program Grant Riset Sawit (GRS) telah dibuka kembali oleh BPDPKS untuk menjaring usulan riset sawit dari Lembaga Litbang seluruh Indonesia. Call for Proposal dibuka oleh BPDPKS hampir tiga bulan lamanya mulai 17 Maret 2024. Total 1.611 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia terutama dari universitas dan perguruan tinggi hadir. Antusias peserta yang ikut webinar ini menunjukkan tingginya minat para peneliti di Indonesia untuk mengikuti program pendanaan riset dari BPDPKS. Program penelitian dan pengembangan sawit salah satu upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir, demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. "Selama berjalannya program penelitian dan pengembangan dari tahun 2015 hingga saat ini, terdapat 329 kontrak perjanjian kerja sama dengan 88 lembaga litbang yang melibatkan 1.202 orang peneliti dan telah menghasilkan 50 paten dan 243 publikasi," jelas Burhan. Di kegitan Webinar ini BPDPKS menghadirkan dua orang narasumber, yakni Prof (Ris) Didiek Hadjar Goenadi yang menyampaikan tentang “Peluang dan Tantangan Riset Kelapa Sawit untuk Mendukung Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan” dan Arfie Thahar, STP., MM., yang menyampaikan tentang “Gambaran Pelaksanaan Program Grant Riset Sawit dan Tata Cara Submit Usulan Riset”.